“BITTERSWEET MERRIAGE”

“BITTERSWEET MERRIAGE”
44. “Kesedihan Gempita Marissa…���”


__ADS_3

💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


💚 ★ ﷽❀“BITTEŘSWEET”❀﷽ ★ 💚


💚﷽GEMINTANG DIMATAMU﷽💚


💚 💚 ✮ ﷽ “GEMPITA” ﷽ ✮ 💚 💚


💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚


💚 💚 ✮ ﷽ “BINTANG” ﷽ ✮ 💚 💚


💚💚💚 ✮ ﷽ “PAŘT44” ﷽ ✮ 💚💚💚


–––––


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


                                                                         


                                                                         


                                                                         


﷽“AUTHOŘ POV”﷽


“………���” Di luar hujan sudah reda, tinggal gerimis yang membuat hati Bintang semakin dingin.


“Sepertinya aku harus kesuatu tempat…��� Ucap Mas Bintang setelah selesai mengerjakan shalat maghrib berjamaahnya.


“Tap… Tap… Tap…���” Bintang naik ke balkon atas, tempatnya dulu ngobrol bersama Mas Faisal.


“………���” Tapi langkah Mas Bintang terhenti.


“Huffff…���” Bintang menghembuskan nafas khawatir.


“………���” Di sana sesosok perempuan tengah berdiri membelakangi Mas Bintang tanpa mempedulikan rintik~rintik air langit yang membasahi tubuhnya.


“Gem…���” Sapa Bintang meyakinkan.


“………���” Perempuan itu nampak mengusap air matanya dan menoleh.


“Ternyata benar Gema…���” Batin Bintang sembari heran.


“Tap… Tap… Tap…���” Tanya Bintang mendekat menghampiri Gema.


“Kamu belum pulang…���” Tanya Bintang kemudian sembari mendekat menghampiri Gema.


“………���” Gema menggeleng pelan.


“Hmm… huhhhh…��� Pakaiannya basah kuyup…��� Entah sejak kapan ia berdiri di situ…���” Batin Bintang bermonolog sedih.


“………���” Bintang mengalungkan jasnya pada Gema.


“Tidak usah, Tang…���” Ucap Gema menolak jas Mas Bintang.


“Pakailah…��� Agar kamu tidak kedinginan…��� Bukankah sedih juga butuh tubuh yang sehat dan kuat…���” Ucap Bintang kemudian.


“Tidak perlu rep…���” Ucap Gema terpotong.


“Lagi pula aku tidak ingin ada yang berpikir kita sedang melakukan hal bodoh di tempat seperti ini…���” Ucap Bintang ketus sembari memaksa membukus tubuh Gema dengan Jasnya.


“Maksudmu…���” Ucap Gema kesal.


“Iya, bajumu yang basah…��� Membuat mata sakit…���” Ucap Bintang ketus.


“Hmm…���” Ucap Gema sembari menatap pakaiannya yang menerawang.


“Lalu kenapa kamu tidak pergi dari sini…���” Ucap Gema ketus.


“………���” Bintang tersenyum mendengar jawaban Gema yang terpancing dengan celotehannya.


“Bukankah ini tempat umum…��� Kenapa bukan kamu saja yang pergi dari sini…���” Ucap Bintang ketus.


“Hmm… Aku rasa itu bukan urusanmu…��� Lagi pula, aku lebih dulu ada di sini…���” Ucap Gema kesal.


“Justru karena itu…��� Makanya kamu saja yang pergi…���” Ucap Bintang semakin memancing Gema segera beranjak.


“………���” Sejujurnya Bintang memaksa Gema pergi agar Gema tidak sakit karena kehujanan.


“Huhhhh…���” Namun lagi~lagi seorang Bintang tidak mau terlihat perhatian di depan Gema yang bukan siapa~siapanya.


“………���” Terlebih status Gema sudah menjanda saat ini, membuat Bintang ingin menjaga kehormatannya.


“Huhhhh…��� Kamu benar~benar orang yang sangat menyebalkan…���” Ucap Gema datar.


“………���” Bintang hanya tersenyum mengejek.


“Hening…���” Sesaat suasana menjadi sunyi hanya suara desiran angin di udara.


“Terima kasih jasnya…���” Ucap Gema kemudian sembari memaksakan senyum manisnya.


“Sama~sama…���” Ucap Bintang ikut tersenyum.


“Hening…���” Sesaat mereka sama~sama diam.


“Huhhhh…��� Bintang kamu tidak boleh mengganggu kenyamanan Gema…��� Kerena Gema pasti sedang mengenang Mas Faisal di tempat ini…��� Tempat yang mendekatkan mereka berdua…���” Batin Bintang bermonolog dalam rinai.


“Kamu nggak pulang…���” Tanya Gema membunuh kesunyian yang mereka ciptakan.


“………���” Bintang menggeleng.


“Huhhh…��� Saya mau mengenang tempat ini…��� Siapa tahu, besok saya sudah tidak punya akses kesini…���” Jawab Bintang sembari menatap jauh kegaris kota.


“Kenapa…���” Tanya Gema heran sembari menatap kerlap kerlip kota.


“Huffff…���” Mas Bintang menarik nafas dalam~dalam.


“Saya mau membatalkan proyek Gita, Gempita Marissa Agussalim…���” Ucap Mas Bintang masih fokos di garis kota yang mulai menampakkan pesaing cahaya.


“Bukannya progresnya sudah hampir 50 persen, Tang…���” Tanya Gema heran.


“Saya siap membayar ganti ruginya…���” Ucap Bintang putus asa.


“Bukan masalah itu…��� Tapi…��� Ini mimpi Gita bukan…���” Ucap Gema mengingatkan tujuan Bintang.


“Sejauh ini…��� Gita juga tidak pernah respect dengan usaha saya…���” Jawab Mas Bintang datar.


“Mungkin bukan tidak respect…��� Tapi Gita bingung harus bersikap bagaimana…���” Sahut Gema cepat.


“Kalau kamu jadi saya…��� Apa yang akan kamu lakukan, Gem…���” Ucap Mas Bintang mengarahkan tatapan pada Gema yang menerawang ke arah bangunan perkotaan.


“………���” Gema menggeleng.

__ADS_1


“Kalau saya pasti diam…��� Tapi kalau…���” Ucap Gema menggantung kata~katanya, ia teringat lagi dengan Mas Faisal.


“Mas Faisal…���” Jawab Mas Bintang menyambar cepat.


“………���” Gema mengangguk.


“Iya, dia…��� Kalau Mas Faisal pasti akan menghabiskan hari~harinya hanya untuk mendekati Gita…���” Ucap Gema semangat sembari tersenyum riang.


“………���” Mas bintang tersenyum pahit sembari mengarahkan tatapan ke arah bangunan di depannya.


“Maaf ya, Gem…���” Ucap Mas Bintang tidak enak hati.


“………���” Gema hanya tersenyum hambar.


“Selama ini…��� Kamu punya satu atau dua hari yang benar~benar full…��� Untuk berusaha bicara dengan Gita…���” Tanya Gema sungkan.


“………���” Bintang menggeleng.


“Selama ini saya hanya sibuk untuk membangun mimpinya…���” Jawab Bintang menatap kosong kearah langit.


“Setiap orang pasti punya mimpi…��� Tapi kadang seseorang harus memutuskan untuk berhenti mengejar mimpinya…��� Bukan karena dia menyerah…��� Hanya saja mimpi itu tidak pernah membuat dia bahagia…���” Tutur Gema menyemanti dirinya untuk melupakan Faisal~mantan suaminya.


“Huhhh…���” Bintang mendesaah kaget dengan kata~kata Gema.


“………���” Bintang menatap Gema dalam.


“Benar juga…��� Selama ini aku hanya fokus pada keyakinanku tanpa meminta pendapat Gita…��� Dan kata~kata yang baru saja…��� Di ucapkan Gema seolah menjawab pertanyaanku di masa lalu…��� Kenapa Gema tidak pernah memilihku…��� Meskipun Gema sudah tahu, kalau aku mencintainya…���” Batin Bintang bermonolog.


“Itu bukan kata~kata Mas Faisal 'kan, Gem…���” Tanya Bintang tersenyum getir.


“………���” Gema menggeleng


“Hmm…��� Bisa jadi Gita ingin melepas mimpinya…��� Makanya meskipun kamu realisasikan proyeknya…��� Gita tidak pernah peduli…���” Ucap Gema menjelaskan dengan menatap kosong rinai hujan tipis di hadapannya.


“……���” Bintang menatap Gema dalam lalu kembali mengarahkan tatapannya ke arah bangunan kota.


“Termasuk dulu kamu memutuskan untuk memilih Mas Faisal…��� Karena saya tidak pernah membuat kamu bahagia…���” Ucap Mas Bintang kembali menatap dalam raut wajah Gema yang menatap kosong.


“………���” Gema mengangguk.


“Hmm…��� Tapi pada akhirnya kebahagiaan memang bukan milikku…���” Ucap Gema tersenyum miris.


“Gem…��� Aku kenal Mas Faisal…��� Dia laki~laki yang baik lagi bertanggung~jawab…���” Ucap Mas Bintang meyakinkan Gema yang sedang rapuh.


“Lalu…��� Kamu bisa jelaskan kondisi ini…���” Tanya Gema datar.


“Kamu itu kekuatan Mas Faisal Gem…��� Kamu harus tetap mempercayai ada hal lain yang Mas Faisal lakukan…��� tapi kita tidak tahu…���” Ucap Mas Bintang yakin.


“………���” Gema terdiam sejenak.


“Bahkan seseorang pernah bilang dia terlalu sempurna…���” Bisik Gema lirih dan putus asa.


“Kalau kami sangat mempercayai Mas Faisal…��� Kamu juga harus bisa percaya itu, Gem…���” Jawab Mas Bintang tulus.


“………���” Gema hanya diam saja.


“Hening…���” Suasana kembali sepi, sunyi.


“Huhhh…��� Meskipun tidak tahu apa maksud Mas Faisal meninggalkan Gema begitu saja…��� Tapi aku selalu ingin meyakinkan Gema bahwa Faisal adalah laki~laki yang baik dan bertanggung~jawab…���” Batin Bintang bermonolog dalam kesunyian.


“Hening…���” Hanya menyisakan suara angin di udara dengan tetesan hujan rintik~rintik yang membasahi keduanya.


“Aku pulang dulu…���” Pamit Gema memecah sepi.


“Apa kamu tidak menawarkan diri mengantarku…���” Ucap Gema memprovokasi Bintang.


“………���” Bintang tersenyum dan menatap Gema sembari menggeleng pelan.


“Hahahaha…��� Aku tahu, Gem…��� Kamu pasti hanya menggodaku…��� Dan ketika aku menawarkanmu tumpangan…��� Kamu pasti akan menolak dan memilih naik taksi…���” Ucap Bintang kembali menatap jauh diantara gedung perkotaan.


“Hahaha…���” Gema tertawa kecil menyetujui apa yang di katakan bintang.


“Tap… Tap… Tap…���” Gema melangkah meninggalkan Bintang.


“………���” Tapi kemudian Gema menghentikan langkahnya.


“Tap… Tap… Tap…���” Gema kembali berlari ke arah Mas Bintang.


“………���” Bintang bembeku sembari menatap Gema yang kini berlari ke arahnya.


“Buk… Buk… Buk…���” Gema meluapkan emosi yang selama ini dia tahan, memukuli dada Bintang dengan penuh amarah, membiarkan tangisannya pecah bersama dengan kata~katanya.


“Mereka bilang… Hikz… Hikz…��� Aku harus percaya Mas Faisal…��� Tanpa diminta pun… Hikz… Hikz…��� Aku sudah berusaha… Hikz… Hikz…��� Dan selalu berusaha mempercayai… Hikz… Hikz…��� Kalau Mas Faisal adalah laki~laki yang baik dan sangat baik…��� Tapi dengan dia meninggalkan istrinya begitu saja… Hikz… Hikz…��� Bukankah berarti, aku yang tidak baik… Hikz…��� Istri macam apa… Hikz… Hikz…��� Yang di tinggalkan laki~laki… Hikz… Hikz…��� Yang di kenal orang sebagai pribadi yang sangat baik itu…��� Hikz… Hikz… Hikz…���” Ucap Gema meluapkan amarahnya.


“………���” Bintang hanya mematung, diam menerima amarah Gema.


“Ihh…���” Bintang meringis pelan, mau tidak mau dadanya juga ikut sakit, karena Gema yang terus memukulinya.


“………���” Bintang diam menerima pukulan demi pukulan yang dilayangkan Gema di tubuhnya.


“Aku sudah kehilangan segalanya… Hikz… Hikz…��� Cinta… Hikz… Hikz…��� Keyakinan… Hikz… Hikz…��� Kepercayaan… Hikz… Hikz…��� Lalu, harus dengan pemikiran seperti apa lagi… Hikz… Hikz…��� Terus meyakini kalau semua salahku… Hikz… Bikz…��� Karena tidak mungkin Mas Faisal sejahat ini… Hikz… Hikz…��� Apa boleh aku berpikir laki~laki macam apa yang tega meninggalkan istrinya yang sedang hamil… Hikz… Hikz…��� Sampai dia harus keguguran… Hikz… Hikz…��� Kemudian menceraikannya melalui selembar surat… Hikz… Hikz…��� Apa boleh…���” Ucap Gema geram di sela tangisannya yang mengiris perih.


“Hikz… Hikz… Hikz…���” Gema berhenti memukuli Bintang.


“Tes…���” Bintang juga ikut menangis.


“Hikz… Hikz… Hikz…���” Kaki Gema tiba~tiba lemas.


“………���” Gemapun duduk sambil kedua tangannya memeluk kakinya.


“Hikz… Hikz… Hikz…���” Gema menuntaskan tangisannya yang tak juga berhenti.


“Tik… Tik… Tik…���” Gerimis perlahan mulai reda, malam juga makin beranjak.


“………���” Bintang dan Gema tak juga hendak pergi, keduanya sama~sama diam.


“Hm…���” Bintang memilih berdiri agak jauh membelakangi Gema.


“Hikz… Hikz… Hikz…��� Padahal mungkin dulu aku menyakiti Gema…��� tapi dari kumpulan rasa sakit yang di terima Gema…��� Apa pantas Gema menerima perlakuan seperti ini…���” Batin Mas Bintang sembari menyembunyikan pedihnya.


“………���” Keduanya larut dalam emosi masing~masing.


“Mas Faisal…��� Saya sudah rela memberikan Gema…��� Karena saya yakin Gema bisa bahagia di sisi Mas Faisal…��� Tapi kalau ternyata seperti ini…��� Saya bisa mengambilnya lagi…���” Bisik Bintang dalam hatinya.


“Wusssh…���” Angin berhembus kencang seperti enggan ditinggalkan hujan, awan juga masih kelabu di tambah pekatnya malam.


“………���” Di tempat yang tidak jauh, seseorang mungkin juga merasakan dingin yang sama.


“Bremmm… Bremmm…���” Mobil yang membawanya terus melaju, tanpa mempedulikan kerinduannya pada sang kekasih.


“Huhhhh…��� Akan seperti apa takdir memainkan mereka…��� yang bisa mereka lakukan hanyalah menjalaninya…��� Dan tak ada pilihan lain…���”


📞✆︎ “………���”

__ADS_1


📞✆︎ “………���”


📞✆︎ “………���”


📞✆︎ “………���”


📞✆︎ “………���”


                                                                         


                                                                         


                                                                         


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


💚 ﷺ “…TO BE CONTINUED…” ﷺ 💚


💚☆ ﷽ ✮ “CEK IT OUT” ✮ ﷽ ☆💚


💚☆﷽ “TO BE CONTINUED” ﷽☆💚


💚﷽“GEMINTANG DIMATAMU”﷽💚


💚 ★ ﷽❀“BITTERSWEET”❀﷽ ★ 💚


💚﷽ “SILENT RELATIONSHIP” ﷽💚


💚✮﷽ “ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽✮💚


💚 ❀ ✮ ﷽ ✷ “ĞÊM” ✷ ﷽ ✮ ❀ 💚


💚 ✮﷽ “BÎÑTÂŇĞ MÂHÊŜ” ﷽✮ 💚


💚 ✮ ﷽ ❀ “BÎÑTÂŇĞ” ❀ ﷽ ✮ 💚


💚💚💚 ✮﷽ “PART44” ﷽✮ 💚💚💚


–––––


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


                                                                         


                                                                         


                                                                         


﷽“AUTHOR POV”﷽


                                                        


                                                        


“………���” “………���”


☆ ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜÂ AGUSSALIM > Ğêmâ


☆ BÎŇŤÂÑĞ MÂHÊŜÂ PUTRA > Bîñtâňğ


✮ ÎRGÎ ÂTH~TÂMÂMÎ SUDIRMAN > Ğîtâ


✮ FÂÎŜÂL ARIFIN PUTRA> Fâîŝâl


★ MÂЎÂ ANGGŘENI SOFIAN > Mâўâ


★ ÂŜŤŔÎĎ SOŘÂYÂ BÂCHTIÂŘ > Âŝťŕîď


❀ JÎĤÂÑ > Jîĥâñ


❀ ŇÛŘÛL > Ňûřûl


✷ PÂK MÛKĤLÎŜ > Pâk Mûkĥlîŝ


✷ RÂDITH >


♬ BÂNG HER> Bang Herman >


♬ RÂMÂ > Rama


...ﷻﷻﷻ...


♬♪♫♫♪♬


“Âllohummâ Shâlli Wâsâllim Wâbârik Âlââ Sâyyidinââ Muhâmmâd Wâ Âlââ Âliih Wâ~Âshâbih Wâ~Âswâjih Wâ~Ummâtihi~Âjmâin…���”


“………���”


                                                                         


                                                                         


                                                                         


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


💚 ﷺ “…TO BÊ COŇTÎŇUÊD…” ﷺ 💚


💚💚 ﷻ “…BERSAMBUNG…” ﷻ 💚💚


💚☆ ﷽ ✮ “CÊK ÎT OUT” ✮ ﷽ ☆💚


💚☆﷽ “TO BÊ COŇTÎŇUÊD” ﷽☆💚


💚﷽“ĞÊMÎŇTÂŇĞ DÎMÂTÂMU”﷽💚


💚 ★ ﷽❀“BITTÊRSWÊÊT”❀﷽ ★ 💚


💚﷽ “SÎLÊŇT RÊLATÎOŇSHÎP” ﷽💚


💚✮﷽ “ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽✮💚


💚 ❀ ✮ ﷽ ✷ “ĞÊM” ✷ ﷽ ✮ ❀ 💚


💚 ✮﷽ “BÎÑTÂŇĞ MÂHÊŜ” ﷽✮ 💚


💚 ✮ ﷽ ❀ “BÎÑTÂŇĞ” ❀ ﷽ ✮ 💚


💚💚💚 ✮﷽ “PÂRT44” ﷽✮ 💚💚💚


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


“………���” “………���” “………���” “………���” “………���” “………���” “………���” “………���” “………���”

__ADS_1


__ADS_2