
Keesokan harinya, Arumi merasa ada yang kurang saat duduk di bangkunya
"Aneh, biasanya selalu ada susu coklat dengan Quotes penyemangat dimeja, kok sekarang ngak yah?" Monolog nya
"Mungkin orang nya udah berhenti berharap kali!" Timpal Raisa yang tak sengaja mendengar perkataan Arumi
Cat: Jadi Arumi dan Raisa itu satu kelas yah, untuk Riski dan Juna juga satu kelas. Tapi biasalah laki-laki pasti datangnya saat bell. Sedangkan Rafael sendiri itu berbeda kelas.
Kring...kring...kring (anggap suara Bell masuk yah)
"Pagi BebQ" sapa Riski dan Juna yang baru masuk kelas
"PAGI!" Jawab semua penghuni kelas. Tak lama setelahnya pintu kelas pun di buka kembali oleh seorang guru
"Assalamualaikum anak-anak"
"Waalaikumsalam Bu!"
..,.,...,...,..,....,...,...,...,
Hari silih berganti, hingga tiada terasa sebentar lagi masa SMP akan berganti menjadi masa SMA.
"Ngak kerasa yah bentar lagi kita bakalan lulus" ucap Raisa
Saat ini Raisa dan juga Arumi sedang berada didepan kelas, menikmati alunan musik yang sedang dinyanyikan oleh siswa laki-laki
"Iya. Bdw loh sama Riski gimana" tanya Arumi
"Tau! rumit, udah ketauan selingkuh tapi tetap aja ngak mau putus!" ucap Raisa kesal sembari memandang wajah Riski yang sedang bernyanyi
"Emang kamu ngak bisa kasi ke sempatan ke-2 buat dia?" Tanya Arumi melihat pandangan mata Raisa
"Enggak deh, itu ngak mudah!" Jawab Raisa
"Iya memang ngak mudah, tpi biarpun begitu menurut gue yah lebih baik mengulang dengan orang yang sama dari pada memulai dengan orang baru yang belum jelas kita tau sifat aslinya kayak gimana" saran Arumi
Raisa diam mencerna kata-kata Arumi.
Cowok-cowok yang awalnya berisik, kini diam. Hingga sebuah suara memecahkan keheningan
"Kali ini, gue mau nyanyi buat cewek special di hidup gue. Maaf udah buat kamu kecewa, aku emang laki-laki brengsek, namun satu yang harus kamu tau, aku beneran sayang banget sama kamu. Sekali lagi Maaf Raisa!" Ucap Riski sembari memandang Raisa
__ADS_1
Raisa mendengar namanya di sebut pun tersadar dari lamunannya
"Itu Riski mau nyanyi buat loh!" Ucap Arumi menyenggol bahu Raisa
"Ah??" Ucap Raisa Linglung
Jreng...(petikan gitar mengalung mengiringi nyanyian Riski untuk sang mantan kekasih)
Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah kukira
Bahwa akhirnya
Tiada dirimu
Di sisiku
Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua tak kan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau tak akan terganti
Tak pernah kuduga (tak pernah ku duga)
Bahwa akhirnya (dirimu dirimu oh)
Tergugat janjimu
Dan janjiku (dan janjiku)
Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua tak kan mampu mengubahku
__ADS_1
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau tak akan terganti (tak akan terganti)
(Lagu: Takkan Terganti By.Marcel Siahaan)
"Raisa...Maaf!" Setelah mengucapkan itu Riski pun pergi dari kerumunan diikuti oleh Juna
Raisa yang mendengar nyanyian Riski dan permintaan Maaf nya pun tak kuasa menahan tangisnya
"Udah....sekarang loh lihat kan Riski benar-benar ngerasa bersalah sama loh" ujar Arumi sembari menenangkan sang sahabat
"Iya hiks..." Ujar Raisa sesenggukan
*************
"Assalamualaikum!" Ujar Arumi saat sampai di rumahnya
"Waalaikumsalam, Rumi ganti baju ya nak, terus turun ke sini. Ayah mau bicara hal penting!" Ujar sang Ayah
"Iya Yah" Arumi pun langsung menuju kamarnya dan berganti pakaian
****
Setalah berganti baju, Arumi pun bergegas ke ruang tamu. Melihat seluruh kekuarganya ada di ruang tamu, maka Arumi dapat menyimpulkan bahwa hal ini sangat serius
"Ada apa Yah, Kok semuanya pada kumpul?" Ujar Arumi melihat Ayah, Ibu dan Kakak nya
"Duduk dulu Rum!" ujar sang kakak sembari mengajak Arumi duduk di sampingnya
"Kakak kamu dapat kerja di Jakarta" ujar sang Ayah
"Bagus dong Yah!
Selamat ya Kak" ujar Arumi sembari memeluk sang Kakak
"Iya Nak, dan Ayah sama Bunda udah setuju supaya kita sekeluarga juga pindah ke Jakarta!" Ujar sang Bunda menatap sang Anak perempuan
"Pindah ke Jakarta???"
__ADS_1