
"Lepaskan akuu!!!"
Sakura terus meronta untuk dilepaskan oleh Sasuke, namun pria itu dengan santainya hanya diam dan terus menyeret tubuh kecil gadis pink itu keluar dari hotel.
Begitu sampai di tempat sepi, Sakura menarik tangannya dengan paksa.
"Untuk apa kau menyeretku?!" Ucap Sakura menatap Sasuke penuh penyesalan.
Sasuke hanya menatap Sakura dengan tatapan kosong.
"Terima kasih telah menyelamatkanmu dari penjara." Sasuke menjawab, tenang.
Sakura mendengus.. "Chk, terima kasih!" menyilangkan tangannya sambil menatap wajah Sasuke.
"Kau Uchiha Sasuke, kan?...... kenapa membantuku?" Sakura terkejut.
Sasuke menghela nafas pelan... "Hn.. hanya ingin.. aku hanya tidak suka keributan yang kau buat disana." Jawab Sasuke enteng.
"Tapi.. terima kasih.. karena.. kalau tidak aku tidak akan bisa keluar dari pesta menyebalkan itu." Sasuke melanjutkan, lalu memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
Sakura terdiam sesaat... lalu langsung menggelengkan kepalanya. "Ah! bodoh sekali... aku ingin pulang." Sakura berkata sambil berjalan pergi tapi Sasuke dengan cepat meraih tangannya.
"Biarkan aku mengantarkan."
"Tidak apa-apa! Aku sendiri sudah terbiasa.." Sakura menarik tangan Sasuke dan pergi.
Sasuke tidak lagi menghentikan Sakura.. dia hanya menunggu dan membiarkan Sakura.
Setelah tidak melihat Sakura lagi.. Sasuke meletakkan jarinya di cuping telinganya.
"Hn.. ikuti dia."
Hari berikutnya....
"Hoaaaah..!!!" Sakura menatap lama di tempat tidurnya.... lalu matanya menatap jam.
"Sialan!!! Aku terlambat! Aaaaaaaaaa!!!!" teriak Sakura frustasi.
Sakura tidak menyadarinya.. seseorang sedang menatapnya aneh di depan pintu, Sasuke menatap Sakura dengan ngeri.
"Apa kau sudah gila? Kau berteriak pagi-pagi…" kata Sasuke, lalu menghela nafas.
Sakura yang baru menyadari kehadiran Sasuke terkejut.
"Kau?!!!"
Sasuke menutupi cuping telinganya..." Turunlah untuk sarapan setelah selesai mandi." Kemudian Sasuke menghilang begitu saja.
Sakura menelan ludah dengan gugup, apa itu? Apa yang pria itu lakukan di rumahnya? ini pasti hanya imajinasinya kan?
Benar...?
Beberapa menit kemudian...
Yah.. ini bukan mimpi atau khayalan atau ilusi atau genjutsu.. Sakura menatap Sasuke tajam.. yang kini masih mengenakan celemek biru tua dan mengangkat sepanci sup dan meletakkannya di atas meja makan.
Sasuke yang menyadari tatapan tajam Sakura tetap tenang dan bodoh.
"Hn.. kau seperti melihat hantu." Kata Sasuke masih bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa.
Sakura menatap Sasuke.. "Sasuke-kun.. apa yang kau lakukan disini? dan sejak kapan kau ada di rumahku huh..! jawab aku!" desak Sakura tidak sabar.
Sasuke menyendok sup tomat ke dalam mulutnya dan menikmati rasanya sesaat sebelum menjawab pertanyaan Sakura.
"Aku sudah di sini sejak tadi malam." jawab Sasuke.
Sakura terkejut mendengarnya.
"Ja..jadi...kamu tidur dimana?" jawab Sakura.
Sasuke dengan sendok masih di mulutnya menatap Sakura dengan tatapan anak kecil.
"Aku tidur denganmu."
PRANG!!
Sekarang.. Sasuke-lah yang terkejut, Sakura tiba-tiba menerbangkan cawannya dan pecah saat menabrak dinding.
"APA?!! KAMU PIKIR KITA MAHRAM TIDUR BERSAMA HAH?!!!" Meledak Sakura menatap Sasuke.
Sasuke mencoba yang terbaik untuk tidak terlihat ketakutan meskipun kakinya gemetar di bawah meja.
"Jangan khawatir.. hanya memelukmu seperti bantal tidur.. tidak lebih."
"MEMELUK KU?!"
__ADS_1
Sekarang.. Sasuke menatap Sakura dengan serius.
"Sakura! jadilah kekasihku!" kata Sasuke dengan percaya diri.
Sakura tiba-tiba terdiam dan menatap Sasuke tak percaya.
"Apa yang kau katakan? Kau muncul dalam hidupku tiba-tiba dan sekarang kau ingin menjadi kekasihku? Huh, itu gila.. kau tahu!" Sakura duduk seperti mafia.. menatap Sasuke dengan iris zamrudnya.
Sasuke berhenti makan tiba-tiba.. membuat Sakura kaget dan menatapnya penuh tanya.
Apakah pria itu berubah pikiran?
Sasuke sekarang menatap Sakura sambil menopang dagunya secara profesional. "Aku serius dengan kata-kataku.. Sakura.. jadilah kekasihku.. aku akan membuatmu jatuh cinta padaku." kata Sasuke serius.
"Kau hanya perlu memberiku waktu untuk membuatmu jatuh cinta padaku.." kata Sasuke lagi.
Sakura menatap Sasuke hingga mereka berdua saling berpandangan, Sasuke memang serius.. dan itu fakta yang membuat Sakura terkejut.
"Kau? Uchiha Sasuke yang memiliki banyak penggemar.. apakah kau ingin aku menjadi kekasihmu? Sasuke-kun..."
"Benar…" Sasuke mengangguk. "Aku mencintaimu... Sakura."
"Bisakah kau berhenti mengejutkanku? dan ada apa dengan ekspresi itu? kita baru saja mengenal Sasuke-kun.. jangan bercanda padaku!" Sakura bangkit dari duduknya, ia tidak suka Sasuke memberikan harapan seperti itu.
Sasuke bangkit dan mendekati Sakura... menarik tubuh Sakura sehingga tubuh mereka berdekatan, Sakura terkejut namun pasrah membiarkan tubuhnya ditarik oleh Sasuke.
"Sakura.." Sasuke mengangkat tangannya.. lalu mendekatkan tangannya ke pipi Sakura.. lalu mengelusnya perlahan.
"Beri aku waktu 2 minggu.. akan kupastikan kau jatuh cinta padaku.. ya?" Sasuke membujuk, tersenyum tipis.
Sakura ingin protes tapi senyum tipis Sasuke seakan menghipnotisnya.
Sasuke melepaskan tubuh Sakura dan menjauh, Sakura masih terdiam.
"Aku harus pergi.. Aku akan kembali nanti.." Sasuke melirik Sakura.. "Jika kau merindukanku.. disinilah aku bekerja." Sasuke meninggalkan kartu pribadinya.
Lalu dia mengeluarkan kartu hitam.. Sakura mengangkat alisnya saat itu.
"Ini kartu hitam.. kalau belanja.. pakai ini saja." Kata Sasuke lalu meletakkannya di atas meja.
"Aku pergi." Setelah mengenakan pakaian formalnya.. Sasuke berjalan keluar.
Meninggalkan Sakura yang masih terpaku menatap kartu hitam yang ditinggalkan Sasuke seperti kartu bts.
Sakura mengambil kartu hitamnya... lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ponsel Sakura berbunyi, lalu tangan Sakura merogoh saku celananya untuk mengeluarkan ponselnya dan melanjutkan mengangkat panggilan.
"Moshi moshi.. Sakura di sini.."
"SAKURAAA!!! DIMANA KAMU HAHHHH"
Sakura menjauhkan cuping telinganya dari ponselnya. Suara manajer sangat nyaring di telinganya pagi-pagi begini.
Setelah suara di telepon mereda.. Sakura mendekatkan telinganya ke telepon lagi.
"Maafkan aku.. Mrs. Tsunade.. aku akan segera kesana! tunggu aku!"
"Sakura-
Sakura dengan cepat mematikan teleponnya sebelum manajer di sana mengamuk padanya.
Setelah Sakura berganti pakaian yang sesuai dan terus menarik tas kecilnya dan bergegas meninggalkan rumah, tidak lupa dia membawa kartu pribadi Sasuke beserta kartu hitamnya sekali bersamanya.. siapa tahu itu akan berguna untuknya nanti.
Di Perusahaan Uchiha
Sasuke baru saja tiba sebelum para wartawan mencekik situasi dengan menghujani Sasuke dengan berbagai pertanyaan.. dan tentu saja pertanyaan yang paling wajib adalah...
"Tuan Sasuke.. apakah benar anda dan Nona Shion sedang jatuh cinta? Bisakah anda membicarakannya lebih detail tuan?!"
"Tuan Sasuke... apa benar Tuan Sasuke akan bertunangan dengan Nona Shion?! Jelaskan, Tuan!"
"Tuan Sasuke.. benarkah kau sebenarnya memiliki perasaan pada Nona Hinata? Fansmu, yaitu Sasuhina, benar-benar menyatukanmu!" kata wartawan lain.
"Ya tuan Sasuke.. menurutmu siapa yang lebih kamu sukai? Nona Shion atau Nona Hinata? Tuan!"
"Semua itu tidak benar." Jawab Sasuke, dengan tatapan penuh rasa jijik pada para wartawan.
"Apa maksud Sasuke? Bisa kau jelaskan?"
"PAK!! PAK!! PAK SASUKE!!"
Sasuke memerintahkan satpam untuk menghalangi para wartawan memasuki area Kompeni.. lalu dia berjalan seolah tidak terjadi apa-apa di dalam.
Kemunculan Sasuke menarik perhatian para karyawan wanita yang tertarik dan memuja putra bungsu keluarga konglomerat itu.
__ADS_1
"Pagi pak Sasuke..." sapa salah satu pegawai wanita dengan rona merah di pipinya. Sasuke hanya meliriknya dan mengabaikannya.
"KYAA..!! Saya dinotice oleh Pak Sasuke! kyaaaaa!!!" Wanita itu berteriak gembira.
Para karyawan yang melihat hal tersebut menjadi cemburu dan saling bersaing untuk diperhatikan oleh CEO muda tersebut.
Sasuke memasuki lift dan lift membawanya ke kamarnya yang fantastis.
...S...
asuke berjalan menuju mejanya dan duduk sejenak... Seraya menutup matanya.. dia menarik nafas masuk dan keluar dan membuka matanya lagi.
"Hn.. ini mungkin butuh waktu." Ucap Sasuke sambil melihat beberapa file yang belum ia sentuh sejak ia sibuk terlibat dalam rencana ulang tahun sahabat dobe Naruto, Sasuke mendengus namun tangannya mulai membuka file status bisnis dengan fokus.
Ting.
Hape Sasuke terdengar kehilangan fokus.. Sasuke agak cepat merespon tetapi dia mendengus ketika melihat pesan yang masuk.. itu dari Shion..
"
Sasu sayang... kemana kamu pergi kemarin? Aku senang aku mencarimu, tahu... kamu berutang penjelasan padaku karena membuatku merajuk!"
Sasuke menyipitkan mata saat membaca bait pertama pesan dari Shion lalu membaca pesan kedua..
"
Bagaimana kalau kita makan siang bersama nanti? Aku sudah memesan restoran favoritmu. Kamu pasti menyukainya.. apakah kamu mau Sasu baby?"
Sasuke mulai mengetik pesan.
"Tidak! aku sibuk!"
L
alu Sasuke mematikan ponselnya dan menekan mode silent agar pesan Shion tidak mengganggunya.
Sasuke mulai fokus lagi dengan file itu tapi kali ini ponsel Sasuke juga berdering.
TUT
TUT
TUT
D
ari Naruto tamvan..Sasuke memicingkan mata melihat nama yang ditampilkan di layar.. padahal dia tidak menulis nama Naruto menggunakan nama Dobe usurotonkachi.. kenapa tiba-tiba Naruto tamvan yang muncul? Sasuke pasti Naruto yang mengubahnya ketika pria itu meminjam ponselnya hari itu.
"Hn." Sasuke mengangkat teleponnya.
"Teme!! Kemana kau pergi kemarin bajingan?!! Kau tahu aku mencarimu! Kemana kamu pergi ha!!"
"Diam dobe! kau ingin membuatku tuli?!!" Sasuke menggertak kesal .. tapi sia-sia karena Naruto lebih suka mendorongnya.
"Kau berutang cerita padaku.. Teme!"
"Cih! Kau sama Shion.. kalian menyebalkan!"
"Hei..!! Aku tahu aku tamvan.. tapi aku tidak tertarik dengan Shion itu! Jangan kirim aku bersamanya!" Naruto kesal.
"Hn.. terserah kau!"
"Kau bodoh sekali, teme! Kau masih berutang cerita padaku dan.... jika kau menolak untuk makan siang denganku... aku akan makan siang dengan Sakura-chan dattebayo!!"
"Terserah kau!!" kata Sasuke.. tapi sesaat dia menyadari sesuatu.
"Dobe kau---
"Sampai jumpa teme!"
"Hei dobee!! apa maksudmu dobee!!!"
"Sakura!! bagaimana Naruto tahu tentang Sakura? Sialan.." Sasuke mengepalkan tinjunya di atas meja.
"Mungkin Naruto tahu aku tidur di rumah Sakura. Tapi bagaimana dia bisa begitu pintar?" kata Sasuke sambil berpikir.
Sasuke menggeleng pelan.. Naruto memang usurotonkachi! menggunakan nama Sakura agar Sasuke tidak menolak ajakan makan siang pria itu.. jujur saja, Sasuke mulai mencurigai Naruto.
Naruto seharusnya tidak tahu karena mulut pria itu ceroboh dan jika dia melakukan kesalahan.. Naruto pasti akan merepotkan Sakura dan dirinya sendiri.
Sasuke tidak ingin Sakura tertangkap.. gadis itu mungkin marah dan menjauh darinya sebelum Sasuke bisa merebut hati gadis itu.
"Sakura..." pikir Sasuke.
To Be Continued...
__ADS_1