
Setelah merasa letih melakukan perjalanan, Akhirnya aku telah tiba dinegara Turkiey.
Dengan senyum yang gembira sang bibi datang menjemputku kebandara. Dengan erat ia memeluk diriku dengan tersenyum sumringah, ia banyak tau tentang kehidupan ku dari ibu kandungku sendiri yang menceritakan. Maka dari itu sang bibi sama sekali tidak menanyakan perihal perubahan penampilanku sekarang.
"Kau pasti sangat lelah sekali! "
Ucap bibi tersenyum pulas.
"Tidak juga bi,
Aku hanya merasa sedikit gerah saja! "
Adu alisa lembut.
"Baiklah!
Bibi akan segera membelikanmu eskrim! "
Ucap bibi tersenyum.
Aku tersenyum lepas, dari dulu hingga sekarang sang bibi tidak pernah jenuh memanjakan diriku. Hal inilah yang membuat aku menerima ajuan ibu agar diriku bertetap tinggal sementara disini.
Yaa.. Nama bibi ku adalah Zeini Romlah.
Aku selalu memanggilkan bibiku dengan sebutan bibi zein.
Bibi zein adalah seorang janda, suaminya telah meninggal 5 tahun yang lalu karna menderita sebuah penyakit yang parah. Dan keduanya tidak memiliki seorang anakpun dari hasil pernikahannya maka karna itulah bibi zein begitu menyayangiku.
Dinegara ini, bibi zein memiliki sebuah toko bunga yang begitu terkenal dikotanya, keunikan bunga bunga yang disediakan ditokonya membuat banyak pelanggan yang mampir ditoko bunga bibi zein setiap harinya.
Dan bibi zein juga bertempat tinggal disana, ia sengaja tak membelikan dirinya rumah sebab tak ingin berbolak balik menuju toko, dan lagipula, ia tidak memiliki keturunan yang akan mewarisi hartanya.
Sesampai alisa ditoko.
Alisa berdecak kagum melihat bunga bunga yang dihamparkan dihalaman toko bibinya yang begitu terlihat indah nan unik.
Ia tak percaya, jika usaha bibinya semegah ini. Ada banyak sekali bunga warna warni dan sulit ditemukan ada disini.
"Bibi kau sedang tidak menipuku kan?
Apa benar ini tokomu? "
Tanya alisa tak percaya.
"Hei,
Untuk apa bibi menipumu?
Ini adalah toko bibi dan hari ini juga dia akan menjadi tokomu! "
Jawab bibi bangga
"Benarkah? "
Tanya alisa sumringah.
Bibi zein mengangguk cepat seraya tersenyum lepas menatap alisa. Alisa segera menghamburkan pelukan kepada bibi kesayangannya.
"Dan siapa gadis itu? "
Tanya alisa menyipitkan mata.
Alisa melihat sesosok gadis berjilbab tengah merapikan bunga bunga ditoko bibinya, tanpa mengenakan baju khas karyawan seperti yang lainnya.
"Dia adalah anak pungut bibi.
Namanya Syifa Nandira.
Dia yang selalu menemani bibi disini.
Ayo masuklah,!
Akan bibi perkenalkan kamu dengan dirinya! "
Ucap sang bibi tak sabar
Alisa mengikut saja.
Hingga ketika bibi zein tiba dihadapan syifa, wanita itu langsung menyalami tangan bibinya. Oh astaga, aku lupa melakukan itu, jerit hati alisa memucat.
"Syifa,
Ini keponakan yang kemarin bibi ceritakan!
Namanya Alisa indah sundari.
Kalian terlahir ditahun yang sama! "
Jelas sang bibi tersenyum.
Aku tersenyum kala melihat syifa juga tersenyum.
Dan dengan hangat dia memeluk tubuhku, aku membalas pelukan perjumpaan perdana kami.
"Salam kenal!
Semoga kita bisa berteman baik! "
Ucap syifa lembut.
Aku mengiyakan perkataan syifa dengan mengangguk kecil kepalaku, wanita ini benar benar soleha terlihat dari sudut pandangnya, bahkan aku sendiri merasa risih dengan hijrahku yang masih belum apa apa.
"Bibi harap kalian bisa berteman baik.
Anggaplah jika kalian layaknya saudara kandung disini.
Bibi tidak akan menyayangi sebelah pihak saja, karna mulai hari ini, kalian berdua resmi menjadi anak anak bibi.
Mengerti? "
Ucap sang bibi tersenyum kecil.
"Siap bi! "
Ucap alisa bergaya hormat hingga menghadirkan tawa renyah sang bibi dan juga syifa
"Yasudah.
Syifa, tolong antarkan alisa kekamarnya! "
__ADS_1
Ucap bibi zein
"Baik bibi.
Ayo alisa, mari syifa hantarkan! "
Ajak syifa lembut.
Alisa mengikut arah jalan syifa, hingga akhirnya mereka tiba disebuah kamar. Kamar yang terlihat tak begitu luas seperti kamar alisa disana, namun tak luput dari kenyamanan sepertinya jika menghabiskan waktu disini.
"Terimakasih.
Ohia, dimana kamarmu? "
Tanya alisa penasaran.
"Kamarku ada disana.! ".
Seraya menunjukkan
Alisa memanggut mengerti.
"Sesekali bermainlah kekamarku! "
Ucap syifa lembut.
"Baiklah! ".
Jawab alisa tersenyum.
*****
Setelah mengistrirahatkan tubuhnya.
Alisa bangun dan terkejut ketika mendapati bibi dan syifa nampak berdiri didepan matanya, hatinya merasa berdetak tak karuan karna ia mengira jika dua sosok ini adalah hantu dalam mimpinya.
"Bibi,
Apa yang kalian lakukan?
Aku hampir mati karna terkejut barusan! "
Rengek alisa kesal.
Bibi zein dan syifa tertawa keras.
Mereka sengaja mengejutkan alisa ketika mendapati wanita ini hendak membukakan mata tadi.
"Kau tau?
Kau sudah tidur selama harian ini.
Bangun dan makanlah sekarang.
Jangan sampai kau terjatuh sakit nanti! "
Ucap bibi khawatir.
Alisa memanyunkan bibirnya menatap sang bibi yang beranjak pergi
"Kau syifa,
Teganya membangunkanku dengan cara seperti itu!
Jantungku berdetak kencang seperti tengah bergoyang goyang sekarang! "
Keluh alisa menakuti.
Syifa mendadak khawatir, ia berjalan dan berduduk disamping alisa.
"Benarkah? "
Tanya syifa cemas.
"Tapi bohong! "
Jawab alisa tertawa ngajak.
Syifa memukul pelan bahu alisa
"Ckk, kau ini.! "
Ucap syifa kesal.
"Yasudah.
Bangun dan bersihkan dirimu.
Kita akan makan malam sekarang! "
Imbuh syifa kembali sebelum akhirnya juga ikut keluar.
Alisa berlangsung bangkit.
Ia memeriksa jam diponselnya.
Alamak!!
Ponselnya mati, pantas saja sang ibu belum menghubunginya.
Alisa bersegera menghubungi orangtuanya setelah hampir 7 jam ia tiba disini, dan tanpa menunggu lama, sang ibu langsung mengangkat panggilan putrinya.
"Assalamualaikum! "
Ucap alisa lembut untuk yang pertama kali didalam hidupnya.
"Waalaikumussalam! "
Jawab ibu terharu.
"Ibu maafkan putrimu!
Aku terlambat menghubungimu! "
Keluh alisa bersalah.
Sang ibu tersenyum tipis
"Tidak nak,
__ADS_1
Bibi sudah menghubungi ibu dan mengatakan jika kamu sudah tertidur setiba kamu disana! "
Alisa tersenyum malu.
"Tetap saja,
Seharusnya aku lebih dulu menghubungi ibu! "
Jawab alisa pilu.
Sang ibu tak ingin membuat putrinya merasa bersalah.
"Dan sekarang kamu langsung menghubungi ibu setelah kamu bangunkan? "
Selidiki sang ibu
Alisa tertawa renyah,
"Benar.
Aku langsung menghubungi ibu! "
"Yasudah.
Hubungi ibu lagi nanti.
Sekarang bersihkan dirimu dan solatlah.
Jaga kesehatanmu disana! "
Ucap sang ibu lembut.
"Baik bu.
Ibu juga, jaga kesehatan ibu dan ayah disana.
Aku sangat merindukan kalian! "
Jawab alisa semangat.
Panggilan terputuskan. Alisa merasa lega sekarang setelah berbicara dengan kedua orangtuanya. Setelah membersihkan diri dan salat, akhirnya ia keluar menuju meja makan.
"Siapa yang memasak semua ini? "
Tanya alisa penasaran.
"Apa masakannya tidak membuatmu suka? "
Tanya syifa segera.
"Hei,
bahkan aku belum mencicipinya.
Apa kau yang memasaknya? "
Imbuh alisa menebak.
"Benar!!
Bibi sangat lama sekali tidak lagi pernah memasak! "
Jawab bibi zein.
"Syifa,
Aku gamau tau,
Pokoknya kamu harus mengajarkanku bagaimana agar bisa memasak enak seperti dirimu ini! "
Ucap alisa tersenyum manyun.
"Baiklah baiklah!
Kita akan memasak bersama lain kali! "
Jawab syifa semangat.
Alisa tersenyum sumringah, ia bahagia bisa bertemu syifa disini. Bagi alisa, syifa nampaknya sangat polos dan jauh dari kata naif, tidak seperti teman temannya dulu yang selalu memanfaatkan alisa.
"Wow..
Rasanya juga sangat nikmat sekali! "
Ucap alisa tak percaya.
"Benarkah? "
Tanya syifa kaget.
Alisa mengangguk tersenyum
"Hei,
Makanlah hati hati!
Jangan sampai tersendak nanti! "
Tegur bibi khawatir.
"Terimakasih atas pujianmu! "
Ucap syifa ramah.
Alisa tersenyum seraya berkedip, syifa dan bibi tertawa lepas melihat tingkah lucunya.
*
*
*
*
*
*
Hallo gais.
__ADS_1
Ini episode 3.
Jan lupa like dan komentar kalian ya. 🤓😚