
Alleeya Batrisya adalah seorang gadis muslimah berusia 20th. Ia berparas cantik dan juga sangat pintar. 4 tahun sudah ia menuntut ilmu disebuah pondok Darun Aj-Jami'i, pondok ternama di kotanya sekarang.
Seusai melakukan salat, Alleeya terduduk melamun. Matanya menatap tajam satu titik dinding musalla, lalu melampiaskan semua beban dikepala. Ia tertekan,sebab sang ayah memaksa dirinya melanjutkan pendidikan ke Turkey, sedangkan cintanya ada dipondok ini.
"Kau disini?"
Tanya Laras mengejutkan alleeya.
Laras zavaliya adalah sahabat kecil alleeya, mereka selalu bersama baik suka maupun duka.
Alleeya menatap laras sendu, setumpuk air bersenandung dimatanya.
Laras mendekati alleeya dan membujuknya pelan
"Jangan terlalu kau fikirkan!
Kau bisa sakit jika terus-terusan seperti ini!"
Alleeya menunduk seraya menghapus airmata,bukannya menghilang,justru tangisnya semakin sesegukan. Laras mengusap bahunya lembut,ia merasa sedih dengan kondisi sahabatnya sekarang .
Bukan tanpa sebab,alleeya menangis karena sedari dulu ia menginginkan ust.Syafid menjadi guru kelasnya, harapannya terwujudkan sekarang, namun sayang ia harus pergi karena desakan orangtua. 4 tahun sudah ia memendamkan rasa cintanya kepada ust.syafid.
Seperti biasa, alleeya selalu menghabiskan malamnya dimusalla, melakukan shalat tahajjud juga witir,berharap semoga ada keajaiban dari Tuhan untuk dirinya.
Setelah melantunkan 3 surah Alquran, alleeya menutup malamnya dengan berdoa.
Ditengadahkan dua tangannya menatap langit,berkata dalam khusyuk,hingga deraian airmata jatuh pelan membasahi pipinya.
..."Ya Allah Ya Tuhanku,...
...Aku tau engkau telah mengatur sempurna takdir untukku. Maafkan aku Ya Allah, yang telah mengeluh atas jalan kehidupanku....
...Aku tidak ingin membangkang kepada orangtuaku,tetapi Ya Allah, sesungguhnya ketetapan hatiku telah sempurna menuntut dipondok ini....
...Berikan jalan keluar untukku Ya Allah, aku tau engkau adalah sebaik baik tempat aku memanjatkan doa,...
...Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,Maha Suci lagi Maha Tinggi,...
...Berikan ketenangan dalam hatiku Ya Tuhan, jagalah dia siapapun kelak yang akan menjadi takdirku,...
...Aamiin aamiin Allahumma Aamiin,...
...اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين🥺...
Alleeya merahup wajahnya lemah,ia tidak berani berterusan dihadapan Tuhan jika sebenarnya ia menginginkan ust.syafid yang menjadi masa depannya, ia hanya bisa berdoa datar,sebab ia yakin pilihan Tuhan adalah sebaik baik pilihan untuk dirinya.
*****
...
Ust.Syafid Alzam Amani, berusia 28 th, beliau adalah putra kandung dari pimpinan pondok Darun Aj-Jami'i, lulusan pendidikan Mesir,dan baru kembali 4 tahun silam....
Beliau adalah laki-laki yang dingin, enggan bersuara,dan hanya akan berbicara seperlunya saja. Wajahnya begitu tampan,hingga tak jarang banyak kaum hawa yang mengagumi dirinya. Untuk kedepan,beliaulah yang akan mengganti pimpinan pondok ini.
*****
2 hari berjalan.
Kedua orangtua alleeya datang menjemput, hari ini adalah hari terakhir alleeya berpijak dipondok ini,ia merasa begitu sedih,sebab keberangkatan dirinya menuju Turkey tidak bisa ia hentikan.
Alleeya bersiap-siap menuju posko, orangtuanya sudah menunggu sedari tadi,tak lupa pula,ada Laras yang selalu setia menemani.
"Assalamualaikum,ayah,ibu!"
Ucap alleeya seraya menyalami orangtua.
"Waalaikumussalam!"
Jawab orangtua serentak.
Laras juga ikut menyalami orangtua alleeya.
"Bagaimana?
Apa kau sudah menyiapkan semua barang kalian?"
Tanya sang ayah.
Alleeya mengangguk lesu,tak ada senyuman diwajahnya.
"Baiklah,
Ayo sekarang kita meminta izin kepada Abati!"
__ADS_1
Ajak sang ayah ceria.
(Abati\=Pimpinan Dayah)
Alleeya mengikuti langkah kaki sang ayah,pelan ia memasuki rumah besar tersebut, seraya mengucapkan salam. Ayahnya memberi laporan hendak bertemu dengan Abati sekejap,namun pelayan Abati berkata,jika Abati sedang tidak dirumah. Alhasil,ust.syafidlah yang keluar menemui mereka.
Mengetahui ust.syafid yang keluar,detak jantung alleeya berirama begitu hebat,ia bingung harus merasakan senang atau sedih,ia hanya bisa menundukkan pandangan matanya dalam.
Ust.syafid keluar dengan tenang,lalu duduk bergabung diantara mereka.
"Assalamualaikum ust!"
Sapa sang ayah seraya menyalaminya.
Sedangkan alleeya dan laras menunduk saja .
"Waalaikumussalam,
Maaf, Abati baru saja pergi, ada perlu apa ayah hendak bertemu Abati? Biar nanti saya amanah kan sendiri!"
Jawab ust.syafid ramah,
Pandangan matanya sesekali mencuri pandang menatap alleeya dan laras.
Beliau bingung, ada apa dua santriwati ini hendak bertemu Abati .
"Begini ust, saya ingin meminta izin kepada Abati untuk menjemput putri kami kembali, karna saya berencana mengirimkannya ke Turkey.!"
Jelas sang ayah
Ust.syafid mengerutkan keningnya seketika.
"Yang mana putri ayah?"
Tanyanya cepat.
"Ini!"
Sang ayah menunjuk alleeya.
Alleeya menatap ust.syafid sekejap sambil tersenyum gugup,lalu kembali menurunkan pandangan matanya.
"Sangat disayangkan sekali,
Padahal putri ayah terkenal pintar dipondok ini!"
Degg,
Detak jantung alleeya kembali berdetak cepat,
Bagaimana ust.syafid bisa mengetahui hal ini?
"Jadi sebenarnya ust,syafid telah mengenaliku?"
Tanya alleeya tak jelas didalam hati.
Sang ayah terdiam, justru karena putrinya pintar ia bermaksud mengirimkannya ke Turkey, hanya saja beliau tidak ingin mengutarakannya .
"Baiklah,
Akan saya beritahukan sepulang Abati nanti.
Untukmu, belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga dirimu disana, jangan sampai kepintaran yang kamu bawa malah kebodohan yang kamu pulangkan nanti!"
Tekan ust.syafid .
Alleeya mengangguk kecil. Ada rasa sakit yang alleeya rasakan ketika ust.syafid membiarkan dirinya pergi, harusnya beliau bisa menahan keinginan sang ayah,
"Namun siapalah diriku?"
pikir alleeya lesu
Setelah selesai berbincang, mereka berpamit pergi. Ingin sekali Alleeya mencuri pandang menatap ust syafid untuk yang terakhir kali,namun ia tak berani. Alleeya berlangsung keluar mengikuti sang ayah,sedangkan ust syafid kembali masuk ke kamarnya.
Alleeya memandangi rumah besar milik ust.syafid, tatapan terakhir sebelum ia pergi, batinnya terasa begitu sesak,ia tak sanggup melihat,jika nanti ust.syafid akan berkeluarga sekembalinya.
Dalam perjalanan,alleeya kembali menangis, matanya nanar menatap jendela, seraya memeluk boneka beruangnya, ia menangis sesegukan disana. Pikirannya terus berputar memikirkan ust syafid, ingin sekali ia mengutarakan rasa cintanya kepada ust syafid,namun keberanian tidak setara dengan keinginannya .
Besok alleeya akan berangkat ke Turkey. Dan untuk hari ini, alleeya menghabiskan waktu melamunkan diri didalam kamar, wajahnya begitu sembap, ia tidak ingin orangtuanya mengetahui hal ini. Ia tumpahkan segala kegalauannya disajadah,mengadu kepada Tuhan, bahwa ia merasa tak senang melanjutkan pendidikannya ke Turkey, namun alleeya bisa apa? Ia tidak bisa membangkang perintah sang ayah.
Kriingg kriiinggg..
Suara telepon mengejutkan alleeya .
Dengan cepat ia mengangkat segera.
"Assalamualaikum!"
__ADS_1
Sapa alleeya.
Ia menebak jika Laras yang menghubunginya.
"Waalaikumussalam"
Jawab sosok diseberang.
Degg,alleeya terdiam. Suara laki-laki menjawab salamnya barusan, dan suara itu, alleeya menghafal persis suara siapa itu.
"Kapan kau akan berangkat?"
Tanya ust.syafid inti
Alleeya membelalakkan matanya bulat, kali ini tak mungkin ia salah mendengar,
"Ust menghubungiku?"
Tanya alleeya tak percaya.
Hening,
Tak ada jawaban diseberang sana.
Alleeya kembali menjawab gugup,
"Ak aku akan berangkat besok!"
"Kau memintanya?"
Tanya ust.syafid kembali
"Tidak,
Ini kemauan ayah untukku!"
Jawab alleeya sedih.
Ust syafid menarik nafasnya dalam, lalu dengan berat menjawab
"Jika begitu berangkatlah dengan tenang. Tuntutlah ilmu dengan benar, jaga dirimu dan jaga hatimu, ada hati yang menunggu kepulanganmu disini!"
Ucap ust.syafid lalu mematikan panggilan.
Alleeya terdiam, sambungan dimatikan seusai ust.syafid mengucapkan itu.
"Ada hati yang menunggu kepulanganmu disini?"
Apa maksudnya?
Hati siapa?
Apa jangan-jangan ust.syafid juga mencintaiku?
Tapi bagaimana mungkin?
Bahkan ada banyak wanita cantik dipondok jami'i yang juga mencintai ust.syafid,
Aaa benarkah?
tapiiii, sangat tidak mungkin ust.syafid akan memilihku! :(
Pikir alleeya yang tidak berujung.
.
.
.
.
Haii..
ini episode 1.
jangan lupa like dan komen kalian 🤗
trmks🙏
.
.
.
.
__ADS_1