“BITTERSWEET MERRIAGE”

“BITTERSWEET MERRIAGE”
60. “Suami Istri Sesungguhnya…���”


__ADS_3

💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


“………���”


💚 ★ ﷽ ❀“BITTEŘSWEET”❀ ﷽ ★ 💚


✆︎


💚﷽GEMINTÃNG DIMÃTÃMU﷽💚


💚💚✮ ﷽ ❁“GEMPITÔ❁ ﷽ ✮💚💚


💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚


💚💚✮ ﷽ ❁“BINTÃNG”❁ ﷽ ✮💚💚


💚💚 ✮ ﷽ ❁ “PÃŘT58” ❁ ﷽ ✮ 💚💚


–––––


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


﷽❝ÃUŤĤΌŘ POV❞﷽


“Tap… Tap… Tap…!!!” Dan Bintang pun berjalan memasuki kamar mandi yang berada di kamar Gema. Beberapa menit berlalu. Setelah Bintang keluar dari kamar mandi.


“Huhhh…���” Tarikan nafas lirih Mas Bintang.


“Maa Syaa Allah…���” Ucap Mas Bintang saat pandangannya tertuju pada Gema yang sedang duduk di depan cermin sambil menyisir rambutnya yang panjang dan indah.


“Hm…” Gema merasa bahwa seseorang sedang memperhatikannya kemudian.


“Hap…” Gema berbalik dan mendapati Bintang Mahesa Putra-Suaminya yang sedang menatapnya dengan penuh cinta. Pandangan kedua terkunci lewat pantulan cermin.


“Hm…!!!” Setelah beberapa detik mereka saling berpandangan. Mas Bintang menyeka rambutnya dengan handuk putih kecil, dan handuk putih lain terikat di pinggangnya.


“Huhhhh…���” Tarikan nafas berat Gema. Pandangan Gema sekali lagi jatuh di pada dada milik Suaminya.


“Kali ini aku bisa melihat dengan jelas bentuk tubuh Bintang yang menawan…��� Perutnya yang six~pack, dan dada bidangnya yang kekar…���” Ucap Gema membatin.


“GLEG…���” Gema menelan air liurnya dan menjadi malu.


“Shalat subuh dulu, Sayang…���” Ucap Mas Bintang mengambil baju kokonya. Mas Bintang memasangnya dengan hati~hati.


“Tap… Tap… Tap…!!” Gema berjalan menuju alat shalatnya yang sudah terhampar. Gema segera memasang dan mulai memposisikan diri untuk menjadi makmum suaminya.


“Sudah siap…���” Tanya Mas Bintang setelah berdiri di atas ambalnya sebagai iman.


“Insyãã Ãllãh, Tang…” Ucap Gema yakin. Mas Bintang segera membalikkan tubuhnya memulai ritual shalatnya dengan membaca niat shalatnya.


“Ãllãhu Ãkbãr…” Ucap Mas Bintang memulai takbir shalatnya. Keduanya sibuk dalam lantunan shalatnya yang khusyuk.


“Ãssãlãmu'Ãlãikum Wãrãhmãtullãh… Ãssãlãmu'Ãlãikum Wãrãhmãtullãh…” Ucap Mas Bintang mengakhiri shalat mereka. Mas Bintang melantunkan lafash dzikir “pãgi dãn petãng” begitupun dengan Gema.


“Ãllãhummã Shãlli Wãsãllim Wãbãrik Ãlãã Sãyyidinãã Muhãmmãd Wã Ãlãã Ããli Wã Ãshãbih Wã Ummãtihi Ãjmãin…” Keduanya sibuk dalam kekushuk~an masing~masing. Gema meraba punggung suaminya untuk menyudahi dzikirnya.


“Hm, kenapa…���” Tanya Mas Bintang yang menoleh.


“Sãlim…” Ucap Gema menyodorkan tangangannya untuk meminta uluran tangan suaminya. Mas Bintang tersenyum dan memberikan tangannya untuk dicium penuh khikmad.


“Tunggu dulu…!!!” Ucap Bintang menahan tangan Gema yang akan ditarik.


“Hm…��� Kenapa, Mas…���” Tanya Gema heran.


“Aku… aku mau…���” Ucap Mas Bintãng menyunggingkan senyum malu~malu tapi nakal. Gema tahu maksud suaminya namun Gema tetap menautkan kedua alisnya berpura~pura bingung.


“Mau apa…���” Tanya Gema terus pura~pura.


“Itu…” Ucap Mas Bintang menaik turunkan alisnya lalu mendekatkan diri pada sang istri. Gema menggeleng ringan.


“Boleh, ya…���” Ucap Mas Bintang sudah mengikis jarak dengan Istrinya. Gema masih menggelengkan kepalanya lemah.


“Cup…!!!” Mas Bintang mencium bibir istrinya singkat. Gema menggeleng dengan raut wajah yang memerah karena malu.


“Hmm…” Mas Bintang langsung berdiri dan mengangkat Gema kembali keperaduan.


“Mas…���” Gema kaget dan memeluk sang suami agar tak jatuh. Mas Bintang meletakkan sang istri di atas tempat tidur dengan wajah yang berbinar.


“Hmmpp…” Dengan cepat Mas Bintang sudah meraup dan mencium dalam istrinya dengan rakus. Entah bagaimana caranya pakaian keduanya sudah berserakan dimana~mana.


“Huppp…!!!” Mas Bintang melancarkan serangan pãgi melumpuhkan kekakuan istrinya.


“Mas…���” Ucap Gema tersentak kaget Namun tidak menolak kehendak suami yang membutuhkannya di pagi hari ini.


“Akhhh…!!!” Hingga ******* sulit terelakkan lagi.Mas Bintang terus menghujani Gema dengan cintanya.


“Cup… Cup… Cup…” Kecupan dilayangkan untuk meredam panasnya tubuh keduanya. Hingga akhirnya Mas Bintang meluapkan bendungan cinta dengan benih yang semoga saja segera menjelma menjadi seorang bayi lucu, di antara mereka.


“Ãlhãmdulillãh…!!!” Ucap Mas Bintang setelah berhasil menguasai dirinya.


“Alhamdulillah…!!!” Ucap Gema sembari tersenyum malu, saat Suaminya sudah menarik selimut menutupi tubuh keduanya yang terEkspos.


“Cup… Cup…!!! Terima kasih sudah menjadi istriku…” Ucap Mas Bintang mengecup kening Gema. Gema hanya mengulas senyum lelah.


“Ãlhãmdulillãh, seperti inikah berhubungan dengan laki~laki yang selama ini aku cintai…���” Batin Gema bermonolog.


“Sayang, kamu capek, 'kan…���” Tanya Mas Bintang


“Mas…���” Ucap Gema yang sudah tak bisa menahan kantuknya karena lelah karena pertempuran semalam ditambah dipagi buta membuatnyatertidur dalam dekapan sang suami. Mas Bintang tetap terjaga dengan bagian tubuh yang masih berada di dalam inti tubuh istrinya.


“Cup… Cup… Cup… Cup…!!!” Bintang mengecup kening Gema berkali~kali. Bintang terus meluapkan kebahagiannya memiliki Gema sebagai istrinya. Mas Bintang tersenyum merasa sangat bersyukur dan bahagia.

__ADS_1


“Ãkhirnya setelah sekian lama… Aku bisa memilikimu… Menjadikan kamu istriku sebenar~benarnya… Kamu Milikku seutuhnya, Gempita Marissa…!!!” Ucap Bintãng penuh takjub.


“Cup… Cup… Cup…!!!” Bintang kembali mencium kening sang istri berkali~kali mengEkspresikan rasa cinta yang lama bersemayam dalam qalbunya.


Hingga tanpa sadar, Mas Bintang kembali bermain~main dengan bagian tubuh sensitif istrinya, yang membuatnya kembali menegang meminta untuk segera dipenuhi.


“Akhmp…���” Gema kembali mendesah karena rangsangan Mas Bintang di bagian tubuh sensitifnya. Mas Bintang benar~benar meluapkan rasa cintanya yang menggebu.


“Aku menginginkanmu lagi, Sayang…���” Ucap Mas Bintang beberapa menit setelah break.


“Hmm…” Gema melenguh dan membuka matanya karena kegiatan Mas Bintang pada bagian tubuhnya.


“Hah…���” Ucap Gema yang kaget kembali membuka matanya dengan lebar.


“Kamu, nggak capek…���” Tanya Gema kewalahan.


“Nggak, Sayang… Justru, aku semakin tergoda padamu…���” Bisik Mas Bintang yang parau karena keinginanya kembaliiiii.


“Hm…” Gema menggeleng tidak percaya namun ia tetap pasrah menerima perlakuan suaminya.


“Cup… Cup… Cup… Hmph…!!!” Mas Bintang kembali melancarkan serangannya setelah mereka melakukan forplay hingga menginginkan satu sama lain.


Hingga subuh menjema menjadi pagi kegiatan menguras kalori terus mereka lakukan. Kegiatan pasangan dewasa terus berlanjut hingga beberapa putaran.


“Humpp…���” Gema menggigit bibirnya untuk menahan desah disela~sela aktifitas intim suami istri. Mas Bintang terus menghujani istrinya penuh cinta tanpa menjedah sedikitpun.


“Aku mencintaimu, Gempita Marissa Agussalim…���” Ucap Mas Bintang lantang disela~sela aktifitas olah raga paginya yang menguras banyak kalori.


Hingga keduanya menyerah kalah dengan peluh yang membasahi tubuhnya masing~masing. Bintang benar-benar meluapkan seluruh cinta yang terpendamnya.


“Cup…���” Mas Bintang kembali mencium leher Gema penuh kasih.


“Aku mencintaimu Gempita Marissa Agussalim…!!!” Ucap Mas Bintang setelah mencium sang istri.


“Aku juga mencintaimu, Bintang Mahesa Putra…���” Ucap Gema yang letih. Mas Bintang tersenyum mendengar balasan cinta istrinya.


“Cup… Cup… Cup…���” Mas Bintang kembali mencium dan membawa Sang istri dalam dekapannya.


“Aku mencintaimu, Gempita Marissa…���” Ucap Mas Bintang kembali mengulang penuh cinta sembari terus mencium wajah sang istri. Mereka tertidur dalam lelahnya rutinitas intim suami istri.


“Zzttt…” Mereka memasuki damainya alam mimpi.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


“………���”


💚 ★ ﷽ ❀“BITTEŘSWEET”❀ ﷽ ★ 💚


💚﷽GEMINTÃNG DIMÃTÃMU﷽💚


💚💚✮ ﷽ ❁“GEMPITÔ❁ ﷽ ✮💚💚


💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚


💚💚✮ ﷽ ❁“BINTÃNG”❁ ﷽ ✮💚💚


💚💚 ✮ ﷽ ❁ “PÃŘT60” ❁ ﷽ ✮ 💚💚


–––––


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


﷽❝ÃUŤĤΌŘ POV❞﷽


“………���” Hari sudah siang. Gema dan Bintang bangun dengan panik.


“Huhhh…��� Aku harus mengulang mandi lagi…���” Ucap Gema kesal. Mas Bintang hanya tersenyum sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar gerutu sang istri.


“Aku duluan, Mas…���” Ucap Gema beranjak memasuki kamar mandi dengan tergesa~gesa. Mas Bintang hanya tersenyum dan menatap lalu kembali membanting tubuhnya di atas ranjang yang berantakan.


“Mas, bangun…!!!” Teriak Gema yang sudah mandi, membangunkan Mas Bintang yang kembali tertidur.


“Mas…���” Teriak Gema sembari mengusap bahu suaminya dengan sedikit kasar.


“Hoam… Allahu Akbar…���” Ucap Mas Bintang menyadarkan dirinya.


“Bangun, Mas…��� Sudah siang…��� Mas nggak kerja…���” Ucap Gema panik sembari memakai pakaiannya. Mas Bintang segera berdiri tanpa menutup tubuhnya yang masih toples.


“MAS…���” Teriak Gema merasa malu melihat tubuh telanjang suaminya. Mas Bintang mengabaikan teriakan istrinya dan bersikap tidak perduli.


“Aku yakin kamu pasti tergoda…��� Dan aku senang membuatku tergoda olehku…���” Batin Bintang bermonolog senang.


“Tap… Tap… Tap…���” Bintang terus berjalan menuju kamar mandi.


“Astaghfirullah Al~Azhiim…���” Ucap Gema sembari memegang dadanya yang dag~dig~dug melihat tubuh telanjang suaminya. Gema menggeleng melihat sikap acuh suaminya.


“Huhhh…���” Gema menghembuskan nafas kesal dan malunya.


“Kalau begini aku bisa telat…���” Ucap Gema sembari kembali melanjutkan aktifitas memakai pakaian kerjanya.Sementara itu, Mas Bintang sudah berjalan melewati Gema yang masih mematut diri di depan cermin.


“Tap… Tap… Tap…���” Mas Bintang keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit di bawah pusarnya. Ia berjalan ke arah sebuah meja yang sudah terdapat pakaian yang masih ada plastiknya.


“Sayang… Ini pakaianku…���” Tanya Mas Bintang mengambil kemejanya dan mulai memakainya.


“Huhhh…���” ******* nafas menyadarkan Gema yang ditarik kembali dari pikirannya.


“Sekali lagi aku merasa malu…��� Berpikir bagaimana aku bisa merasa begitu kagum pada tubuh Bintang, Suamiku…��� Suamiku…��� Ah, Sekarang. Mas Bintang sudah menjadi suamiku…���” Batin Gema bermonolog melihat tubuh Bintang.


“Sayang, Kok bengong…���” Ucap Bintang tersenyum menyeringai.


“Aa… Kenapa, Mas…���” Ucap Gema tergagap kedspatan memandang tubuh suaminya.

__ADS_1


“Ini, pakaianku bukan…���” Ucap Bintang menelisik kemeja yang ada di atas tempat tidur.


“Iya, itu di kasih Mas Andra tadi…���” Ucap Gema memalingkan wajah kembali merapikan diri.


“Aku tahu, bahwa selama ini kami sama sekali tidak pernah menjalin kasih sebelum pernikahan…��� Kami bahkan bergelut dalam permusuhan tersembunyi…��� Dan baru terungkap cinta saat kami dipertemukan dalam situasi berbeda…���” Batin Gema terus bermonolog saat melihat pantulan suaminya di cermin.


Setelah selesai Gema meraih tas dan segera bergegas menuju pintu keluar.


“Hm… sini dulu…” Ucap Mas Bintang langsung meraih lengan sang istri.


“Mas…���” Ucap Gema tersentak kaget.


“Hmppl…���” Mas Bintang langsung menyambar bibir sang istri, sedikit bermain disana.


“Mhmasss… Mas…���” Gema langsung menarik dirinya dari dekapan sang suami.


“Apa~apaan sih, Mas…���” Ucap Gema kesal. Bintang hanya menggaruk alisnya dan tersenyum.


“Morning kiss, Sayang…���” Ucap Mas Bintang dengan kembali menyeringai mesum.


“Sudah cukup… Kita belum halal secara hukum negara… Dan aku nggak mau tiba~tiba hamil karenamu, Mas…��� Lagi pula kita sudah terlambat kerja…!!!” Ucap Gema memperbaiki riasannya.


“Tidak usah bekerja… Aku bisa menafkahimu dengan layak tanpa kamu bekerja…!!!” Ucap Mas Bintang kembali memeluk Gema dari belakang.


“Belum waktunya, Mas… Aku harus menyelesaikan tanggung jawabku…” Ucap Gema menghindari sang suami.


“Suami adalah raja… Dan perintahnya adalah kewajiban yang mutlak kamu turuti… Jadi jangan bekerja hari ini…��� Aku yakin kamu pasti lelah hari, ‘bukan…���” Tanya Mas Bintang dengan mengeratkan pelukan dan mencium bagian tubuh Gema yang tertutup hijab.


“Minggu depan aku sudah berhenti, Mas… Hari ini aku harus bekerja hingga jumat depan… Aku tidak bisa pergi begitu saja…” Ucap Gema melepaskan diri dari suaminya.


“Istirahatlah, Sayang…!! Aku yakin kamu masih sangat lelah…” Ucap Mas Bintang yang terus memindai gerak~gerik istrinya.


“Ya…!!! Itu karenamu, Mas…!!! Harusnya kamu jangan deketin aku dulu…!!!” Ucap Gema ketus. Gema memperhatikan dirinya lalu kembali merapikan pakaiannya yang sedikit terkoyak.


“Itu nggak mungkin, Sayang… Karena hanya itulah caraku mensyukuri hidup menjadi suamimu…!!!” Ucap Mas Bintang dengan senyum bahagia.


“Tap… Tap… Tap…���” Bintang berjalan mendekati sang istri yang hanya diam mematung.


“Jangan mendekat, Mas…���” Ucap Gema menghindari lengan suaminya. Mas Bintang hanya tersenyum.


“Tap… Tap… Tap…���” Dan Mas Bintang segera melangkah keluar dari kamar setelah meraih jam tangan di samping Gema. Gema hanya mengerutkan kening.


“Aku cuma mau ambil ini, Sayang…!!!”


“Apa~apaan sih kamu, Gem…��� Mas Bintang hanya ingin mengambil jam tangannya…��� Kenapa kamu malah keGE~ERan terus…���” Ucap Gema malu saat mengingat bagaimana ia berusaha menjauhi sang suami yang ternyata hanya ingin meraih jam tangan di meja tepat di samping Gema berdiri. Gema mengkerucutkan bibirnya.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


“…‘…’…���”


💚 ★ ﷽ ❀“BITTEŘSWEET”❀ ﷽ ★ 💚


✆︎


💚﷽GEMINTÃNG DIMÃTÃMU﷽💚


💚💚✮ ﷽ ❁“GEMPITÔ❁ ﷽ ✮💚💚


💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚


💚💚✮ ﷽ ❁“BINTÃNG”❁ ﷽ ✮💚💚


💚💚 ✮ ﷽ ❁ “PÃŘT58” ❁ ﷽ ✮ 💚💚


–––––


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


﷽❝ÃUŤĤΌŘ POV❞﷽


“………���”


“………���”


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


💚 ﷺ “…TO BÊ COŇTÎŇUÊD…” ﷺ 💚


💚💚 ﷻ “…BERSAMBUNG…” ﷻ 💚💚


💚☆ ﷽ ✮ “CÊK ÎT OUT” ✮ ﷽ ☆💚


💚☆﷽ “TO BÊ COŇTÎŇUÊD” ﷽☆💚


💚﷽“ĞÊMÎŇTÂŇĞ DÎMÂTÂMU”﷽💚


💚 ★ ﷽❀“BITTÊRSWÊÊT”❀﷽ ★ 💚


💚﷽ “SÎLÊŇT RÊLATÎOŇSHÎP” ﷽💚


💚✮﷽ “ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽✮💚


💚 ❀ ✮ ﷽ ✷ “ĞÊM” ✷ ﷽ ✮ ❀ 💚


💚 ✮﷽ “BÎÑTÂŇĞ MÂHÊŜ” ﷽✮ 💚


💚 ✮ ﷽ ❀ “BÎÑTÂŇĞ” ❀ ﷽ ✮ 💚


💚💚💚 ✮﷽ “PÂRT60” ﷽✮ 💚💚💚


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

__ADS_1


__ADS_2