“BITTERSWEET MERRIAGE”

“BITTERSWEET MERRIAGE”
59. “Cinta Dalam Pernikahan Balas Dendam…���”


__ADS_3

💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


“…‘…’…���”


💚 ★ ﷽ ❀“BITTEŘSWEET”❀ ﷽ ★ 💚


✆︎


💚﷽GEMINTÃNG DIMÃTÃMU﷽💚


💚💚✮ ﷽ ❁“GEMPITÔ❁ ﷽ ✮💚💚


💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚


✆︎ “…‘…’…���”


💚💚✮ ﷽ ❁“BINTÃNG”❁ ﷽ ✮💚💚


💚💚 ✮ ﷽ ❁ “PÃŘT59” ❁ ﷽ ✮ 💚💚


–––––


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


                                                                         


                                                                         


                                                                         


﷽❝GEMPIŤÃ MAŘISSA POV❞﷽


                                                                         


                                                                         


Sudah tiga hari ini, aku menjadi istri Bintang Mahesa Putra. Namun aktifitas suami istri yang kami lakukan, hanya sebatas berciuman saja tidak lebih.


“Bukan hanya karena keberadaan kami yang masih bertahan di rumah sakit. Tapi juga karena kesepakatan yang aku dan Mas Bintang sepakati…” Ingatanku menerawang.


Oh iya sekarang aku memanggil “Bintang” dengan menyematkan “Mas” di depan namanya. Itu karena Mas Bintang menyukainya dan akupun menyukainya, sebagai bentuk rasa hormatku pada suami.


Kami masih masih beraktifitas seperti biasa. Seperti hari~hari sebelumnya. Bekerja, setelah itu pulang kerumah Mama berganti pakaian dan kembali ke rumah sakit. Begitupun dengan Mas Bintang. Hanya saja ia pulang ke apartemennya dan mengganti baju.


Ya kami sepakat untuk tidak berkumpul dulu, sebelum kami mendaftarkan pernikahan di KUA. Sejujurnya itu ucapan Mama dan Nada tapi itulah isi hatiku sesungguhnya. Aku betu~betul senang dengan keputusan itu karena seolah itu adalah keinginan Mama. padahal sedari awal itulah keinginanku


Hari ini aku, Nada dan Andra-suaminya tidur di rumah. Karena di rumah sakit ada sanak saudara menemani Mama. Sementara suamiku berada di apartemennya sebagaimana kesepakatan kami.


“Huhhh…���” Napasku masih tercekat dan belum teratur dengan baik, begitu juga dengan tenggorokanku yang kering.


“Aku ingin minum…!! Aku membutuhkan air untuk mengaliri tenggorokanku, juga untuk membuatku lebih tenang…!!!” Ucapku yang masih ngantuk.


Tapi kulihat gelas yang berada di atas meja kecil--samping ranjangku tidak ada isinya alias kosong.


“Ah, aku lupa kalau tadi sebelum tidur aku sudah meminumnya…!!! Maka terpaksa aku harus beranjak dari kasur untuk pergi ke dapur mengambil air mineral lagi…���” Gerutuku kesal.


Seperti kamar kecil di dalam rumah sederhana pada umumnya, kamarku juga terletak dekat dengan dapur.


“Tap… Tap… Tap…!!!” Jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk aku sampai di ruang dapur ini. Segera aku isi gelas yang ada ditanganku dengan air mineral.


“Gleg… Gleg… Gleg…���” Aku duduk lalu meminumnya sampai habis.


“Alhamdulillah…!!! Aaahhh rasanya segar sekali, Yaa Rabbi…!!!” Ucapku penuh syukur


“Sebelum aku kembali ke kamar tidurku… Lebih baik aku isi lagi gelas itu… Takut~takut nanti aku terbangun dan haus lagi…���” Ucapku yang masih setengah melek.


“Akhhhh…!!!” Namun belum sampai gelas itu terisi air dengan penuh, aku sudah menutup kran dispensernya.


“Kenapa aku melakukan itu…���” Sebab telingaku sayup~sayup menangkap suara dua insan yang saling bersahutan.


“Mmm…��� Suara itu, terdengar seperti suara desahan…���” Ucapku berbisik lirih.


“Desahan atau setan…���” Karena rasa penasaranku yang cukup besar.


“Tap… Tap… Tap…���” Akhirnya aku putuskan untuk mencari tahu dari mana suara~suara itu berasal. Tapi sebelumnya kutaruh terlebih dulu gelas yang baru terisi setengah air itu ke atas meja makan.


Ku tajamkan pendengarku dan terus ku ikuti arah suaranya, dengan berjalan mengendap~ngendap.


Dan kau tahu apa yang aku lihat sekarang? Aku melihat di ruang tamu itu, kedua pasangan suami istri di rumah ini, sedang melakukan kegiatan intim suami~istri.


Sebenarnya aku tidak begitu terkejut, sebab ini bukan kali pertama aku memergoki adikku bercinta. Tapi ini adalah kali ketiga selama aku menginap di rumah ini.


“Sepertinya Nada dan Andra-suaminya memang gemar mengeksplor setiap sudut ruangan di rumah…!!!” Batinku bermonolog malu.


Dan bodohnya aku, bukannya beranjak pergi, seperti apa yang biasa aku lakukan saat pertama dan kedua kali aku memergoki mereka.


“Hm…���” Kali ini aku justru malah bersembunyi di balik tembok antara ruang keluarga dan ruang tamu.


“Entah mengapa melihat adikku yang tadi tengah bergumul itu… Membuat sesuatu dalam diriku ikut bangkit dan bergejolak huhhhhh…���” Batinku kembali bermonolog


Sebagai seseorang yang sudah pernah merasakan nikmatnya bercinta dan sudah lama tidak merasakannya lagi. lalu kembali melihat hal seperti tadi, hal tersebut sukses membuat hasratku kembali bangkit.


Aku ingin merasakan itu lagi. Dan tanpa aku sadari tanganku terulur untuk memeta bagian~bagian sensitif tubuhku sendiri sambil mataku tak lepas melihat percintaan sepasang suami~istri itu.


Sampai bermenit~menit telah berlalu aku menyudahi kegiatanku bertepatan dengan mereka yang mendapatkan puncak kenikmatan.


Tapi saat aku sedang merapikan kembali pakaianku yang sedikit berantakan karena ulahku sendiri. Seketika itu, mataku dibuat terbelalak, jantungku juga berdebar begitu kencang sampai rasanya mau copot.


Sebab kulihat di sana Nada tanpa sengaja tengah melirik ke arahku seraya memicingkan matanya dan menyunggingkan senyum asimetris yang tak bisa aku artikan.


“Astaghfirullah Al-Azhiim…” Batinku berbisik lirih dan malu. Sontak saja aku segera pergi dari sana.


“Tap… Tap… Tap…���” Dengan langkah terburu~buru menuju kamarku sampai~sampai aku melupakan air mineral yang aku ambil tadi. Di dalam kamar, aku tidak bisa tenang.


“Huhhh…���” Aku malu jika Nada melihat semua yang aku lakukan tadi.


“Gema, memalukan sekali tingkahmu…!!!” Ucapku memaki diri sendiri


“Berbagai pikiran buruk pun kini berkecamuk dalam otakku… Apakah Nada akan marah besar lalu menceramahiku…��� Aduh.. Bagaimana ini…��� Aku tidak bisa membayangkan jika aku benar~benar dipermalukan oleh adikku sendiri…��� Aku belum siap meninggalkan rumah ini dengan rasa malu…��� Dan lagi, tingkahku benar~benar memalukan…!!!” Bisikku lirih mencerca diriku yang bodoh. Aku pukul~pukul kepalaku sendiri, merasa kesal karena kebodohanku.


“Arghh…��� Kenapa aku bisa melakukan hal sebodoh itu…��� Kenapa aku tidak bisa menahannya…���” Ucapku kesal pada diri sendiri. Sampai dua jam telah berlalu.


“Huhhh…��� Aku masih belum bisa tertidur karena memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi esok hari padaku…!!!” Ucapku kesal. Aku paksakan mata ini untuk terpejam, tapi.


“Arrghh…��� Kenapa sulit sekali untuk kembali tidur…���” Keluhku frustasi seraya mengacak rambutku. Namun saat aku tengah misuh~misuh karena kebodohanku.


“Tap… Tap… Tap…���” Tiba~tiba saja aku mendengar derap langkah seseorang di luar kamarku. Dan tak lama kemudian disusul dengan suara pintu terbuka.


“Cekrek…!!!” Pintu kamarku terbuka.


“Hzzz…!!!” cepat kupejamkan mata ini dan berpura~pura tertidur.


Namun sebelum tadi mataku benar~benar terpejam, aku sempat menangkap sosok seseorang yang membuka pintu kamarku.


“Kamu tahu siapa…��� Dia adalah suamiku…��� Iya, Bintang Mahesa Putra orang yang ternyata memasuki kamarku ini…���” Ucapku dalam hati.


“Kenapa Bintang bisa ada di sini…��� Bukannya dia di apartemennya…��� Ada apa Bintang masuk ke kamarku malam~malam begini lagi…��� Apa Nada sudah memberitahunya…��� Dan sekarang ia ingin memarahiku…��� Dan mengejekku malam ini juga…��� Tapi mengapa Bintang datang ke kamarku sih…��� Bukannya kami sepakat tidak akan bersama dulu…��� Dan mengapa juga harus mengendap~ngendap…��� Sebenarnya apa yang ingin dilakukan oleh Bintang…��� Huhhhh…���” Batinku terus bermonolog.


Berbagai pertanyaan sekarang bersarang di kepalaku membuat jantungku semakin berdebar tak terkendali.


“Hzzz…���” tapi aku berusaha untuk tetap tenang dan berpura~pura tertidur. Sampai beberapa menit kemudian tidak ada yang terjadi.


“Kreekkk…���” Tapi kurasakan semakin lama ranjangku sedikit bergoyang lalu setelahnya kurasakan sentuhan lembut dipipiku.


“Hah…���” Aku terperangah tapi masih berpura~pura tidur.


“Kenapa Bintang membangunkanku dengan cara yang lembut seperti ini…��� Seharusnya ia berteriak lalu menyeretku 'kan…��� Aku benar~benar bingung dengan apa yang terjadi sekarang…���” Batinku terus bermonolog.

__ADS_1


Tapi kebingunganku akan segera terjawab. Sebab Bintang berbisik ditelingaku dengan suara yang terdengar sangat berat sampai membuat bulu kudukku meremang.


“Aku tahu kamu hanya pura~pura tertidur, Sayang…��� Dan aku tahu kamu menginginkan nafkah dariku…���” Ucap Bintang dengan suara serak. Mendengar itu, seketika mataku terbuka.


“Ma… Mas… Bin… Bintang…���” Ucapku yang di buat semakin terkejut karena wajah Bintang yang begitu dekat denganku. Hanya berjarak sekitar 5cm saja.


“Ke… Kenapa kamu tiba~tiba ada di rumah ini, Ma… Mas…��� Dan se… sekarang ma… malah ada kamarku ini…���” Ucapku terbata. Bintang tersenyum, lagi~lagi senyuman asimetris yang ia tunjukan padaku.


“Aku merindukanmu…���” Ucap Mas Bintang memelukku. Aku bisa mencium aroma maskulin di tubuhnya.


“Ta… Tapi… Nggak begini caranya, Ma… Mas Bi… Bintang…!!!” Ucapku ragu.


“Aku menginginkanmu…��� Karena aku ingin melakukannya…���” Ucap Mas Bintang parau.


“Ma… Mas… Bi… Bintang… Ap… apaan sih…���” Ucapku mencoba mendorong tubuh Mas Bintang tetapi tidak bisa karena tenaga Bintang yang lebih besar.


“Ma… Maafkan aku, Ma… Mas…��� A… Aku belum siap…���” Ucapku masih terbata.


“Ssttt…���” Ucap Bintang menaruh jari telunjukannya di bibirku.


“Sudah jangan banyak bicara, Sayang…��� Aku sudah nggak tahan…���” Ucap Mas Bintang mencium keningku sekilas.


“Bismillahi rahmanir Rahim…���” Ucap Bintang seraya berdoa. Kemudian Bintang semakin mendekatkan wajahnya padaku dan mempertemukan belah bibir kami.


“Astaga… Ma… Mas… Bi… Bintang…���” Ucapku sembari kedua bola mataku membelalak sempurna.


Aku terkejut setengah mati karena perlakuan Mas Bintang yang tiba~tiba. Namun bukannya menolak dengan kembali mendorong tubuh Suamiku ini, agar menjauh.


“Hmmpp…���” Di sana aku justru membalas perlakukan manisnya tersebut.


“Ahhk…���” Aku terbuai dengan ciuman lembut nan menuntut yang Mas Bintang berikan.


“Hmmpp…���” Bahkan dengan aktif kedua tangannya menjelajahi hampir di seluruh daerah sensitivku. Sampai akhirnya di tengah malam yang dingin ini, aku kembali merasakan kehangatan “itu” lagi.


“Kehangatan gelap malam yang sudah lama tidak aku rasakan…���” Batinku. Dan keringat bercampur menjadi satu.


                                                                         


                                                                         


                                                                         


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


“………���”


💚 ★ ﷽ ❀“BITTEŘSWEET”❀ ﷽ ★ 💚


💚﷽GEMINTÃNG DIMÃTÃMU﷽💚


💚💚✮ ﷽ ❁“GEMPITÔ❁ ﷽ ✮💚💚


💚 ★﷽“ĞÊMPÎŤÂ MÂŘÎŜŜ”﷽★ 💚


💚💚✮ ﷽ ❁“BINTÃNG”❁ ﷽ ✮💚💚


💚💚 ✮ ﷽ ❁ “PÃŘT59” ❁ ﷽ ✮ 💚💚


–––––


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


                                                                         


                                                                         


                                                                         


﷽❝ÃUŤĤΌŘ POV❞﷽


                                                                         


                                                                         


“Huhhhfff…���” Gema bergerak secara hati~hati untuk melihat Mas Bintang~Suaminya dengan lebih jelas.


“………���” Gema terus memperhatikan rauh wajah Mas Bintang.


“Suamiku memang tampan dan manis…��� Kulitnya yang putih…��� Bulu matanya yang tebal dan lentik sudah menyentuh area bawah matanya…��� Dahinya yang lebar dan tertutup bulu~bulu halus…��� Serta cambang tipis di sekitar rahangnya yang kokoh membuatnya terlihat sangat menawan…���” Ucap Gema berbisik sembari tersenyum penuh kehangatan.


“………���” Lalu tatapan Gema jatuh pada punggung Mas Bintang.


“Ada beberapa tanda jariku disana…���” Bisik Gema merasa malu memikirkan tentang malam panjangnya semalam bersama laki~laki yang sudah resmi menjadi suaminya.


“Maa Syãã Ãllãh…��� Huhhff…���” Bisik Gema penuh rasa malu dan suka.


“Hari ini aku merasa seperti mendapat kasih yang sempurna dari pria yang selama ini aku cintai…��� Aku tidak tahu harus berkata apa lagi, Yaa Allah Yaa Tuhanku…���” Bisik Gema membatin.


“Dulu, saat aku jatuh cinta dengan Mas Faisal…��� Dan menikah dengannya, aku tidak pernah merasakan hal yang menakjubkan seperti saat ini…��� Maa Syaa Allah… Alhamdulillah…���” Ucap Gema lirih dengan berbisik penuh syukur.


“Ini sangat berbeda…��� Benar~benar sangat berbeda…��� Setelah Mas Bintang menyatakan pengakuan cintanya membuatku luluh tidak mampu menolak perlakuan manisnya…���”


“Berada dalam hubungan yang cukup lama bersama Mas Faisal…��� Aku pernah membiarkan Mas Faisal untuk menyentuhku dengan jelas walaupun itu memang adalah sebuah kewajaran…��� Mengingat kami berada dalam sebuah ikatan pernikahan…��� Tapi perbeda dengan kali ini, aku telah memberikan segalanya kepada Mas Bintang…��� Jiwa ragaku sudah menjadi miliknya seutuhnya…��� Ya, hanya sekejap setelah pengakuan cintanya semalam…��� Aku terlena dan menyerahkan diriku seutuhnya…���” Ucap Gema menerawang.


“Dari lubuk hatiku yang terdalam, aku percaya bahwa itu adalah sihir cinta murni dari sebuah hubungan pernikahan…��� Atau bisa jadi sebuah sihir cinta murni sejak jaman SMA…��� Dari pesona seorang Bintang Mahesa Pratama…��� Yang selalu aku lihat di mata Bintang dahulu…��� Ditambah saat pria itu sedang mengakui perasaannya semalam, membuatku menyerah padanya…���” Ucap Gema penuh suka cita.


“………���” Setelah puas memandangi wajah dan tubuh Mas Bintang~Suaminya.


“Huhhhfff…���” Gema bersiap dan memanggil Mas Bintang dengan penuh kasih.


“Mas Bintang, tolong bangun…��� Sekarang sudah subuh…���” Ucap Gema lembut.


“Mmmm…��� Allahu Akbar… Hoam …���” Sahut Mas Bintang membalikkan badannya dan merentangkan tangannya dari selimut sambil menguap dan membuka matanya dengan malas.


“Hmm…��� Aku melihat subuh yang indah di depan mataku…��� Subuh yang indah dengan wajah seorang Istri yang sudah segar dangan rambut yang basah…���” Ucap Mas Bintang menyeringai.


“………���” Gema hanya tersenyum malu~malu.


“Cantik…���” Ucap Mas Bintang sembari menatap Gema dengan penuh kasih selama beberapa menit dan.


“Happp…���” Saat berikutnya Mas Bintang menarik tangan Gema.


“………���” Mas Bintang membuat Gema jatuh ke arah tubuhnya yang masih toples.


“Mas…���” Teriak Gema yang kaget bercampur panik. Pasalnya sekarang waktu menunjukkan menjelang subuh.


“………���” Mas Bintang memeluk Gema dalam hangatnya pelukan.


“Sebentar saja, Sayang…���” Ucap Mas Bintang memeluk erat Gema.


“………���” Gema hanya terdiam menerima sikap sang Suami. Setelah beberapa menit.


“Hmm…���” Mas Bintang menatap mata istrinya itu, dengan penuh cinta.


“Setelah bertahun~tahun…��� Akhirnya aku mendapatkan subuh yang paling indah di dalam hidupku…���” Ucap Mas Bintang sembari melengkungkan senyumnya yang menawan.


“………���” Mas Bintang ingin mengatakan sesuatu lebih jauh.


“Hmm…���” Mas Bintang menahan diri karena dia melihat wajah Gema berubah menjadi pink gelap karena malu.


“Huhhhh…���” Gema memejamkan matanya dan sedikit mengerang kesakitan, meskipun masih bisa ditahan.


“Hmm…���” Tetapi Mas Bintang tahu bahwa Gema~Istrinya sedang merasa tidak nyaman karena malam panjang yang mereka lewati bersama.


“………���” Saat Mas Bintang menarik Gema.


“Mas…���” Ucap Gema merasakan sedikit sakit yang tajam di bagian feminimnya.

__ADS_1


“………���” Ya, itu karena tadi malam mereka melakukan malam panjang beberapa putaran. Hingga subuh menjelang bahkan Gema hanya tertidur 45 menit saja. Beberapa kali Gema terpaksa melayani n@fsu sy@hw@t suaminya.


“Ini karena seranganmu…���” Ucap Gema malu.


“Cup…���” Mas Bintang mengecup bibir Gema dengan sangat Jahil.


“Mas Bintang…���” Ucap Gema kaget dan malu bersamaan.


“Hahahaha…���” Mas Bintang tertawa melihat ekspresi istrinya yang masih malu~malu.


“………���” Mas Bintang menerawang mengingat kegilaannya. Hingga Gema kesulitan mengimbangi Sang suami yang telah berpuasa sejak pernikahan yang sebelumnya dengan Gita.


“Maaf, Sayang…���” Ucap Mas Bintang segera berdiri mengenakan boxer.


“Sini…���” Ucap Mas Bintang membantu Gema untuk mendapatkan posisi yang lebih baik.


“Pelan~pelan…���” Ucap Mas Bintang membantu membuat Istrinya duduk di tempat tidur.


“………���” Gema bersandar di sandaran tempat tidur sembari mengapit selimut di ketiaknya.


“Maafkan aku, Sayang…��� Seharusnya aku tidak memaksamu melayaniku sepanjang malam…��� Dan lebih berhati~hati saat melakukan itu padamu semalaman…��� Agar aku tidak menyakitimu seperti sekarang…���” Ucap Mas Bintang menundukkan kepalanya karena menyesal.


“………���” Gema hanya melengkungkan senyum.


“Aku seperti orang bodoh…��� Aku tidak bisa melakukan “itu” dengan hati~hati…��� Hingga akhirnya aku menyakiti fisikmu…��� Kamu jangan kapok, ya…��� Please…��� Tolong jangan marah padaku…���” Sambung Mas Bintang dengan harapan di matanya.


“………���” Gema merasa geli melihat permintaan maaf suaminya.


“Mungkin ini pertama kalinya, ketika seorang suami terus meminta maaf kepada seorang istri…��� Karena melakukan malam pertama yang teramat melelahkan…��� Hehehehe…��� Bahkan setelah begitu perhatian di malam hari…��� Saat Mas Bintang melihatku sedikit kelelahan dan kesakitan…��� Mas Bintang terlihat sangat bersalah, seolah~olah dia telah melakukan kejahatan besar padaku…��� Hehehehe…��� Lucu sekali, Suamiku ini…���” Batin Gema bermonolog geli.


“………���” Hati Gema merasa begitu bahagia melihat kepedulian Bintang~Sang Suami terhadapnya. Walau pada awalnya gema menolak hubungan intim sebelum mereka resmi menikah secara pemerintah.


“Hm…���” Tapi seringai nakal muncul di bibir Gema yang tidak diketahui oleh Mas Bintang.


“Aku marah padamu, Mas…���” Ucap Gema menahan tawanya.


“………���” Wajah Mas Bintang tertunduk, mendengarkan pengakuan Gema.


“Maafkan aku, Sayang…���” Ucap Mas Bintang penuh rasa sesal & bersalah.


“………���” Gema ingin tertawa melihat reaksi Mas Bintang~Suaminya.


“Hmm…���” Tetapi Gema menahannya dan memperlihatkan wajah gelapnya untuk meyakinkan Mas Bintang bahwa dia benar~benar marah.


“Nggak, Mas…��� Aku nggak akan memaafkan kamu…���” Ucap Gema berpura~pura.


“Huhhh…��� Bagaimana kamu harus merasa bersalah…��� Untuk momen indah yang kamu berikan kepadaku tadi malam…���” Ucap Gema menahan senyum.


“………���” Wajah Mas Bintang yang sendu dan matanya yang memohon berubah lebar karena terkejut.


“A… Apa…���” Ucap Mas Bintang kaget.


“Apa kamu masih belum mengerti…��� Mas Bintang Mahesa Putra, kamu begitu perhatian tadi malam…��� Dan kamu bahkan tidak membiarkan aku untuk merasakan sakit sedikitpun…��� Lalu apa kesalahanmu dalam semua ini…��� Jangan khawatir, aku baik~baik saja…��� Bahkan kamu memperlakukanku sangat baik…���” Ucap Gema menghalau pikiran buruk suaminya, Bintang Mahesa Putra.


“………���” Setelah mengatakan itu.


“Hahahaha…���” Gema tertawa keras, mengolok~olok Suaminya.


“………���” Kemudian senyum damai muncul di wajah Mas Bintang juga.


“Hm… nakal, ya…���” Ucap Bintang yang sekarang bisa bernapas dengan lega.


“………���” Gema masih sibuk dengan seringai jailnya.


“Hmm aku beneran takut…��� Aku benar~benar khawatir…��� Kamu beneran akan marah padaku…���” Ucap Mas Bintang lega.


“Mana mungkin aku bisa marah, Mas…���” Ucap Gema jahil.


“Alhamdulillah… Gema…��� Akhirnya, kamu memberiku kebahagiaan yang sangat aku dambakan…��� Setelah kepergian Gita, aku tidak pernah berpikir sebelumnya…��� Bahwa aku akan mendapatkan cinta sejatiku di masa depan…��� Bersama cinta lamaku di masa lalu, yaitu cinta pertamaku padamu…���” Ucap Mas Bintang meyakinkan.


“………���” Mas Bintang sekali lagi tenggelam dalam emosi di masa lalu.


“Huhhhh…��� Itu adalah hal yang sangat sulit…��� Untuk berpaling dari seseorang yang telah meninggalkan dunia, Tang…��� Terlebih dengan cara sangat mengenaskan dari musuh kita…���” Ucap Gema membatin.


“Sssttt…���” Gema meletakkan telapak tangannya di bibir Mas Bintang.


“Aku tidak ingin kamu berbicara tentang masa lalu yang menyakitkan…��� Dan menjadikan rasa bersalah serta kesedihan kembali lagi…���” Ucap Gema menenangkan suaminya.


“Sekarang, kamu tidak perlu mengingat masa lalumu yang menyedihkan…��� Lihatlah ke depan menuju masa depan kita…��� Itu pasti akan berjalan lebih indah…��� Dan lebih baik lagi di masa yang akan datang…���” Ucap Gema kembali.


“Hm…���” Hati Mas Bintang merasa tenang saat mendengar ucapan Gema~istrinya.


“………���” Lalu Mas Bintang menggerakkan bibirnya.


“Cup… Cup… Cup…���” Mas Bintang mencium telapak tangan Gema yang ada di bibirnya.


“………���” Mas Bintang mengedipkan matanya.


“Ini subuh yang indah…��� Bagaimana kalau kita membuatnya semakin indah…���” Ucap Mas Bintang enyeringai genit.


“Bagaimana, Sayang…���” Ucap Modus Mas Bintang terpotong dengan ucapan Gema.


“Ya, kamu benar, Mas…��� Ini subuh yang sangat indah…���” Ucap Gema dengan malu.


“Udah ah…��� Aku mau mandi sebentar lagi sudah subuh…���” Ucap Gema malu Kemudian dia mendorong Suaminya sedikit menjauh agar ia bisa berlalu.


“Bruk…���” Mas Bintang di buat jatuh dari tempat tidur.


“………���” Gema mengambil kesempatan itu untuk kabur.


“Tap… Tap… Tap…���” Dan Gema segera melangkah turun dari tempat tidur dan berlari dari kamar tersebut menuju kamar Mama Nina dengan menyelimuti dirinya hingga kepala.


“Hahahaha…���” Sementara itu, Mas Bintang tertawa keras melihat tingkah Gema~Istrinya yang mengapit selimut dengan rapat tanpa menoleh karena takut.


“Gema… Gema…���” Ucap Mas Bintang menggelengkan kepalanya.


“………���” Bintang tersenyum bahagia.


                                                                         


                                                                         


                                                                         


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


💚 ﷺ “…TO BÊ COŇTÎŇUÊD…” ﷺ 💚


💚💚 ﷻ “…BERSAMBUNG…” ﷻ 💚💚


💚☆ ﷽ ✮ “CÊK ÎT OUT” ✮ ﷽ ☆💚


💚☆﷽ “TO BÊ COŇTÎŇUÊD” ﷽☆💚


💚﷽“ĞÊMÎŇTÂŇĞ DÎMÂTÂMU”﷽💚


💚 ★ ﷽❀“BITTÊRSWÊÊT”❀﷽ ★ 💚


💚﷽ “SÎLÊŇT RÊLATÎOŇSHÎP” ﷽💚


💚✮﷽ “ĞÊMPÎŤÂ MÂRÎŜŜ”﷽✮💚


💚 ❀ ✮ ﷽ ✷ “ĞÊM” ✷ ﷽ ✮ ❀ 💚


💚 ✮﷽ “BÎÑTÂŇĞ MÂHÊŜ” ﷽✮ 💚


💚 ✮ ﷽ ❀ “BÎÑTÂŇĞ” ❀ ﷽ ✮ 💚

__ADS_1


💚💚💚 ✮﷽ “PÂRT58” ﷽✮ 💚💚💚


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


__ADS_2