
Sasuke hanya duduk dengan datar.Dia menyilangkan tangannya sembari netra-nya menatap Hinata yang sedang duduk anggun di depannya itu.
"Hn"
"Sasuke-kun, sudah lama aku tidak melihat-mu..kau apa khabar?" Soal Hinata.
"Aku seperti yang kau lihat." Ucap Sasuke terkesan dingin dan penuh datar.
Dia masih lagi begitu..dingin dan tidak ada perasaan, pikir Hinata.Wanita itu tetap mencoba tersenyum."Aku merindukan-mu..Ibu bilang kalau kau sangat sibuk dengan urusan perusahaan..." Ucap Hinata.
"Ibu? Maksudmu ibuku?" Soal Sasuke dengan alis terangkat."Siapa izinin kamu memanggil ibuku, ibu? Dia bukan ibumu." Ucap Sasuke dengan penuh terkesan tajam.
Hinata tertusuk dalam mendengar kata-kata Sasuke itu."Ibumu yang izinkan.."
Sasuke menghela napas mendengar ucapan Hinata itu.Ibunya memang sudah merestui wanita itu menjadi calon isterinya tetapi Sasuke belum bersetuju.
"Jangan panggil ibuku 'ibu' didepanku..aku tidak suka orang lain memanggil ibuku 'ibu'..kau mengerti?" Ucap Sasuke.
"Aku mengerti.."ucap Hinata.
Sasuke bukan apa..hanya tidak suka saja mendengar Hinata yang belum berstatus apa-apa dengannya itu..sudah mengklaim ibunya sebagai ibu sendiri..mungkin jika Sakura, Sasuke tidak kisah.
"Maaf karena aku..kau terpaksa datang ke makan malam ini.." kata Hinata lalu sedikit menundukkan kepalanya.
"Hn"
Bahkan masih irit bicara,pikir Hinata terus terdiam menunduk.Jika dilihat kembali..mereka memang menjadi pusat tumpuan para pelanggan di restoran itu.Siapa yang tidak kenal dengan hyuuga hinata,sang idola dan aktris cantik yang berjuta follower di Instagram dan tiktok juga twitternya.
Dan Uchiha Sasuke yang juga salah seorang Ceo no 1 sukses di seluruh dunia dan rank 1 pria terhot dan memiliki trilion follower di Instagram,tiktok, Twitter dan lain-lainnya.Sasuke memang cukup terkenal dan Hinata tidak bisa menafikan kalau dia sangat bangga bisa berdampingan dengan Sasuke.
"Jika bukan kerna ibuku..aku tidak akan datang ke sini." Kata Sasuke sembari menatap Hinata yang terus menunduk.
"Apa..apa kau tidak bisa menyukai-ku?" Soal Hinata dengan suara lembut.
"Apa yang kau harapkan? aku memang tidak menyukai-mu.." kata Sasuke tanpa basa basi."Dan aku tidak suka jika kau bersikap seperti ini denganku..kita tidak pacaran dan belum juga menikah.. jadi jangan berharap aku akan melayani-mu seperti putri." Sasuke mulai berdiri dan melirik Hinata lagi.
"Hanya kerna kau terlahir dari keturunan bangsawan..tidak bermaksud aku akan berminat dengan-mu,Hinata.." ucap Sasuke lalu berjalan meninggalkan Hinata di situ.
Hinata terdiam dengan perasaannya yang terluka.
"Hoahh..aku sangat mengantuk!" Kata Sakura menguap.
"Kau mengantuk? tapi movie-nya baru saja mula!" Kata Deidara kesal."Kau tidak mungkin melepaskan peluang bagaimana pertemuan pertama Rose dan Jack terjadi kan? momen ini sangat indah seperti seni!" Kata Deidara.
"Kata Deidara itu benar,Sakura.." kata Ino."Kata sepupu ku memang selalu benar.." kata Ino sedikit nada menyindir.
"Hei..hei..aku ini lebih tua..hormati aku,Ino!" Kata Deidara.
__ADS_1
Sakura melirik mereka berdua malas.."Emangnya movie kita malam ini itu movie Titanic?"
Deidara dan Ino kompak angguk."Iya! Movie Titanic!" Kata Ino penuh antusias."Ini movie pertama yang aku dan Sai tonton pada kencan pertama kami.." kata Ino.
"Oh ya! Di mana si mayat itu?" Soal Sakura tidak melihat Sai di apartment-nya.
"Sai sibuk dengan tempahan lukisan di Paris!" Kata Ino."Aku tidak bisa bertemunya sebulan.."
"Aku juga rindu dengan Pain." Pikir Deidara.Sakura dan Ino hanya menatap Deidara. "Kau gay?" Deidara angguk."Iya.."
"Aaaa! Menjijikkan!" Sakura bergerak menjauhi Deidara dengan raut jijiknya.
"Astaga! Sepupuku gay? Tuhan.. ampunkan dosaku karena telah gagal mendidik Deidara!" Kata Ino mulai berdoa.
"Aku hanya bercanda!" Kata Deidara."Pain sedang bulan madu dengan Konan..dan aku biasanya keluar nongkrong dengan Pain." Deidara menghela nafasnya.
"Oh ya! Sakura..di mana Sasuke?" Soal Ino.
"Dia sedang makan malam."kata Sakura."Katanya dia punya makan malam dengan klien ibunya." Lanjut Sakura lagi.
Tok! Tok! Tok!
"Siapa yang datang malam-malam buta ini?" Sakura berdiri dan mulai berjalan ke arah pintu.
Seklek!
"Aku tidur sini malam ini."
"Hah!? M-mana bisa!" Pekik Sakura dengan penolakan keras.Sasuke menaikkan alisnya."Lihat wajahku Sakura.." Sakura melihat Sasuke.
"Apa wajahku terlihat meminta? Aku menyatakan hasrat! Hasrat untuk tidur di sini!" Kata Sasuke.
"Ok pasangan Romeo Juliet..jangan berantem didepan pintu!" Kata Ino yang sudah berdiri di belakang Sakura.
"Hn siapa ini?" Sasuke menatap Ino penuh musuh.
Ya ampun..kenapa Sasuke menatapku seperti musuh? Apa salahku? Pikir Ino bingung.
"Bukan urusanmu siapa dia!" Kata sakura.Tiba-tiba Ino melingkarkan tangannya di leher Sakura dan tersenyum kepada Sasuke."Namaku Yamanaka Ino,sahabat baik Sakura jidat!"
"Jangan menyentuh wanitaku!" Kata Sasuke menarik Sakura dari pegangan Ino."Terserah kau wanita atau cowok..Sakura tidak bisa disentuh sebarangan!" Kata Sasuke tajam dan dingin.
"Woah! Posessive sekali pacar baru-mu ini jidat!" Kata Ino mengangkat tangan kedua tangannya seperti kriminal yang baru ditahan.
"Pacar? Kita belum--ummm!!!" Mulut Sakura dicekup oleh Sasuke sebelum Sakura bisa berkata kalimat selanjutnya.Sasuke memandang Ino datar.
"Yah, kami pacaran!" Kata Sasuke penuh yakin.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo masuk ke dalam.." Deidara muncul dan menarik tubuh Sasuke ke dalam.Sasuke hanya angguk dan membiarkan tubuhnya masuk ke dalam apartment Sakura itu.
Ino terkekeh, "Nah..Sakura..kau hutang penjelasan denganku..." Kata Ino penuh usikan.
Sakura menghela nafas panjang.."Terserah kau mahu fikirkan apa tentang kami..aku dan Sasuke itu memang sedang dalam proses pdkt.."kata Sakura.
"Jadi benar..kau dan Sasuke itu pacaran?" Suara seseorang itu mengalihkan tatapan Sakura dan Ino.Sakura terdiam memandang sosok di depan rumahnya itu.
"T-Toneri?"
Ino menutup mulutnya melihat sosok mantan Sakura yang berdiri di hadapan pintu apartment.Toneri menatap Sakura seperti meminta penjelasan.
"Kalau iya..kau mau apa?" Soal Sakura.
"Tipikal pria-mu itu Sasuke? Berapa uang yang kau bayar Sasuke untuk jadi pacar baru-mu?" Soal Toneri dengan datar.
"Aku tidak memberikan apa-apa kepadanya.." kata Sakura.Dia hanya akan membalas pertanyaan Toneri saja dan tidak akan berbicara jika Toneri tidak bertanya.
"Hanya karena kecewa denganku..kau sanggup menggunakan Sasuke? Wanita jenis apa kau ini Sakura?" Soal Toneri."Kau pasti mahu buat aku cemburu saja kan?"
Sakura menaikkan alisnya.."Emangnya kau akan cemburu juga? Lebih baik kau urusin hidup baru-mu..jangan sibuk urusan orang lain!" Sakura bersedekap dada sembari menatap Toneri.
"Dan lebih baik kau pergi..aku tidak perlu jelaskan apa-apa dengan pria seperti -mu.. uruskan saja Hinata-mu itu!" Sakura berjalan masuk ke dalam apartmen.."Oh ya.. sebelum aku lupa..aku sudah jual cincin yang kau berikan pada-ku.." Toneri membulatkan matanya mendengar itu.
Blam! Pintu ditutup.
"Sakura..." Toneri masih berdiri di hadapan pintu dengan raut wajah yang sulit diertikan.
"Hn siapa?" Soal Sasuke saat melihat Sakura masuk dengan wajah yang layu seperti itu.Sasuke lantas bangun dan menarik Sakura ke dalam pelukannya.
"Toneri hm? Lupakan saja si bastard itu..aku ada di sini untuk-mu!" Sasuke mengelus punggung Sakura dengan lembut.
"Aku sentiasa ada untukmu.. Sakura..." bisik Sasuke di cuping Sakura.
"Hmm.." Sakura angguk dan membiarkan saja tubuhnya berada dalam pelukan Sasuke yang hangat dan nyaman.
Ino dan Deidara saling berpandangan satu sama lain."Sepertinya kita tidak perlu menonton momen Jack dan Rose karena momen di depan lagi lebih terasa real, kan Ino?"
"Benar! Dei.." balas Ino.
Mereka terus menonton adengan sweet Sasuke dan Sakura yang berdiri di hadapan tv itu.
To Be Continued...
Tinggalkan vote dan komen gaiss.. makasihh udah mampir ke fanfic saya yang satu ini..hihih!
Byebye!
__ADS_1