
Tok...Tok...Tok
"RUMIIII BANGUN....loh!"ujar Tante Imah untuk kesekian kalinya
Sedangkan Rumi yang saat ini sedang bersiap-siap di dalam kamarnya tak mempedulikan teriakan itu
"apasih teriak-teriak, dia kira gue Budek apa!" gerutu Rumi kesal
"Ok Rumi, Relax...awali pagi loh dengan ceria!
Ok Siap mari kita berangkat!" ucapnya sendiri melihat penampilannya di depan cermin
Setelahnya selesai dia pun segera berjalan ke arah pintu kamar untuk membukanya
"Loh tuh yah! dari tadi dipanggil-panggil ngak nyahut, Budek loh!" cecar sang Tante sesaat setelah Rumi membuka pintu
"Apasih Tan...pagi-pagi udah heboh aja!" ujarnya tanpa rasa bersalah dan melewati Tante nya begitu saja
"Dasar anak pungut sialan!
Bisa-bisanya Kakak gue dapat anak tiri kayak loh!" cecarnya setelah Rumi berlalu dari hadapannya
Rumi yang mendengar perkataan tantenya pun merasa tak ambil pusing dan segera berjalan kearah pintu untuk berangkat ke sekolah
"Kemana loh?" tanya sang Tante yang melihat Rumi ingin keluar dari rumah
"Sekolah lah Tante!, masa ngamen sih" ujarnya kesal
"Iyya tau, tapi jangan pergi dulu. Tuh didapur gue udah buat nasi goreng, sana gih makan!" ujarnya, masih dengan suara yang ketus
"Duh baik bangett...jadi terharu hiks!" ujarnya sambil pura-pura menangis sembari menuju ke arah dapur, sedangkan sang Tante yang melihat hanya memutar bola matanya malas
Sebenarnya Rumi tau, Adik dari ayah angkatnya itu sangat baik. Cuman kadang sifatnya terlalu keras dan menjengkelkan
Setelah sarapan pagi, Rumi pun segera mencuci piringnya dan bersiap pergi ke sekolah
"Tan!, Rumi udah selesai makan. Rumi pamit ke sekolah!" Pamit Rumi sedikit keras dari arah pintu keluar
Sedangkan sang Tante yang sedang menonton TV pun hanya. Isa geleng-geleng kepala melihat perilaku anak tiri Kakaknya tersebut
...****************...
"Huuff...akhirnya sampai Juga!" ujar Arumi sesaat setelah sampai di depan pintu kelasnya kelasnya
"DORR!!"
__ADS_1
"Astagfirullah, ALLAHU AKBARR!" ujar Arumi saat ada orang yang menumpuk pundaknya dan mengagetkannya dari belakang
"RAISAAA!!!
Sial*n Loh anak monyet, bikin kaget aja!" kesal Arumi melihat sang pelaku yang ternyata sahabat baiknya beserta dua cowok yang selalu setia mengikuti
"Ya Allah Rumm...tadinya istiqfar, eh sekarang malah ngomong kasar!" Ujar Juna geleng-geleng kepala melihat perilaku sahabatnya tersebut
"Kalemm bestie...kalem!
Sekarang kita masuk kekelas duduk nyaman" ujar Raisa sembari menuntun sang Sahabat dan di ikuti oleh Riski dan Juna (Dua lelaki yang mengikutinya dari tadi)
Sementara teman kelas lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perilaku keempat sahabat tersebut
"Hehehe...sorry yah, suerr gue kira loh ngak bakalan kaget tadi!" ujar Raisa merasa bersalah
"Assalamualaikum!" Salam seorang guru di depan kelas
"GURU WEH....DUDUK-DUDUK!!" seru Juna Heboh
Teman-teman sekelasnya pun segera duduk di bangku masing-masing
"Baik anak-anak....karena sebentar lagi kita akan melakukan ujian, maka ibu akan beru kalian kisi-kisi untuk di pelajari" ujar sang Guru
"BAIK BU!!!" Seru semuanya kompak
Bel pergantian pelajaran pun berbunyi, guru yang mengajar segera mengakhiri mata pelajarannya
"Baik anak-anak jangan lupa kisi-kisi nya dibaca, Minggu depan kita kuis!
Sekian dari ibu, Wassalamu'alaikum" ucaonya sang guru
"Waalaikumsalam"
"Ki!..." Panggil Juna kepada Riski yang ngebucin bersama pacarnya Raisa
"Paan?" tanyanya tanpa minat dan masih fokus memainkan rambut sang pacar. Sedangkan Raisa yang dimainkan rambutnya hanya diam sembari melihat video di hp sang pacar
"Bolos yuk!, Sebentar ajarannya Bu.Ayu. Gue belum selesai kerja tugas" ujar Juna
Raisa yang mendengar kata tugas pun langsung menoleh
"Omo!!...coba ulang Jun" perintah Raisa
"Bentar. Ajarannya. Bu.Ayu, truss. ada. tugas. dan. gue. belum. kerja!." ucap Juna memberi penekanan di setiap katanya
__ADS_1
Brakk!
Raisa langsung berdiri dan menggebrak meja, Riski yang kaget dengan perilaku pacarnya langsung terjatuh dari tempat duduk
"Bebbbb!" ujar Riski manja saat terjatuh
"Duh...aduh, sorry ya Bebquuu...
Kelepasan soalnya Juna sih ngasih kabar mendadak!" ujarnya membantu sang pacar berdiri dan menatap sinis ke Juna
"Gilaaa!!! gue juga belum ngerjain, Duh gimana dong!" ujar Raisa Bingung sembari memijat kencang lengan sang pacar
"Duh duh ...Beb! sakitt" ujarnya sembari berusaha melepaskan lengannya dari sang pacar
"DIEMM!!" ujar Raisa dengan suara Langtang
"Mati gue...mana Bu.Ayu killer bangett lagi, Duh!!" ujar Raisa makin menjadi jadi, dan sasaran dari rasa takutnya itu adalah lengan sang pacar, bahkan Raisa menggigitnya
"lengan gue...Hikss" ujar Riski dalam hati menahan rasa sakit
"Rum!
Rumiii!!" panggilnya kepada sahabat yang duduk dibelakangnya sembari membaca novel
"Hm.
Ambil aja di tas gue" balas Rumi
"Hemmm...Thank You may Bestiee!!" ujarnya kegirangan dan segera melepaskan lengan sang pacar dan bersiap mengambil buku sang sahabat didalam tas
Sebelum tangannya berhasil meraih tas Rumi, sebuah tangan lebih dulu mengambilnya
"Upss, gue duluan!" ujarnya sembari membawa pergi tas Rumi
"JUNAAA!!!" teriak Raisa melihat Juna mengambil tas Rumi
Sedangkan sang pacar hanya bisa mengelus dada
"untung pacar!" ucap Riski dalam hati
"Kembaliin gak!, gue gorok loh kalau dapat!" ujar Raisa sembari mengejar Juna yang membawa tas Rumi
"Wlekk...gue duluan!" ujar Juna meledek Raisa
"JUNAA!!!..." Raisa yang terlanjur kesal pun melempari Juna yang berdiri didepan pintu dengan sepatu balet yang dia kenakan
__ADS_1
Pintu yang awalnya tertutup, kini tiba-tiba terbuka dan menampilkan seorang Guru muda yang cantik
"Assa...." sebelum menyelesaikan ucapannya, sebuah sepatu tiba-tiba melayang dihadapan sang guru. sedangkan Raisa, Juna dan yang lainnya hanya bisa menutup mata