
Di lain tempat naya yang dengan segudang kesibukannya,selalu menemani rena meeting dan bahkan menggantikannya. sedangkan raffi yang tidak kalah sibuknya,karna sedang menyiapkan diri untuk ujian kelulusannya demi menyandang gelar dokter.
selama dua bulan ini raffi jarang ketemu naya,biasanya tiap pulang kantor raffi selalu menjemputnya,tapi akhir-akhir ini naya selalu pulang malam dan itu pun di antar rena. tapi setiap weekend naya selalu menyiapkan waktu untuk raffi.
dan semenjak itu raffi mulai deket dengan nadia karna raffi merasa kesepian,dan nadia yang menurut raffi pas untuk di ajak ngobrol. raffi merasa nyaman ngobrol sama nadia, dan beberapa bulan ini,raffi kadang mengantarkan nadia pulang ke kontrakannya.
seperti hari ini raffi mengantarkan nadia pulang dan menyampatkan untuk mamipir. walau pada awalnya raffi menolak mampir karna akan menjemput naya di kantor. tapi setelah naya menghubunginya dan memberi tahu kalau naya akan pulang terlambat. jadi raffi pun mampir karna dia juga merasa sedang butuh teman bicara.
"kamu mau minum apa raf?"
"apa aja nad"
nadia pun masuk ke dapur membuatkan teh dan tidak lupa membatwa kue.
diletakkannya teh beserta kue di atas meja,dan nadia pun duduk di samping raffi.
"kamu kenapa sih raf?"
"naya sibuk terus nad"
"kamu kan tau naya asisten manajer"
"iya gue selalu mencoba untuk mengerti, gue paham dan gue masih bahagia walau hanya tiap weekend aja kita ketemu"
"iya kamu emang harus ngerti,dan lagi nanti kalo kamu udah jadi dokter,aku yakin naya juga akan mengerti kesibukan kamu"
raffi menjawab dengan senyum
panjang lebar mereka mengobrol dan tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan saat raffi dan nadia akan mengambil kue di atas meja.
mereka saling pandang, dan hanyut pada perasaan masing-masing. raffi memajukan badannya mendekati nadia,dan ciuman pun terjadi.
mereka berciuman dan saling membalas ciuman penuh nafsu tersebut. berawal dari ciuman,dan sekarang terjadilah hal-hak yang akan membuat mereka menyesalinya. mereka melakukan hubungan terlarang,ntah apa yang ada di fikiran mereka. raffi melupakan naya yang katanya 'selalu ada di hati dan fikirannya, serta naya adalah hidupnya'. lalu apa ini???
dan nadia yang memang dasarnya mencintai raffi pun rela memberikan mahkota berharganya untuk raffi,sejujurnya nadia tidak ada niatan untuk merebut raffi,tapi sekarang apa??? rasa cinta membutakan matanya.
__ADS_1
setelah saling melampiaskan nafsunya,mereka pun tertidur. tepat jam delapan malam raffi bangun dan merutuki kebodohannya,karna telah melakukannya dengan nadia.
"apa yang gue lakuin?" lirihnya yang terdengar oleh nadia.
nadia tun terbangun dan tak terasa air matanya menetes
"nad gue minta maaf,ini salah gue yang ngga bisa nahan nafsu gue"
"......" nadia hanya diam
"nad, gue terbawa suasana mungkin karna gue lagi ngerasa kesepian jauh dari naya
"aku merasa bersalah sama naya,aku jahat" air matanya terus mengalir
"aku takut nanti terjadi sesuatu yang seharusnya tidak ada" sambungnya
"sudah jangan nangis,kita fikirkan nanti. semoga tidak akan terjadi apa-apa" raffi mencoba menenangkan nadia, padahal sendirinya sedang di landa kalut.
raffi pun memutuskan untuk pulang, di jalan dia terus merutuki kebodohannya.
"aaagghhh,,,!!! sial! kenapa gue bisa sampe kebablasan" memukul-mukul stir mobilnya.
πΊπΊπΊπΊ
beberapa bulan kemudian.
hari ini raffi dan nadia wisudah, raffi resmi menyandang status dokter.
raffi nampak gagah dengan jasnya,naya pun nampak anggung dengan kebaya yang senada dengan baju raffi. naya datang dengan orang tua raffi.
"sayang selamat yah,kamu udah resmi jadi dokter 'cinta' aku" bisiknya pada raffi
dan di jawab dengan raffi mencubit gemas pipi naya.
"sayang aku ke mama sama papa kamu dulu yah"
__ADS_1
dia angguki oleh raffi. ada rasa sesak di dada raffi, jika mengingat perbuatannya dengan nadia.
"aku mau ngomong sama kamu" nadia tiba-tiba sudah di samping raffi
"ayo kita ke sana" raffi menunjuk bangku yang ada di taman samping kampus.
setelah mereka duduk
"aku hamil" ucap nadia
dan sontak membuat raffi keget. bukan hanya raffi,naya yang ada di belakang mereka pun sama kagetnya. naya memundurkan langkahnya,niat hati ingin mengajak raffi pulang tapi naya di kejutkan dengan pengakuan nadia. naya pun ikut mendengarkan
"sejak kapan?" tanya raffi dingin
"sejak kita melakukan untuk yang kedua kalinya, kamu masih ingat bukan?" air matanya menetes
dan naya pun menutup mulut dengan kedua tangannya,air matanya pun menetes.
"tapi gue ngga bisa ninggalin naya,naya hidup due"
"terus aku mesti gimana? ini anak kamu raf"
"aku ngga bisa milih,karna hanya naya pilihanku"
"kamu benar fi,kamu memang ngga bisa milih" suara naya sontak membuat mereka kaget dan berdiri menatap naya.
"ay,,, sayang aku bisa jelasin" lirih raffi
"kamu memang ngga punya pilihan fi"
"kamu benar ay,, karna aku akan tetap pilih kamu ay"
"kamu salah,yang harus kamu pilih bukan aku,tapi anak yang ada di rahim nadia" bibirnya bergetar dengan air mata yang mengalir deras
"nikahi nadia" sambungnya
__ADS_1
naya pun berlari meninggalkan raffi,raffi yang mengejar dan terus memanggil naya tak di hiraukan oleh naya. sedangkan nadia tetap berdiri mematung,menyalahkan kebodohannya yang di butakan oleh cinta.
πππππππ