
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
💚 ★ ﷽❀“BITTEŘSWEET”❀﷽ ★ 💚
💚﷽GEMINTANG DIMATAMU﷽💚
💚 💚 ✮ ﷽ “GEMPITA” ﷽ ✮ 💚 💚
💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚
💚 💚 ✮ ﷽ “BINTANG” ﷽ ✮ 💚 💚
💚💚💚 ✮ ﷽ “PAŘT23” ﷽ ✮ 💚💚💚
–––––
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
﷽ ❝ÂÛŤĤOŘ POV❞ ﷽
...“TIÂP OŘANG...
...PUNYÂ ‘ZONÂ WÂKTU’nya...
...MASING~MASING”...
“NEW YOŘK tiga jam lebih awal daripada CALIFOŘNIA, tapi tidak berarti CALIFOŘNIA lambat atau NEW YOŘK terlalu cepat. Keduanya berada di sesuai ‘ZONA WAKTU’nya masing~masing”
“Seseorang yang masih belum MENIKAH/SENDIŘI/SINGLE/JOMBLO/MEMBUJANG, Mereka berada di sesuai ‘ZONA WAKTU’nya masing~masing”.
“Seseorang MENIKAH dan menunggu 10 TAHUN untuk memiliki MOMONGAN. Ada juga yang memiliki MOMONGAN dalam SETAHUN usia pernikahannya”
“Seseorang LULUS KULIAH di usia 22 tahun, tapi menunggu 5 tahun untuk mendapatkan PEKEŘJAAN TETAP. Yang lainnya lulus di usia 27 tahun dan LANGSUNG BEKEŘJA”
“Seseorang belajar BAHASA AŘAB sejak usia SD tapi wafat saat usia 45 tahun. Yang lain baru BELAJAŘ QUŘ’AN di usia 63 tahun, tapi MAMPU MEMBACANYA hingga usia 95 tahun, karena DIKAŘUNIAKAN kepadanya usia yang PANJANG NAN BEŘKAH…”
“Setiap orang BEKEŘJA dan berada sesuai ‘ZONA WAKTU’nya masing~masing…”
“Seseorang bisa MENCAPAI BANYAK HAL dengan KECEPATANNYA masing~masing. Bekerjalah sesuai ‘ZONA WAKTU’mu…”
“Kolegamu, teman~teman, adik kelasmu mungkin TAMPAK lebih maju. Mungkin yang lainnya TAMPAK di belakangmu…”
“Setiap orang di dunia ini BEŘLAŘI di PEŘLOMBAANNYA sendiri, JALUŘNYA sendiri, dalam WAKTUNYA masing~masing. ALLAH punya ŘENCANA BEŘBEDA untuk MASING~MASING ORANG…”
“WAKTU BEŘBEDA untuk setiap orang. OBAMA PENSIUN dari presiden di usianya yang ke 55, dan TŘUMP MAJU jadi presiden Amerika di usianya ke 70. JANGAN IŘI kepada mereka atau malah mengejeknya. Itu ‘ZONA WAKTU’ mereka…”
“Kamu pun berada di ‘ZONA WAKTU’mu sendiri. Bebaskan Diri Nikmati ‘ZONA WAKTU’mu, Pencapaian Tiap Orang Beda~Beda”
“Ada yang bilang usiamu sudah TEŘLALU TUA untuk memulai KAŘIER BAŘU. Ada yang menganggap usiamu sudah KELEWAT MATANG untuk MENIKAH. Sudah TEŘLAMBAT untuk PUNYA ANAK. Sudah KETINGGALAN JAUH dari teman~teman SEUSIAMU yang kini sudah PUNYA ŘUMAH sendiri…”
“Walau memang TIDAK MENYENANGKAN mendengarkan semua ejekan, nyinyiran dan cibiran tersebut, kita perlu mengingatkan diri bahwa pencapaian orang itu berbeda~beda…”
“Saat melihat linimasa media sosial kita, kita akan langsung dihadapkan pada berbagai gambaran yang dimiliki orang lain. Masing~masing orang pun saling berlomba memperlihatkan dan memamerkan pencapaian baru dalam hidupnya. Dari sini, kemudian kita merasa sudah tertinggal jauh dari orang~orang tersebut. Wajar jika kita merasa iri dengan hidup orang lain. Mungkin juga karena kita merasa kecewa dengan kehidupan yang kita miliki. Tapi kita juga perlu tahu bahwa “zona waktu” tiap orang berbeda~beda…”
“Kurangi Řasa Malu”
“Whenever something bad happens, keep calm, take a few deep breaths and shift the focus to something positive.” ― Řoy T. Bennett
Seringkali kita merasa kecewa dengan hidup kita sendiri karena kita merasa malu. Malu masih sendiri sementara teman~teman lain sudah tampak lebih bahagia dengan suami dan anak~anaknya. Malu masih tinggal di rumah kontrakan sementara teman sekantor sudah bisa beli rumah sendiri. Kita merasa malu karena merasa sudah tertinggal jauh. Padahal bisa jadi karena memang ini adalah “…‘ZONA WAKTU’…” kita. Kita punya “fase” yang berbeda dari kehidupan orang lain
“Nikmati ‘ZONA WAKTU’, Izinkan Diri untuk Terus Bertumbuh”
“I felt I was drowning in my negativity. There was no hope of room for patience and no means of escape, no way to either repent or rebel I felt I could not undo the lock.” ― Jalaluddin Rumi, The Rumi Collection
“Tidak semua kehidupan manusia, memiliki jalan dan seragam yang sama. Daripada terus merasa tertinggal dan terlambat melakukan sesuatu, lebih baik menikmati “…‘ZONA WAKTU’…” kita sendiri. Izinkan diri untuk terus belajar dan bertumbuh. Di saat kita merasa pikiran kita dipenuhi oleh hal negatif, coba terima dengan lapang. Lalu, lepaskan perlahan semua hal negatif yang ada di dalam diri. Setelah itu, kita perlu fokus melakukan hal~hal yang lebih baik untuk membuat kita terus tumbuh menjadi pribadi yang bersinar.
“Syukuri Semua yang Sudah Ada dan Coba Hal~Hal Baru”
“When you are stuck in the same routine for months, you stop seeing new opportunities.” ― Dhaval Gajera, MAKE IT HAPPEN: with 30 greatest life lessons
“Syukuri dulu semua yang sudah kita punya. Nikmati “setiap proses” yang kita jalani. Terima setiap “fase kehidupan” yang kita dapat. Jika memang ada hal~hal yang belum sempat kita kejar dan dapatkan, belumlah terlambat untuk memulai sesuatu yang baru. Saatnya untuk mencoba dan menciptakan hal~hal baru. Untuk mengubah nasib lebih baik, kita harus melakukan sesuatu”
“Daripada terus meratapi hidup dan mengutuk kehidupan orang lain, lebih baik kita mulai memperbaiki hidup kita sendiri. Mulai dari hal~hal yang masih dalam kendali kita untuk ditingkatkan lagi. Tetap semangat, ya. Urusan cepat atau terlambat, seringkali itu hanyalah label semata”
“………���” Gema mengabaikan dering ponselnya.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
💚 ✷ ﷽❀“BITTEŘSWEET”❀﷽ ✷ 💚
💚﷽GEMINTANG DIMATAMU﷽💚
💚 💚 ✮ ﷽ “GEMPITA” ﷽ ✮ 💚 💚
💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚
💚 💚 ☆ ﷽ “BINTANG” ﷽ ☆ 💚 💚
💚💚💚 ✮ ﷽ “PAŘT22” ﷽ ✮ 💚💚💚
–––––
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
❝ÂÛŤĤOŘ POV❞
...﷽“FLASHBACK ON”﷽...
“………���” Jakarta 2005, Tiga bulan setelah menjadi siswa baru.
Siang itu di taman sekolah Bintang benar~benar tidak fokus membaca, itu karena tiga perempuan dari kelas B yang sedari tadi berisik. Ditambah Bintang juga ikut menguping obrolan mereka.
“Ayolah Ge pakai…��� Nanti aku belikan jilbab buat sekolah deh…���” Rengek Maya bermanjaria.
“Jangan mau, Gem…��� Gue aja juga belum berjilbab…���” Sahut Astrid melarang.
“Makanya…��� Ayo dong…��� Kalian temani aku mulai pake jilbab…���” Pinta Maya memaksa lemah.
“Aku 'kan harus izin Mama dulu, May…���” Jawab Gema diplomatis.
“Mau ikut ekskul aja ribet banget sih May…���” Keluh Astrid sewot.
“'Kan Maya ikut ekskul ROHIS (Rohani Islam) Astrid…��� Jadi harus pakai jilbab…���” Ucap Gema membelas Maya dan dengan kesal mendengar ucapan Astrid ia balik menyerang.
“Tapi itu si Risa…��� Dia nggak pakai jilbab kok…��� Padahal juga masuk ROHIS…���” Sanggah Astrid nyolot.
“Itukan Risa Astrid Bahtiar…��� Kalau aku, nggak nyaman_lah…���” Ucap Maya kesal.
“Mending ikut ekskul tari aja May…��� biar Kita bisa bertiga…���” Ajak Astrid menaik turunkan alisnya.
“Ini 'kan yang minta orang tua aku Astrid gila…��� Kamu lupa ya…���” Ucal Maya kesal.
“Hehehe…���” Astrid membalas dengan cengengesan.
“Ekskul ROHIS itu hari Jum'at ya, May…���” Tanya Gema penasaran.
“………���” Maya mengangguk.
“Ya sudah…��� Nanti aku izin ke Mama buat ikut ROHIS juga…��� Tapi untuk izin pakai jilbabnya…��� Aku belum berani ya, May…���” Ucap Gema sumringah.
“Kamu ikut dua ekskul…���” Tanya Maya menelisik.
“………���” Gema mengangguk.
“Jadwalnya 'kan nggak tabrakan…���” Ucap Gema menjawab.
“Tapi 'kan Ge…��� Bukannya loe ikut Tari juga nemenin Gue ya…���” Tanya Astrid aneh.
“Udah…��� Enggak apa~apa…��� Yuk masuk kelas…���” Ajak Gema menggandeng kedua sahabatnya.
“………���” Keduanya hanya tersenyum.
“Ih…��� Rapunzel kita baik banget ya May…���” Goda Astrid sambil bangkit dari duduknya.
“Apaan sih…���” Ucap Gema mencubit pinggang Astrid.
“Hahahaha…���” Ketiga sahabat itu melangkah menuju kelas sambil sesekali bergurau.
__ADS_1
“………���” Bintang memperhatikan mereka sambil tersenyum, lebih tepatnya Bintang memperhatikan Gema.
“Padahal dalam hidup…��� Kita bebas menentukan pilihan kita sendiri…���” Ucap Bintang datar dengan senyum simpul.
“Ngomong sama siapa, Bintang…���” Tanya sebuah suara.
“………���” Bintang tersentak kaget.
“Ternyata suara Julia, teman satu kelasku yang centil…���” Ucap Bintang membatin.
“Enggak kok…���” Jawab Bintang sambil kembali fokus pada bukunya.
“………���” Julia melihat ke arah mana Bintang tadi berbicara.
“Maya, Astrid, Gema…��� Kamu mengomentari yang mana Bin…���” Tanya Julia.
“Huhhh…���” Bintang menarik nafas perlahan.
“Julia maaf…��� Kamu tidak tahu, saya lagi baca…���” Ucap Bintang tidak bersahabat.
“Tahu kok…��� Aku juga tahu…��� Kalau kamu dari tadi memperhatikan salah satu dari anak kelas B itu…���” Ucap Julia menyudutkan Bintang.
“………���” Bintang menggelengkan kepalanya dan berlalu.
“Bin…��� Bintang…���” Panggil Julia.
“………���” Bintang diam tak mempedulikannya, otomatis membuat Julia kesal.
“Ihh…��� Dasar cewek~cewek norak…��� Lihat aja Gue bakal bikin perhitungan sama mereka…���” Ucap Julia penuh dendam.
“Tap… Tap… Tap…���” Julia berjalan kearah Gema sekawan.
“………���” Julia semakin mendekat kedalam area tiga sekawan.
“Hai…��� Boleh gabung…���” Tanya Julia pada Gema dan teman~temannya saat istirahat jam ke 2.
“………���” Ketiga sahabat itu saling berpandangan, karena tidak mengenali gadis yang berdiri didepan mereka.
“Oh iya, boleh…��� Silahkan…���” Jawab Maya ramah dengan senyumnya.
“Kenalkan, aku Julia dari kelas 1A…���” Ucap Julia memperkenalkan diri.
“Oh…��� Kamu yang namanya Julia…��� Kalau itu sih kita sering denger…���” Sahut Astrid santai.
“………���” Meskipun masih kelas 1, nama Julia sudah dikenal hampir seluruh teman~teman seangkatannya, itu karena keramahannya. Julia dikenal supel dan pandai bergaul, padahal sebenarnya dia pandai memanfaatkan seseorang.
“Aku Maya…��� Ini Astrid dan ini Gema…���” Ucap Maya memperkenalkan dirinya dan teman~temannya.
“Kalau nama kalian aku sudah tahu kok…���” Ucap Julia senyum kecil manipulatifnya.
“Dari mana…���” Tanya Maya.
“'Kan waktu MOS…��� Aku ketua siswinya…���”
“Wah… Wah… Wah…��� Kamu hebat…��� Langsung hafal nama semua siswi…��� Padahal kita aja lupa sama kamu…���” Seru Astrid kagum.
“Ya, gitu deh…���” Ucap Julia tersenyum penuh bangga.
“………���” Julia duduk di samping Astrid,
“Bosen main sama anak kelas A terus…��� rata~rata mereka pada fokus belajar…��� Orang~orangnya juga serius…���” keluh Julia.
"Ya sudah sini main sama kita…��� Kita sih seneng~seneng aja kok…���” Ajak Astrid.
“………���” Julia tersenyum.
“Kalau di kelas B…��� Yang paling pintar siapa…��� Belajar terus ya…���” Tanya Julia.
“Enggak juga kok…���” Jawab Maya.
“Ini orangnya lagi sama kita…���” Ucap Astrid sambil menunjuk Gema yang duduk disebelah Maya.
“Oh, Gema…��� Tapi pendiam ya…���” Ucap Julia menilai karakter Gema.
“Enggak kok…��� Aku dari tadi menyimak obrolan kalian aja…���” Jawab Gema tersenyum ramah.
“Kalau di kelas aku sih Bintang…��� Kalian kenal…���”
“Oh Bintang…���” Seru Astrid.
“Astrid kenal…���” Ucap Julia bertanya.
“Kenal… lah…��� Gue sama Bintang dulu satu SMP…��� Bintang juga sekelas sama Gue…���” Ucap Astrid santai.
“Wah…��� Bintang itu bagaimana sih…���” Tanya Julia penasaran.
“………���” Julia hanya menyunggingkan senyum.
“Mulai deh…���” Ucap Maya memukul kepala belakang Astrid.
“Hehehehe…���” Astrid malah makin terkekeh.
“Lah…��� Kalian nggak tahu…��� kalau Gue lagi pedekate loh…���” Ucap Astrid sambil berlari, karena tahu Maya bakal mengejarnya.
“………���” Dan benar saja Maya ikut berdiri dari duduknya.
“Mulai deh mereka…���” ucap Gema.
“Kampungan banget sih jadi cewek…��� Jadi kayak gitu seleranya Bintang…��� Nggak berkelas…���” Ucap Julia lirih sambil berlalu.
“Astaghfirullah…��� Kok Julia ngomongnya begitu sih…���” Ucap Gema kaget mendengar kata~kata Julia barusan, karena yang dia tahu sedari tadi Julia berkata~kata ramah.
“………���” Kedua sahabatnya masih asyik kejar~kejaran.
“Lah…��� Bener 'kan, May…��� Gue lagi pedekate sama Julia…���” Seru Astrid yang tertangkap Maya.
“………���” Maya memegang tangan Astrid yang sudah kelelahan berlari.
“Tapi kalau orang dengar bisa salah paham tahu…���” Ucap Maya protes.
“………���” Maya menarik astrid untuk kembali duduk.
“Ampun…��� Ampun…��� Aih, lepasin Gue, May…���” Pinta Astrid.
“………���” Maya memegang tangan Astrid dan mengelitikinya lagi.
“Loh…��� Julia mana, Ge…���” Tanya Maya sadar keberadaan salah satu teman baru telah lenyap.
“Sudah pergi…��� tadi katanya ada urusan…���” Ucap Gema menjawab datar.
“Yah.. baru juga nambah temen satu…��� Sudah kabur aja…���” keluh Astrid.
“Astrid…��� besok~besok kalau ngomong hati~hati deh…���” pinta Gema.
“Iiih, ngape…���” ucap Astrid protes.
“Nggak baik bikin orang salah paham…��� Kalau aku sama Gema sih tahu…��� Kamu lagi bercanda…��� Tapi yang lain 'kan belum tentu paham…���” Ucap Maya mengarahkan.
“Dan lagi kita masih sekolah…���” Tambah gema ikut menasehati.
“Siap Putri Rapunzel…���” Ucap Astrid tersenyum jail.
“Tuh 'kan…��� Masih aja bercanda…���” Omel Maya kesal.
“………���” Gema melihat kelas A dari tempat dia duduk, dimana Julia tadi masuk setelah menghina Astrid.
“Huhhh…���” Gema tidak mau menceritakan pada astrid sahabatku…��� karena aku tidak mau mereka ribut…��� Astrid pasti marah kalau tau Julia menghinanya…���” Ucap Gema membatin.
“Tap… Tap… Tap…���” Tiba~tiba dari kelas A keluar seorang siswa, dia juga tak sengaja melihat ke arah Gema.
“………���” Gema langsung salah tingkah menundukkan pandangannya.
“Eh, masuk yuk…��� Masuk…��� Ada si Bintang…��� Takut gue…��� Tadi kan ngomongin dia…���” Ajak Astrid sambil berbisik.
“………���” Gema melihat kearah pintu kelas A sekali lagi.
“Oh…��� Jadi itu yang namanya Bintang…���” Gumam Gema dalam hatinya.
“………���” Gema dan Maya segera memasuki gelas mengabaikan Bintang yang terlihat memasang senyum kharismatiknya.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
💚 ✷ ﷽❀“BITTERSWEET”❀﷽ ✷ 💚
💚﷽GEMINTANG DIMATAMU﷽💚
💚 💚 ✮ ﷽ “GEMPITA” ﷽ ✮ 💚 💚
💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽★ 💚
__ADS_1
💚 💚 ☆ ﷽ “BINTANG” ﷽ ☆ 💚 💚
💚💚💚 ✮ ﷽ “PART22” ﷽ ✮ 💚💚💚
–––––
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
﷽“FLASHBACK ON”﷽
“Siang hari matahari panas menyengat…��� suasana kantin yang biasanya tak pernah sepi…��� mendadak sepi karena beberapa anak lebih memilih di kelas dan enggan untuk keluar…��� Hanya beberapa yang datang membeli makanan…��� dan kembali ke kelas masing~masing…���” Gumam Author bernarasibebas.
“………���” Berbeda dengan Gema dan kedua sahabatnya yang malah asyik ngobrol di kantin.
“Tumben mau diajak ke kantin, Gempita Marissa Agussalim…���” Tanya Astrid penasaran.
“Di kelas rame…��� Aku nggak nyaman…���” Jawab Gema biasa.
“Gema kan tadi telat…��� Pasti nggak sarapan…���” Sahut Maya membela Gema sahabatnya yang akan di bully astrid lagi.
“………���” Gema tersenyum sambil mengaduk makanannya.
“Hmm…��� Itu salah satu alasannya…���” Ucap Gema sumringah.
“Hari ini rekor telat terparah Loe, Ge…���” ucap Astrid berselorohria.
“………���” Gema hanya cengengesan.
“Ih iya Gempita Marissa Agussalim…��� Nanti jadi ikut ROHIS…���” Tanya Maya ikut membully Gema dengan mengucapkan nama panjang gema.
“Aduh…��� Kenapa sih kalian ini…��� Suka banget manggil nama lengkap begitu…��� Memangnya kalian mau ngisi lembar absensi kelas…���” Protes Gema menjawab dengan menggeleng~gelengkan kepalanya jengah.
“………���” Astrid dan Maya saling menatap dengan senyum puas.
“Hahaha…���” Mereka tertawa berdua.
“………���” Gema menatap tidak suka pada kedua sahabatnya.
“Iya maaf deh, Gem…���” Ucap Maya mengalah.
“Bukannya besok…���” Tanya Astrid kemudian.
“Bye the way…��� Hari ini pengenalan anggota baru…���” Jawab Maya penasaran.
“Ya… elah…��� Gue pulang sendiri dong…���” gerutu Astrid Kesal.
“Lah…��� Rumah kamu 'kan memang beda arah…��� Sama kita ÂŜŤŔÎĎ SORÂY BÂCHTIÂR…���” jawab Maya.
“Nah, 'kan…��� Loe ngabsen nama Gue juga…���” Ucap Astrid protes.
“………���” Gema dan Maya hanya tersenyum mendengar Astrid yang juga tidak suka di sebut nama panjangnya.
“Sialan Loe berdua…��� Seneng lihat Gue ngambek…���” Ucap astrid tersenyum manja.
“Back to the topic…��� Tapi 'kan…��� Gue butuh di kawal sampai dapet metromini…���” Ucap Astrid santai.
“Huuu…���” Seru Maya sambil melempar Astrid dengan potongan gorengan.
“Ehh… Ehh… Ehh…��� Jangan lempar~lempar makanan, May…��� Mubazir, makanan untuk untuk di makan bukan buat lempar…���” Omel Gema memperhatikan kedua sahabatnya.
“Eh, iya…��� Habis sahabatmu itu sok eksis banget…��� Bikin aku gemez…���” Ucap Maya yang kesal.
“Eh, apa Loe bilang…��� Sahabat Gema berarti bukan sahabat Loe dong, May…���” Ucap Astrid protes.
“………���” Gama hanya menggeleng sembari tersenyum.
“Terserah…���” Ucap Maya kembali memakan gorengannya.
“Loh…��� Apa salahnya kalau Gue minta pengawalan dari kalian…���” Tanya Astrid memancing gemuruh Maya.
“Owek… Ogah…���” Ucap Maya hanya menjawab dengan menjulurkan bibir bawahnya yang membuat Astrid dan Gema makin terpingkal.
“Hahaha… Dasar sahabat aneh…���” Celetuk Astrid manja.
“………���” Dibelakang Gema, seseorang kembali tidak sengaja menguping pembicaraan mereka, dia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
“Hahaha…���” Gema dan sahabatnya tertawa mengabaikan mengabaikan semua orang disana.
“………���” Mereka tersenyum.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
💚 ﷺ “…TO BE CONTINUED…” ﷺ 💚
💚☆ ﷽ ✮ “CEK IT OUT” ✮ ﷽ ☆💚
💚☆﷽ “TO BE CONTINUED” ﷽☆💚
💚﷽“GEMINTANG DIMATAMU”﷽💚
💚 ★ ﷽❀“BITTERSWEET”❀﷽ ★ 💚
💚﷽ “SILENT RELATIONSHIP” ﷽💚
💚✮﷽ “ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽✮💚
💚 ❀ ✮ ﷽ ✷ “ĞÊM” ✷ ﷽ ✮ ❀ 💚
💚 ✮﷽ “BÎÑTÂŇĞ MÂHÊŜ” ﷽✮ 💚
💚 ✮ ﷽ ❀ “BÎÑTÂŇĞ” ❀ ﷽ ✮ 💚
💚💚💚 ✮﷽ “PART12” ﷽✮ 💚💚💚
–––––
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
﷽ ❝ÂÛŤĤOŘ POV❞ ﷽
“………���” “………���”
☆ ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜÂ AGUSSALIM > Ğêmâ
☆ BÎŇŤÂÑĞ MÂHÊŜÂ PUTRA > Bîñtâňğ
✮ ÎRGÎ ÂTH~TÂMÂMÎ SUDIRMAN > Ğîtâ
✮ FÂÎŜÂL ARIFIN PUTRA > Fâîŝâl
★ MÂЎÂ ANGGŘENI SOFIAN > Mâўâ
★ ÂŜŤŔÎĎ SOŘÂYÂ BÂCHTIÂŘ > Âŝťŕîď
❀ JÎĤÂÑ > Jîĥâñ
❀ ŇÛŘÛL > Ňûřûl
✷ PÂK MÛKĤLÎŜ > Pâk Mûkĥlîŝ
✷ RÂDITH >
♬ BÂNG HER> Bang Herman >
♬ RÂMÂ > Rama
✆︎
✆︎
...ﷻﷻﷻ...
♬♪♫♫♪♬
__ADS_1
“Âllohummâ Shâlli Wâsâllim Wâbârik Âlââ Sâyyidinââ Muhâmmâd Wâ Âlââ Âliih Wâ~Âshâbih Wâ~Âswâjih Wâ~Ummâtihi~Âjmâin…���”
“………���” “………���”