
Di tempat kerja Sakura..
...
...
Sepertinya Sakura telah tiba.. dan melihat banyak mobil terparkir di luar Starbucks tempatnya bekerja untuk bertahan hidup.
Dengan cepat Sakura masuk ke dalam dan sebelum Sakura bisa berkemas
ketika Sakura membuka pintu ... dia tidak sadarkan diri dan sesuatu jatuh di depannya.
PAP!
"Aduh.." rengek Sakura sambil membelai jidatnya.
Lalu... saat Sakura mendongak, mata Sakura terbelalak saat melihat Tsunade, manajer Starbucks.
...
...
"Mengapa kau terlambat?!" tanya Tsunade dengan wajah seram.
gulp..!
Sakura menelan ludah gugup melihat aura tidak menyenangkan yang terpancar dari wanita yang masih terlihat awet muda di hadapannya... padahal usia Tsunade sudah mencapai 40-an.
"Maafkan aku ma...! sa.. aku terlambat.." ucap Sakura sedikit gugup.. ia melihat Tsunade yang kini semakin menatapnya.
"Sakura... kau sudah terlambat 5 jam 40 menit 13 detik.. kau tahu atau tidak!! Aku tidak mau tahu.. pada dasarnya, kau tidak akan mendapat bonus hari ini! sudah...!! ayo cepat!" kata Tsunade.. lalu pergi meninggalkan Sakura yang menganga.
Sakura menyerah pada situasi dan melangkah ke kamar karyawan untuk mengenakan seragamnya.
...
...
Setelah selesai... Sakura segera bergegas memulai pekerjaannya sebagai pelayan yang bertugas mengambil pesanan pelanggan disana.
Pelanggan demi pelanggan mulai memenuhi Starbucks Cafe dan membuat banyak pesanan, Sakura terus melayani mereka dengan senyum dan keramahan yang tiada tara - kebalikan dari sikap pemarahnya yang sebenarnya.
Selesai mengantar pesanan, Sakura masuk ke kamar pegawai lain dan melihat yamanaka Ino.
"Hei babi!!" Kata Sakura dan mengagetkan gadis yang terlihat seperti boneka barbie itu.
"Ya Tuhan....Jidat..jidat! Kenapa kau mengagetkanku!" Fussy Ino kesal karena hatinya hampir copot karena Sakura.
Sakura hanya terkekeh tanpa rasa bersalah. "Hehehe.. maaf, babi Ino! Tadi aku melihatmu terlalu fokus pada ponselmu.. maaf.. maaf.."
Ino menarik napas dalam-dalam. "Ni.. Aku sedang membaca artikel terbaru di Google.. katanya, kemarin di pesta ulang tahun putra Presiden Minato.. tiba-tiba muncul seorang gadis gila dan menyerang Toneri dan Hinata!" Ino menjelaskan dengan ekspresi terkejut.
Sakura terkejut. "Pe..wanita gila? omong kosong..bukankah itu aku? apa yang aku bicarakan tentang wanita gila shannaro!! Um...Pig! jangan terlalu penasaran dengan artikelnya..itu bukan urusan kita ..." Ucap Sakura meski dalam hati menjerit sebal dengan artikel itu.
Ino memutar matanya malas. "Kamu itu, kan? Sejujurnya! Aku tahu segalanya!"
"Apa-apaan!! Aku tidak pergi kemana-mana kemarin"" kata Sakura mencoba memaafkan dirinya sendiri dari kenyataan.
Ino menyipitkan mata ke arah Sakura..
"Aku tidak bodoh Sakura.. itu pasti kau! Bukankah kau mantan Toneri? Sudah jelas" disini katanya mantan Toneri! Mantan! Astaga! Ex!" ulang Ino berkali-kali.
Sakura menutup telinganya tidak ingin mendengar perkataan sang mantan lagi dari mulut Ino.
__ADS_1
"Apa susahnya.. lanjutkan saja dan cari orang lain! Sudah kubilang.. Tipikal Toneri itu bukan kamu.. curang! tapi Hinata Doll!!"
"Hinata Doll.. Hinata Doll...blablabla Ino babi! Aku muak mendengar nama pembajak seperti itu!" Sakura melotot kesal.
"Pembajak?" Inoo mengerutkan kening. "Tuan.. terima saja kenyataan bahwa Toneri jatuh cinta pada Hinata.. bukan Hinata yang salah disini.. tapi Toneri.. dia tidak bisa setia padamu.."
"Apa apa saja!"
"Huh.. lupakan saja Toneri dan cepat cari pacar baru. Aku bisa membantu mengatur kencan baru untukmu jika kau mau."
Sakura menatap Ino dengan ketakutan. "Aku tidak mau! Aku lebih baik melajang selamanya daripada patah hati lagi! Tidak, terima kasih.. Aku akan melanjutkan pekerjaanku dulu!" Sakura segera pergi sebelum Ino sempat menawarkan ide gilanya.
"Hei Sakura jidat!!! Hei!! aish.. anak itu kabur lagi! Aku hanya ingin membantu?" Inoo mengerucutkan bibirnya.
Waktu makan siang
"Halo.." sapa Sakura saat memasuki restoran Ichiraku Ramen yang terkenal di kota itu.
"Oh Sakura-nee chann!!"
Sakura tersenyum pada bocah sepuluh tahun bernama Konohamaru.
"Hai Konohamaru-kun..." sapa Sakura.
"Hai Sakura nee chan!! Aku kangen kamu nee chan!" Kata Konohamaru sambil tersenyum.
"Hehehe.. nee chan juga kangen Konohamaru-kun.. bolehkah nee chan minta pesanan?"
"Mau pesan apa, nee chan?" kata Konohamaru.
"Nee chan mau pesan.. Ramen spesial yang pedas ditambah dango.. langsung strawberry milkshake satu.. itu saja!" Kata Sakura lalu memberikan buku pesanan kepada Konohamaru.
"Oke.. tolong tunggu sebentar ya nee chan!!" Kata Konohamaru lalu meninggalkan Sakura sendirian di meja.
Sakura memilih duduk di dekat jendela kaca di mana dia bisa melihat pemandangan di luar kota yang sibuk dan menatap pemandangan... Sakura tidak menyadari kedatangan seseorang disana.
"Hah?" Sakura terkejut dan berbalik, melihat seorang pria yang akrab dengan kumis di pipinya..
"Naruto?!!" kata Sakura kaget.
"Kita bertemu lagi setelah malam itu." Kata Naruto dan tanpa izin duduk di kursi kosong di depan Sakura.
"Aku melihatmu di sana.. kau pasti berpikir aku sama seperti orang lain kan? Aku menyedihkan..!" Kata Sakura dengan pandangan kosong ke bawah.
Naruto tersentak.. tak berniat membuat gadis manis itu bersedih karena memang bukan itu niatnya.
"Go gomenn Sakura-chan.. aku tidak bermaksud membuatmu sedih.. aku tidak pernah menganggapmu seperti yang lain.."
"Benarkah? Bukankah kau juga membela Hinata?" Sakura menatap Naruto tajam.
"Ada apa dengan Hinata? Sakura-chan? Dia wanita yang baik dan penyayang.. dia selalu memperlakukan penggemarnya dengan baik. Ada apa?" Ucap Naruto tidak mengerti.
Sakura mendengus. "Naruto! Kamu sendiri tahu.. Toneri dan aku sudah lama berpacaran.. Aku sangat mencintai Toneri tapi Hinata malah merebutnya!"
"Sakura-chan.. ini bukan salah Hinata.. itu salah Toneri! berhenti menyalahkan Hinata.." kata Naruto.
Sakura menghela napas sejenak, bahkan Naruto sangat protektif terhadap Hinata.. padahal Sakura adalah sahabatnya sejak kecil.
"Kenapa kau sangat membelanya? Kau juga menyukainya? Ya! Tolong biarkan semua pria di dunia tergoda oleh Hinata itu!" kata Sakura kesal.
"Bu bukan seperti itu Sakura-chan!"
"Apa kalian?"
__ADS_1
Naruto dan Sakura menoleh bersamaan ke arah suara yang begitu dekat, Sakura hampir tersedak ludahnya melihat kehadiran pria bermata onyx tajam itu.
"Sasuke?!" kata Sakura penuh tanya.
"Hn." Sasuke tidak puas melihat gadis itu bisa berduaan dengan usurotonkachi dobe yang menyebalkan itu.
"Sasuke teme? Bukankah sudah kubilang aku akan menjemputmu-ttebayo?" Ucap Naruto kesal.
"Diam! Kamu sudah tua dan aku tidak bisa membiarkanmu mengambil Sakura dariku!" kata Sasuke tajam.
"Maaf, tapi aku bukan sesuatu yang bisa diperebutkan!" Ucap Sakura menatap tajam Sasuke, namun.. Tatapan maut Sakura tak dihiraukan oleh Sasuke yang malah menendang Naruto dari kursinya.
"Jauhi dobe! Seharusnya kau bekerja bukan hanya duduk santai disini!"
"Hei.. berhenti mendorongku teme! kamu ingin aku jatuh dari kursi ya!"
"Kubilang minggir!"
"Ya Tuhan..!" Sakura meremas kepalanya pada situasi kekanak-kanakan yang terjadi di depan publik seperti ini.
"Bisakah kalian berhenti! Berhenti!!"
"Menyingkir." Sasuke memerintahkan Naruto.
"Ya.. ya.. aku pergi! Sekarang aku sedang istirahat, teme.. bukankah sudah waktunya makan siang.." jelas Naruto bangkit dari tempat duduknya.
Sasuke melanjutkan secepat kilat untuk duduk di kursi di depan Sakura yang hanya ternganga melihat tindakan Sasuke.
"Beri aku buku pesanan!" Sasuke memerintahkan Naruto.
"Oii..oii.. aku bukan pelayan ttebayo! aku bosnya teme!!"
"Diam dan berikan saja padaku! Kau ingin aku membuat restoranmu bangkrut?"
"Bisakah kau berhenti mengancam Naruto, Sasuke-kun? Kau menyebalkan!" kata Sakura.
"Jangan hadapi dia Sakura.. dia dobe dan aku selalu dibuat susah olehnya!"
"Hei, itu tidak benar!" Naruto menatap Sasuke kesal.
"Itu tidak benar? Kau meminjam mobilku dan merusaknya! Aku terkejut bahwa meskipun kau adalah putra presiden, kau tetap tidak dapat mengganti mobil ku!"
"Itu lain cerita, teme.."
"Cukup! Aku lapar dan mana pesananku!!" Teriak Sakura yang kesal mendengar perdebatan tak penting antara Naruto dan Sasuke.
Konohamaru muncul tepat pada waktunya, membawa menu pesanan Sakura.
"Ini nee chan!!"
"Hei Konohamaru! bagaimana kabarmu? Semuanya baik-baik saja ttebayo?" Naruto bertanya ketika dia melihat Konohamaru.
"Oi nak! beri aku menu yang sama dengan Sakura tapi airnya berbeda.. aku mau jus tomat!" Pesan Sasuke seperti perintah.
"Kakak Sasuke!!" Konohamaru memelototi Sasuke. Sangat jarang melihat pria terkenal seperti Uchiha Sasuke dari dekat.
"Hn."
"Aku diabaikan dattebayo!!!" Naruto yang kesal.
"Maaf bos!! Semua pekerjaan sudah selesai! hehehe.." Konohamaru tertawa kecil. "Selamat makan.. nee chan!"
Konohamaru pergi untuk menerima perintah Sasuke.. Sasuke menatap tajam Konohamaru.
__ADS_1
Sakura memelototi makanannya dan memakannya dengan rakus .. hanya mengabaikan bahwa dia diawasi dengan ketat oleh Sasuke
To Be Continued