You'Re My Mine, Andrea

You'Re My Mine, Andrea
Part 9


__ADS_3

Dan disinilah mereka sekarang, didalam kamar hotel. Setelah perdebatan usai makan di tempat Angkringan tadi, akhirnya Andrea mengikuti Bagas kembali ke hotel. Percuma juga dia berdebat dan mengatakan kalau dia sudah hafal daerah Jogja dan dia bisa pergi jalan-jalan sendiri. Tapi lagi-lagi Bagas tidak mengizinkannya dengan alasan sekarang Andrea adalah tanggung jawabnya.


Sekarang di kamar hotel Andrea sedang duduk di atas kasur dengan bersandar pada kepala ranjang sambil menonton tv dan bermain hp, sedangkan Bagas di sampingnya sedang bermain games di hpnya sendiri.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Andrea belum mengantuk, dia merasa bosan karena dari tadi hanya menonton tv dan bermain hp sambil chatting dengan Exel.Tapi sekarang Exel sudah tak lagi membalas pesannya, makanya Andrea merasa bosan. Sedangkan di sampingnya Bagas masih asik bermasin games. Sebenarnya Andrea juga merasa canggung berada di dalam hotel berduaan dengan laki-laki. Meskipun ini bukan pertama kalinya dia sekamar dengan Bagas, namun tetap saja merasa canggung dan aneh, mereka belum lama mengenal satu sama lain, bisa dibilang mereka masih seperti orang asing meskipun status mereka suami istri.


"Gas, keluar yuk?gue bosen nih dikamar mulu, dari tadi lu main games." ajak Andrea karena dia merasa benar-benar bosan


"Ga mau Dre, gue kan udah bilang capek. Ini juga udah jam 10 malem, mau kemana sih lu."


"Bilangnya capek, tapi dari tadi lu main hp mulu. Ya tidur lah kalau emang capek, bukannya ngegames." cibir Andrea yang dari tadi melihat Bagas hanya bermain games di hpnya


"Ya ini bisa dibilang istirahat juga lah, kan ngegames-nya sambil rebahan." Balas Bagas sambil dia mematikan gamesnya dan meletakkan hp-nya di atas nakas.


"Udah sini tidur lu Dre, jangan berisik. Besok pagi aja setelah sarapan kita jalan-jalan sepuasnya."


Andrea akhirnya beringsut mengikuti Bagas yang sudah berbaring terlebih dahulu. Baru saja dia berbaring, tiba-tiba Bagas menariknya kedalam pelukannya. Andrea yang terkejut, mendorong bahu Bagas, namun tidak berpengaruh pada Bagas sama sekali.


"Udah diem aja Dre, gue ga akan apa-apain lu. Gue peluk, biar lu ga berisik lagi. Gue ngantuk, pengen tidur." ucap Bagas karena merasakan Andrea masih mencoba melepas pelukannya.


Bagas sendiri tidak paham dengan pikirannya sendiri, bisa-bisanya dia memeluk Andrea. Padahal hubungan mereka tidak sedekat itu, tapi entah ada dorongan dari mana dia ingin memeluk Andrea, merasakan kembali perasaan nyaman semalam saat pertama kali mereka tidur bersamayang tidak sengaja memeluknya.


Andrea akhirnya terdiam saat Bagas berbicara begitu, entah perasaan dari mana sejujurnya dia juga merasa nyaman berada dipelukan Bagas, pelukan yang sama nyamannya dengan pelukan dari Exel. Kemudian ada perasaan bersalah pada Exel, dia merasa telah mengkhianati Exel dengan pernikahannya ini. Dadanya berdenyut nyeri, sakit saat kembali membayangkan akhir kisah cintanya bersama Exel yang tidak bisa bersama lagi karena statusnya yang kini menjadi istri Bagas. Bagaimana dia harus mengakhiri kisah cintanya bersama Exel, apa yang harus dia katakan padanya.


Karena terlalu pusing memikirkan akhir kisah cintanya, tanpa sadar Andrea tertidur masih dalam pelukan Bagas.


******


Keesokan harinya mereka bangun lebih awal, karena Andrea begitu semangat untuk jalan-jalan. Dia membangunkan Bagas pagi-pagi sekali agar tidak kesiangan untuk jalan-jalannya.


"Ini masih jam 6 Dre, kenapa lu udah bangunin gue sih. rutuk Bagas yang merasa masih mengantuk."

__ADS_1


"Ck,biar kita ga kesiangan jalan-jalannya. Ada banyak tempat yang pengen gue datengin."


"Tapi ya ga harus sepagi ini juga kali lu bangunin gue. Sarapan dari hotel aja belum siap jam segini."


"Gampang itu mah, gue udah telepon ke resto hotel buat nganterin makan ke kamar, ga perlu kita nunggu jam 7 buat sarapan di bawah. Buruan mandi gas, keburu sarapannya dateng," perintah Andrea dengan menarik tangan Bagas untuk bangun.


Mau tak mau Bagas bangun dan menuju kamar mandi dengan menggerutu. Sedangkan Andrea hanya menatapnya malas sambil berjalan ke meja rias untuk berdandan.


Tak lama kemudian Bagas keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan memakai handuk di pinggangnya. Andrea yang melihatnya, langsung buang muka ke sembarang arah dan mengomeli Bagas.


"Bisa ga sih lu bawa langsung gitu baju ke kamar mandi?jangan keluar cuman pake handuk doang."


"Emang kenapa?toh gue juga ga telanjang depan lu kan."


"Lu ga sadar, sekarang dikamar ada cewek perawan?malah selesai mandi cuman pake handuk doang, kasian mata perawan gue liatin lu."


Bagas memutar bola matanya malas mendengarkan Andrea, kemudian muncul ide untuk menjahili istrinya itu.


"kan lu istri gue, bentar lagi juga lu ga perawan Dre," ucap Bagas dengan muka jahilnya


"Hahahah geer banget sih lu, siapa juga yang mau gituan sama lu." Bagas berkata begitu sambil berlalu ke lemari pakaian dan mengganti pakaiannya di kamar mandi.


Andrea yang masih shock, hanya bisa memegangi dadanya yang berdetak dengan cepat. Dia tidak pernah berpikir untuk melakukan itu dengan Bagas. Andrea sudah bisa menerima sedikit pernikahannya, tapi melakukan itu dia belum siap.


Pintu bel kamar berbunyi menyadarkan Andrea dari lamunannya. Cepat-cepat dia menuju ke pintu untuk menerima sarapannya. Tepat saat pelayan menaruh makannya di meja, Bagas keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di meja. Setelah selesai menaruh makanannya di mejanya, pelayan keluar dari kamar dan Andrea menggumamkan terima kasih.


Selesai makan mereka kemudian turun dari hotel menuju ke parkiran. Namun saat di parkiran, Andrea bingung karena Bagas malah menaiki motor yang Andrea tak tahu itu motor siapa.


Kenapa bengong?ayo buruan naik.


Kita naik motor nih?kenapa ga naik mobil aja?

__ADS_1


Kalau naik mobil ribet, mending naik motor biar bisa kemana-mana gampang. Katanya lu banyak yang mau dikunjungi


iya sih, tapi kan enak naik mobil. Ga capek, ga kepanasan juga. lagian ini motornya siapa?Bujuk Andrea karena dia malas harus berpanas-panasan menggunakan motor.


gue nyewa. Udah jadi berangkat ga nih?kalau ga, gue balik tidur aja di kamar. kata Bagas bersiap turun dari motor. Secepat kilat, Andrea menahan Bagas untuk tidak turun dari motor.


Iya iya, ya udah ayo berangkat. Daripada diem di kamar mulu, gak apa-apa deh naik motor panas-panas2an asal bisa jalan-jalan. ucap Andrea


****


Tujuan pertama mereka adalah pantai, saat ini mereka telah sampai di Pantai Parangtritis. Perjalanan yang cukup jauh dari pusat kota Jogja menuju Pantai Parangtritis tidak membuat semangat Andrea turun. Dia sangat bersemangat karena bisa melihat pantai lagi setelah sekian lama. Karena masih pagi keadaan pantai masih sepi pengunjung, sehingga membuat Andrea nyaman untuk bermain-main di pinggir pantai. Bagas memilih duduk di warung dekat pinggir pantai, dia malas untuk basah-basahan.


Setelah puas bermain di pantai, kini mereka melanjutkan perjalanannya menuju ke Wisata Merapi. Mereka mengunjungi bunker Kaliadem dan museum bekas letusan gunung merapi. Selama perjalanan ke bunker Kaliadem dan museum bekas letusan gunung berapi, mereka menggunakan mobil jeep, sedangkan motor mereka di taruh di parkiran.


Hari menuju siang, mereka singgah di rumah makan yang mereka lalui untuk mengisi perut terlebih dahulu. Saat menunggu makanan mereka datang, ponsel Bagas berdering.


"Hallo, iya pah ada apa?"


....


"Iya, ini lagi sama Andrea jalan-jalan."


.....


"Hmm, besok pagi kita langsung ke bandara. Bye pah"


Selesai menutup telepon, Andrea menatap Bagas dengan tatapan 'kenapa?'


"Besok kita disuruh balik, soalnya papa sama mama mau balik ke Amerika. Mereka pengen ketemu kita sebelum balik."


"Bukannya papa sama mama udah pindah ke Indo ya?"

__ADS_1


"iya, tapi kan ada beberapa dokumen yang harus diurus dulu di sana."


"Yahhh, padahal masih banyak yang pengen gue kunjungin," terdengar nada kecewa dari perkataan Andrea.


__ADS_2