
PERINGATAN!!
(Di dalam cerita ini ada beberapa dari kisah nyata atau di ambil dari kehidupan asli, saran kepada si pembaca untuk memahami isi dari novel ini agar tidak salah paham. maaf jika novel/cerita ini mengingatkan kepada si pembaca yang pernah mengalami hal sama atau tidak mengenakan, saya selaku Author.)
“Ambil kebaikannya, buang keburukannya”
...****************...
"Kamu bisa gak sih dapet predikat A....!!"
(Suara yang menyengat di kedua kuping)
"Kalau kamu masih dapet predikat B- ...!!!"
(Merusak mental)
"Kami gak segan-segan membuang mu....!"
(Beban pikiran)
Dan aku pun terbangun dari tempat tidur ku, berkeringat, gerah, panas, jam berdering menandakan aku harus bergegas mandi.
Suara itu masih terdengar dari pikiran ku, aku tak kuat menahan nya.
(Ketukan pintu)
"woy...!!"
(Dunia memang kejam)
"Bisa cepet gak mandinya....!"
(Aku menatap kosong ke arah dinding kamar mandi)
Tak selang lama, sebuah sabun melayang dan mendarat di kepala ku. aku pun tersadar jika diriku sedang di tunggu.
"woy...., lemot banget mandi nya!"
"Aku juga mau mandi nihh....!"
__ADS_1
(Aku menatap nya sangat lama, sampai...)
"Iyaa...., ini juga mau selesai kok" Aku menjawab simpel.
Setelah aku selesai, aku berjalan cepat menuju kamar ku kembali. disana aku berdiam sejenak untuk menghilangkan semua beban pikiran ku.
(Payah banget)
"Kami tidak butuh anggota keluarga seperti mu"
(Apa mat* aja ya)
"Apa kamu tidak bisa menggunakan sihir, dasar bodoh...!)
(Apakah ini takdir)
Jam weker ku berbunyi dan membuat ku tersadar kembali, sudah waktunya bersiap-siap.
Aku merasa bingung dengan dunia ini, setelah di lahirkan kembali. kehidupan ku masih sama dengan sebelumnya, aku tidak tahu bagaimana nanti, Apakah Takdir itu masih ada.
Sudah saatnya, diriku menjadi yang lebih baik dari sebelum nya.
"Kakak gak sarapan dulu...?"
(Suara itu...)
"Kakak kok diam aja?"
(Suara yang sangat merdu)
"Hey....anak buangan, kenapa kau diam saja?"
(Seketika pandangan ku berubah)
"Astaga....Ai, kenapa?" Aku bertanya pelan.
"Kakak nih..., jangan bengong!!"
"ahh... maaf-maaf" Aku tidak keberatan jika meminta maaf kepadanya.
__ADS_1
(Suasana inilah yang ku inginkan)
"Aka cepat makan nya kita akan berangkat, dan Ai kamu juga"
"Jangan mengurusi orang yang bukan keluarga kita"
(Seketika suasana itu di hancurkan dengan gampangnya)
Aka dan Ai, mereka adalah adik ku. mereka adalah anak kesayangan, apapun yang mereka inginkan pasti di kabulkan. sedangkan aku harus bekerja keras demi apa yang aku ingin kan, kami berbeda.
Ayah dan Ibu selalu mendukung mereka, jika ada masalah mereka cepat sekali mengatasi nya. jika dibandingkan dengan ku, siapa juga yang mau melibatkan diri sendiri ke permasalahan.
"Kak....!"
(Suara merdu itu terdengar lagi)
"Iyaa...." Aku dengan cepat menjawab nya.
"Aku berangkat dulu ya....., sampai bertemu di sekolah" Ucap Ai sembari melambaikan tangan.
(Melihat nya, mendengar suara merdunya, apalagi dirinya melambaikan tangan kepadaku. membuat hati ku tenang)
Aku bersyukur masih mempunyai nya walau jarak dan halangan selalu mengganggu. tidak akan ku biarkan siapapun melukai nya.
(Sial....)
Aku pun bergegas mengambil sepeda ontel ku dan ku kayuh sepeda butut itu. Aku bergegas menuju sekolah, aku tidak sabar mendengar suara merdu itu lagi.
Namun....
(Aku melihat sesuatu yang aneh)
"Maaf...., apakah kamu baik-baik saja"
(Orang tersebut tidak menjawab ku)
Dan hal ini pun terjadi......!!
...----------------...
__ADS_1