"CINTA TAK SEPUTIH KAPAS SYURGA"

"CINTA TAK SEPUTIH KAPAS SYURGA"
Episode 6


__ADS_3

Alisa memandang pilu tanah yang telah tertimbun dihadapannya dengan seksama. Bayang fikirannya entah terbang jauh kemana,ia takut jika ia akan kehilangan orangtuanya selamanya seperti yang kini dirasakan karan.


Raut wajah alisa membuat karan mengerti,bahwa saat ini alisa sedang memikirkan hal yang ia tak inginkan terjadi. Karan berjalan mendekati alisa, menyodorkan bunga kehadapannya,dengan seuntas senyum yang ia percikkan pada bibirnya.


"Apa ini!"


tanya alisa kaget .


ia bingung,mengapa karan memberikan bunga untuk dirinya.


"Aku ingin kau menaruhkan bunga ini pada makam ibuku!"


jawab karan datar


"Tap tappi ini bungamu!"


bantah alisa semakin bingung.


"Ibuku sudah menunggumu!"


jelas karan semakin datar.


Alisa menatap karan cemas,ia tak mengerti apa yang tengah pria ini rencanakan. Tanpa hendak ingin membantah,alisa langsung menerima bunga tersebut dan berjalan khawatir mendekati makam.


Alisa menaruhkan bunga lily tersebut dengan tangan yang gemetar,tanpa sadar airmatanya keluar,entah karna ia takut jika nasib serupa akan terjadi pada orangtuanya,atau mungkin saja alisa menangis sebab ia takut dengan tingkah seorang karan .


Karan berjalan mendekati alisa, berjongkok persis disampingnya,dengan menghadap makam ibunya.


"Ibu,


hari ini aku kembali menemuimu!"


ucap karan lemah.


Alisa menyimak karan berbicara


"Seperti janjiku padamu ibu,


bahwa aku akan memperkenalkan wanitaku kepadamu terlebih dahulu..!"


sambung karan kembali


Kedua mata alisa mendadak melotot,


"Apa maksud pria ini!"


tanya hati kecil alisa.


Alisa tak berani untuk menoleh menatap karan,matanya terus fokus menatap makam walo pikirannya sibuk memikirkan ucapan karan.


"Dan hari ini dia disini bersamaku ibu!!"


ucap karan haru.


Jantungku serasa benar benar copot.


siapa wanita yang pria gila ini maksudkan?


apa ada wanita lain disini? Aku menoleh kesana kemari berusaha mencari namun hanya aku dan karan yang ada disini.


"Iyaa,


Wanita itu adalah dia yang baru saja memberikanmu bunga!!"


tambah karan kembali.


Kali ini kedua mataku benar benar melotot sempurna.


Dengan penuh rasa cemas aku segera menoleh kedua mataku untuk menatap karan,


"Karan, Apa maksudmu?"


tanya alisa benar benar cemas.


Jangankan menjawab, karan bahkan sama sekali tidak menatap kedua mata alisa yang saat ini begitu fokus tengah menatapnya.


"Karan aku sedang bertanya kepadamu?"


desak alisa panik seraya menggenggamkan kedua lengan karan.


Kali ini karan menoleh,kedua matanya samar samar menatap alisa yang saat ini begitu dicekam rasa kepanikan.


"Kita akan menikah!"


jawab karan datar.


Dugg..


hatiku berkecambuk begitu bernada .


Nafasku memburu saah telingaku mendengarkan kalimat sakral itu diucapkan oleh pria yang bahkan baru beberapa jam lalu aku kenal,


Bagaimana mungkin ada pria segila ini didunia ini?


Pikir akal sehatku tak terima.


"Apa kau sudah gila?"


bentak alisa tak terima.


ia bersegera bangkit dan hendak meninggalkan makam.


dengan segera karan menghentikan pergelangan tangan alisa


"Orangtuamu telah membuat kesepakatan!"


jawab karan serius.


Alisa menghentikan langkah kakinya terkejut


"Orangtua"


pikir alisa bingung


"Apa maksudmu?"


tanya alisa tak mengerti .


Karan menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan pelan.

__ADS_1


"Tenangkan dirimu dahulu!!"


jawab karan tenang


Karan menarik pergelangan tangan alisa dan membawanya kemobil. Alisa yang masih sangat bingung mengikut saja apa yang karan perintahkan kepada dirinya.


"Dengar,


aku akan menceritakan semua ini kepadamu nanti"


ucap Karan menenangkan..


Sepanjang perjalanan keduanya nampak saling diam dan bungkam. Alisa yang sudah puluhan kali berfikir tentang kedua orangtuanya namun semua dugaannya sama sekali tidak masuk akal.


"Kapan kau akan menceritakannya padaku?"


tanya alisa memecah kesunyian.


"Saat kau sudah tenang!"


jawab karan seraya fokus menyetir mobil


"Ak aku aku, sudah tenang sekarang!!"


potong alisa berusaha bersikap tenang


Karan menoleh dan menatap alisa.


"Jangan membohongiku!!"


sergah karan menebak.


Alisa memejamkan kedua matanya dalam,dan benar saja,ternyata dirinya masih belum tenang.


*****


Sesampai ditoko bunga bibi zein, bibi dan syifa langsung menjemput alisa dimobil karan. Bibi zein terlihat begitu gembira saat melihat alisa sudah kembali pulang diantar karan.


"Bagaimana perjalananmu alisa?


Apa kau lelah sekarang?".


tanya bibi zein tak karuan.


"Aku hanya sedikit lelah saja!!".


jawab alisa seadanya dan berlangsung pergi


Bibi zein khawatir, tidak seperti biasanya alisa bersikap seperti itu. Syifa yang khawatir akan alisa langsung mengikuti kepergian alisa .


"Ada apa?


mengapa wajahnya bisa semasam itu?"


tanya bibi zein cemas.


"Aku hanya menceritakan apa yang seharusnya dia tau!"


jawab karan berusaha tenang.


"Ckkk,


kenapa terburu buru?


kau tau,kalian baru saja bertemu hari ini,dan bagaimana mungkin alisa menyukaimu dalam waktu sesingkat itu!"


Sergah bibinya kesal.


"Tapi bii,


kau juga taukan, kalo aku hanya punya waktu seminggu lagi dikota ini, dan setelah ini aku harus kembali.


Mungkin menceritakannya dengan cepat itu jauh lebih baik bukan!!"


Ucap karan membujuk


"Yasudah yasudah.


Bibi mengerti maksudmu.


Akan bibi coba jelaskan padanya nanti!!"


sahut bibi zein menyerah.


"Oke,


aku percayakan itu semua pada bibi!"


Jawab karan tersenyum simpul sebelum akhirnya berlangkah pergi .


****


"Ada apa?


Mengapa kau menangis?"


tanya syifa lemah memberanikan diri.


Syifa mengusap pelan kedua bahu alisa yang kini tengah meratapi sesuatu sambil memeluk bantal.


"Apa ada masalah?.


Ayo ceritakan padaku!!"


sambung syifa kembali.


Alisa membuyarkan lamunan fikirannya.


"Tidak,


aku hanya rindu kepada orangtuaku!".


jawab alisa seadanya


Syifa mengangguk mengerti.


Wajar saja jika alisa menangis,sebab syifa tau jika alisa baru saja pergi mengunjungi makam ibunya karan.


"Kenapa kau tidak menghubunginya saja.

__ADS_1


Ibumu disana juga pasti sangat merindukanmu!!"


bujuk syifa menyemangati


Alisa tersenyum kecut.


"Aku akan menghubunginya nanti!!"


bantah alisa lembut.


"Baiklah!!!"


jawab syifa .


Syifa berlangkah pergi,ia sangat tau,jika saat ini alisa membutuhkan waktu untuk sendiri.


"Jika nanti kau membutuhkan bantuanku,


kau boleh menghubungiku ya?


Aku pasti akan langsung datang kemari!!"


ucap syifa sebelum pergi


Alisa tersenyum pilu menatap syifa, ia sangat sedih jika harus mengkhianati sahabat terbaiknya ini. Alisa tau,jika syifa mencintai karan.


Baru saja syifa keluar, tanpa alisa duga bibi zein datang menemuinya. Alisa tau,jika bibinya ini pasti terlibat dalam ucapan karan tadi


"Apa kau baik baik saja?"


tanya bibi zein cemas


"Hmm, seperti yang bibi lihat.!!"


jawab alisa seadanya.


Bibi zein mendaratkan pantatnya disamping alisa,ia tau jika keponakannya ini sedang menunggu dirinya menjelaskan perihal ucapan karan yang masih membuatnya tak faham.


"Apa yang karan katakan padamu tadi?"


selidiki sang bibi.


"Ceritakan saja apa sebenarnya rencana bibi!"


bantah alisa menatap.


Bibi zein tersenyum cemas


"Ini rencana orangtuamu,bukan rencana bibi!"


jelas bibi zein tak ingin disalahkan.


"Orangtuaku?


Apa yang mereka rencanakan?"


tanya alisa bingung.


Bibi zein menarik nafas panjang serta menghembuskannya dengan pelan.


kedua tangannya meraih jemari lembut alisa untuk digenggamnya.


"Ibumu bercerita banyak kepada bibi tentang dirimu.


Kau yang dulu begitu mabuk asmara dan buta karna cinta,sampai² ibumu hampir mau mencelakan diri karna kamu lebih memilih pria itu dibandingkan ibumu sendiri.


Dan kau tau,ibumu sangat bahagia ketika kau kini sudah kembali.


Ibumu meminta bantuan kepada bibi, agar mempertemukanmu dengan seorang laki laki yang baik, dan bibi rasa,karan adalah pria yang sangat baik!!"


jelas bibi zein tersenyum.


Alisa menyimak setiap ucapan yang keluar dari mulut bibinya.


"Karan adalah laki laki pekerja keras, dia baik dan tidak suka bermain wanita. Ibu karan adalah teman baik bibi sedari kecil. Kami telah berjanji jika anak kami akan kami jodohkan setelah dewasa nanti . Tapi kau taukan,jika bibi tidak memiliki anak."


sambung bibi zein sedih.


Alisa terenyuh .


"Bibi hanya ingin yang terbaik untuk kehidupan kalian.


kalian adalah anak bibi sekarang dan selamanya!"


Ucap haru bibi zein seraya menangis.


Alisa bisa merasakan kesedihan yang dirasakan bibinya sekarang,dan dengan segera alisa menghamburkan bibinya pelukan sayang dari dirinya sebagai seorang anak .


"Ayo jawab bibi,


kau maukan menikah dengan karan?"


tanya bibinya berharap seraya masih berpelukan.


"Aku akan berbicara dengan karan besok pagi!"


jawab alisa bingung.


"Baiklah!!"


Jawab sang bibi


*


*


*


*


*


*


Hai,


ini episode 6 .


jangan lupa like dan komen

__ADS_1


__ADS_2