\Menjaga Jodohnya

\Menjaga Jodohnya
05


__ADS_3

Naya pun keluar dari mobil seraya melambaikan tangan pada raffi, dan raffi pun melajukan mobilnya menuju kampus. setelah mobil raffi sudah jauh,naya pun membalikkan badannya menatap sebuah gedung tinggi yang bertuliskan "PRAYOGA GROUP"


"bismillah,,, semoga semua berjalan lancar" sejenak naya menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam untuk mengurangi rasa gugupnya. Naya pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam gedung dan langsung menuju receptionis.


"permisi mba aku mau keremu sama pak Farid" ucap naya sopan


"mba yang mau interview yah?"


naya pun mengangguk


"mba langgsung ke ruangannya aja di lantai 5" sambungnya


"oh iya terima kasih mba" naya pun menganggukkan kepalanya memberi salam


"din,tadi siapa? cantik banget,,, dan lagi senyumnya itu loh,,, maniiissss banget" ujar Arfan yang sedari tadi terus menatap naya


"gue nggak tau,tadi tuh mau interview" jawab dina cuek


"aahh,,, semoga dia diterima kerja deh" timpal arfan sambil terus tersenyum


"bakalan tambah rajin gue ke kantor,secara ada bidadari dengan senyum manisnya"


"ah udah sono lo,ganggu gue kerja aja" ucap dina kesel,padahal emang bener sih dina juga merasa kalo naya tuh manis banget,,, cuma emang dina lagi males aja ladenin arfan.


tok tok tok

__ADS_1


naya pun di persilahkan masuk oleh sekretaris pak farid.


naya pun memulai sesi wawancaranya dan naya pun akhirnya diterima kerja di bagian staff manajemen.


tapi saat naya akan di ajak menuju ruangannya ada sosok wanita yang cantik dan terlihat modis dalam berpakaian menghampiri naya dan juga pak farid.


"mau di bawa kemana pak?" ujarnya


"ini bu rena,saya mau mengantarkan ke ruangannya" jawab farid. yah nama perempuan cantik itu adalah Renata Amalia yang menjabat sebagai Manajer produksi dan salah satu yang disegani di kantor,bagimana tidak renata kenal baik dengan CEO nya.


"eemmm jangan deh,mending kamu jadi asisten saya saja,saya lihat kamu cukup pintar" ujar renata


dan farid tampak berfikir karna setaunya renata sangatlah pemilih untuk menjadi asistennya. mungkin karna renata selain menjadi manajer,kadang rena pun menggantikan meeting dengan clien yang seharusnya di tangani oleh direktur. dengan pendidikan yang cukup tinggi dan juga lulusan luar negeri menjadi nilai tersendiri dan satu lagi,rena adalah orang yang lumayan dekat dengan CEO.


"dan kamu naya sekarang kamu ikut sama ibu renata ke ruanganny" titah farid


"ah iya pak terimakasih" naya yang dari tadi diam pun menjawab.


"jabatan menjadi asisten manajer tidaklah mudah,tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik" batin naya


naya pun telah sampai di sebuar ruangan yang cukup luas dan di dalam terdapat 2 meja yang di halangi kaca sebagai pembatas antara ruang manajer dan asisten,tidak lupa di depan pintu masuk terdapat meja sekretaris.


"duduk" titah rena yang penuh wibawa


naya pun duduk menghadap rena.

__ADS_1


"ok mulai sekarang kamu kerja sama saya dan itu ruangan kamu,kamu bisa mulai kerja hari ini. dan nanti saya akan mengajari kamu cara kerjanya" jelasnya panjang lebar. rena memang sosok yang dingin,itu bagi mereka yang belum mengenalnya dan naya pun merasakannya.


"iya bu terimakasih dan mohon bimbingannya" naya menjawab dengan semangat


"ok sekarang kamu boleh masuk ke ruangan kamu,dan ini berkas yang harus kamu pelajari"


"iya bu,saya permisi" naya pun melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya. walaupun tidak selebar ruang renata,tapi itu cukup nyaman.


ah rasanya naya begitu lega karna di terima di salah satu perusahaan terbesar di asia. tak henti - hentinya naya mengucap sukur "alkhamdulilah" .


sebelum memulai kerja naya mengambil handphone nya,dan mengirim pesan pada orang tuanya


"assalamu'alaikum mah,mah naya udah dinterima kerja menjadi asisten manajer,doain naya terus supaya kerjanya lancar"


dan tidak lupa naya pun mengirim pesan pada raffi


"assalamu'alaikum fi,,, maaf baru kasih kabar,, alkhamdulilah aku diterima kerja sebagai asisten manajer sayang,, terima kasih atas doanya".


setelah mengirim pesan naya pun mulai mempelajari berkas-berkas yang sudah ada di meja kerjanya,dan selang beberapa saat renata masuk dan dengan sabar mengajari naya,dan benar kata renata karna naya cukup pintar jadi tidak terlalu sulit untuk mengajarinya.


"saya memang tidak salah memilih" ujar rena


naya yang mendengar hanya tersenyum menunduk.


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2