You'Re My Mine, Andrea

You'Re My Mine, Andrea
Part 3


__ADS_3

Sesampainya Andrea di rumah.


"Andrea pulang!" teriak Andrea dari depan pintu rumah


"Duh kakak berisik deh, pake teriak-teriak segala." jawab Tia, adek Andrea.


Sirik aja lu, ga kangen apa sama gue.


Ish males banget, tadi pagi juga udah ketemu kakak, ngapain kangen juga.


"Udah-udah kalian ini kalau ketemu tengkar mulu. Sana masuk kamar Andrea, bersih-bersih terus makan malam," sahut Dewi bunda dari Andrea.


"Kakak tuh bunda, suka banget ngajak adek tengkar."


"Enak lu aja tuh, sensi sama kakak."


"Udah Andrea sana kamu mandi, baru nyampek kok udah ribut aja." ujar Dewi memisahkan kedua anaknya.


Andrea Putri Rahaja ini merupakan anak sulung dari 2 bersaudara anak dari Raharja dan Dewi, anak kedua mereka bernama Aristya Putri Raharja. Tia saat ini ujian nasional kelas 3 SMP, tahun ini akan memasuki kelas 1 SMA yang rencananya akan bersekolah yang sama dengan kakaknya. Ribut-ribut diantara mereka berdua sudah biasa, nanti juga lama-lama akur lagi, jadi Bunda mereka sudah biasa melihat kedua anaknya ribut atau berdebat seperti itu.


beberapa menit kemudian Andrea turun dengan muka yang segar setelah selesai mandi. Sekarang dia sudah di meja makan lagi untuk makan makan malam bersama Bunda dan Tia.


"Ayah kemana bun?tumben kok belum pulang?" tanya Andrea yang dari tadi tidak melihat ayahnya di ruang makan atau ruang keluarga. Biasanya ayahnya jam 5 atau paling lambat sebelum makan malam sudah ada di rumah.


"Ayah lagi lembur, soalnya kan kita hari Rabu mau berangkat ke Jogja, jadi ayah ngebut nyelesaiin tanda tangan sama meeting-meeting yang ga bisa diwakilkan."


"ohh kita jadinya berangkat hari Rabu ya bun?"


"iya sayang, kenapa?"


"gak apa-apa, kirain diundur lagi ke Jogja nya?heheh


kakak mau kencan tuh bun, makanya ngarep diundur berangkatnya". sahut Tia yang dibalas pelototan mata oleh Andrea.


"Bener tuh Dre?inget ya omongan Ayah sama Bunda?"


"iya iya bun, bunda kok dengerin omongannya Tia," balas Andrea sambil menatap tajam ke arah Tia. Dan Tia pun tak menghiraukan tatapan kakaknya malah meledek kakaknya dengan menjulurkan lidahnya.


"Makasih ya sayang. kamu udah nurutin perkataan bunda."

__ADS_1


"Bun, hari minggu aku boleh pergi ya ke rumah Rara, kita mau jalan-jalan seharian sebelum kami pisah liburan masing-masing". tanya Andrea takut-takut tidak mendapatkan ijin dari Bundanya.


"Beneran kak Rara nih kak, bukan yang lain?" goda Tia, yang tau sekali kalau kakaknya pasti akan berkencan dengan pacarnya. Tia sendiri tau kalau kakaknya punya pacar, pernah dia pergoki kakaknya sedang videocall dengan pacarnya.


"Mendengar perkataan Tia, Bunda melirik curiga pada Andrea."


"Beneran kok Bun, Andrea mau jalan-jalan bareng Rara nanti juga Dira ikut kok. kalau bunda ga percaya, bunda telepon deh salah satu dari mereka". jawab Andrea dengan gugup dan penuh harap semoga bunda nya ga nelepon salah satu dari mereka.


"Iya Bunda ijinin, tapi inget jangan pulang malem-malem, sebelum jam 8 sudah harus pulang."


"Siap bundaku sayang," jawab Andrea girang sambil mencium pipi bundanya.


Tak lupa Andrea memberikan tatapan mengancam pada Tia karena hampir saja menggagalkan kencannya, yang dibalas acuh oleh Tia.


Hari Minggu pun tiba, Andrea sudah bersiap-siap untuk pergi.


"Pagi Yah, pagi Bun." sapa Andrea pada Ayah dan Bunda di meja di makan.


"Pagi sayang, duh anak ayah mau kemana nih, pagi-pagi udah cantik aja."


"Mau kencan tuh Yah." sahut Tia yang lagi-lagi menggoda kakaknya.


"huss anak kecil nyaut aja ngomongnya, jangan dengerin Tia, Andrea mau jalan-jalan sama Rara dan Dira Yah. Mau puas-puasin bareng-bareng sebelum pisah liburan."


biarin, anak kecil sirik aja lu."


"udah-udah, masih pagi udah pada ribut aja, ayo sarapan dulu," pisah Bunda Dewi sebelum keributan 2 bersaudara itu berlanjut lagi. Dan acara sarapan pagi pun dilanjutkan dengan hening dan tenang.


Sesampainya Andrea di taman kota, tempat janjian dia dengan Exel yang ternyata Exel sudah menunggunya disana. Tadi dia kesana dengan menggunakan taxi online, tidak mau diantar sopir karena takut diawasi.


"Kemana kita hari ini sayang?"


"Hmm kemana ya, kalau ke mall udah bosen. Gimana kalau ke puncak?" seru Andrea dengan mata berbinar-binar.


"Kuy lah, kemanapun kamu mau, pasti aku turutin, hari ini spesial buat kamu deh"


"Apaan sih Xel, masih pagi udah gombal-gombal aja." membuat pipi Andrea merona merah.


"Aku ga gombal sayang, beneran aku serius." ujar Exel sambil mengelus puncak kepala Andrea.

__ADS_1


Selama perjalanan mereka diisi dengan obrolan-obrolan hal-hal receh dan di selingi canda tawa mereka berdua. Saat-saat berdua seperti ini sangat jarang mereka lalui bersama, mengingat pacaran mereka yang backstreet. Jadi untuk menghabiskan waktu bersama hanya di sekolah atau kalau Andrea ada kerja kelompok, maka Exel akan ikut dengan Andrea, dan teman-teman Andrea pun memaklumi mereka selama Exel tidak mengganggu kerja kelompok mereka.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 3 jam, akhirnya mereka sampai di Puncak.


"Kita makan jagung dulu ya, aku laper dari tadi dijalan."


"siap sayang". balas Exel


Mereka pun mencari tempat duduk di salah satu warung pinggir jalan dan memesan jagung bakar, roti bakar serta teh hangat. Sambil menunggu pesanan mereka datang, Andrea sibuk membuka aplikasi instagram di hpnya, sedangkan Exel di sampingnya hanya mengamati keadaan sekitar.


"Ehem udah dunk yang, main hpnya, masak aku dianggurin." protes Exel, karena sedari tadi Andrea masih dengan hpnya.


"hehe maaf sayang, biasa kalau buka IG suka lupa waktu."


"Jarang-jarang kita pergi berdua kayak gini, kamu malah sibuk sama hp."


"iya iya maaf sayang, udah nih hpnya udah aku masukin kantong lagi. Jangan ngambek dunk, kan aku jadi makin sayang." rayu Andrea yang melihat gelagat Exel yang merajuk.


"mana bisa sih aku marah sama kamu," balas Exel sambil mencubit hidung mancung Andrea.


"Awww sakit sayang," sambil mengelus hidungnya yang di cubut Exel.


"habisnya kamu ngegemesin sih. Kita habis ini kemana?mau ke taman bunga?"


"boleh-boleh biar fresh mata dan pikiran kita."


Setelah menghabiskan makanan, mereka pun melanjutkan perjalanan ke taman bunga di daerah puncak. Disana mereka banyak mengabadikan kebahagiaan mereka dengan berfoto bersama, agak kesusahan memang kalau mau berfoto, kadang meminta bantuan pengunjung yang lain atau mereka taruh hp mereka di dudukan yang bisa di buat sebagai tripod dadakan.


Tidak hanya di taman bunga, mereka juga ke kebun teh yang ada di Puncak. Dinginnya Puncak tak menghalangi kebahagiaan mereka, sepanjang perjalanan mereka bersenda gurau tertawa bersama mengukir kenangan indah. Sore pun mulai datang, saatnya untuk mereka pulang karena takut macet, jadi lebih baik turun lebih awal. Andrea tidak lupa akan janjinya pada bunda, kalau jam 8 harus sudah sampai di rumah.


"Sayang makasih ya buat jalan-jalannya hari ini. Aku seneng banget." kata Andrea saat mereka sudah sampai di rumah Rara. Yup betul, di rumah Rara, Andrea sendiri meminta sopirnya untuk menjemputnya di rumah Rara, agar orang tuanya tidak curiga.


"Iya sayang aku juga seneng banget. hmm bakalan kangen banget sama kamu kalau di tinggal ke Jogja."


ujar Exel sambil memeluk Andrea.


"Jangan lebay deh, kan kita masih bisa vidcall."


"iya sayang, aku tuh sayang banget sama kamu. I love you Andrea." Exel mencium kening Andrea

__ADS_1


"I love you too Exel." balas Andrea dengan senyum tulusnya.


Andrea pun turun dari mobil Exel dan masuk ke rumah Rara, untuk menunggu jemputan sopirnya.


__ADS_2