2 Minggu Untuk Mencintai

2 Minggu Untuk Mencintai
Bab 5


__ADS_3

"Duta? Aku?"


Sasuke bertanya dengan tatapan heran yang cukup jelas dengan jari telunjuknya menuding ke arah diri sendiri sembari menatap Sakura.


"Aku?"


Sakura sedikit memutar matanya malas, jika semua ini bukan kehendak bosnya, ia juga tak ingin merayu Sasuke seperti ini.


Dan seperti yang Sakura expect kan benar, Sasuke terlihat membuat raut wajah datar yang cukup menjelaskan bahwa ia tak tertarik dengan permintaan Sakura itu.


Ya! tentu saja kan? ia kan Uchiha Sasuke, seorang Ceo yang terbilang sukses di usia yang muda dan tentu saja idola para wanita tanpa mengira usia di mana saja ia berada.


Kedengaran gila jika Sasuke mahu menerima permintaan Sakura itu.


Sasuke terlihat heran namun otak geniusnya berpikir mengenai permintaan Sakura yang mendadak itu.


"Kenapa aku?" Sasuke bertanya dengan raut meminta penjelasan Sakura.


"Kerna hanya kau yang bisa menolongku, Sasuke-kun......!! aku mohon banget..!!" Kata Sakura sedikit menurunkan ego wanitanya.


"Hn." gumam Sasuke.Sakura kelihatannya ragu dari gumaman yang dikeluarkan oleh Sasuke itu.


"Kau setuju atau nggak?"


"Hn." Gumam Sasuke terlihat terdiam seketika... lalu menatap Sakura dengan tatapan yang sangat intens.


"Shanaro! berhenti menatapku seperti itu!!"


Sakura merungut dalam batinnya, dan ntah kenapa ia tak bisa mengeluarkan segala isi hatinya saat ini di hadapan Sasuke.


Sasuke seolah mengintimidasi Sakura dengan tatapannya yang tajam itu dan hal itu yang membuatkan Sakura malu dan tak karuan sendiri.


"Hahh.. yaudah! pikirkan saja dulu.. tapi aku mau jawaban yang positif."


Sasuke menaikkan alisnya mendengar nya dan sedikit berasumsi dengan ucapan Sakura itu.


"Jika itu katamu... sepertinya tidak ada kata penolakan untuk permintaan kau itu kan?" Kata Sasuke.


Raut wajah Sakura langsung berbinar terang.


"Kau menerimanya?!! Shannaroo!!" Sakura mengepalkan tangannya ke udara tanda ia sangat senang.


Sasuke terlihat bingung dengan tingkah Sakura yang berubah mendadak itu, tetapi tak bisa menahan senyum dengan kelakuan Sakura yang tidak seperti gadis lain yang ia temui.


Buat pertama kalinya.. Sasuke kerap tersenyum walau ia senyum tipis seperti ini...


"Kau terlihat seperti terdesak.. dan seperti orang idiot!"


"Jangan mengataiku idiot!" Kata Sakura tak terima.


"Hn?tapi sekarang kau terlihat seperti itu.." Kata Sasuke tanpa dosa.


Sakura menatap Sasuke dengan bombastic side eye.. mau marah juga tak bisa karena ia akan dibunuh oleh Tsunade jika Sasuke membatalkan persetujuannya itu.


Sasuke menahan geli melihat tatapan Sakura yang mematikan itu.. bukannya Sasuke rasa bersalah tetapi ia merasa itu terlihat imut di mata Sasuke.


"Namun.. aku tak bisa menjanjikan apa-apa mengenai kesuksesan Kafe ini.Jangan mengharap lebih!" Kata Sasuke.


"Huhh... menurutku kehadiranmu saja di kafe ini sudah bisa membangunkan nama Kafe ini tanpa kau melakukan apa-apa.." rungut Sakura yang bisa didengari oleh Sasuke.


Sasuke terdiam. "Tapi ada syaratnya.." kata Sasuke setelah berdiam diri mendengar kata-kata Sakura itu.


"Syarat? apa?" Sakura mulai mengerutkan dahi.


Sasuke tersenyum tipis. "Aku mau kau keluar kencan denganku." minta Sasuke.


Deg!


Sakura membulatkan matanya mendengar syarat Sasuke itu...tanpa sedar, ia mundurkan tubuhnya kebelakang karena kaget.


"K-kencan? d-denganmu? K-kau s-serius?!"


Sakura ternganga seketika..dan ada apa dengan perutnya yang terasa sakit tiba-tiba? kenapa ia rasa sangat nervous? kenapa dadanya berdetak kencang saat ini?


Senyuman tipis Sasuke masih kekal dengan tatapan penuh harap jika Sakura tidak akan menolaknya.


"Kau akan kencan denganku kan?"


Sasuke mengulangi kalimat itu dengan tatapan meminta Sakura mengatakan "iya".


"....."


"Sakura?"

__ADS_1


Kali ini wajah Sasuke berubah sayu, masih menatap Sakura, memanggil namanya dengan nada sendu.


Sakura dalam hati dilanda frustasi dengan syarat Sasuke itu.Bukannya ia tidak mahu.. tapi... Ia sendiri belum mahu menjalin hubungan dengan sesiapa dan kencan? Sakura tak punya masa untuk itu.


"Sasuke-kun.. maaf sekali lagi tapi soal kencan.. kau bisa mengajak wanita yang jauh lebih cantik denganmu kan?"


"Benar,benar, Sasuke-kun pasti akan kepikiran dan mengubah pikiran! hahaha!"


Sakura yakin..Sasuke akan terdiam dan bersetuju dengan sarannya itu.Mana mungkin Sasuke akan mengajak orang sepertinya kencan.


"Sebaiknya Anda tidak menolak permintaan Tuan muda.. Nona Sakura."


"Huh!!" Sakura terkejut dengan suara yang datang tiba-tiba itu, dan menengok ke arah samping.


Di samping Sasuke berdiri seorang pria bersurai orange, dengan pakaian seperti butler itu tersenyum memandangnya.


"Saya Jugo..Butler Sasuke-sama! Selamat siang.. nona Haruno." Sapa Jugo penuh sopan.


"Butler?" Sakura mengulangi dengan raut tersentak, menatap ke arah Sasuke penuh tanya.


Sasuke yang menyadari kehadiran butlernya Jugo, melirik ke arah Jugo disampingnya.


"Bagaimana kau tahu keberadaan ku?"


Jugo tersenyum. "Ke mana saja Anda pergi.. tentu saja saya akan mengetahuinya."


Sasuke memejamkan matanya dan menghembus nafas panjang.


Jugo menyambung melihat Sakura kembali.


"Nona Sakura.."


Tatapan Jugo mengertikan ucapannya sebentar tadi.Sakura seketika menghela nafasnya pelan.Tidak ada gunanya ia menolak Sasuke toh..Sasuke juga sudah menyetujui permintaannya.


"Baik!"


Kata Sakura membuatkan Sasuke kembali membuka matanya dan menatap Sakura penuh minat.


"Aku akan kencan denganmu." Kata Sakura, ntah kenapa ia merasa aneh dengan diri sendiri kenapa ia sedikit gugup dan senang?


"Hn."


Jugo tersenyum senang melihat raut kepuasan di wajah Sasuke itu.Sasuke menatap Jugo dan Jugo hanya mengangguk.


Sakura hanya mengangguk namun diam-diam merasakan aura antusias dari Sasuke.


"Antusias sekali dia..." Sakura menggelengkan kepalanya.


Jugo menatap Sasuke yang sedari tadi melihat ke arah jendela.Hujan di luar turun dengan derasnya, membawa arus kota yang sedikit sesak kerna orang" mula pada pulang ke tempat masing-masing.


Diam-diam.. Jugo bisa melihat raut wajah Tuan mudanya itu lebih cerah berbanding dulu.Apakah ini semua ada kaitan dengan gadis bernama Sakura itu?


"Tuan muda terlihat senang."


"Hn?" Sasuke menatap ke arah Jugo disampingnya.Jugo tersenyum pada Sasuke.


"Tidak apa-apa jika tuan muda tidak ingin mengatakannya.. saya mengerti Anda."


"Arigato."


Jugo terkejut, tak menduga Sasuke akan berterima kasih kepadanya.


"Anda tidak perlu berterima kasih.. saya hanya meyakinkan nona Sakura yang anda tulus dengannya." Kata Jugo.


Sasuke tersenyum tipis saat Jugo menyebutkan Sakura.. lalu memalingkan sedikit wajah ke arah jendela yang dibasahi rintik hujan dan menyentuhnya.


"Tapi.. apakah Anda yakin, yang Anda tidak mahu bertemu dengan Nona Hinata?"


"Untuk apa?" Kata Sasuke tidak suka.


"Maaf Sasuke-sama.." Jugo merasa bersalah telah membuat mood Sasuke berubah.


"Aku tidak akan melayani wanita yang ibu calonkan untukku.. Hinata hyuga itu tak lebih sekedar kenalan yang tidak dekat."


Jugo mengangguk mendengar kata-kata luahan Sasuke itu.


"Aku muak berpura-pura." Kata Sasuke, tamat.


Jugo hanya mampu terdiam.. meskipun sebenarnya Jugo simpati dengan Hinata, kerna Hinata sangat baik dan cantik orangnya seperti bidadari.. tapi tetap saja Jugo mengenal Sasuke, jika ia tidak suka.. maknanya ia tidak suka.


"Kita pulang ke rumah." Perintah Sasuke kepada supir.


Seperti yang dijanjikan.. Sasuke muncul di hadapan rumah Sakura pada jam 4 sore.

__ADS_1


Sakura sudah sedia menunggunya diluar rumah dengan memakai dress simplenya yang slalu digunakan untuk bersiar-siar di luar.


Melihat Sakura, Sasuke membuka pintu mobil untuk menyapa gadis itu.


"Hn." gumam Sasuke sebagai bentuk sapaan.


"Ku kira kau tidak datang?" Soal Sakura dengan raut cemberut yang dibuat-buat.


Sasuke mengenyitkan sebelah alisnya, "Hn.. tapi kau menungguku?" Kata Sasuke heran.


Sakura mendengus dan menatap Sasuke tajam. "Aku hanya bersedia.. siapa tahu aja.. kau tidak serius mahu kencan dengan gadis sepertiku..." Sakura melipatkan tangan di atas dadanya.


"Hn..aku hanya melakukan apa yang aku mahu.. dan jika aku menginginkan sesuatu.. aku akan dapatkannya dengan caraku." Kata Sasuke lalu membukakan pintu untuk Sakura seperti seorang putri.


"Silakan.. milady." Kata Sasuke, penuh sopan.


Sakura terkesima sejenak dengan layanan seumpama itu diberikan oleh Sasuke kepadanya.Demi menghargainya, Sakura hanya menurut dan masuk ke dalam mobil Sasuke.


"Hari ini kau yang jadi supir?" Sasuke tak membalas pertanyaan Sakura itu sebaliknya menghidupkan enjin mobil dan mulai menggerakkan mobil itu.


"Ku pikir orang sepertimu akan slalu dibawa oleh supir pribadi dan butler ke mana".."


"Aku benci hidup dikongkong.Makanya aku memutuskan untuk membawa mobil sendiri saat ingin keluar." Balas Sasuke dengan mata yang fokus menatap jalan.


Sakura melirik Sasuke, kagum dengan raut keseriusan pria itu ketika sedang memandu mobil.Raut wajah serius itu sedikit menarik di matanya.


"Oh no! apa yang ku pikirkan! Shanaro!"


Sakura mengenyahkan pikiran yang mulai aneh itu mengenai Sasuke.Fokus, Sakura..fokus!


"Menikmati apa yang kau lihat?"


"Huh?" Sakura tertanya-tanya dengan kata-kata Sasuke itu.


Sasuke menghela nafas berat." Lupakan saja."


"Hei aku tidak paham!" Protes Sakura sungguhan.Emangnya menikmati apa? Pikir Sakura.


Sasuke berusaha menahan diri dengan sikap kurang peka gadis itu.Apa ia tak sadar jawabannya sudah jelas di depan mata?


"Menikmati apa?" Ulang Sakura sungguh penasaran.


"Menikmati...


Sasuke terdiam seketika... tak berani melanjutkan ucapannya sehinggalah Sakura kehilangan sabarnya.


"Huhh..Menikmati apanya Sasuke-kun!!?"


"M-menikmati p-pemandangan!" Respon Sasuke cepat.


"Oh!" balas Sakura.


Sasuke ingin saja menepuk jidatnya karena gara" mulutnya yang mengucapkan kalimat yang salah.


"Menikmati wajahku baka!!"


"Iya.. pemandangan yang sangat cantik!" Kata Sakura melihat ke luar jendela. "Apalagi jika ini pertama kalinya aku menaiki mobil mahal seperti ini.." Tatapan Sakura yang redup membuatkan Sasuke tertegun saat meliriknya.


"Bukankah kau pacaran dengan Toneri?"


"Iya! tapi aku tidak suka membahasnya lagi!" gerutu Sakura.


"Kau pacaran dengan Toneri tapi tidak pernah merasa menaiki mobil mahal? Aneh.." gumam Sasuke tapi cukup bisa didengari oleh Sakura disampingnya.


Sakura mendengus. "Aku tidak pernah menaiki mobilnya.. tapi pernah membonceng motorsikal dengannya saja."


Sasuke mengangguk. "Jadi Toneri tidak kerap menggunakan mobil?"


"Toneri-kun gemar menunggang motosikalnya berbanding menaiki mobil katanya.. maka jika ke mana".. ia akan menjemputku dengan motosikalnya." Jelas Sakura.


Sasuke ntah kenapa merasa kesal mendengar penjelasan Sakura itu.Jika Sakura slalu membonceng di belakang Toneri.. makanya mereka berpelukan? Sasuke mengenggam stereng mobilnya erat.


"Kau masih belum melupakannya?" Soal Sasuke.


Sakura memberikan tatapan kesal kepada Sasuke. "Iya.. aku masih belum melupakan segala rasa sakit yang dia berikan padaku! aku masih marah dengannya!" Kata Sakura dengan beraninya.


Sasuke diam-diam tersenyum tipis.


"Thats my girl.."


To Be Continued


Thats my girl kan Sasuke? hahaha!

__ADS_1


Suka liat Sasuke bucin.. terlihat rare sama imut bangett😚 moga2 bisa dapat jodoh kayak Sasuke..mimpi aja luh thorr!!


__ADS_2