\Menjaga Jodohnya

\Menjaga Jodohnya
11


__ADS_3

Setelah kemaren naya membuat janji lewat telepon. hari ini naya mendatangi rumah sakit tempat dimas bekerja untuk memeriksakan dadanya yang sakit.


"permisi sus,, dokter dimas rahadiannya ada?" tanya naya


"ada nona,apakah sudah buat janji?"


"sudah sus"


"maaf, atas nama siapa?"


"atas nama Nayara Zhafira"


setelah suster memeriksa data pasien,naya pun di persilahkan masuk.


tok tok tok


"masuk"


"permisi dok"


dimas kaget mendengar suara naya ada di depannya.


"silahkan duduk nona"


"terima kasih dok"


"sepertinya aku pernah denger suara ini,tapi ah sudahlah" batin naya


"ada yang bisa saya bantu nona"


"ah iya apakah kita pernah bertemu sebelumnya dok?"


"maksud anda apa nona?" tanya dimas sengaja


"ah tidak lupakan saja dok,, maaf" jawab naya malu


"apa dia lupa?? ah lagian dia kan tidak pernah melihat wajah ku" batin dimas


"jadi apa yang mau anda periksa kan nona?"


"dada ku dok,rasanya sakit"


dimas pun menaikkan satu alisnya.


"ah maksudnya sudah dua minggu ini dada saya terasa sesak dok"


"cih,, memang apa yang dia fikirkan?, aneh" batin naya


"mari nona saya akan memeriksa anda"


naya membaringkan tubuhnya di ranjang periksa,dan dimas mulai memeriksa naya.


pandangan dimas pun tertuju pada mata naya yang bengkak.


"apa dia menangis sepanjang hari" batin dimas

__ADS_1


setelah di periksa naya dan dimas kembali duduk.


"jadi saya sakit apa ya dok?"


"apa selama dua minggu ini anda menangis nona?"


"bagaimana anda bisa tahu dokter?"


"apa anda lupa kalau saya adalah seorang dokter?"


"ah iya,maafkan saya dokter"


"hey,, nona lihatlah matamu" batin dimas


"baiklah,saya akan membuatkan resep untuk anda nona"


dimas menuliskan resep untuk naya.


-pergilah jalan-jalan


-carilah udara segar


-berhentilah memikirkan sesuatu yang tidak penting


-banyak istirahat


-dan buatlah dirimu selalu bahagia


Dimas memberikan resepnya pada naya.


"itu resep mu nona"


"kenapa bukan resep obat dok?"


"karna anda tidak membutuhkan obat nona,yang anda perlukan saat ini adalah resep itu" dimas menahan senyumnya


"ah sudahlah saya pamit dulu"


"dan terima kasih resepnya,akan saya coba"


"sama-sama nona"


setelah naya pergi,dimas pun tersenyum lepas mengingat ekspresi naya barusan.


Benar saja naya memang mencoba resep dari dimas dan semakin hari naya sedikit demi sedikit mulai bisa melupakan kesedihannya. apalagi hari ini rena di angkat menjadi direktur dan otomatis naya pun menjadi asisten direktur. dan yang menggantikan rena adalah arfan.


"selamat ya pak arfan" ucap naya


"iya nay terima kasih"


"selamat juga untuk kamu nay dan selamat mendapatkan tugas yang lebih berat" seraya tertawa


"yah,,, pak arfan mah gitu"


"sudah ayo pulang,aku mau ngajak kamu makan"

__ADS_1


"ok,tunggu aku ambil tas dulu".


naya dan arfan pun pergi ke sebuah cafe di pusat kota. mereka makan dan mengobrol dan tanpa sengaja naya bertemu raffi. raffi yang sedang menunggu temannya di sebuah cafe yang sama dengan naya.


raffi pun menghampiri naya.


"ay,,,, " terlihat jelas raut wajah kerinduan terpancar pada raffi


naya diam dan terus saja memakan makanannya.


"ay,,, kamu apa kabar?" tanya raffi dengan suara halusnya.


"aku baik" jawab naya singkat,sejujurnya naya rindu suara itu,, suara yang menurut naya paling lembut.


tapi dengan cepat naya menghilangkan pikirannya.


"tidak,, ingat pesan dokter dimas" batin naya


raffi pun duduk di kursi depan naya.


"ay,,, aku kangen banget sama kamu" ucap raffi yang tidak terlalu memperdulikan orang yang ada di samping naya.


arfan yang melihat pun cuek aja.


"aku udah kenyang kak,ayo pulang" ucap naya


naya memanggil arfan dengan sebutan kakak saat di luar lingkungan kantor. itupun kemauan arfan.


belum juga arfan menjawab,naya udah menggandeng arfan. raffi mengikuti langkah naya, dan saat di parkiran cafe. naya meminta arfan untuk menunggunya di dalam mobil. dan di angguki oleh arfan.


"ay,,, aku cuma mau ngobrol sama kamu ay"


naya pun berhenti


"maaf,lebih baik mulai sekarang anggap saja kita ngga saling kenal. karna itu lebih baik untukku"


"ay,,, aku ngga bisa jauh dari kamu,, hati aku sakit ay"


"kamu yang membuatku menjauhimu,dan kamu yang membuatku tak ingin lagi mengenalmu,


dan kamu juga yang bikin aku sakit!" ucap naya dingin.


"kamu berubah ay,, sikap dingin kamu seperti saat kita belum kenal ay,, apa kamu benar-benar sudah tidak mau mengenalku lagi?" lirih raffi,dan di barengi dengan air matanya.


"kamu sendiri yang membuat keadaan ini"


"maafin aku ay,,,"


"ok aku permisi"


raffi yang mematung menatap kepergian naya. sedangkan naya masuk ke dalam mobil arfan dengan air mata yang tak berhenti mengalir. arfan membiarkan naya menangis karna arfan tau suasana hati naya. arfan memang menyayangi naya,karna naya sudah arfan anggap adiknya sendiri,walau awalnya arfan ingin menjadikan naya kekasihnya. tapi sebelum arfan menyatakan cintanya, naya pernah bilang sama arfan kalau naya menganggap arfan sebagai kakaknya.


walau awalnya arfan merasa tidak terima tapi lambat laun arfan pun menerimanya.


dan sekarang mereka jadi makin dekat.

__ADS_1


πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”


__ADS_2