
Keesokan harinya.
Pagi pagi sekali alisa sudah pergi meninggalkan toko bunga bibinya. Ia sengaja bersegera keluar sebelum akhirnya nanti bertemu dengan syifa,karna ia tidak bisa mengajak syifa pergi bersama untuk kali ini.
Jam menunjukkan pukul 07.12 pagi.
Alisa yang sudah terduduk anggun disebuah cafe, seraya menunggu kedatangan karan alisa menyibukkan dirinya dengan bermain ponsel .
Hampir 10 menit menunggu,akhirnya karan tiba .
"Apa sudah menunggu lama'?"
tanya karan seraya mendaratkan pantatnya dihadapan alisa.
"Hmm,tidak juga!"
jawab alisa seraya mengecek jam ditangannya.
Bukan karna apa,sebenarnya alisa merasa risih jika karan duduk dihadapannya
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
tanya karan detil.
Alisa menyipitkan kedua matanya.
ia bingung,harus darimana ia memulai ceritanya ini.
"Apa rencanamu?"
Alisa berbalik tanya
Karan memanyunkan bibirnya.
"Jika kau setuju,
kita akan menikah!"
jawab karan spontan.
"Bagaimana dengan syifa?
Ehm,bukan,maksudku,
Apa syifa menyukaimu?"
potong alisa tak karuan.
Alisa menggenggam keras jemari tangannya,sepertinya ia sudah salah bertanya
Karan nampak terlihat bingung.
"Ada apa dengan syifa?
Apa dia menyukaiku?
Aku tidak tau soal itu!"
jawab karan semakin tak karuan
Alisa menarik nafasnya tenang.
"Apa kau sudah punya teman kencan?"
tanya alisa kembali.
Mendengarkan pertanyaan alisa kali ini barulah karan tersenyum,baru karan sadari ternyata alisa salah tingkah berhadapan dengan dirinya.
"Pertanyaan macam apa ini?
Apa mungkin aku mengajakmu menikah sedangkan aku memiliki teman kencan?"
sergah karan seraya tertawa renyah.
Alisa menundukkan pandangan matanya.
Sebenarnya bukan itu yang ingin alisa sampaikan.
"Aku menyukaimu dari sejak pertama kita bertemu."
ucap karan lembut seraya menatap sayu alisa
Alisa menatap karan gugup,padahal kejadian seperti ini sering terjadi pada kehidupannya dulu.
"Ak aku aku bingung!"
jawab alisa gugup.
"Dengar,
kita pasti bisa menjadi keluarga bahagia seperti yang orang lain rasakan,percayalah!!"
Kata karan menyakinkan.
Alisa terenyuh
"Dengan segala kekuranganku?
Apa kau siap menerima?"
jawab alisa tak yakin.
Karan memejamkan kedua matanya seolah memberi jawaban jika ia akan menerima segala kekurangan alisa
Alisa semakin meremas jari jemari tangannya
"Apa janjimu agar aku bisa yakin kepadamu!"
Tanya alisa khawatir.
Karan semakin menatap alisa dalam seraya bibirnya berucap lembut
"Aku tidak akan meninggalkanmu,
Aku tidak akan menduakanmu,
dan Aku akan selamanya bersamamu!
Apa 3 janji itu tidak cukup bagimu?"
Bukannya bahagia, alisa malah semakin khawatir dengan keadaan tubuhnya kini yang tak lagi bersuci, bagaimana pun itu ia harus memberitahu karan soal ini.
__ADS_1
"Karan apa kau bisa menerimaku jika aku ternyata sudah tidak..
ucap alisa terputus
ponsel karan berbunyi.
Alisa meremas tangannya kasar.
"sebentar,
ponselku berbunyi!"
ucap karan permisi.
Alisa mengangguk kecil mengiyakan walau jauh dilubuk hatinya ia sangat merasa kesal.
setelah beberapa menit,seperti yang alisa duga, karan pasti akan pamit pergi .
"Aku harus pergi sekarang.
Kita lanjutkan bicara kita nanti saja,bolehkan?"
tanya karan hati hati.
Alisa kembali mengangguk,
"Hmm,aku tau kau sangat sibuk.
pergilah!!"
jawab alisa berusaha tersenyum.
"Dengar,
Aku akan slalu menerima semua kekuranganmu dan kau juga harus slalu menerima kekuranganku.
Kau jangan terlalu fikirkan hal itu lagi ya ,oke!!"
bujuk karan menyakinkan.
Mendengar ucapan karan barusan membuat alisa tersentuh.
Alisa tersenyum lembut dan memberi jawaban
"Hmm!!"
"Sebelum itu,
Aku akan mengantarmu pulang,ayoo!!"
ajak karan .
"Tidak tidak,
kau pergi saja.
aku masih ingin berada disini!"
jawab alisa
"Baiklah..
ucap karan tersenyum seraya mengusap puncak kepala alisa.
Alisa tersenyum bahagia menatap punggung karan yang semakin berlangkah jauh dari matanya. Senyum diwajah alisa begitu mekar hingga setelah karan menghilang disebalik mobil pun ia masih tetap tersenyum.
Seraya masih menikmati secangkir kopi,alisa mencoba menuliskan beberapa kalimat cinta yang baru saja singgah dihatinya,sepertinya alisa mulai menyukai seorang karan.
_______________________________________________________
*Dear Karan.
Hari ini adalah hari ketiga kalinya kita bertemu.
Dan dipertemuan kita ketiga inilah kau membuat aku mulai jatuh cinta kepadamu.
Kuharap,kau bisa menjaga selalu cinta dariku,serta kau juga mampu menepati semua janjimu yang baru saja kau lontarkan dihadapanku.
Alissa*.
_______________________________________________________
Alisa menutup rapat buku hariannya.
Bayangan wajah syifa tiba-tiba terlintas dalam bayangannya.
"Syifaa!!"
Panggil alisa semu.
Alisa sangat yakin jika syifa mencintai karan,
lalu bagaimana dengan hubungan mereka ini?
*****
Sesampai alisa ditoko,bibi dan syifa sudah menunggu kepulangan alisa,senyum merkah dari bibir alisa membuat bibi zein bernafas lega,sepertinya tidak terlalu sulit membujuk alisa untuk menerima karan,pikir bibi zein.
"Kemarin kau menangis,
hari ini kau senyam-senyum.
Alissa,kau ini sangat sulit ditebak!"
Ucap syifa setengah kesal.
Alisa tertawa renyah
"Ckk,kau ini.
sangat tidak senang melihatku bahagia!"
jawab alisa bete
"Sudah-sudah.
masuk dan makanlah .
Bibi akan disini dulu!"
potong bibi zein melerai.
__ADS_1
"Baiklah,!"
jawab alisa seraya menggandeng lengan syifa .
keduanya pun berlangkah masuk.
"Ngomong-ngomong,
kemana kau pergi tadi?
Tumben sekali,kau tidak mengajakku?"
tanya syifa kesal
Alisa mencoba mencari jawaban.
"Aku hanya bosan jika terus terusan berdiam diri dikamar saja!"
Sebenarnya alisa ingin menceritakan yang sebenarnya kepada syifa, hanya saja ia masih belum siap.
Syifa menatap alisa dalam.
"Dan kenapa tidak mengajakku?"
merasa terpojok,alisa lagi lagi mencari jawaban
"Syifa,kau taukan.
Aku seringkali mengganggu waktu istrirahatmu"
rayu alisa bergelanyut manja pada bahu syifa.
"Alasanmu sangat konyol sekali.
Harusnya kau mencari jawaban yang lebih cerdik lagi!"
Sahut syifa kesal.
Disatu sisi alisa mulai memikirkan karan,namun disisi lain bayangan syifa juga menganggu fikiran alisa .
Ia sendiri bingung harus melakukan apa sekarang,sepertinya menghianati sahabat sebaik syifa bukanlah jalan keluar.
"Boleh aku bertanya?"
tanya alisa memecah kesunyian.
"tentu saja!"
jawab syifa seraya menaruh nasi kepiringnya.
"Siapa sebenarnya karan?"
tanya alisa spontan.
Syifa menghentikan kegiatannya dan segera menatap alisa
"Kenapa kau menanyakan pria itu?"
"Aku hanya ingin tau saja!"
enyuh alisa berusaha acuh.
"Hmm,
Yang kutau karan adalah pelanggan kesayangan bibi. Dia hanya tinggal 5 bulan dikota ini untuk mengurus perusahaan asing yang dulu dikelola papanya."
jelas syifa.
"Lalu mengapa makam ibunya ada dikota ini?"
tanya alisa serius
"Waktu masih kecil,mereka sekeluarga tinggal disini. Kota ini adalah tempat kelahiran ibunya!
sayangnya mereka harus pindah karna urusan pekerjaan!"
Sambung syifa sedih.
Alisa mengangguk mengerti.
"Dan apa kau menyukainya?"
tanya alisa hati hati.
Syifa menatap alisa dalam,hingga membuat alisa merasa bersalah atas pertanyaannya
"Karan adalah pria yang baik .
Semua yang kucari ada pada dirinya!"
jawab syifa tersenyum sipu
Alisa mencoba menyimak dan mencerna setiap jawaban yang dilontarkan syifa.
"Tapi kau taukan.
dalam cinta itu ada banyak sekali aturan.
salah satunya adalah dua insan harus mencintai satu titik yang sama.
namun kenyataannya,hanya aku saja yang mencintai,tidak dengan sebaliknya!"
Jelas syifa pilu.
Alisa menundukkan kedua matanya sayu,sepertinya ia harus mundur dari rasa yang baru saja tumbuh dihatinya ini.
Kalah dalam cinta itu jauh lebih baik daripada harus menghianati persahabatan sendiri.
*
*
*
*
Hai,
ini episode 7.
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1