2 Minggu Untuk Mencintai

2 Minggu Untuk Mencintai
Bab 8


__ADS_3

Di Rumah Shion,


Terlihat seorang gadis muda dengan surai blonde panjang sedang bersantai di balkoni bersama sang temannya tidak lain tidak bukan Sara.


"Sara..apa kau tahu aku dan Sasuke-kun sudah sangat sangat dekat sekarang!" Cerita Shion penuh teruja.


Sara mencebik, sebenarnya Sara juga menyimpan rasa terhadap Uchiha Sasuke itu.


"Oh ya? tapi aku slalu melihat Hinata berjalan bersama ibunya Sasuke.Mungkinkah ia yang akan menjadi menantu Uchiha?" sarkas Sara.


Shion membuat raut tidak peduli dengan kata-kata Sara itu.Menurutnya, selagi ia bisa, ia tetap akan mengejar pria tampan dan hot itu.


"Whatever, aku tetap akan mengejar Sasuke-kun, aku tidak akan kalah dengan si nata itu."


Sara hanya mengangguk, meskipun ia merasa sedih karena tak pernah bisa dekat dengan si bungsu uchiha itu.


"Aku juga ingin dilihat oleh Sasuke-kun.." bisik Sara.


Di Starbucks Kafe pula,


Sakura bekerja keras dan memberikan sepenuh tenaga kepada pekerjaannya hari itu.Mujur saja ia kerja, jadi Sakura punya alasan untuk menolak kencan bersama Sasuke yang ia rasa kurang penting itu.


Tiin!Tiin!Tiinn!


Sakura sedikit jengah mendengar kebisingan hon mobil yang telah menganggu keterangan awam itu.


Lalu tiba-tiba Ino mendekati Sakura.


"Sakura, apa kau tidak yakin kau mengenal mobil itu?"


Sakura hanya menatap mobil hitam yang tidak dikenali itu dengan tatapan datar.


"Tidak"


"Hei bukankah itu Sasuke?!" Ino hampir menjerit kaget melihat seorang pria sedang keluar dari mobil dengan aura kurang menyenangkan dari luar.


Bukan itu saja, para pelanggan terutama pelanggan wanita semuanya langsung heboh gara2 kehadiran Sasuke yang jelas tanpa penyamaran itu.


Sasuke masuk ke dalam kafe,lalu menemukan Sakura yang sedang membeku sambil memegang nampan kosong.


"Kyaaa!!!!"


Lalu jeritan para fansgirlnya Sasuke bergema, meriuhkan lagi keadaan kafe yang sudah ramai.Bahkan berpusu-pusu gadis dari luar menjengah ke dalam kafe saat melihat si uchiha tampan itu.


Sasuke seolah tidak mempedulikan sekitarnya dan hanya memfokuskan kepada satu titik iaitu Sakura yang masih membeku di tempatnya.


Sasuke menghampiri Sakura.


"Kau mungkir janji!" gertak Sasuke di hadapan umum.


"S-sasuke? hei..perlahankan suaramu shanaro! orang² sedang melihat kita baka!" Sakura menatap Sasuke tajam.


Tapi Sasuke tidak ingin menyerah, ditariknya Sakura keluar kafe tanpa Sakura bersedia.


Ino hanya melongo melihat situasi sahabatnya yang membingungkan itu.Heran dengan hubungan yang terjalin antara Sakura dan Sasuke.


Ino menoleh dan melihat para pelanggan merakam apa yang telah terjadi dan disaat itu..Ino bisa merasakan hal itu akan menjadi lebih sulit kedepannya.


"Ini buruk.." pikir Ino.

__ADS_1


"Biarkan Sakura pergi,Ino.. yang terpenting kafe ini udah banyak pelanggan,hahaha!" tawa Tsunade girang.


Lihatlah, kafe itu bertambah pelanggan hanya karena kehadiran Sasuke Uchiha saja! Tsunade sangat senang bagai orang gila.


"Hei Sasuke!!"


Sasuke terus mengheret Sakura,memaksa gadis itu masuk ke dalam mobil lalu menstart enjin mobilnya.


"Aku bahkan belum sedia!" Kata Sakura yang masih memegang nampan berwarna hitam di tangannya itu.Sakura menatap Sasuke tidak percaya.


"Kau gila? bagaimana jika orang-orang pada menggosipkan yang aneh2 tentang kita? aku tidak ingin mendapat masalah!" Sakura mencebik kesal.


"Hn salahmu karena mungkir janji..aku sudah menunggumu untuk kencan yang kedua kita, kau malah bekerja di kafe!" sanggah Sasuke,tidak ingin dipersalahkan.


Sakura tak bisa terima, "Aku perlu bekerja Sasuke-kun jika tidak bagaimana aku ingin hidup?" Sakura menatap Sasuke meminta pengertian dari pria itu.


"Aku ini bukan orang senang sepertimu atau Toneri.Aku ini hidup sederhana saja." Jelas Sakura lagi.


"Hn aku tahu..tapi tetap saja kau harus keluar kencan denganku kerna kau sudah berjanji."


Sasuke menghela nafas pelan."Soal yang lain..kau tidak perlu khawatir, Sakura,..aku akan pastikan tidak ada rumor yang tidak baik tersebar tentangmu." Sasuke memberikan ikat jamin.


"Aku yakin itu akan terjadi." Kata Sakura menghela nafasnya pelan.Soalnya tadi ia melihat para fans Sasuke merakam apa yang terjadi di kafe itu dan Sakura rasa,ia pasti akan viral secepatnya.


"Hn tidak akan.Aku jamin."


"Itu akan terjadi.." tekan Sakura,merasakan semuanya tidak baik-baik saja.


Memang! Memang semuanya tidak baik-baik saja sejak ia mengenal Sasuke Uchiha itu.Sakura yakin hidupnya akan berantakan setelahnya karena Sasuke itu orang yang berpengaruh dan popular.


"Kalau itu terjadi, aku akan pastikan kau aman bersamaku." Kata Sasuke penuh yakin.


Raut wajah Sasuke tetap santai dan tenang memandu mobilnya ke sebuah tempat yang hanya ia saja yang ketahui.


"Hn yakinlah kepadaku,Sakura." Ucap Sasuke, tersenyum tipis.


Senyuman Sasuke yang tipis sedikit menenangkan hati Sakura yang gundah gulana dan gelisah memikirkan gossip yang bakal menghujat dirinya kelak.


"So...kita mau ke mana?" Soal Sakura, melirik Sasuke yang sedang fokus memandu.


"Hn kita akan ke Tropika Land." Sasuke tersenyum tipis menekan brek dan membelok ke jalan yang menuju ke pusat beli belah.


"Tropika land bukan arah sini.." kata Sakura dengan raut heran.


Sasuke tersenyum."Kita akan ke sana setelah kau menukar pakaianmu yang comot itu!" Sasuke menunjuk ke arah apron Sakura yang ada sisa kotoran.


"Oh benar juga.."


Sakura pasrah membiarkan Sasuke memandu mobilnya menuju ke pusat beli belah itu.


"Itachi-sama! lihat ini!" Kata asisten Itachi yang bernama Kisame,meskipun wajahnya mirip ikan hiu tapi Kisame tetap tersenarai dalam Top 100 of Popular guy in the world.


Itachi yang sibuk menaip sesuatu di komputer terus melihat ke dalam akun media Kisame dan tersentak.


"Siapa gadis ini,Kisame?" Soal Itachi menonton konten video viral di tiktok itu dengan senyuman.


"Ntahlah Itachi-sama..tapi terlihatnya seperti tuan muda dekat dengan gadis pelayan ini."


"Ini bagus! tapi.. mungkin satu petanda yang buruk juga..tapi tidak apa!" Itachi tersenyum sendiri.

__ADS_1


"Aku akan selidik siapa gadis yang bisa dekat dengan adikku ini..hehe!" Kata Itachi penuh rencana.


Kisame ikut tersenyum meski tidak tahu apa yang berada dalam pikiran Itachi sekarang.


Di Tropika Land...


Sakura melongo dengan raut keterujaannya menatap Tropika Land yang sangat penuh dengan ramai orang itu.


Roller Coaster itu meluncur laju dari jarak yang jauh,membuatkan Sakura semakin teruja.


"Hn pilih saja yang kau sukai...aku harap kau berseronok." Kata Sasuke santai.


"Souka? Jika begitu..aku mau naik roller Coaster itu!!" tunjuk Sakura penuh gaya kekanak anakan.


Sasuke terkejut.Soalnya ia belum pernah menemukan gadis yang berani mencuba roller coaster yang terlihat extrem dan berbahaya itu.


Sasuke melirik Sakura dan seketika menyadari jika gadis ini jauh berbeda dari wanita-wanita yang pernah ia temui.Tidak ada yang mustahil bagi gadis bar bar seperti Sakura itu.


Hal itu juga yang membuatkan Sasuke semakin tertarik kepada Sakura tanpa sadar.


"Kenapa menatapku seperti itu? apa aku berlebihan?" Kata Sakura,merasakan dirinya salah terlalu teruja.


Sasuke segera menyanggahnya."Hn tidak..kau bisa melompat girang jika kau mau..aku tidak masalah dengan itu."


"Kalau begitu..ayo kita naik Roller Coasternyaaaa" Sakura dengan senyuman keceriaan menarik tangan Sasuke menuju ke arah Roller Coaster.


Setelah mereka berdua naik ke Roller Coaster itu, Sasuke dengan tenang melirik Sakura di samping yang masih teruja.


"Hn kau pasti tidak takut?" Soal Sasuke meminta kepastian.


"Tidak apa! aku sudah lama menginginkan menaiki Roller Coaster ini seperti di tv."


"Hn kalo takut bisa peluk tanganku."


"Aku tidak apa ap--


"Huwaaaaaaa!!" Jerit Sakura saat Roller Coaster mulai bergerak laju mengikuti pusingannya.


Sasuke disebelah terlihat kaget tetapi masih bisa terlihat datar dan tenang disaat Roller Coaster itu bergerak menjunam ke bawah dengan lajunya.


"Huwaaaaaaaa!!!" Teriak Sakura bersama para penumpang lain.


Bahkan sekarang, lengan Sasuke dijadikan objek pegangan Sakura yang terlihat panik dengan kelajuan maksima Roller Coaster itu.


Beberapa menit kemudian.. Roller Coaster itu berhenti.Sakura terlihat terengah-engah nafasnya sedangkan Sasuke masih tetap tenang.


"Bisa-bisanya wajah datarmu itu bertahan disaat genting seperti tadi? bagaimana jika kita mati terjunam gara² objek besi ini?" omel Sakura kesal.


"Hn bukankah tadi kau berani? aku tidak kisah jika mati berdua denganmu."


"Kau bercanda? aku mati saja ngeri apalagi mau mati beramai-ramai." Sakura memeluk tubuh.


Sasuke tersenyum tipis."Makanya pilih itu yang benar.. sekarang kau ikut aku." Sasuke berjalan keluar mendahului langkah Sakura.


"Hei tunggu!" Sakura terpaksa mengejar langkah Sasuke yang besar kerna agak jauh ketinggalan di belakang.


Dasar pria ini


To Be Continued...

__ADS_1


Thanks sudah membaca dan tekan vote dan komen..byebye.💗☺️


__ADS_2