
"Kakak Sasori, kalau sudah sampai di rumah, ceritakan dulu, oke?" Sakura marah karena kakaknya pulang tanpa memberitahunya.
"Hehehe.. maafkan aku. Aku hanya ingin membuat kejutan!" Ucap Sasori dengan nada bersahabat.
Sakura melotot malas. "Dan kau pikir aku masih muda dan ingin ditemani ya? Tentu saja tidak!" Kata Sakura dengan gerutuan kecil.
Sasori tertawa. "Hahaha! kamu benar.. kamu bukan anak kecil yang ingin ditemani lagi.. tapi Sakura, aku hanya ingin memastikan kamu aman." kata Sasori.
"Kakak! Berhenti bertingkah seolah aku masih anak kecil!" Sakura bergumam kesal.
"Hahaha! Kau sangat imut~" goda Sasori sambil tersenyum pada Sakura.
Sakura memutar matanya lelah dengan ejekan kakaknya lalu pergi ke dapur untuk mengambil minum, tenggorokannya tiba-tiba terasa haus.
Tiba-tiba—"Sakura!"
Sakura mendengar suara Sasori memanggilnya dan Sakura keluar dan melihat Sasori sedang menatap TV.
"Iya kakak?" Sakura bertanya kemudian melihat ke tv dan tiba-tiba mata Sakura membelalak.
Di tv, muncul berita tentang penyerangan di kafe tempat Sakura bekerja dan ada video dia menarik rambut Hinata di sana.
"Oh tidak!" Sakura memegang kepalanya dengan mata terbelalak mendengar berita itu.
"Sakura..ini..."
Sakura menatap wajah Sasori yang terus fokus pada berita.
"Masalah apa lagi yang kau buat tentang ini, Sakura?" Sasori perlahan menggosok dahinya mendengar berita itu.
Sementara itu, berita itu juga ditonton di Uchiha Mansion dan Sasuke juga menontonnya, Sasuke terlihat panik karenanya.
"Sakura.." gumam Sasuke khawatir. Tiba-tiba Itachi yang juga menonton berita angkat bicara. "Jadi itu gadis yang kau maksud?" kata Itachi.
"Jadi kau masih mencintai Sakura setelah sekian lama ya?" Itachi terkekeh.
"Itachi!" Sasuke memelototi Itachi, jujur saja tidak siap menerima candaan dan olok-olok kali ini.
Sasuke terlalu mengkhawatirkan keselamatan Sakura, gadis yang menjadi matahari dalam nafasnya, gadis yang menjadi alasan utama Sasuke ingin hidup di dunia ini.
"Tapi apa yang Hinata lakukan disana? Dan kenapa Sakura menarik rambut Hinata?" Sasuke bertanya pada dirinya sendiri.
Apapun alasannya, Sasuke tidak ingin Hinata melakukan hal bodoh yang akan menjauhkan Sakura darinya lagi.
Bukan untuk kedua kalinya.
Pada saat yang sama, Shion menonton berita dan tertawa terbahak-bahak. Shion senang melihat rambut Hinata ditarik seperti itu. Shion sudah lama ingin melakukan itu pada Hinata, jujur saja.
"Kau senang sekali ya?" Kata Sara Sebenarnya Sara juga menikmati kabar itu tapi Sara pandai menyembunyikan perasaannya.
Shion menarik napas dalam-dalam dan tersenyum. Shion tertawa lagi.
__ADS_1
"Of course! Aku tidak bermaksud jahat tapi memang seharusnya begitu~ Aku mungkin akan menggunakan gadis pink itu untuk menjatuhkan Hinata hyuga." Rencana Shion dengan senyum licik.
Sara melotot malas. "Gadis yang menarik rambut Hinata itu? Bukankah gadis gila itu, mantan kekasih Toneri-kun?"
Shion tertawa mendengar Sara menyebut Sakura gadis gila Shion mengangguk setelah tertawa.
"Ya.. gadis gila itu akan membantuku lebih dekat dengan tujuan utamaku dan itu adalah mendapatkan Sasuke-kun untukku." Shion tersenyum licik lagi.
"Sayang sekali.. tidak ada wanita sepandai Shion~" ucap Shion dengan nada angkuh.
"Shion.. tapi gadis pink itu mau bekerja sama denganmu?" Kata Sara dengan tatapan iri pada Shion.
"Aku akan membayarnya sebanyak yang aku bisa.." kata Shion. "Ayo Sara.. hari ini wanita miskin seperti dia hanya menginginkan uang." kata Shion dengan senyum kemenangan.
Shion menyilangkan tangan di dadanya dan duduk bersila di sofa mahal. Shion terus melihat berita dan matanya terus menatap Sakura yang sedang menarik rambut Hinata.
Sasuke bangkit dari sofa membuat Itachi mengangkat alisnya pada Sasuke. "Mau kemana?"
Sasuke tidak memandang Itachi dan mengenakan jaket birunya dan berkata, "Aku ingin melihat Sakura di rumahnya."
"Oh? Sasuke.. aku yakin Sakura baik-baik saja." kata Itachi.
Sasuke menatap Itachi. "Aku tahu.. aku hanya ingin memastikan Sakura baik-baik saja." Sasuke bergegas ke pintu dan mengambil kunci mobil sportnya.
"Aku mungkin tidak punya waktu untuk makan malam jadi.. beritahu ibu, aku sedang makan malam di rumah Naruto." kata Sasuke.
"Apa?" Itachi mengangkat alisnya mendengar kata-kata Sasuke. "Tapi.. kenapa kau tidak mau jujur bahwa kau ada di rumah Sakura?"
"Itachi.. saya malas mahu mendengar ibu banyak tanya nanti..jadi sebab itu saya tidak mahu beritahu ibu."jelas Sasuke.
"Baiklah jika kamu mau.. aku akan bicara dengan ibu nanti. Tapi berjanjilah padaku dulu.." kata Itachi dengan tatapan serius.
"Hn.. janji apa?" kata Sasuke.
"Berjanjilah kau akan membawa Sakura menemui ayah dan ibu dan mengenalkan mereka dengan cara yang baik." kata Itachi.
"Kau mengerti, Sasuke?"
Sasuke tidak ingin berbicara terlalu banyak dan terus mengangguk atas permintaan Itachi. Sasuke mulai bergerak ke mobil sportnya dan mulai meninggalkan pekarangan Uchiha Mansion.
Tok! Tok! Tok!
Sasori melihat ke arah pintu. "Hmmm.. menurutmu siapa?" kata Sasori lalu berdiri dan berjalan menuju pintu untuk membukanya dengan hati-hati.
Ceklek!
Satu dua tiga!
"Huaaaaaa!!!" Teriak Sasori melihat sosok di luar pintu dengan keterkejutan yang luar biasa.
"Hah?!" Sasuke juga tak kalah terkejutnya, menambah teriakan keras dari suara Sasori.
__ADS_1
Akhirnya setelah sekian lama..Sasori bertemu lagi dengan Sasuke, siswa SMP yang pernah bertarung dengannya.
"Apa yang kau lakukan di sini?!!!"
Sasori dan Sasuke saling menunjuk karena kaget dan tidak senang.
"Aku bertanya padamu!" Ucap Sasuke kesal. "Jawab pertanyaanku.. apa yang kau lakukan di rumah kekasihku?!" Kata Sasuke dengan kecemburuan yang terpendam.
Sasori mendengus. "Ini rumahku! apa ada masalah denganmu?!"
"Apa?! hey..sejauh yang aku tahu, cintaku hanya hidup sendiri!"
"Bagaimana aku tahu? Kamu pikir aku peduli dengan cintamu? Aku tinggal di sini karena rumah ini milikku dan rumah adik perempuanku!" Maaf Sasori.
"Apa? Adik perempuan mu?!" Sasuke mundur karena terlalu terkejut.
Mustahil..Sasuke menatap Sasori sejenak lalu tiba-tiba suara Sakura mengalihkan perhatiannya.
"Ada apa dengan semua kebisingan ini?" Sakura muncul di belakang Sasori hanya mengenakan piyama hello kittynya.
"Sakura?! apa yang kamu lakukan dengan ini? apa yang kamu lakukan dengan pria tidak berguna ini?" Kata Sasuke terlalu cemburu.
Sakura menatap Sasuke terkejut dengan apa yang terjadi pada Sasuke disana lalu menatap Sasori yang sudah terlanjur membuang muka kesal.
"Dia? dia kakak ku.. Haruno Sasori!" kata Sakura sambil tersenyum.
Sasuke merasa dunia ingin menjadi gelap setelah mendengar kata-kata Sakura.Tidak hanya dunia.. masa depan juga ingin menjadi gelap.
"What?!"~ Sasuke masih tidak percaya dengan semua ini.
"Tidak mungkin.." gumam Sasuke pelan.
Sasuke telah membuat kesalahan besar dalam hidupnya. Sasori pasti tidak akan memaafkan Sasuke dengan mudah dan menyetujui hubungannya dengan Sakura. Sasuke mulai mengkhawatirkan dirinya sendiri.
"Sasuke-kun? oii!"
"....."
"Sasuke-kun!"
Sasuke terkejut mendengar namanya dipanggil dua kali oleh Sakura dan kembali ke dunia nyata dan menatap Sasori, Sasuke menundukkan kepalanya.
"Kakak Sasori!" Sasuke tiba-tiba membungkuk.
Sasori memiliki reaksi kaget dan ngeri tapi diam-diam senang melihat Sasuke menghormatinya.
Sakura yang tidak mengerti dan tahu tentang sejarah permusuhan Sasori dan Sasuke hanya bisa melihat mereka berdua.
"Kamu kenal kakakku?" Sakura menatap Sasuke yang mengangguk antusias, Sasuke memberikan senyum terbaiknya pada Sakura.
"Ya.. kita berdua adalah musuh lama." kata Sasuke.
__ADS_1
Sakura hanya diam mendengarkan perkataan Sasuke dan mulai melihat ke arah Sasori, meminta kakaknya menjelaskan semua itu, Sasori hanya memalingkan wajahnya menghindari tatapan tajam Sakura padanya.
To Be Continued..