“BITTERSWEET MERRIAGE”

“BITTERSWEET MERRIAGE”
39. “Salah Paham…���”


__ADS_3

💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


💚 ★ ﷽❀“BITTEŘSWEET”❀﷽ ★ 💚


💚﷽GEMINTANG DIMATAMU﷽💚


💚 💚 ✮ ﷽ “GEMPITA” ﷽ ✮ 💚 💚


💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚


💚 💚 ✮ ﷽ “BINTANG” ﷽ ✮ 💚 💚


💚💚💚 ✮ ﷽ “PAŘT39” ﷽ ✮ 💚💚💚


–––––


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


                                                                         


                                                                         


                                                                         


﷽“AUTHOŘ POV”﷽


“Assalamu'alaikum…���” Ucap Gema se sampainya rumah sudah larut malam.


“Wa'alaikumsalam…���” Ucap Mas faisal ramah saat sang istri memasuki rumah.


“………���” Tadi begitu sampai di kantor, Anto langsung memintanya membuat program dan budget.


“Aku mandi dulu ya, Mas…���” Ucap Gema mencium tangan sang suami lalu melangkahkan kaki ke kamarnya.


“………���” Beberapa menit kemudian.


“Capek…���” Tanya Mas Faisal begitu Gema selesai mandi.


“………���” Gema mengangguk.


“Masa Anto angkat tangan sama proyek Gita, Mas…��� Dia minta aku handle…���” Keluh Gema sembari mengelap rambitnya yang basah.


“Alasannya…���” Ucap Mas Faisal.


“Dia tidak suka dengan perencanaan Pak Bintang…��� Katanya tidak ada yang masuk kantong…���” Jawab Gema masih merapikan kancing bajunya.


“Menurut kamu sendiri bagaimana…���” Tanya Mas Faisal.


“Aku malah setuju dengan perencanaan yang beliau buat…���” Ucap Gema yang duduk di tepi tempat tidur tepat di samping suaminya.


“………���” Mas Faisal mengangguk~anggukkan kepalanya.


“Mas…���” Panggil Gema ragu~ragu.


“Hmm…���” Mas Faisal menoleh.


“Iya…���” Jawab Mas Faisal tersenyum tipis.


“Sejak kapan Mas kenal sama Pak Bintang…���” Tanya Gema sembari melingkarkan tanganya ke pergelangan suaminya.


“………���” Mas Faisal diam sejenak.


“Sejak proyek Gita waktu itu…���” Jawab Mas Faisal mengusap kepala Gema.


“Kok kata Pak Bintang kalian sangat dekat…���” Tanya Gema sembari menyandarkan kepalanya di bahu bidang sang suami.


“Huhhh…���” Mas Faisal menarik nafas dalam.


“Ada beberapa kejadian yang kemudian membuat kami dekat…���” Ucap Mas Faisal enteng.


“Contohnya…���” Tanya Gema menelisik serius.


“………���” Mas Faisal mencubit hidung Gema.


“Kalau kata anak jaman sekarang…��� Kamu kepo…���” Jawab Mas Faisal tersenyum.


“………���” Gema cengengesan.


“Sudah ah…��� Kamu istirahat…��� Besok harus lebih kuat…���” Perintah Mas Faisal sembari menggiring Gema tidur.


“Aku belum bisa tidur…��� Mungkin karena…���” Ucapan Gema terpotong.


“………���” Gema masih duduk sembari merapikan selimut di kakinya.


“Dreettt…���” Handphone Mas Faisal berbunyi.


“Aku angkat dulu, ya…���” Ucap Mas Faisal tepat saat Gema mau mengatakan perihal kehamilannya


“………���” Mas Faisal langsung mengangkatnya dan keluar karena tidak mau mengganggu istirahat Gema.


“Huhhh…���” Gema memposisikan dirinya yang kesal dan langsung menarik selimut untuk tidur.


“Mungkin besok pagi…��� Aku akan mengatakan soal kehamilanku ini pada Mas Faisal…���” Ucap Gema berbisik lirih.


“………���” Sekitar setengah jam Faisal baru masuk kembali kekamar.


“Gema sudah tertidur…���” Ucap Mas Faisal.


“………���” Mas Faisal memandang istrinya yang tengah terlelap.


“Kalau Gema yang menghandle proyek Gita…��� Itu artinya akan banyak kesempatan untuk Gema dan Bintang bertemu…��� Apa yang akan terjadi…��� Sementara mereka gagal bersama karena diriku…���” Ucap Mas Faisal khawatir.


“………���” Mas Faisal menghela bafas lelah.


“Aku ingat perkataan Bintang waktu di rumah sakit dulu…��� Bahwa kedatangannya kembali ke jakarta adalah untuk melamar seseorang yang dia cintai…��� Dan perkiraanku, perempuan itu adalah Gema…��� Dari cerita~cerita Gema dulu…��� Aku yakin kalau mereka sebenarnya saling mencintai…��� Hanya saja tidak pernah ada kesempatan…��� Untuk sama~sama mengutarakan…��� Dan kesempatan itu kini ada di hadapan mereka…��� Tentu tidak lagi dengan pemikiran anak SMA…��� Meskipun percaya Gema dan Bintang sama~sama menjaga…��� Tapi aku tidak rela jika masih ada Bintang di hati Gema…���” Ucap Mas Faisal khawatir.


“………���” Mas Faisal segera menyambar jaketnya.


“Aku butuh merenung sejenak…��� Aku tahu dimana tempat…��� Yang paling nyaman untuk membangun kepercayaanku pada Gema…���” Ucap Mas Faisal dalam langkahnya.


“Bremmm…���” Sekitar setengah jam.


“Huhhh… Alhamdulillah…���” Ucap Mas Faisal lega setelah sampai di Gedung Antara, tempat Indo Power biasa menyibukkan dirinya.


“………���” Di basement masih ada beberapa kendaraan terparkir.


“Huhhh…���” Desah nafas Mas Faisal melirik jam tangannya.


“Sudah pukul satu dini hari…���” Ucap Mas Faisal lesu.


“Tap… Tap… Tap…���” Begitu sampai atap gedung, ada laki~laki yang tengah berdiri membelakangi Faisal.


“………���” Meskipun malam hari, tapi cahaya lampu yang remang~remang membuat Faisal segera mengenalinya.


“Mas Bintang…���” Ucap Faisal meyakinkan penglihatannya.


“………���” Laki~laki itu tersentak dan mencari asal suara.


“Mas Faisal, kok disini…���” tanya Bintang.


“Tap… Tap… Tap…���” Mas Faisal tersenyum mendekati Bintang


“Justru saya yang seharusnya bertanya begitu Mas Faisal…���”


“………���” Bintang membalas senyuman.


“Menikmati malam Mas…���” Jawab Bintang sembari memandang langit malam.


“Di tempat seperti ini…���” Tanya Faisal heran.


“Saya hanya…���” Ucap Mas Bintang menggantung kata~katanya.


“Sepertinya Mas Bintang punya kenangan dengan tempat yang tinggi…��� Atau ada seseorang yang pernah mengajak kesini…���” Ucap Mas Faisal penuh selidik.


“………���” Mas Bintang menggeleng.


“Hmm…��� Saya hanya ingin merasakan saja…��� Apa yang dirasakan orang yang saya cintai…���” Ucap Mas Bintang ambigu.

__ADS_1


“Gita…���” Tanya Faisal menyeringai senang.


“………���” Bintang hanya membalas dengan senyuman.


“Huhhh…���” Mas Faisal menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan.


“Tempat ini juga yang membuat saya perlahan mencintai Gema…���” Ucap Mas Faisal melanjutkan.


“Maksud, Mas Faisal…���” Tanya Bintang heran.


“Di tempat ini Gema biasa menceritakan semua perasaannya…���” Ucap Mas Faisal.


“………���” Bintang kembali menatap pemandangan malam.


“Tentang masa lalunya…���” Tutur Faisal menerawang.


“………���” Bintang hanya terdiam.


“Bertahun~tahun Gema menyimpan perasaan pada temannya selama SMA…��� membiarkan dirinya dipenjara oleh bayang~bayang…��� Karena laki~laki itu menghilang setelah mereka lulus…���” Ucap Mas Faisal menerangkan.


“………���” Bintang menatap Mas Faisal penuh tanya.


“Huhhh…��� Tidak mungkin Mas Faisal tahu bahwa laki~laki itu adalah diriku…��� Kecuali jika Gema mengatakan…��� Tapi sejauh ini hubunganku dengan Faisal baik~baik saja…���” Batin Mas Bintang bermonolog.


“Mas Faisal tahu laki~laki itu…���” Tanya Bintang penasaran.


“………���” Mas Faisal tersenyum.


“Saya tidak ingin tahu…��� Saya tidak sanggup menghadapi rasa cemburu…��� Kalau ternyata suatu saat mereka di pertemukan kembali…���” Ucap Faisal tersenyum getir.


“………���” Sesaat mereka berdua hanya saling diam.


“Bagaimana kondisi, Gita…���” Tanya Mas Faisal mengurai keheningan.


“Gita masih belum bisa menerima saya sebagai suaminya, Mas…���” Keluh Bintang tersenyum pahit.


“………���” Hening sesaat.


“Huhhh…��� Aku tentu tahu semarah apa Gita pada Mas Bintang…��� Gita menganggap Bintang menikahinya…��� Hanya karena rasa kasihan dengan kondisinya…��� Yang hanya duduk di kursi roda…��� Tapi Faisal juga tahu…��� Bintang selalu berusaha mencintai Gita…��� Lalu bagaimana perasaan Bintang setelah bertemu Gema…���” Batin Mas Faisal bermonolog.


“Apa Gita sama sekali tidak bisa di sembuhkan Mas…���” Tanya Faisal kemudian.


“Kalau saja waktu itu…��� Gita tidak jatuh dari tangga…��� kemungkinan ada Mas…��� Tapi sekarang sudah mustahil…���” Jawab Bintang pasrah.


“………���” Untuk pertama kalinya Mas Faisal melihat Mas Bintang sangat putus asa.


“Apa karena itu…��� Sekarang Mas Bintang di sini…���” Tanya Faisal penuh selidik.


“………���” Bintang hanya tersenyum kecut.


“Matanya yang berkaca~kaca seolah menceritakan semua yang dia rasakan…���” Batin Mas Faisal menatap Mas Bintang.


“Mas Faisal sendiri…��� Bukankah sekarang harus selalu disamping istri…���” Tanya Bintang menghindari tatapan kasihan Mas Faisal.


“Maksud Mas Bintang…���” Ucap Mas Faisal heran.


“………���” Bintang terdiam sejenak.


“Memang Ibu Gema belum memberikan kabar gembira…���” Tanya Bintang haru namun ada setitik kesedihan di sana.


“………���” Mas Faisal terdiam penuh tanya.


“Oh itu, saya sudah tahu…���” Jawab Faisal berbohong.


“Huhhh…���” Bintang menarik nafas lega.


“Selamat ya Mas…��� Sebentar lagi akan ada Mas Faisal junior…���” Ucap Bintang ramah.


“………���” Mas Faisal memaksakan senyumnya.


“bahagia sekaligus sedih…���” Ucap Mas Faisal berbisik lirih.


“Gema hamil…���” Batin Mas Faisal.


“………���” Mas Faisal menapat Bintang sembari berbicara pada dirinya sendiri.


“Huhhh…��� Tadi Gema justru bertanya tentang Bintang…��� Ketimbang memberi tahu soal kehamilannya…��� Yang lebih menyakitkan bagi Faisal adalah Bintang tau lebih dulu dari pada dirinya…���” Batin Mas Faisal bermonolog kesal.


“………���”


                                                                         


                                                                         


                                                                         


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


💚 ★ ﷽❀“BITTEŘSWEET”❀﷽ ★ 💚


💚﷽GEMINTANG DIMATAMU﷽💚


💚 💚 ✮ ﷽ “GEMPITA” ﷽ ✮ 💚 💚


💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚


💚 💚 ✮ ﷽ “BINTANG” ﷽ ✮ 💚 💚


💚💚💚 ✮ ﷽ “PAŘT39” ﷽ ✮ 💚💚💚


–––––


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


                                                                         


                                                                         


                                                                         


﷽“AUTHOŘ POV”﷽


“………���” Gema terbangun karena suara pintu dibuka.


“Allahu Akbar…���” Gema menguap dan menyadari Faisal tidak ada di sebelahnya.


“Mas…���” Panggil Gema, tapi tidak ada jawaban.


“Kemana sih Mas Faisal…���”


“Huhhh…���” Hati~hati Gema turun dari ranjang dan keluar.


“………���” Mas Faisal tengah duduk diam di sofa ruang tengah.


“Kok belum tidur Mas…���” Tanya Gema sembari menguap.


“………���” Mas Faisal hanya diam.


“Tap… Tap… Tap…���” Gema melangkah mendekati.


“Loh…��� Mata Faisal tampak sembab…���” Ucap hati Gema.


“Mas…��� Kenapa…���” Tanya Gema hati~hati.


“Seharusnya ini kabar gembira, Gem…���” Mas Faisal membuka pembicaraan.


“Apa…���” Tanya Gema.


“Kehamilan kamu…��� Kenapa kamu tidak bilang…���” Mas Faisal balik bertanya.


“Aku tadi mau bilang, tapi Mas Faisal angkat telpon…���” Jawab Gema takut.


“Sebelumnya…��� Kamu malah bertanya soal Bintang…���” Bentak Faisal.


“………���” Gema tersentak.


“Astaghfirullah Al~Azhim…��� Ini pertama kalinya Mas Faisal berkata keras padaku…���” Batinnya kecewa.

__ADS_1


“Apa informasi Bintang lebih penting…��� Apa waktu kamu bertahun~tahun itu belum cukup untuk memikirkan dia…���” Ucap Mas Faisal meninggi.


“………���” Gema melihat Faisal benar~benar marah.


“Jadi ternyata selama ini suamiku tahu yang sebenarnya…��� Dan menyembunyikannya dariku…���” Ucap gema dalam hatinya.


“Huhhh…���” Mas Faisal menarik nafas berat.


“………���” Gema hanya diam dalam lamunannya.


“Untuk pertama kalinya Gem…��� Aku benar~benar kecewa sama kamu…���” Ucap Faisal lirih.


“Tes…���” Gema tidak sanggup menahan air matanya.


“Yang bisa aku lakukan hanya diam menerima semua kata~kata…��� & bentakan laki~laki yang kusebut suami…���” Ucap Gema lirih.


“Maaf karena aku menjadi penghalang kalian…��� Kalau saja dulu aku tahu Mas Bintang orangnya…���” Ucap mas Faisal lirih.


“Cukup Mas…���” Bentak Gema memotong ucapan Mas Faisal.


“………���” Sesaat suasana hening.


“Hikz… Hikz… Hikz…���” Hanya isak tangis Gema yang sesekali terdengar.


“………���” Mas Faisal bangkit mengambil air putih dan memberikan pada Gema.


“Aku minta maaf Ma…��� aku tadi tidak mengatakan langsung karena memang benar~benar lupa…��� Aku terlalu capek… Hikz…��� Dan Aku baru ingat… Hikz…��� waktu Mas Faisal angkat telpon tadi…��� Hikz… Hikz… Hikz…���” Ucap Gema sambil terisak.


“Tapi kenapa Mas Bintang tau lebih dulu…���” Tanya Mas Faisal.


“Itu karena tadi pas berangkat survey aku mual~mual di perjalanan…��� Dan Bintang yang antar ke Rumah Sakit…���” Ucap Gema menerangkan.


“………���” Gema kembali terisak.


“Astaghfirullah…���” Ucap Faisal sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


“Kalau Mas mau…��� Aku bisa mundur dari proyek ini…���” Tawar Gema kecewa.


“………���” Mas Faisal menggeleng.


“Ini mimpi Gita sekaligus bukti bahwa Mas Bintang mencintainya…��� Meskipun entah benar atau tidak…���”


“………���” Gema hanya diam sambil mengusap air matanya dengan punggung tangan.


“Dan kalaupun ada sesuatu yang kamu rasakan…��� Kamu boleh cerita langsung seperti dulu…���” Kata Mas Faisal menyesali kecemburuannya.


“………���” Mas Faisal terdiam sejenak, tatapannya kosong.


“Maaf…��� Karena mencintai kamu…��� sampai aku tidak sadar, kalau aku sudah menjadi penghalang dua orang yang sama~sama dekat denganku…���”


“Berkata Abu Darda kepada istrinya:…��� Jika aku marah maka (berusahalah) buat aku tenang/ridho…��� dan jika kau yang marah, aku akan (berusaha) membuatmu ridho…��� karena jika kita tidak demikian, maka begitu cepat kita akan bercerai…��� Rauchatul 'Uqala, 106…���” Batin Gema dalam diamnya.


“Malam ini aku maafkan semua kesalahanmu…��� Agar tidak ada malaikat yang mengutuk kamu sepanjang malam…���”


“………���” Selesai mengatakan demikian Mas Faisal bangkit menuju kamar.


“Sebenarnya aku ingin sekali memeluk Gema karena sudah memberiku keturunan…��� Dan aku ingin mengusap air mata Gema karena perbuatanku yang menyebalkan…���” Batin mas Faisal bermonolog tajam.


“………���”


“Aku berharap besok pagi…��� Aku sudah bisa berdamai dengan rasa kecewaku…��� Karena kesepakatan kami sedari awal pernikahan ini…��� Untuk tidak bertengkar sampai berhari~hari…���” Desisnya melangkah masuk.


“………���” Gema mengikuti langkah suaminya ke kamar tidur mereka.


“Huhhh…���” Gema menghembuskan nafas berat melihat punggung suaminya.


“Hening…���” Suasana yang biasa ramai kini sunyi. Gema membaringkan tubuhnya di sebelah sang suami.


“………���” Setelah membaringkan tubuh Mas Faisal tidak bisa tertidur.


“Sudah jam 3 dini hari…���” Ucap Mas Faisal menatap jam dinding.


“………���” Mas Faisal berbalik menatap punggung istrinya.


“Huhhh…��� Rasa cemburu kesal dan marah menyelimuti hatiku…���” Ucap Mas Faisal memanggil istrinya.


“Gem…���” Ucap Faisal dalam keheningan.


“………���” Gema tidak menjawab.


“Mungkin dia sudah tidur…���” Ucap Faisal lirih.


“………���” Faisal bangkit dari tidur menuju kamar mandi dan berwudhu.


“Kamu belum tidur, Gem…���” Tanya Mas Faisal mendapati sang istri bersandar di sandaran tempat tidur.


“………���” Gema hanya tersenyum kecil.


“ Sudah larut malam…��� Kamu harus istirahat…���” Ucap Mas Faisal mendekat.


“………���” Gema hanya diam menatap suaminya.


“Tidak usah menatapku begitu…��� Tidurlah…���” Ucap Mas Faisal.


“Tes…���” Air mata Gema menetes.


“………���” Mas Faisal mengusap pipi istri dan menciumnya.


“Tidurlah, kamu harus istirahat…��� Bayinya butuh kamu…���” Ucap Mas Faisal mengusap perut gema dan maksanya tidur.


“………���” Gema menuruti ucapan suaminya.


“Hm…���” Mas Faisal berdehem sembari tersenyum.


“………���” Faisal ikut berbaring.


📞✆︎ “………���”


📞✆︎ “………���”


📞✆︎ “………���”


📞✆︎ “………���”


📞✆︎ “………���”


                                                                         


                                                                         


                                                                         


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


💚 ﷺ “…TO BÊ COŇTÎŇUÊD…” ﷺ 💚


💚💚 ﷻ “…BERSAMBUNG…” ﷻ 💚💚


💚☆ ﷽ ✮ “CÊK ÎT OUT” ✮ ﷽ ☆💚


💚☆﷽ “TO BÊ COŇTÎŇUÊD” ﷽☆💚


💚﷽“ĞÊMÎŇTÂŇĞ DÎMÂTÂMU”﷽💚


💚 ★ ﷽❀“BITTÊRSWÊÊT”❀﷽ ★ 💚


💚﷽ “SÎLÊŇT RÊLATÎOŇSHÎP” ﷽💚


💚✮﷽ “ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽✮💚


💚 ❀ ✮ ﷽ ✷ “ĞÊM” ✷ ﷽ ✮ ❀ 💚


💚 ✮﷽ “BÎÑTÂŇĞ MÂHÊŜ” ﷽✮ 💚


💚 ✮ ﷽ ❀ “BÎÑTÂŇĞ” ❀ ﷽ ✮ 💚


💚💚💚 ✮﷽ “PÂRT39” ﷽✮ 💚💚💚

__ADS_1


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


  “………���”


__ADS_2