(Balas Dendam) Cowok Culun

(Balas Dendam) Cowok Culun
Part 1


__ADS_3

"Arumi....Ka...kamu mau ngak jadi pacar Aku!" ucap seorang laki-laki yang saat ini berdiri di hadapan seorang gadis yang asik membaca novel ditemani sekotak susu coklat.


"Ah?" bingung sang gadis yang di sebut Arumi sembari menengadahkan wajahnya melihat siapa yang barusan bicara


"Mm...Ar...rumi mau ngak ja...jadi pacar aku?" ulang sang laki-laki


"Lo....." ucapan Arumi terpotong karena seorang gadis yang baru datang bersama 2 orang pria


"WHAT?...


Tunggu-tunggu....Bisa di ulang ngak?" ucap gadis tersebut


"Mmm..." gumam laki-laki sembari memainkan jari tangannya


"eh Cupu, loh dengar ngak apa yang barusan di omongin pacar gue?" ucap seorang pria yang datang bersama gadis tersebut sembari mendorong si cowok cupu


"i...itu..."


"Udah Cupu, Gagu lagi! (ucap laki-laki yang satu angkat suara sembari menampar kepala si cowok cupu)


sok' soan mau nembak Rumi" lanjutnya sembari bersedekap


"Tau, sadar diri dong Loh!" ucap sang gadis menunjuk si cowok cupu


"Guys!" ucap Arumi sembari berdiri dari duduk nya


"Nih orang harus dikasi pelajaran Rum!" kata si gadis tadi


"Raisa!" panggilan Arumi langsung membuat sang gadis tadi diam seketika


"Biar gue ngomong dulu, Ok?" tanya Arumi


"Hm" Balas cewek yang bernama Raisa tersebut

__ADS_1


"Loh...tadi nembak Gue?" tanya Arumi sembari melangkah ke hadapan cowok cupu tersebut


"Hmm...nama loh siapa?" tanya Arumi lagi


"Ra...ra" gagu sang cowok cupu


"Hust..." isyarat Arumi agar sang cowok cupu diam sembari meletakkan telunjuknya di bibir


"Rafael, nama loh bagus...tpi sayang...." ucap Arumi sembari berkeliling si sekitar Rafael sang cowok cupu tersebut


"Loh (Menunjuk Rafael) CUPU!" Sembari mendorong Rafael


"GUYS SEMUA!" Panggil Arumi, yang membuat semua warga sekolah yang tak jauh dari tempatnya langsung mendekat


"Lihat nih, si Cup...eh! maksudnya si Rafael, nembak Gue barusan" beritahunya


"Wah...wah wah, si cupu berani bangett"


"Gila si cupu"


"Mau di posisi Rumi"


"Rafa loh nembak gue aja!!"


"mau gue hajar nih kayak nya


"mainan baru boys


"inces..di incer cupu. hahaha


"hust! nanti antek2 nya dengar


"Gila si cupu, muka ngak seberapa tpi ngincer yang waw

__ADS_1


"Ardan aja kapten basket di tolak, apalagi si cupu!


"Andai aja gue diposisi Rumi, ah...bebeb Rafa Gue" jerit salah seorang gadis


"Emang loh suka sama si cupu?" tanya teman gadis tersebut


"Suka lah, siapa sih yang ngak suka? sih Rafael tuh ganteng, cuman penampilannya aja yang cupu!" ucap gadis tersebut


"Ganteng Ndas mu" timpal gadis lain


"perlu dikasi pelajaran nih si cupu, biar mimpinya ngak ke tinggian


"HAHAHAHAHAH...." Tawa menggelengar disetiap penjuru sekolah


Seperti itulah bisikan-bisikan warga sekolah SMPN Bima Sakti Bandung disertai tawa yang menggelegar


"DIAM!!" Ucap Arumi mengangkat tangan ✋


suasana yang awalnya Ricuh pun kembali diam


"Maaf yah, loh! (tunjuk ya ke Rafael) terlalu Cupu buat Gue yang sempurna ini" ucap Arumi sembari mengibaskan rambut panjangnya di muka Rafa dan pergi dari kerumunan


Rafa yang diperlakukan seperti itu hanya bisa menunduk dan segera mungkin pergi dari tempat tersebut, namun langkahnya terhenti


"e...eh, mau kemana Boy?" tanya teman laki-laki Arumi yang tadi


"Jangan buru2 dong, kan permainannya belum selesai" ucap teman laki-laki yang satunya lagi.


Mereka berdua pun menghajar Rafa bersama-sama yang disaksikan oleh semua warga sekolah yang ada dilapangan


Bugh...Bugh...Bugh


"Rizki, Juna!....STOP" Ucap Raisa. seketika dua laki-laki yang memukuli Rafa pun berhenti

__ADS_1


"SEMUANYA Lest Play The Game!" ucap Raisa dan berlalu bersama Rizki dan Juna


Seketika semua orang yang ada dilapangan langsung melempari Rafa dengan telur, terigu dan lain-lainnya, bahkan ada yang melempari Rafa dengan Batu


__ADS_2