
Orang tua raffi sedang berada di samping mobilnya sedang menunggu raffi dan naya.
dari kejauhan mama raffi melihat naya berlari sambil menangis.
"nak,, kamu kenapa? kenapa menangis? raffi mana?" tanya mama raffi
"mah,,, maafin naya,, naya harus pergi dari hidup affi mah" naya menangis sesenggukan
"apa maksud kamu nak? mama ngga ngerti,, trus raffi nya mana?"
"maaf mah,, nanti mama tanyakan saja sama affi"
"naya pergi mah" naya berlari keluar kampus dan menyetop taksi,lalu pergi.
"mah,, lihat naya tidak?"
"naya sudah pulang,, jelasin sama mama kenapa naya menangis?" ujar mama
"ayo pulang,kita bicara di rumah" seru papa raffi.
Sesampainya dirumah,raffi menceritakan semuanya
plakk
suara tamparan papa dipipi raffi. raffi hanya menunduk menyesali semuanya.
"papa tidak berhasil mendidik kamu!"
"cepat kau nikahi gadis itu!!"
ucap papa seraya masuk ke kamarnya.
"mama kecewa sama kamu nak,,"
"naya meninggalkan kamu tepar di hari kamu mendapatkan gelar nak,,"
"tapi ini bukan salah naya,, tapi kesalahan ini murni karna kamu sendiri". ujar mama raffi.
dan raffi pasrah dengan keadaan yang dia buat sendiri.
Naya menangis di sebuah taman,,
naya duduk di bangku yang menghadap danau,pandangannya kosong, air matanya terus saja mengalir.
__ADS_1
"ay,,," lirih raffi,yang sontak membuat naya berdiri hendak pergi. tapi raffi menahannya.
raffi memeluk naya erat,sedangkan naya terus saja meronta dan memukul-mukul dada raffi
"kamu jahat fi,, kamu tega nyakitin aku" naya menangis sesenggukan
"maafin aku ay,,, aku salah,,, aku udah nyakitin kamu"
"enam tahun raffi,,, kita jalanin,, tp saat kita sampai di tujuan yang sama,, kamu malah nyakitin aku!!"
"lepasin aku raffi!"
"aku lepasin,, tapi kamu janji dengerin aku dulu"
raffi melepaskan pelukannya.
"maaf ay,,, tapi aku bener-bener ngga bisa hidup tanpa kamu ay,,"
"jangan bicara hal yang kamu sendiri tidak tau apa artinya" jawab naya sinis
"apa maksud kamu ay"
"kamu bilang, kamu ngga bisa hidup tanpa aku,, tapi kenapa kamu menghamili nadiia??!!!!" bentak naya
"dan,,,, nikahi nadia,," air matanya kembali mengalir.
naya pergi meninggalkan raffi yang mematung. naya kembali duduk di bangku taman yang berada di pojok. dan tanpa naya sadari naya, ada sosok lelaki yang sedang duduk di samping naya.
"kamu jahat fi,, kamu tega" gumam naya sesenggukan
"aku benci kamu!"
"ini cewe kenapa?, dateng-dateng nangis ngga jelas"
batin dimas.
pukul delapan naya tiba di kost an dan langsung mengirim pesan pada rena.
"kak maaf,besok aku cuti karna aku ngga enak badan"
"kamu sakit apa nay?,, aku ke kost an kamu yah"
"ngga usah kak,aku cuma kecapean aja"
__ADS_1
"ya sudah kamu istirahat"
"terimakasih kak"
naya memang semakin dekat dekat dengan rena,dan sesuai permintaan rena,saat di luar kantor naya memanggil rena dengan sebutan kakak.
drttt
"nay,aku tahu aku salah dan aku tahu kamu ngga akan maafin aku. tapi satu hal yang harus kamu tau nay,sejujurnya aku ngga ada niatan buat hianatin kamu,nyakitin perasaan kamu. dan aku akan gugurin kandungan ku nay,aku ngga mau lebih nyakitin kamu lagi dengan adanya anak ku nay"
isi pesan singkat nadia
"aku memang kecewa sama kamu nad,tapi tolong jangan pernah berfikiran buat gugurin kandungan kamu. aku ngga mau jadi jembatan atas dosa yang kalian perbuat. menikahlah dengan raffi"
isi balasan naya.
"ya allah,,, sakit sekali rasanya" naya kembali menangis
naya bergegas mandi dan menunaikan ibadahnya, naya yakin saat beribadah bisa sedikit mengurangi kesedihannya.
"ya allah,,, kenapa rasanya sakit sekali,,"
"aku tahu engkau pasti sudah menyiapkan jodoh yang terbaik,, tapi kenapa harus serumit dan sesakit ini".
selesai naya beribadah, naya membaringkan tubuhnya di ranjang yang tidak terlalu lebar itu.
drrttt
"ay,, tolong maafin aku"
"ay,, aku menyesal dan aku ngga mau pisah sama kamu"
"tolong kasih aku kesempatan ay"
"aku ngga bisa hidup tanpa kamu ay,,"
itu adalah deretan pesan singkat dari raffi.
dan banyak panggilan yang tak di hiraukan oleh naya.
naya menangis semalam an. naya lupa kalo dia belum makan dan tidur pun tak nyenyak membuat mata naya semakin bengkak.
πππππππ
__ADS_1