"CINTA TAK SEPUTIH KAPAS SYURGA"

"CINTA TAK SEPUTIH KAPAS SYURGA"
Episode 5


__ADS_3

Keesokan harinya.


Hari ini alisa lebih memilih menghabiskan waktu ditoko bibinya saja. Ia sedang tak ingin kemana mana sekarang.


Syifa yang selalu setia berada disisi alisa nampak kembali menemani alisa pagi ini.


"Kau yakin tidak ingin kemana mana?"


tanya syifa menyelidiki.


"Hmm!!"


dehem alisa lesu seolah mengiyakan.


"baiklah!"


jawab syifa lembut.


Alisa dan syifa kini tengah berduduk sandar disebuah kursi panjang yang terletak dihalaman depan toko bunga bibinya. Dengan leluasa,keduanya bisa menatap orang-orang yang berlalu lalang berjalan kaki melewati perempatan jalan disini.


"Kau sepertinya menyimpan masalah.


Apa yang kau fikirkan?"


tanya syifa memberanikan diri.


Alisa menatap serius kedua mata syifa.


Benar saja,temannya ini sangat pandai menebak kondisi.


"Aku ingin bertanya.


Apa yang akan kau lakukan jika kau sakit hati karna ulah seorang laki-laki?"


tanya alisa serius.


Syifa nampak memanyunkan bibirnya sejenak seraya berfikir.


"Mungkin dengan cara menemukan laki laki yang baru!"


jawab syifa semangat.


Alisa menyipitkan kedua matanya menatap syifa, seraya mencerna,dan sepertinya jawabannya tidak membantu .


Mulanya Alisa hendak membantah,namun secara tiba tiba sebuah mobil memarkir dihadapan mereka yang tengah duduk.


"Mobil siapa ini? dan kenapa memarkir disini?"


tanya alisa pelan.


syifa menatap alisa yang tengah kebingungan.


"ini mobil pelanggannya bibi,


dia sering berkunjung kemari!"


jawab syifa tersenyum.


Alisa bisa menangkap,sepertinya syifa merasa terhibur dengan kedatangan mobil ini.


Tak lama setelah itu, seorang pria turun dari mobil tersebut. Dengan menggunakan pakaian serba hitam, ia melangkah masuk dengan tenang menemui bibi zein.


Alisa nampak berfikir dua kali,sepertinya ia pernah bertemu dengan pria ini,namun dimana? pikir alisa bingung .


"Aku bertemu dengannya kemarin!"


ucap alisa segera, saat ia berhasil mengingat bahwa pria inilah yang tak sengaja menabrak dirinya kemarin.


Bagaikan angin,tanpa alisa sadari ternyata syifa tak lagi berada disampingnya sekarang. Ia telah pergi bergabung dengan bibi dan pria itu .


"Sepertinya dia menyukai pria itu"


ucap alisa acuh.


Alisa kembali menikmati jalan,walau terhalang karna mobil milik pria itu. Alisa tak begitu memperdulikan siapa dia? lagipun itu tak terlalu penting untuk dirinya.


Dilain sisi, pria itu terlihat curiga dengan keberadaan wanita itu disini, ia mengingat persis jika wanita inilah yang ditabraknya kemarin.


"Siapa wanita itu?"


tanya karan memberanikan diri


"Dia keponakanku,dia tinggal disini.


kenapa?


ayo kemarilah,akan bibi perkenalkan!"


ucap bibi tanpa berbasa basi.


Inilah sikap bibi zein,ia akan memperkenalkan siapapun yang ia kenal kepada orang yang ia kenali.


"Alisa?"


panggil sang bibi lembut.


Alisa menoleh,dan seketika hatinya berdegup kencang saat mendapati pria itu nampak mengekor dibelakang bibinya.


"Ayo kemari.


kenalkan,ini karan dinatara ,


pelanggan kesayangan bibi!

__ADS_1


Karan,kenalkan,ini alisa keponakan bibi"


ucap bibi tersenyum sumringah secara bergantian.


Karan segera menjulurkan tangannya


"Karan!"


ucapnya lembut


Alisa menyambut uluran tangan pria tersebut


"Alisa!"


jawab alisa seraya tersenyum kecut


Syifa nampak menyimak,namun seperti ada yang terbakar jauh dilubuk hatinya.


"Aku berencana mengunjungi makam ibuku hari ini.


apa aku boleh mengajaknya bibi?"


tanya karan hati hati


Alisa nampak terlihat cemas,sedangkan syifa nampak terlihat tak percaya


"tentu saja.


bibi sangat percaya kepada dirimu!"


jawab bibi tanpa berbasa basi.


"tap tapi bi,


aku sedang tak ingin kemana mana hari ini!"


bantah alisa lembut.


"Karan hanya memintamu untuk menemaninya kemakam ibunya.


ayolah sayang,kau pasti tidak keberatan!"


sambung bibi zein seraya mengusap pucuk kepala alisa.


Alisa menatap syifa cemas, dan syifa mengangguk setuju seolah tidak akan terjadi apa apa.


Alisa menarik nafas panjang,


"baiklah!"


jawab alisa setelah menerima jawaban syifa.


Setelah menerima persetujuan,karan berlangkah mengambil sebuah bunga lily,dan bergegas kembali membuka pintu mobil untuk alisa.


Yups,karan masuk dengan tenang,namun alisa nampak risih dengan keadaan berdua seperti ini,apalagi bersama pria yang ia sama sekali tak kenal.


"Apa ada masalah?"


tanya karan menaruh curiga ketika melihat pucatnya wajah alisa


Alisa berusaha tersenyum


"ti tidak,


ak aku hanya merasa gerah saja!"


jawab alisa berbohong.


Karan menghidupkan AC mobilnya , dan menawarkan sebuah air untuk alisa, Alisa menerima saja, namun enggan untuk meminumnya.


Karan menjalankan mobilnya pelan,sangat pelan,karna ia sangat tidak ingin waktu berjalan begitu cepat antara dirinya dan alisa .


Sebenarnya Karan sudah jatuh hati kepada alisa dari semenjak pertemuan mereka pertama kali. Setelah tak sengaja karan menabrak alisa kemarin,karan kemudian membuntuti alisa setelah itu,dan tanpa karan duga,ternyata ia melihat syifa bersama alisa.


"Ohiya,


apa kau masih mengenaliku?"


tanya karan tenang.


Alisa menatap karan sekilas,lalu mengangguk kecil.


"Hmm,baiklah.


aku fikir kau sudah lupa.


bagaimana keadaan kakimu sekarang?"


tanya karan kembali.


Alisa menatap kakinya yang sedikit terlihat,ia baru mengingat jika ada goresan luka kecil dikakinya setelah kejadian itu.


"Tidak apa-apa.


itu hanya luka ringan saja!"


jawab alisa lembut.


"Boleh aku bertanya lagi?"


tanya karan kembali.


Alisa sebenarnya sangat merasa risih,namun mau bagaimana? Alisa takut jika pria ini akan menurunkan dirinya disini jika ia menolak.

__ADS_1


"tentu saja!"


jawab alisa tersenyum kecut.


"Berapa usiamu?"


tanya karan spontan


"Usiaku 20 tahun"


jawab alisa datar.


Karan nampak memanggut.


"Apa kau sedang melanjutkan pendidikanmu dikota ini?"


tanya karan kembali.


"tidak,aku hanya sedang "


jawab alisa terpotong.


karan mengkernyitkan dahinya menatap alisa


"kenapa?"


"Aku hanya sedang bermain main saja mengunjungi bibiku"


jawab alisa tak karuan


"itu artinya kau hanya sementara waktu disini?"


tanya karan lagi dan lagi


Mulanya alisa hendak membantah dengan ribuan pertanyaan dari karan untuk dirinya,namun dalam pertanyaan karan kali ini,sepertinya ada tersirat kecemasan terlihat diwajah karan.


"Mungkin saja!"


imbuh alisa lemah.


ia bingung,mengapa karan bersikap begitu berlebihan terhadap dirinya.


alisa mencoba mencari akal,agar pria ini tidak meneruskan bertanya kepada dirinya


"Lalu bagaimana dengan dirimu?


Apa kau sudah menikah?"


tanya alisa polos.


Alisa membelalakkan kedua matanya setelah mencermati pertanyaan darinya barusan.


"Pertanyaan macam apa ini.


oh alisa,fokuslah!"


bentak alisa didalam hati


"Apa aku terlihat seperti sudah menikah?"


karan berbalik tanya hingga membuat alisa merasa bersalah.


"Bukan seperti itu,


ak aku hanya


"Aku akan segera menikah!"


potong karan cepat.


Alisa menatap karan seksama.


Hatinya berasa tenang setelah ia mendengarkan pernyataan langsung dari mulut karan.


"baguslah,!"


pikir alisa akhirnya.


"kita sudah sampai"


ucap karan lemah.


Alisa menatap pilu begitu banyak pemakaman dihadapannya kini.


Setelah memarkirkan mobil,karan berhendak turun dan membuka pintu mobil untuk alisa, alisa bersegera turun dengan tenang.


*


*


*


*


*


*


Halo .


ini episode 5 .


jangan lupa like dan komentarnya

__ADS_1


__ADS_2