
Waktu terus berlalu, dan sekarang adalah hari terakhir di adakannya ujian nasional di sekolah Rumi
"Akhirnya selesai juga!" ujar Raisa yang saat ini berkumpul bersama temannya setelah bertarung dengan soal-soal ujian
"Oh iya, kan kita udah selesai ujian nih, Loh kapan berangkat ke Jakartanya Rum?" tanya Raisa ke Rumi
"Emm...mungkin setelah pengumuman" ucap Rumi
"Kalau Lo Ki?" sambung pertanyaan Rumi ke Riski
"Kayak nya gue perginya Lusa" jawab Riski
"Loh kok cepat banget, truss hubungan loh sama Raisa gimana?" tanya Juna yang kaget mendengar jawaban sahabatnya
"Gue sama Riski udah putus kemarin" ujar Raisa tiba-tiba
"Loh kenapa?" tanya Juna
"Ini udah keputusan kita" ujar Riski
"Iyya, dan juga ngak bisa LDR an, kalau misalnya hanya beberapa bulan mungkin gue sanggup, tapi untuk bertahun-tahun gue ngak siap. Dekat aja masih bisa di selingkuhi. apalagi jauh!" ujar Raisa
"Iyya sih benar juga, lagian kita juga masih muda" ujar Juna membenarkan
"Kita punya pilihan masing-masing, namun jangan sampai pilihan itu buat kita berselisih paham" kata Arumi
"Benar banget tuh Rum
__ADS_1
...****************...
Beberapa hari setelah kepergian Riski ke Makassar bersama keluarganya, kini Raisa dan Juna kembali lagi ke bandara untuk mengantar sahabat mereka yang satu
"Rumiii... loh beneran ngak mau lanjut di Bandung aja sama Gue?" tanya Raisa yang tidak ikhlas dengan kepergian Arumi sembari memainkan lengan Rumi
"Iyya Raisa, kan gue udah berapa kali bilang sama loh!" kata Arumi memberi pemahaman kepada sahabatnya
"Aaa...Rumi!!, pokoknya di Sekolah baru loh nanti jangan lupain gue yah, walaupun loh nanti punya banyak teman!" pesan Raisa
"Iyya...udah dong, pesawat gue bentar lagi mau lepas landas" ujar Rumi sembari menarik lengannya dari sahabat nya tersebut
"Yaudah hati-hati yah, kabari. gue kalau udah sampe!" ujar Raisa sembari memeluk sahabatnya itu dengan erat dan dibalas tak kalah erat oleh Rumi
"Udah dong, gue juga mau bicara sama Rumi" Juna yang jengah melihat mereka berdua pun berusaha melepaskan pelukannya
"Dasar Bocah!" gumam Tante Imah yang dari tadi menyaksikan kealayan anak SMP tersebut
"Rumi gue bakalan kangen banget sama Loh.
Jaga kesehatan di Kota orang
dan jangan lupain kami!" ujar Juna sembari mengelus kepala Rumi perlahan
"Iyya loh juga Jun, dan makasih udah jadi sahabat terbaik buat gue dan Raisa" ujar Rumi dan mereka bertiga pun saling merangkul
"Hkemm..."
__ADS_1
tiba-tiba suasana melow antar para sahabat pun terputus karena deheman seseorang
"Udah pamit-pamitannya?
Rumi udah harus masuk kedalam" ujar Tante Imah
"Eh...iya Tante maaf yah" ujar Raisa canggung
"Masih sana!" suruhnya ke Rumi
"Iyya Tante, Rumi pamit dulu yah! Tante jaga kesehatan, jangan marah-marah mulu" ucapnya sembari menyalimi tangan sang Tante
"Iyya... hati-hati di kampungnya orang, belajar dengan sungguh-sungguh" ucap Tante Imah dan memeluk ponakannya tersebut
"Bye semua... Assalamualaikum!" pamit Rumi dan berlalu masuk
......................
"Bye Bandung! makasih untuk semua ceritanya. Dan welcome hidup baru di Jakarta!" Ujar Rumi memandang kota Bandung dari atas pesawat
...****************...
Dilain tempat, sebuah keluarga kecil sedang menikmati waktu bersama di Gazebo rumah mereka
"Adek, mau lanjut dimana?" tanya seorang Ibu kepada putranya
"Kayaknya di Sekolah Abang aja Mah!" ujar sang anak
__ADS_1
"Ok nanti Papah akan urus semuanya!" ujar sang Kepala Rumah tangga