
"Assalamualaikum Bun!" salam seorang gadis saat sampai di rumahnya
"Waalaikumsalam, anak Bunda udah pulang!" balas sang Bunda dari dalam rumah yang sedang menonton TV
"Gimana sayang sekolahnya?" tanya sang Bunda.
"Baik kok Bund, kayak biasa!" jawab nya malas, Karena pertanyaan diatas bagaikan makanan sehari-harinya setiap pulang sekolah
"Mmm...tapi kelihatannya capek banget yah, mending sekarang kamu mandi dulu truss makan yah!" kata sang Bunda
"Rumi mau mandi aja, truss tidur deh Bund. soalnya capek banget hari ini" jawabnya
(jadi gadis yang dari tadi bicara diatas adalah Rumi, Arumi yang baru saja pulang dari sekolah)
"Yaudah sana gih!" ucap sang Bunda
"Yaudah, Rumi ke kamar Bund" pamitnya dan sang Bunda hanya menjawab dengan deheman saja
Skip di kamar Arumi setelah Mandi
"Segera banget.....
Houm....kasur I'm coming" dalam sekejap mata yang tadinya masih terbuka, kini tertutup sesaat setelah mendarat di atas kasur.
Ditempat lain seorang pemuda pulang dengan keadaan yang sangat kacau, mendorong sepeda dengan bajunya basah dan berwarna kekuningan, sudut bibir yang sobek, rambut acak-acakan, dan kaca mata yang patah tak layak pakai yang dia pegang didepan mata guna membantu penglihatannya. Dia adalah Rafael, sang murid Culun yang sempat menembak primadona sekolah (Arumi)
"Nak Rafa, yang sabar ya nak!" ucap seorang ibu-ibu yang berpapasan dengan Rafa
__ADS_1
Rafa bingung dengan ucapan ibu tadi, tapi tak memusingkannya dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah. namun, setiap orang yang berpapasan dengannya selalu mengatakan kata yang sama "Yang sabar"
Dafa mengernyitkan dahinya saat melihat rumahnya dipenuhi oleh orang, serta bendera kuning terpampang di depan rumah
"Assalamualaikum, pak ini ada apa rame2 di rumah saya?" tanya Rafa ke bapak-bapak yang berdiri dekat dengannya
"Nak Rafa!" panggil seorang bapak-bapak dari depan
"Pak RT ini ada apa dirumah saya, kok banyak orang? dan kenapa ada bendera kuning?" Tanya Rafa ke orang tersebut yang ternyata merupakan RT di tempatnya tinggal
"Nak Rafa yang sabar yah!" ucap pak RT tersebut, sembari menuntun Rafa masuk ke rumah
Rafa susah untuk berkata saat melangkahkan kakinya kedalam rumah dan melihat seseorang terbujur kaku dengan di tutupi kain putih
"I...iit..itu siapa pak?" Tanya Rafa sembari melihat ke depan tubuh yang tertutup kain putih di depannya
"I...ib..ibuu Raf..Fa?" Tanyanya ke pak.RT sembari menahan tangis
"Iya nak."
"Eng..enggak, ini pas...pasti bohongan kan pak?" Kata Rafa dengan air mata yang mulai turun ke pipi
"I...iibbuuu..." Ucap Rafa melangkah menghampiri tubuh yang tertutup kain tersebut
Orang-orang disekitar jenazah tersebut pun mundur memberi Rafa jalan untuk melihat Ibu yang dia cintai untuk terakhir kali
"Assalamualaikum Ib...ibu, Raf...Rafa pulang Bu" ucap Rafa di samping jenazah ibu nya
__ADS_1
Perlahan tangan Rafa pun bergerak ke atas ingin membuka kain yang menutup wajah orang yang di cintai nya tersebut
"Ibuuuu...hiks...ukh...ibu udah ngak sakit lagi yah? Ibu senangkan di atas sana?
Kenapa ibu ninggalin Rafa sendirian hiks....kenapa ibu ngak aja Rafa hiks" racau Rafa di depan jenazah ibunya sesenggukan
"Rafa!" Panggil seorang lelaki berumur yang baru sampai di depan pintu
Rafa yang merasa terpanggil pun menoleh
"A...ayah! hiks.." Panggil Rafa
"Rafa..." Ucap lelaki yang di sebut Ayah tersebut mendekat dan memeluk tubuh sang putra
"A..ayahh..ib...Ibbu pergi ninggalin Rafa! hiks" Ucapnya di dekapan sang Ayah
"Rafa yang ikhlas ya nak, jangan biarin ibu kamu tersiksa semakin lama dengan kesedihan kamu ini" ucap sang ayah
"Tappi...Rafa sekarang sendirian...Rafa udah ngak puny...ah siapa siapa lagi hiks"
"Rafa sekarang punya Ayah sayang" ucapnya mengeratkan pelukannya kepada tubuh sang putra
"A...ayah udah ngak pergi lagi?" Tanyanya
"Ayah bakalan bawa Rafa kalau pergi!" Ucap tegas sang Ayah, sembari menepuk pundak sang putra
seorang Wanita dan anak seusia Rafa yang melihat pemandangan tersebut dari pintu pun tersenyum haru
__ADS_1