
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
💚 ✷ ﷽❀“BITTERSWEET”❀﷽ ✷ 💚
💚﷽GEMINTANG DIMATAMU﷽💚
💚 💚 ✮ ﷽ “GEMPITA” ﷽ ✮ 💚 💚
💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽★ 💚
💚 💚 ☆ ﷽ “BINTANG” ﷽ ☆ 💚 💚
💚💚💚 ✮ ﷽ “PART22” ﷽ ✮ 💚💚💚
–––––
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
﷽ ❝ÂÛŤĤOŘ POV❞ ﷽
“………���” Di dalam kamar, Gema meraih Deary di atas menjanya kerjanya.
📝 “MAAF RABB…���”
📝 “Dear Allah…��� Maaf…��� Maaf sudah menyalahkan~MU atas semua kegagalanku…��� Maaf…��� Atas semua kebodohan…���”
📝 “Maaf…��� Untuk semua keangkuhan dan kecongkakanku…��� Maaf…��� Saat hal buruk menimpaku…��� aku selalu mempertanyakan kasih sayang~MU…���”
📝 “Maaf Tuhan…��� Aku terlalu kerdil dan congkak serta bodoh untuk menyadari kasih sayang, rahmat, dan cinta~MU…���”
📝 “Bahkan saat ku lewatkan kewajiban 5 waktu~KU aku menyalahkanmu karena tak mengetuk pintu hatiku untuk menunaikannya.
📝 “Bahkan saat aku tak mampu membuat~NYA memilihku, aku menyalahkanmu karena tak membuat~Nya bersamaku.
📝 “Aku selalu bertanya bukankah engkau maha membolak~balikkan hati…��� Lalu kenapa engkau membiarkan dia berlalu…��� Kenapa engkau membiarkan aku meninggalkan kewajiban~ku…��� Kenapa…���”
📝 “Bodoh memang diri ini…���”
📝 “MAAF RABB…��� JIKA BENAR…���”
📝 “Ya Rabb…��� Jika benar engkau tak memberi beban melebihi kemampuan umatmu, kenapa…��� Kenapa rasanya berat melalui ini semua…���”
📝 “Kenapa rasanya berat menjalani takdir yang kau tentukan untukku…��� Kenapa rasanya berat menjalani hari~hariku…��� Kenapa rasanya berat menjalani beban ujian darimu…���”
📝 “UJIANKAH INI…��� Ataukah karma dari dosa~dosaku…��� Hingga rasanya aku ingin menyerah…��� Hingga rasanya aku tak ingin bertahan…��� Hingga rasanya aku…���”
📝 “Rabb… Maaf…��� Maaf untuk setiap ketetapanmu yang selalu ku gugat…��� Maaf…��� Maaf untuk setiap keluh kesahku…��� tanpa menyadari kesalahan~kesalahanku…��� Maaf Rabb…���”
“Huhhhh…���” Deru nafas Gema menghembus.
“………���” Setelah menulis ungkapan hatinya, Gema terduduk lama.
“Hmm…���” Gema meraih handphonenya dan mulai menscroll status teman~temannya.
“Bintang…���” Ucapnya lirih saat menemukan status Bintang.
💌 “Ibnu Thaimiyyah mengungkapkan… Jika kamu mencintai seseorang SEBELUM MENIKÂH… Maka TIDÂK ÂD YÂNG HÂLÂL BÂGIMU kecuali DO'A… Karena hakikat CINT SEJÂTI adalah MENDO'ÂKÂN orang tercinta…���” Tulis Bintang di Akun media sosialnya.
“………���” Gema menatap sendu pada layar handphonenya.
“Untuk siapa rasa cintamu, Bintang Mahesa Putra…���” Ucap Gema bertutur lirih.
“………���” Gema masih menatap sendu tulisan Bintang.
“Bolehkan aku berharap itu untukku…��� Apa yang harus aku lakukan sekarang, Bintang…��� Karena kenyataannya, Papa sudah menikahkan aku dengan orang lain…��� Apa yang harus aku lakukan…���” Ucap Gema menahan isaknya.
“Tes…���” Air mata yang sedari tadi di tahan Gema pun menetes tanpa sekat.
“Huhhh…���” Gema meletakkan handphone di sampingnya.
“………���” Gema mengusap wajahnya.
🤲 “Bismillahi Rahmanir Rahiim…��� Allohumma Shalli Wasallim Wabarik Alaa Sayyidina Muhammad Wa Alaa Aalih Wa Ashabih Wa Ummatihi Ajmain…���” Lalu mengadahkan kedua tangannya seraya mengalunkan doa.
🤲 “Yaa Rabbul Alaamin…��� ENGKAU~lah tempatku menggantungkan segala hajat dan susahku…��� ENGKAU~lah Dzat Yang Maha mengatur…��� Jika memang Mas Faisal adalah taqdirku…��� Maka… Hikz… Hikz… Hikz…��� Maka berikanlah isyarat~MU…��� Tanda cinta~MU dengan sinyal yang mudah kumengerti…���” Ucap Gema yang sudah mengeluarkan air matanya.
🤲 “Hikz… Hikz… Hikz…���” Gema larut di dalam tangisnya yang syahdu hingga tanpa sadar Gema memasuki alam tidurnya.
“………���” Gema terlelap dalam buaian.
🤲 “Yaa Allah Yaa Tuhan semesta Alam…��� Tempat semua makhluk bergantung dan memohon pertolongan…��� Dzat Yang tidak akan pernah salah, dalam memberi arah makhluk~NYA…��� Semua ujian dari~NYA pasti berujung pada hikmah luar biasa…���” Ucap Gema dalam perihnya sendiri.
“………���” Gema sudah berada di alam mimpinya.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
💚 ✷ ﷽❀“BITTERSWEET”❀﷽ ✷ 💚
💚﷽GEMINTANG DIMATAMU﷽💚
💚 💚 ✮ ﷽ “GEMPITA” ﷽ ✮ 💚 💚
💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽★ 💚
💚 💚 ☆ ﷽ “BINTANG” ﷽ ☆ 💚 💚
💚💚💚 ✮ ﷽ “PART22” ﷽ ✮ 💚💚💚
–––––
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
__ADS_1
﷽ ❝GEMPITA MARISSA POV❞ ﷽
“Hmm… Dimana aku…���” Ucapku tatkala kudapati diriku berada di bawah sebuah pohon besar.
“………���” Aku duduk di sebuah potongan kayu sebagai kursinya. Dan ada sebuah meja yang juga terbuat dari sebuah potongan kayu besar.
“Entah Aku sedang berada di mana saat ini…��� Yang pasti aku merasa tentram walau sulit untukku menggerakkan badan…���” Ucapku memelas.
“Hening…���” Suasana sepi namun sangat damai dengan pepohonan yang rindang.
“………���” Aku masih menikmati suasana sendirian dalam ketenangan.
“Ikhtiarlah dalam doa, sebelum kamu mencari tambatan hati…��� Agar yang kamu cari tidak mengecewakanmu kelak, dikemudian hari…���” Sebuah suara terdengar sangat familiar di telingaku.
“Papa…���” Ucapku dengan hanya bisa duduk manis tanpa mampu untuk menoleh.
“Sebab jika kamu, gunakan Allah sebagai petunjuk arah…��� Petunjuk untuk mendapatkan yang terbaik…��� maka jika sudah bertemu…��� Allah pun akan menjaga kebaikan yang hadir diantara, dirimu dan juga dirinya…���” Sambung Papa Agus yang kini duduk tepat dihadapanku.
“………���” Aku hanya bisa diam menatapnya tanpa mampu bergerak sedikitpun.
“Tes…���” Air mataku luruh tanpa bisa kutahan jatuhnya.
“………���” Aku bisa melihat wajah Papa Agus lagi.
“Iya…��� Intinya ikhtiarlah sebelum kamu memutuskan untuk berkata “iya”…��� Setelah Allah pertemukan dirimu dengan tambatan hati yang selama ini kamu cari…��� Karena bisa jadi yang kamu temukan hanya salah satu pilihan dari Allah…��� Agar kamu tidak salah dalam menentukan apa yang kamu butuhkan…��� Bisa jadi hal itu hanya cara Allah untuk menguji seberapa besar ikhtiarmu pada~NYA…���” Ucapnya terdengar lirih.
“………���” aku hanya bisa diam seperti biasa sambil menikmati wajah Papa yang mungkin tidak akan aku temui lagi.
“Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu…��� Padahal ia amat baik untukmu…��� Dan boleh jadi apa yang kamu sukai…��� Bukanlah yang terbaik untuk taqdirmu…��� Terimalah pernikahan ini menjadi sebuah hadiah terakhir…��� Yang bisa Papa berikan untukmu…���” Ucap Papa Agus dengan senyum tipis.
“………���” Aku masih diam dengan derai air mata di pipiku.
“Allahumma Sholli Wasallim Wabarik Alaa Sayyidina Muhammad Wa Alaa Alih Sayyidinaa Muhammad…��� Maafin Papa, Mama dan Nada ya, Gem…��� Tolong maafkan kami, yang tidak pernah mengerti keadaanmu…���” Ucapnya seraya pergi meninggalkanku sendir dengan derai air mata.
“Hikz… Hikz… Hikz, Papa…���” Aku menangis sejadi~jadinya.
“………���” Aku menangis resah.
“Knock… Knock… Knock…���” Kedoran pintu terdengar sangat nyaring, entah dari mana.
“………���” Aku terbangun dengan bingung.
“Astaghfirullah Al~Azhiim…��� Aku hanya mimpi…���” Ucapku sembari menghapus air mataku yang tumpah.
“Knock… Knock… Kak…���” Kedoran beserta panggilan Nada yang keras terdengar olehku yang masih linglung.
“Iya, Nada…��� Kakak lupa matiin laptop…���” Teriakku berbohong suara tangis yang mungkin di dengar Nada.
“Oh…���” Ucap Nada berlalu.
“Apa ini jalan yang harus ku tempuh ya, Allah…���” Ucapku memantapkan hati.
“………���” Aku segera meraih handphone dan kembali menatap layarnya sembari menscroll artikel.
💌 “SANTUN juma'at mubarak penuh berkah…��� Bissmillahiir Rohmanir Rohiim…��� Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh…���” Sebuah tulisan pembuka dari story.
“Wa Alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh…���” Jawabku lirih.
“………���” Aku tersenyum dan kembali melanjutkan menghubungi seseorang diseberang sana.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
💚 ✷ ﷽❀“BITTERSWEET”❀﷽ ✷ 💚
💚﷽GEMINTANG DIMATAMU﷽💚
💚 💚 ✮ ﷽ “GEMPITA” ﷽ ✮ 💚 💚
💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽★ 💚
💚 💚 ☆ ﷽ “BINTANG” ﷽ ☆ 💚 💚
💚💚💚 ✮ ﷽ “PART22” ﷽ ✮ 💚💚💚
–––––
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
﷽ ❝ÂÛŤĤOŘ POV❞ ﷽
“Huhhhh…���” Gema gema menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan.
“Bismillah…���” Ucap Gema.
“Tap… Tap… Tap…���” Gema berjalan keluar rumah tanpa menghiraukan Mama an adiknya.
“………���” Gema mengabaikan keluarganya, karena rasa marahnya sore kemarin.
“Kak, makan dulu…���” Teriak Nada memanggil Gema~Kakaknya.
“………���” Gema tidak bergeming dan terus menjauh.
“Huhhh…���” Gema menghembuskan nafasnya dan berjalan menuju mini market membeli pembalut.
“………���” Setelah shalat subuh, tiba~tiba ia kedatangan tamu bulanannya. Dan tanpa di duga ternyata pembalutnya telah habis. Untung saja hari ini Gema libur kerja.
“Tap… Tap… Tap…���” Gema melangkah dengan yakin menuju minimarket dekat rmhnya.
“………���” Setelah berbelanja barang kebutuhannya. Gema segera membayar lalu melenggang pergi.
“Tap… Tap… Tap…���” Gema sudah berada di rumah.
“Assalamu'Alaikum…���” Ucap Gema mendapati laki~laki yang sedang berbincang dengan Mama dan adiknya.
__ADS_1
“Wa'alaikum Salam…���” Ketiganya menjawab serempak.
“………���” Gema hanya tersenyum kecil, mendapati Mas Faisal yang menatapnya sepintas.
“Ya sudah, nak Faisal…��� Gema sudah datang nih…��� Mama sama Nada kebelakang dulu ya…��� Silahkan dilanjutkan dengan Gema…���” Ucap mama Nina Ramah srmbari menarik tangan Nada.
“I… Iya, Ma…���” Ucap Mas Faisal hanya tersenyum tipis.
“………���” Gema segera mendudukkan diri di salah satu sofa ruang tamu.
“Mas Faisal sudah lama…���” Ucap Gema to the point.
“………���” Mas Faisal diam sejenak sembari menundukkan wajahnya menetralisir kegugupannya.
“Baru lima menit, Gem…���” Ucap Faisal sungkan.
“………���” Sunyi sejenak.
“Jadi gimana, Gem…���” Ucap Mas Faisal membunuh ketegangan..
“Ada yang bisa Mas Faisal bantu…��� Mungkin soal pekerjaan di kantormu…���” Sambung Mas Faisal.
“Hmm… aku… aku…���” Ucap gema ragu.
“………���” Mas faisal tersenyum.
“Kapan kamu siap menjadi…���” Ucap Faisal ragu.
“Apa sekarang kamu sudah punya jawaban untukku, Gem…���” Ucap Faisal to the point.
“………���” Gema mengadahkan wajahnya menatap Mas Faisal dan tersenyum.
“Bismillah…���” Ucap Gema berbisik lembut.
“Saya bereskan barang~barang saya dulu ya, Mas…���” Ucap Gema pasrah.
“Hmm…���” Mas Faisal memandang Gema penuh tanya.
“………���” Gema tersenyum tipis, kemudian menunduk.
“Saya butuh membawa beberapa pakaian…��� Dan peralatan untuk pulang ke rumah kita…���” Ucap Gema dengan senyum tipis.
“Kamu…���” Ucap Mas Faisal senang tidak mampu menutupi keterkejutannya.
“Hmmm…���” Gema berdehem lalu hanya tersenyum dan mengangguk.
“Tap… Tap… Tap…���” Gema segera melangkah meninggalkan Mas Faisal.
“Yaa Allah, inikah garis taqdir yang terbaik dari~MU…��� Jika ini memang jalan terbaik untukku…��� Maka mudahkanlah segala jalannya untukku…���” Batin Gema bermonolog.
“Âlhamdulillah…���” Seru sebuah suara dengan tiba~tiba.
“………���” Ternyata Mama dan Nada menguping pembicaraan Gema dari ruang tengah.
“Alhamdulillahi Rabbil 'Alaamiin…���” Seru suara Mama Nina penuh syukur.
“………���” Mereka langsung menghambur memeluk Gema.
“Meskipun Aku belum bisa memaafkan Mama…��� Tapi Gema lebih tidak bisa memaafkan diri sendiri…��� Karena diakhir hidup Papaku tercinta…��� Aku tengah marah pada beliau…���” Ucap Gema dalam hatinya yang paling dalam.
“Dan pernikahan ini juga pemberian terakhir dari Papa padaku…��� Kadang ada kalanya kita harus benar~benar mengalah pada keadaan…��� Karena kita juga benar~benar sadar…��� Bahwa Allah, Tuhan semesta Alam tidak akan tidur…���” Batin Gema bermonolog.
“Huhhh…��� Ketika kita mengalah untuk kebahagiaan orang yang kita cintai…��� bisa jadi Tuhan sudah menyiapkan kebahagiaan…��� melalui orang yang mencintai kita…���” Ucap Gema dalam hatinya.
“………���” Semua bukan hanya soal keiklasan, karena hanya hati~hati yang kuat sajalah yang mau mematahkan hatinya sendiri, agar hati orang yang dicintai tetap utuh.
Bagi seorang pengecut, menikam hati sendiri sangatlah mudah, karena dia percaya akan ada hal manis sebagai balasannya.
Mungkin bagi Gema semua tentang Bintang sudah berakhir, tapi dia tidak sadar bahwa takdir tengah memainkan perannya.
Bisa jadi kita mengira telah sampai pada akhir dari perjalanan hidup, tapi tanpa kita tau perjalanan yang sebenarnya baru saja akan dimulai.
“Akan jadi seperti apakah pernikahan yang aku jalani ini…��� Akankah aku kuat jika suatu saat…��� Garis antara diriku Dan Bintang bertemu pada satu titik…��� Garis yang tengah kami buat masing~masing bersama orang lain…��� Bisa jadi justru mengarah pada takdir yang salah…���” Lirih hati Gema.
“Ah, sudahlah…���” Ucap Gema membantah pikitannya sendiri.
“………���” Gema kembali ke kamarnya membereskan seluruh perlengkapan yang akan dibawanya ke rumah Mas Faisal.
“Dreet… Dreet…���”
“………���” Gema mengabaikan dering ponselnya.
“………���”
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
💚 ﷺ “…TO BÊ COŇTÎŇUÊD…” ﷺ 💚
💚💚 ﷻ “…BERSAMBUNG…” ﷻ 💚💚
💚☆ ﷽ ✮ “CÊK ÎT OUT” ✮ ﷽ ☆💚
💚☆﷽ “TO BÊ COŇTÎŇUÊD” ﷽☆💚
💚﷽“ĞÊMÎŇTÂŇĞ DÎMÂTÂMU”﷽💚
💚 ★ ﷽❀“BITTÊRSWÊÊT”❀﷽ ★ 💚
💚﷽ “SÎLÊŇT RÊLATÎOŇSHÎP” ﷽💚
💚✮﷽ “ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽✮💚
💚 ❀ ✮ ﷽ ✷ “ĞÊM” ✷ ﷽ ✮ ❀ 💚
💚 ✮﷽ “BÎÑTÂŇĞ MÂHÊŜ” ﷽✮ 💚
💚 ✮ ﷽ ❀ “BÎÑTÂŇĞ” ❀ ﷽ ✮ 💚
💚💚💚 ✮﷽ “PÂRT22” ﷽✮ 💚💚💚
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
__ADS_1