
Setelah kejadian itu.
Aku kembali kerumah orangtua ku.
Rumah yang dulunya layaknya syurga untukku, dan dengan bodohnya aku lebih memilih neraka dibandingkan syurga buatan keluargaku.
Kedua orangtuaku menangis pilu menyambut kedatanganku. Mereka bahkan kembali menerimaku tanpa sedikitpun mencemohiku. Seharusnya aku tidak menyianyiakan orangtua sebaik mereka, namun angan hendak berkata apa, aku sudah terlanjur menciptakan luka dihati kecil mereka dengan memilih pria bangsat itu.
Aku menceritakan kebusukan pria itu kepada ibuku, namun aku sama sekali tidak berani mengatakan jika dia telah mengambil kesucianku. Aku takut ibuku terkena serangan jantung dadakan, ketika melihat putri kesayangannya ini telah menjadi wanita liar.
Namaku ALISA INDAH SUNDARI.
Umurku baru menginjak 20 th.
Diusia semuda ini, aku telah kehilangan keperawananku, dan satu yang patut aku syukuri dalam kejadian itu, aku bersyukur karna aku tidak mengandung.
Dulu, aku adalah anak yang sangat keras kepala.
Tetapi semenjak dari kejadian itu, aku berubah menjadi pendiam dan penurut. Aku selalu mengiyakan setiap perkataan orangtuaku, hingga ibuku menjadi bertanya tanya, mengapa aku bisa berubah diam dan menjadi penurut secepat itu.
Ayahku merasa resah dengan sikapku. Aku yang terlalu banyak diam disepanjang kegiatan membuat kedua orangtuaku benar benar merasa terpukul. Aku berusaha untuk membangkitkan gairah hidupku, tetapi tetap saja aku gagal dalam usahaku. Saat ini, diam seperti telah menjadi makanan keseharianku.
Mereka berfikir jika aku masih terpuruk karna kepergian dimas dari kehidupanku. Hingga orangtuaku berencana, hendak mengirimkan aku kepada bibiku yang bertinggal diluar negeri, agar aku bisa menjalani kehidupan yang baru dan mengawali kisah perjalanan yang baru disana. Dan lagi lagi, aku menurut dan mengiyakan dengan rencana ibu dan ayahku.
Sebenarnya aku sendiri merasa sedih jika harus meninggalkan orangtuaku disini, aku baru saja kembali kedalam kehidupan mereka, dan bagaimana mungkin kami harus kembali berpisah sekarang. Namun ibu mencoba memberiku kekuatan, dia berjanji akan sering sering menjengukku disana, dan ia berjanji, setelah nanti aku berhasil mengembalikan gairah hidupku, ibu berjanji akan kembali membawaku pulang.
Dua hari sebelum keberangkatanku, kedua orang tuaku setia selalu menemani hari hariku. Mereka melepaskan segala kerinduan kepadaku setelah esok aku akan kembali pergi dari kehidupan mereka. Ibuku menyarankanku agar aku memakai hijab mulai dari lusanya, dimana dihari keberangkatan aku menuju ketempat bibiku tinggal.
Aku mencoba berfikir serta sedikit mencerna nasehat ibuku.
Sepertinya itu ide yang bagus untuk penyesalanku sekarang. Aku akan memulai kehidupan baru disana, aku juga akan mengenal orang orang baru disana, dan mengapa aku juga tidak mengubah penampilanku mulai dari sekarang?
"Sepertinya itu ide yang bagus bu! "
Jawabku semangat seraya memeluk ibuku hangat.
__ADS_1
Ibuku tersenyum sempurna.
Seraya mengelus puncak kepalaku ia menengadah kepalanya keatas seperti sedang berbahagia akan perubahan sikapku.
Aku memeluk ibuku erat seraya menunjukkan betapa aku sangat bahagia dikirimkan Tuhan dengan ibu yang sebaik ini.
Setelah memutuskan diri untuk berhijrah.
Ibuku membantuku membakar semua pakaian ku yang tak bercukupan bahan. Hari ini aku baru menyesal karna dengan bodohnya aku pernah memakaikan pakaian yang begitu senonoh ini dihadapan publik, bagaimana bisa, aku mempertontonkan aurat ku sejalang ini kepada semua lelaki.
Selain itu, aku juga mencoba mendalami pengetahuanku tentang agama islam. Aku sedang belajar tatacara bagaimana agar aku bisa menyembah Tuhan, agar aku bisa dekat dengan sang pencipta, dan aku memahaminya seraya mendetilkan pelan pelan agar tidak terjadi kekeliruan yang bisa membuat diriku jatuh dalam liang kesesatan.
Aku menghafal setiap doa yang tertuntun disana, doa yang akan aku layangkan didalam salatku, doa yang akan aku layangkan setelah seruan azan, dan baru aku ketahui, jika ternyata ada banyak sekali limpahan cara untuk kita mendekatkan diri kepada Tuhan, termasuk salah satunya adalah salat malam, seharusnya sedari dulu aku melakukan itu.
Dan malam ini, untuk yang pertama kalinya aku melakukan salat untuk menyembah Tuhanku. Setelah 20 tahun tuhan memberiku nafas, memberiku kesehatan, dan hari ini aku baru mengungkap rasa syukur dihadapannya. Untuk dosa ku itu, aku benar benar malu untuk meminta ampunan kepada diri-Nya.
Aku menangis tersedu sedu diatas sajadahku.
Adakah ampunan untukku yang telah begitu jauh melakukan dosa.. Aku bahkan telah kehilangan kesucianku sebelum tiba masa pernikahanku, dan aku merasa menyesal mengapa Tuhan terlambat menyadarkanku?
Aku percaya bahwa akan ada hikmah dibalik semua ini.
Aku harus bisa bangkit, dan memberi diriku sendiri jawaban,
Jika aku pasti bisa melewati semuanya dengan sabar.
*****
Keesokannya,
Aku pergi berbelanja bersama ibu dan ayahku.
Ibu ku dengan teliti memilihkan baju muslimah untukku, memilihkan segala macam kerudung untuk aku kenakan disana, dan aku menerima semuanya asalkan itu adalah pilihan ibu untuk diriku.
Ada banyak sekali yang dibelikan untuk diriku oleh orangtuaku.
__ADS_1
Aku tersenyum bahagia karna hijrahku mendapatkan dukungan dari kedua orangtuaku, dan semoga saja, aku berhasil dengan niatku.
Aku bahagia dengan kehidupanku sekarang, dan untuk itu, seharusnya aku harus berterimakasih kepada dimas yang telah pergi meninggalkanku. Aku melupakan dendamku untuk dirinya, aku berharap, semoga kedepannya aku tak lagi bertemu dengan pria sekejam dirinya.
Dimas Evans Chandra,
Walaupun dia ingkar terhadap janjinya, tetapi dialah yang telah mengajarkan arti kehidupan yang sesungguhnya untuk diriku. Bahwa hidup hanya sekali, dan kita tidak pantas meratapi untuk setiap yang akan memilih pergi, karna poin penting dari kehidupan adalah, kita harus pandai dalam menjaga diri.
*****
Hari ini,
Aku akan menuju terbang keluar negeri.
Dan mulai hari ini juga, dengan sempurna aku akan menutup auratku yang dulunya pernah terpampang jelas.
Setelah saling memeluk dan menangis bersama orangtuaku melepas kerinduan, akhirnya aku harus pamit pergi. Mereka hanya bisa mengantarkanku kebandara karna ayahku memiliki pekerjaan yang saat ini benar benar tidak bisa ditinggalkan.
Dengan tatapan pilu aku melambaikan tanganku menatap orangtuaku yang masih berdiri diseberang. Dan dengan langkahan kaki yang erat, aku terpaksa membalikkan tubuhku meninggalkan mereka yang masih menangis menatapku dibelakang.
Aku tidak sanggup untuk membalikkan tubuhku untuk menatap mereka kembali, karna dengan kerasnya aku sendiri telah menangis tersedu sedu seraya berjalan menuju pesawat.
Sebenarnya aku sendiri sangat benci dengan perpisahan ini. Aku berjanji, setelah semuanya telah berhasil aku lewatkan nanti, aku berjanji akan kembali pulang dan bertinggal dengan orangtuaku dinegara ini.
*
*
*
*
*
Hallo gais.
__ADS_1
Ini episode 2 nya.
Jan lupa like dan komentar kalian ya. ๐๐