
Setelah hampir sehari naya diam di dalam kamar,menangisi nasib percintaannya. sore hari naya memutuskan untuk keluar guna mengisi perutnya yang sudah keroncongan karna dari semalam naya melupakan makannya.
setelah makan di sebuah kedai pecel lele,naya memutuskan untuk istirahat di taman.
pukul delapan,naya masih setia duduk di bangku taman,.
"ya allah,,, kenapa dadaku terasa sakit sekali?" lirih naya sembari memegang dadanya.
"anda kenapa nona?" suara sosok lelaki yang duduk memblakangi punggungnya pun mengagetkan naya. sedari tadi dimas memang berada si sana,dimas menyadari kedatangan naya,tapi tidak dengan naya.
"sepertinya saya lihat sudah dua hari ini anda menangis di sini"
"anda ngga akan mengerti apa yang sedang saya rasakan tuan" jawab naya dingin
"saya cukup mengerti dengan rasa sakit nona" ucap dimas tak kalah dingin.
"tapi ini bukan hanya rasa sakit saja,tapi juga penghianatan"
"dan saya pun paham dengan itu nona"
"bagaimana bisa?"
"karna saya pun pernah merasakannya nona"
"enam tahun kita bersama,tapi ternyata saya hanya menjaga jodohnya" suaranya melemah,terlihat rasa sakit yang begitu dalam.
"ternyata dia jauh lebih sakit dari apa yang gue rasa" batin dimas
"ini, hapus air matamu nona,, jangan terus menangisi seseorang yang telah membuatmu sakit. dan ingatlah suatu saat akan datang jodoh yang terbaik untukmu nona" ucap dimas seraya memberikan sapu tangannya.
"terima kasih tuan,nanti akan saya kembalikan" naya menerima sapu tangan dimas,tapi pandangannya tetap ke depan. naya terlihat tidak sopan,karna berbicara tanpa menatapnya,padahal dimas sedikit memiringkan badannya untuk melihat naya,tapi tidak dengan naya.
"tidak usah di pikirkan nona"
"baiklah tuan,saya pamit pulang"
"saya permisi tuan" sambung naya.
tanpa menunggu jawaban dimas,naya pergi.
sesampainya di dalam kamar naya.
__ADS_1
"kenapa aku cerita sama tuh cowok?"
"kenal juga ngga,tapi aku merasa nyaman cerita sama dia"
"ah,sudahlah,, lumayan cerita sama dia,bisa sedikit ngurangin sakit di dada aku".
setelah dua hari naya cuti,akhirnya hari ini naya masuk kantor. tidak ada yang berubah dari cara kerja naya yang tetap mencoba untuk profesional,walau sebenarnya ada setumpuk beban berat di hati dan fikirannya. naya yang ceria,kini berubah menjadi pendiam.
πππ
dua minggu kemudian raffi menikahi nadia. orang tua raffi menghubungi naya dan memberitahu kabar pernikahan anaknya.
setelah mendapat kabar dari orang tua raffi,naya kembali menangis.
rana yang melihat naya menangis pun menghampirinya
"nay,, kamu kenapa?"
"......"
"nay,, jangan bikin aku khawatir"
"raffi,,, menikah dengan nadia kak,,,"
naya pun menceritakan kejadiannya pada rena. rena pun memeluk naya erat, karna naya sudah rena anggap sebagai adiknya sendiri.
"sudah,jangan menangis"
"kakak tau ini berat,tapi kamu juga ngga bisa terus kaya gini. kamu mesti bangkit" ujar rena
"yakinlah suatu saat akan ada jodoh yang terbaik untuk mu nay"
naya melepaskan pelukannya seraya berkata
"jangan pernah menangisi seorang penghianat nay"
"ok,, kakak pergi dulu"
dan di angguki oleh naya.
"kak rena benar,sudah jangan pernah nangis buat dia"
__ADS_1
gumam naya sembari menghapus air matanya.
jam makan siang pun tiba,nanda yang melihat naya berada diruangannya pun menghampiri.
tok tok tok
"masuk"
"nay,mau makan siang bareng ngga?" tanya nanda
"aku males keluar mba"
"ya sudah aku pesenin lewat online aja ya nay,aku juga males keluar"
"boleh,terimakasih mba nanda"
"ih kamu nay,, kaya sama orang lain aja".
naya tersenyum manis.
dua puluh menit kemudian,makanan pun datang. setelah makan,mereka mengobrol.
"kamu kenapa nay? aku liat dari tadi,kamu megangin dada terus?"
"ngga tau kenapa,udah dua minggu ini dada aku sakit mba"
"kamu udah ke dokter belum nay?"
naya menggeleng
"coba kamu periksa sama dokter 'Dimas Rahadian', dia dokter spesialis nay. dan ini nomer telepon dan alamat rumah sakitnya" lanjutnya.
dan di angguki oleh naya.
sebenarnya nanda tidak begitu tahu sama dimas,hanya pernah suatu hari,rena tiba-tiba sakit dan di bawa ke rumah sakit. sebelum itu rena memberikan nomor rumah sakit dimas kerja.
Naya pun langsung menelpon tempat asisten dokter dimas,dan membuat janji temu besok siang.
karna naya pun merasa khawatir akan kesehatannya.
naya sendiri sadar,karna sudah beberapa hari ini naya sering melupakan makannya,tidur pun tak nyenyak.
__ADS_1
tapi berkat lekaki di taman,naya mencoba ikhlas dengan keadaan yang menimpanya. mungkin benar,akan datang jodoh terbaik yang tuhan siapkan untuknya.
πΌπΌπΌπΌπΌ