
Untuk ukuran pemula naya cukup cekatan dalam bekerja,buktinya hanya dengan waktu singkat naya sudah dapat menguasai berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.
"naya,sudah waktunya makan siang" tegur rena
"iya bu,terima kasih" jawabnya sopan
"ok,kamu ikut sama saya"
"tap,,,," belum juga naya selesai menjawab rena kembali menyela
"saya tunggu di depan,tidak ada penolakan" tegas nya
"baik bu" naya pun pasrah,karna bagaimanapun rena adalah atasannya.
setelah selesai makan,rena dan naya kembali ke kantor dan segera menyelesaikan tugas dari rena.
"mba nanda,ibu rena ada nggak?" tanya arfan pada nanda sekretaris renata.
"ada,, silahkan masuk pak" jawab nanda sopan
tok tok tok
"permisi bu" setelah masuk,alangkah kaget bercampur bahagia karna arfan melihat naya sedang berada dalam ruangan yang sama,dan naya yang di pandangi tidak tahu karna sedang fokus fokus pada berkasnya
"pak arfan,laporan yang saya minta tolong letakkan di atas meja" suara rena yang langsung membuat arfan gugup karna merasa tidak enak kalo ketahuan sedang memandangi naya
"ini bu laporan bulan kemaren"
"kalo gitu saya pamit dulu bu,permisi" sambungnya
Di luar ruangan renata
"mbak itu asisten barunya ibu rena yah?" wajahnya berbinar
"iya,itu nayara asisten ibu rena,, anaknya cukup pinter,, buktinya tugas dari ibu rena cepet banget dia ngerjainnya" merasa kagum pada naya
__ADS_1
"sudah ku duga,dia bukan cuma cantik dan manis saja,,, tapi dia juga pinter" gumamnya yang masih bisa di dengar oleh nanda.
nanda yang merhatiin arfan senyum senyum sendiri.
setelah ngobrol,arfan pun kembali ke ruang kerjanya sambil terus membayangkan wajah naya.
"naya,,, senyuman lo bikin gue bahagia,,,"
"gue rela kalo mesti bolak balik nganter laporan ke ruangannya ibu rena" batin arfan seraya terus tersenyum.
Di tempat lain ada sosok dokter tampan dengan tubuh proposional serta kulit putih sedang duduk di sebuah cafe ternama di jakarta,sepertinya sedang menunggu seseorang. yah, Dimas sedang menunggu sosok wanita yang sudah 6 bulan menjadi pacarnya.
"hai sayang,,, kamu udah lama?" seraya mencoba mencium pipi dimas,tapi dengan cepat dimas memalingkan wajahnya. bukan karna sedang berantem dengan pacarnya,hanya saja dimas memang nggak mau di sentuh,sekalipun itu pacarnya. karna menurut dimas,berawal dari hal sepele tapi takut terjadi hal-hal yang buruk,bagaimanapun dimas adalah lelaki dewasa,dan dimas sadar akan hal itu maka dimas pun membatasi dirinya.
"kamu dari mana aja sih? ini udah lewat jam makan siang tau nggak" protes dimas
"maaf sayang,soalnya tadi butik rame banget"
sandra kekasih dimas adalah pemilik butik terkenal san boutique
"eemm samain sama kamu aja sayang"
akhirnya setelah makan,dimas dan sandra pun memasuki mall terbesar,rencananya mereka mau nonton tapi gagal karna dimas yang harus kembali ke rumah sakit karna ada emergenci.
saat hendak keluar dari pintu mall,dimas tidak sengaja bertemu dengan teman lamanya.
"dimas!" sapa lelaki tersebut
"Bastian" yah dia adalah bastian teman dimas
"lo apa kabar dim?"
"gue baik,lo kapan balik?"
"udah 1 bulan gue di jakarta"
__ADS_1
"wah lu parah,balik bukannya mampir ke rumah gue"
"sorry dim,soalnya gue sibuk banget"
"ini siapa dim?" sambungnya
"ah iya,kenalin ini sandra cewe gue"
sandra dan bastian pun berkenalan
"sayang,aku balik ke rumah sakit yah" pamit dimas pada kekasihnya
"iya kamu hati-hati,,, nanti kalo udah selse kabarin aku yah"
"bas gue balik dulu"
"siiiip"
Dimas pun kembali ke rumah sakit,dan anehnya sandra bukannya pulang,dia malah melanjutkan nonton dengan bas,walaupun awalnya sandra menolak tp dengan bas yang bener-bener memaksa akhirnya sandra pun meng iyakan ajakan bas. sebelum nonton mereka memang ngobrol dulu,mungkin karna sandra yang merasa cocok dengan bas dan bas pun merasa sebaliknya,akhirnya mereka pun akrab.
πΌπΌπΌ
sudah tiga bulan naya bekerja dan minggu kemaren naya bertemu dengan dinda sahabat di kost an nya,tapi ternyata dinda datang hanya untuk mengajukan surat pengunduran diri,karna dinda akan bekerja di bali. ntah apa yang terjadi pada dinda,naya pun enggan bertanya karna menurut naya,mungkin dinda punya alasan sendiri.
malam minggu pun tiba,naya yang sudah rapih sedang menunggu raffi di teras.
"assalamu'alaikum sayang" sapa raffi
"wa'alaikum salam sayang"
"mau jalan kemana kita ay?"
"terserah affi ajah"
naya memang selalu meluangkan waktunya untuk raffi dan raffi pun begitu,walau sekarang raffi sedang sibuk dengan kuliahnya supaya cepat selesai tapi raffi selalu ada waktu untuk naya.
__ADS_1
ππππ