2 Minggu Untuk Mencintai

2 Minggu Untuk Mencintai
Bab 7


__ADS_3

Deg!


Dadanya berdetak kencang, melihat mantannya bersama dengan Sasuke.Dengan mendadak, Toneri kesal sendiri.


"Sakura dan....Sasuke?"


Urashiki mengangguk, masih menatap dari jauh pasangan Sasusaku itu.


"Ku rasa Sakura sudah move on darimu."


"Souka?" Kelihatannya seperti Toneri tidak puas hati mendengar kata-kata Urashiki.


Secepat itu kah Sakura move on darinya?


Toneri berpura-pura berbuat tidak peduli dengan hal itu, meski dalam hati sebenarnya peduli.


"Tch, biarkan saja mereka." Toneri bergerak cepat, sedikit meninggalkan Urashiki di belakang.


"Hei tunggu!" pekik Urashiki, kesal karena Toneri berjalan pergi seenaknya.


"Sekarang kita mahu ke mana?" Soal Sakura menatap Sasuke yang masih diam sedari tadi.


"Hn.Kita mau ke mana?"


"Aku bertanya padamu kok kamu tanya aku sih?"


"Ke mana aja."


"Yaudah! aku mau ke sana." Kata Sakura menuding ke sebuah toko menjual buku.


Sasuke melihat ke arah toko yang ditunjuk, itu toko buku yang terkenal di tempat itu.


"Kau mau beli buku?"


"Um," Sakura mengangguk, " Aku suka ke toko buku untuk membeli novel." Jelas Sakura, dengan senyuman.


Sasuke tersentak.Rupanya Sakura memiliki minat kepada novel sama seperti ibunya.


"Bagaimana denganmu? apa.. kau juga suka membaca buku, Sasuke-kun?" Tatapan Sakura kini fokus ke arah Sasuke.


"Aku lebih suka buku fakta." Kata Sasuke,kalem.


"Tapi ibuku pecinta tegar novel romantis."


"Aku juga, shanaro!" Sakura sangat teruja mendengar ada juga yang punya minat yang sama.


Sasuke dan Sakura mengunjungi toko itu dan masuk ke dalam.Sakura teruja melihat banyak buku di dalamnya terutama novel.


"Dua minggu mencintaimu."


Sasuke menatap novel dengan tajuk yang agak familiar itu.Sepertinya ia pernah melihat novel ini.


"Oh! aku suka yang ini!" kata Sakura,menuding ke arah novel yang sedang Sasuke lihat itu.


"Itu novel bestseller dan aku sangat ingin memilikinya.." jelas Sakura,penuh semangat.


"Hn..kau bisa membelinya." Kata Sasuke.


"Eh? tapi harganya mahal.."


"Aku akan membayarnya."


"Kau akan?" Sakura menatap Sasuke dengan mengerutkan alis.


"Tapi aku tak ingin berhutang denganmu."


Sasuke mendengus."Aku yang mengajakmu, jadi tanggungjawab aku untuk mentraktir apa saja yang kau ingin beli." Sasuke memberi penjelasan.


"Lagian..bukankah aku ada memberikan kau kartu hitam ku? kau bisa gunakan itu ketika darurat.Sekarang gunakan kartuku." Sasuke menyeluk saku celana dan mengeluarkan sebuah kartu hitam lagi.


Sakura melongo kecil.Berapa banyak kartu hitam yang dimiliki oleh Sasuke sebenarnya? pria itu memang sangat kaya!


"Itu kartumu yang keberapa?" Soal Sakura,penasaran.


Sasuke menatap kartunya tenang. "Jangan khawatir, kartuku ada banyak dan pelbagai jenis..uangku tidak akan habis dengan mudah."


"Tch,dasar orang bangsawan!" gerutu Sakura, namun kembali senang saat Sasuke membawa novelnya ke kasir.Akhirnya dalam sejarah hidupnya, ia bisa membaca novel favoritnya.


Thanks kepada Uchiha Sasuke berdarah keturunan Uchiha bangsawan itu yang murah hati mentraktirnya..hihihi..


"Setelah ini aku ingin makan di kafe ice cream itu."


Sasuke melihat ke arah kafe yang dimaksudkan oleh Sakura,kafe aiskrim yang sering ia kunjungi bersama teman-temannya untuk menghilangkan stress.


"Kau suka aiskrim,Sasuke-kun?"


"Aa..aku hanya suka perisa tomat."


"Ehhh?? T-tomat?" Sakura terlihat kaget.Pertama kali ia mendengar aiskrim ada perisa tomat.


"Kenapa kau kaget? perisa tomat sangat terkenal."

__ADS_1


"Pasti ia mahal.. kerna itu aku tidak pernah merasanya..mungkin..." Sakura bergidik ngeri.Ia tak sukakan buah merah itu dan bergidik ngeri jika tomat dijadikan salah satu flavor aiskrim.


Sasuke tersenyum tipis."Kau suka aiskrim perisa apa,Sakura?"


"Aku suka semuanya!hehehe!" Sakura terkekeh.


Sasuke bersemu merah sedikit.Kekehan dan senyuman Sakura terlalu manis untuk dilihat olehnya.


Alangkah baiknya jika ia bisa melihat senyuman gadis itu setiap saat.Sasuke berharap hal itu akan terjadi satu saat nanti.


Sasuke dan Sakura menuju ke kafe aiskrim, dan Sakura pun memesan aiskrim yang disukainya begitu dengan Sasuke sendiri memesan aiskrim tomatnya.


Pasangan Sasusaku itu menikmati aiskrim mereka,sembari Sasuke menanyakan itu ini kepada Sakura, sampai Sakura jengah dibuatnya.


"Jadi, apa kau sudah mulai suka padaku?"


"Tidak."


"Hn..tidak mengapa, masih ada 12 hari tersisa.." Sasuke menjilat aiskrimnya, santai.


Sakura berhenti makan mendengar ucapan Sasuke itu.


"Kenapa harus 2 minggu?" Soal Sakura tidak mengerti.


"Cinta itu butuh proses,Sakura.. aku harus memastikan kau benar-benar mencintaiku selama 2 minggu itu.." Jelas Sasuke.


"Bagaimana jika aku tidak akan jatuh cinta padamu selepas 2 minggu juga? apa kau akan menyerah?" Sakura menatap Sasuke penasaran dengan jawaban pria itu.


Sasuke terdiam sebentar.


"Iya."


"Ohh.." Balas Sakura.


Sasuke perlahan-lahan tersenyum tipis. "Iya itu kalau kamu mencintai orang lain..jika tidak, aku akan mengejar cintamu sampai mati."


Jawaban Sasuke membuatkan Sakura melongo.Sasuke memberikan serigai handalannya.


"Tapi aku tidak akan membiarkan hatimu menjadi milik orang lain..aku akan menyingkirkan siapa pun itu..jadi sudah jelas, jodohmu adalah aku." Kata Sasuke dengan yakin.


Sakura mengeluh."Kalau kita bukan jodoh? terima aja sih Saske!" Balas Sakura,geleng kepala.


"Aku slalu doakan kita jodoh.. mana mungkin kita tidak berjodoh!" Sasuke terlihat marah.


Sakura tersentak. "H-hei..j-jangan m-marah" juga.." Sasuke yang sedang marah memang mengerikan, membuatkan Sakura ciut sendiri.


Sasuke mendengus. "Sebagai rasa bersalah,kau akan keluar kencan denganku setiap hari."


"Hn! kau buat aku kesal."


"Tapi aku kan hanya mengatakan yang benar, jodoh di tangan tuhan Sasuke.."


"Maka akan ku buat sampai kau menjadi jodohku walau apapun yang terjadi." Tekan Sasuke, serius.


Sakura menghela nafas.Sulit benar berbicara dengan pria yang satu ini.Semakin dilayan,semakin menjadi Sasuke ini.


"Fine!" Kata Sakura,tidak ikhlas penuh gerutu kecil.


"Hn." Sasuke tersenyum puas berhasil membuatkan Sakura sentiasa bersamanya setiap hari.


Thanks untuk saran Jugo, kencannya tidaklah seteruk yang mana.Bahkan Sasuke perlahan-lahan mengetahui sisi lain gadis itu.


Sasuke mengantar Sakura tepat di hadapan rumah gadis itu.Sakura berterima kasih kepada Sasuke atas kebaikan pria itu mentraktir segala baju,buku dan aiskrim kepadanya.


"Terima kasih untuk hari ini.Semoga ini yang terakhir kalinya." Kata Sakura.


"Hn, jangan lupa kalau besok aku akan menjemputmu untuk kencan yang kedua." Kata Sasuke.


"yalah".. terserah! aku masuk ke dalam dulu..byebye!" Sakura menutup pintu mobil Sasuke, lalu masuk ke dalam dengan lenggoknya.


Sasuke menggeleng pelan, menghembus nafas panjang dengan sikap santai gadis itu.


"Kasar.. tapi aku suka."


Sasuke masih menunggu dalam mobil,hatinya sedikit berat untuk meninggalkan tempat itu.Sasuke rindu dengan Sakura meski gadis itu baru saja masuk beberapa saat yang lalu.


Sampailah hapenya berbunyi.


"Siapa yang telpon waktu beginian sih? tch!" Sasuke terganggu, lalu menatap hapenya.


"Ibu?" dahi Sasuke berkerut melihat nama yang terpampang di skrin hapenya.


...


...


"Hn,ibu!" Kata Sasuke, menguatkan voice call.


"Sasuke-kun!!! kamu di mana?! dari tadi ibu mesej,nggak balas²?!! kamu di mana ini hah?"


"Ibu aku keluar bareng Naruto.." Bohong Sasuke, tenang.

__ADS_1


"Jangan bohongin Sasuke.. ibu udah tanya Naruto, kamu nggak tahu ke mana! si Jugo pula ditanyain gak tahu jugak! kamu di mana sekarang? Ibu ke sana.."


Suara Mikoto penuh nada kekhawatiran dan kesal.


"Aku akan pulang,ibu..tunggu aja di rumah.Bye!" Sasuke mematikan hapenya.


"Huhh.." Sasuke mengeluh sejenak, lalu mulai menghidupkan enjin mobilnya dan perlahan-lahan memandu mobilnya keluar dari kawasan rumah Sakura.


Sesampainya di mansion..Sasuke dimarahi oleh Mikoto.


"Ibu kecewa dengan kamu, nak?sampai hatinya kamu!"


"Hn? apa maksud ibu?" Soal Sasuke,tidak mengerti punca ibunya begitu marah.


Mikoto menatap Sasuke tajam. "Ibu sudah dengar dari Hinata! kamu nggak jemput dia lunch bersama! kamu ini kenapa? dia itu calon isterimu!"


"Dia masa depanmu,Sasuke-kun!"


Sasuke hanya diam.


"Kenapa kamu diam? Ibu heran kenapa kamu itu slalu saja mensia-siakan wanita secantik dan sebaik Hinata-chan itu!? dia itu umpama bidadari surga tahu!"


"Hn..apa yang bagus tentangnya,bu? aku tidak suka dengan gaya baiknya itu." Kata Sasuke terus terang.


"Jadi? tipe wanita mu seperti yang tomboy gitu? yang kasar2 gitu? atau sebenarnya kamu itu gay?" Kata Mikoto.


"Ibu! aku tidak gay!" balas Sasuke.


"Sudahlah miko..Sasuke itu akan menikah dengan Shion.Makanya ia tidak mahu dengan Hinata.." Kata Fugaku, santai.


"Hinata!"


"Shion!"


Sasuke menghela malas dengar perdebatan orang tuanya yang tidak habis2 san itu.


"Kalau begitu..Sara saja!"


"Aku tetap voting Hinata,calon menantu kesayanganku!" Kata Mikoto.


"Hn..aku tidak mau berbesan dengan Hiashi!" gertak Fugaku.


"Bodo amat! aku dan ibu Hinata itu teman baik!" Kata Mikoto.


Sedang orang tuanya berdebat, Sasuke memainkan hapenya, mengirim mesej kepada Sakura.


Sakura sedang membaca novel yang baru saja dibeli olehnya di toko buku terkenal.Baru saja ia membaca bab pertama, Sakura sudah terkesan dengan jalan cerita mc dalam novel itu.


"Hahaha...Mc ini mirip aku aja." Sakura terhibur.


Klik!


Sebuah mesej masuk di WA.Sakura menatap hapenya.


...


...


"Ini pria mau apa sih?!" Ketus Sakura. "Padahal aku udah blocking nombornya!shanaro!"


Sakura membalas.


...


...


...


...


Sakura berdecak kesal membaca balasan dari Toneri itu.


...


...


"Rasain itu!" Kata Sakura,puas.


Tiba-tiba..


...


...


Sakura kaget mendapat balasan seperti itu dari Toneri.Kok pria itu bisa tahu tentangnya dan Sasuke?


Sakura tak menjawab, sebaiknya mematikan hapenya dari terus menerima pesan Toneri itu.


To Be Continued..


Hi guys.. tinggalkan jejak dengan berikan vote dan komen kalian yaaaa

__ADS_1


Saranghaeyo 💗


__ADS_2