(Balas Dendam) Cowok Culun

(Balas Dendam) Cowok Culun
Part 6


__ADS_3

Tiba saat nya dimana Rafa akan di pindahkan ke Jakarta


"Semuanya udah siap kan?" tanya Papa Rafa


"Sudah siap pak, tinggal berangkat" ucap sang dokter


"Baik, usahakan ngak ada yang tau tentang ini!" ucap Papa Rafa ke Sang Dokter


"Baik Pak!"


"Ayo Ma, kita berangkat!" ucap sang Istri sembari merangkul sang suami dan diikuti oleh Ardan dan sang Dokter


...****************...


"Rumi... kamu Baik-baik di sini sama Tante Imah" pesan sang Bunda


"Iyya Bunda!"


"Abang kalau udah di sana kabarin Imah!" ucap Imah yang saat ini berada dalam rangkulan sang kakak


"Iyya. Kamu juga Baik-baik sama Rumi, biar bagaimanapun dia sekarang itu ponakan kamu" ujar sang Kakak (ayah dari Rumi)


"lagian Mas juga ngapain sih, pake acara nganggap anak orang sebagai anak" ujar Imah menunjuk Rumi yang berada di samping sang Bunda


"IMAH!" Tegur sang Kakak


Mendengar bentakan sang Kakak, Imah pung langsung melepaskan rangkulan sang kakak dan memalingkan wajah.


"Mas udah!" sang istri yang melihat perseteruan tersebut berusaha melerai suaminya agar tak terjadi pertengkaran.


sementara Rumi dan Abang nya hanya diam menyaksikan, seperti sudah terbiasa dengan kejadian tersebut

__ADS_1


"Mas berangkat dulu, ingat Rumi juga keponakan kamu!" ucapnya mengingatkan sang adik


"Sayang Ayah, Ibu sama Abang kamu pergi dulu yah!


Kamu baik-baik sama Tante kamu!"


"Iyya Ayah!" ujar Rumi dengan suara pelan


"Ayah pergi dulu!" ucapnya sembari memberi ciuman perpisahan di dahi sang anak, diikuti oleh sang istri dan anak lelakinya


"Bunda Pergi dulu ya sayang, kamu jaga kesehatan. ada apa-apa kabarin Bunda!" ujar sang Bunda


"Bay adek Bontotnya Abang, kalau ada apa-apa kabarin Abang Ok!!' ujar sang Abang kepada sang adik


"Siap Kapten! (sambil memperagakan gaya hormat)


Kalian juga hati-hati dan jaga kesehatan!" ujar Rumi


Assalamualaikum" salam ketiganya


"Waalaikumsalam Ayah, Bunda, Kakak, Bye...bye" jawab Arumi sembari melambaikan tangan ke keluarganya


Kini di Stasiun Rumi berdua bersama tantenya tak saling bicara, mereka hanya saling melirik sebentar dan buang muka.


"Khem!" batuk sang Tante sebelum memulai pembicaraan


"Ayo pulang!" ajaknya


"Hm.." Balas Rumi


"Dasar anak si***n!, udah gue ajak baik-baik jawabannya malah gitu" racau sang Tante dalam hati

__ADS_1


...****************...


"Assalamualaikum Abang" sapa Rumi saat sambungan video call dimulai


"Waalaikumsalam adeknya Abang!"


"Ayah sama Bunda mana Bang?" tanya Arumi ketika tak melihat orang tuanya


"Ayah sama Ibu lagi istirahat, kasihan capek banget kelihatannya. maklum baru pertama kali naik pesawat" ujar sang kakak


"Hahahah...padahal Bandung-Jakarta bisa dibilang dekat ya Bang!" ujar Arumi yang merasa lucu dengan orang tua nya


"Tante Imah mana dek?" tanya sang Abang


"Tau! lagi semedi kali" ujar sang adik ngawur


"usss...kamu ini, biar bagaimana pun dia itu Tante kita! jadi kita harus hormat" nasehat sang Abang


"Iyya Bang, kalau gitu udah dulu deh, adek mau kerja tugas dulu"


"Iya, jangan tidur terlalu malam, kalau udah ngantuk tinggal aja tugasnya. kamu harus jaga kesehatan!" ujar sang Abang


"Iyya Bang. Kalau gitu Rumi matiin ya Bang!


Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!"


"semoga hari besok lebih baik di banding hari ini. Dan Tuhan...tolong lindungi keluarga hamba dimana pun mereka berada" pinta Rumi dalam hati


Setelahnya Arumi pun segera mengeluarkan bukunya untuk mengerjakan tugas sekolah yang akan di kumpulkan besok.

__ADS_1


__ADS_2