
Setelah 5 Tahun......
Rey berkerja di sebuah toko roti, toko tersebut bukan milik Rey melainkan milik orang tua Nia. dirinya sempat kesulitan mencari lowongan pekerjaan, namun dengan dibantunya Nia dirinya sekarang bisa bekerja.
Soal gaji cukup lumayan untuk bertahan hidup, disana Rey belajar membuat roti oleh orang tuanya Nia. sampai berkeinginan membuat toko roti sendiri, namun untuk sekarang dirinya berfokus pada pekerjaan nya itu.
Disaat semua nya sudah habis dan toko akan tutup, Nia mampir dengan teman-temannya. dirinya hanya sekedar beristirahat dari tugasnya, orang tua Nia juga sedang tidak ada di toko jadi yang bertanggung jawab adalah Rey.
Rey yang tahu Nia dan teman-temannya sedang kelelahan karena bertugas, sempat-sempatnya dirinya membuat roti untuk mereka.
Nia cukup terkejut, padahal semua roti sudah habis. namun Rey bisa membuat kan roti lagi untuk dirinya dan juga teman-temannya.
"Wahh...Rey kenapa masih ada roti lagi" Cemoh Nia.
"Ini roti yang baru aku masak, coba rasakan" Rey menyuruh semuanya untuk menyicipi roti buatan nya.
Seketika semua orang terkagum pada Rey, ternyata roti buatan Rey tak kalah enak dengan buatan orang tuanya.
"Roti mu sangat enak Rey.....,bahkan melebihi roti buatan orang tua ku" Candaan Nia.
__ADS_1
"Hahaha...., jangan seperti itu kalau bukan karena orang tua mu pasti roti ku tidak seenak itu" Rey sedikit malu.
Semua orang tertawa di tempat itu, Nia juga tidak lupa mengenal kan teman-temannya.
"Rey..., kenal kan mereka teman-temanku" Nia memperkenalkan.
"Dia yang badannya besar bernama Teo, lalu yang kecil berambut kuning itu Haci, sedangkan perempuan cantik itu Sasya" Memperkenalkan.
"Baiklah teman-teman dia Rey, teman waktu sekolah" Lanjutnya.
"Bukan kah dia yang terkenal di sekolah dulu, katanya anak paling bodoh" Teo sedikit bercanda.
"Teo....candaan mu berlebihan" Ucap Sasya.
Lalu Teo meminta maaf kepada Rey, Rey juga sedikit tidak keberatan karena itu kebenaran nya. karena sudah saling berkenalan Rey sedikit bertanya kepada Nia tentang tugas yang diberikan.
"Owh..ya aku mau tanya" Rey bertanya.
"Hemm...baiklah, mau tanya apa?" Nia bersedia.
__ADS_1
"Silahkan mau tanya apa" Celetuk Haci.
"Sekarang kalian mendapat tugas apa?" Rey memulai pertanyaan nya.
Seketika semua orang terdiam sejenak, lalu Teo menjawab jika mereka mendapat tugas untuk mendapatkan batu berbahaya.
Di sambung Haci, batu itu benar-benar berbahaya. jika sampai didapatkan ke tangan yang salah, maka hancurlah dunia.
Sasya sedikit menjelaskan agar Rey paham, batu itu bisa memperkuat sihir. di dunia sekarang banyak orang jahat ingin mendapatkan batu tersebut, dengan cara mengumpulkan empat batu legendaris.
"Lalu akan di apakan batu itu?" Rey bertanya lagi.
"Kami belum tahu karena kami hanya mempunyai satu batu saja" Nia ikut berbicara.
Karena semuanya sudah menjelaskan, Nia dan yang lainnya harus pergi bertugas. Rey juga harus bersiap-siap membersihkan toko, mereka melanjutkan tugasnya masing-masing. Rey tidak lupa membawakan roti untuk Nia dan teman-temannya.
"Terima kasih Rey....atas rotinya" Teriak Haci.
Rey hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya, dirinya kembali masuk ke dalam toko. jam sudah menunjukkan pukul 02.14 dimana dirinya harus segera pulang.
__ADS_1
Tidak lupa untuk mengunci toko, setelah semuanya selesai Rey mengambil sepeda butut nya dan berjalan pulang.