
"Bangun bodoh...."
(Suara siapa itu)
"Rey....!!"
(Dia memanggil nama ku)
"Apakah dia baik-baik saja"
(Dia mengkhawatirkan ku)
Rey membuka sedikit mata nya, dirinya sudah siuman dari pingsannya. Rey sudah di bawa ke sesuatu tempat yang belum pernah dirinya lihat, bahkan asing bagi dirinya.
Tiba-tiba Nia datang dan langsung memeluk Rey, serta teman-teman Nia yang juga ikut senang setelah Rey sadar. beberapa orang datang untuk menangani Rey, bukan dokter melainkan para ilmuwan.
Nia dan teman-temannya dibawa keluar oleh petugas, di dalam ruangan yang dingin itu Rey menatap kosong ilmuwan-ilmuwan yang ada di depan nya.
"Siapa kalian..?" Rey masih keadaan lemas.
"Kami adalah para ilmuwan jadi jangan cemas" Ucap salah satu ilmuwan.
(Siapa yang cemas)
Para ilmuwan itu meneliti tubuh Rey dari luar ke dalam dengan menggunakan alat moderen dan mencatatnya untuk sebagai bukti.
Setelah selesai mereka keluar dari ruangan Rey, dirinya masih bingung dengan keadaan yang terjadi padanya. gadis yang menembak Rey tiba-tiba masuk keruangan nya, ia hanya ingin mencari informasi tentang Rey.
"Bagaimana keadaan mu?" Gadis itu bertanya.
(Menghela nafas)
"Baik..." Ucap Rey.
"Aku hanya ingin berbincang sedikit dengan mu, apa kamu keberatan?"
"Tidak" Jawab singkat Rey.
"Soal batu yang kau makan, apakah ada sesuatu yang aneh dalam tubuh mu?" Gadis itu bertanya.
__ADS_1
"Maksudnya?" Rey bingung.
(Bingung...)
"Apakah ada efek samping saat kau memakan batu itu?" Gadis itu menjelaskan.
"Ra-rasanya se.."
Baru setengah bicara tiba-tiba seseorang datang, orang tersebut meminta gadis itu menemui komandannya.
"Sepertinya pembicaraan kita selesai disini" Gadis itu meninggal kan Rey.
"Tunggu....., kalau boleh tahu siapa nama mu?" Rey bertanya.
"Orang kasta terendah tidak pantas untuk bertanya nama kepada kasta tinggi" Celetuk orang itu.
"Jangan seperti itu, dia lebih kuat dari mu lohh..." Cemoh gadis itu.
"Soal nama ya, baik kalau kamu ingin tahu, nama ku Hanna Hyzert, panggil saja Hanna" Memperkenalkan diri.
"Kamu..?"
"Rey ya, baiklah Rey kapan-kapan kita bicara lagi ya" Hanna lalu pergi.
Setelah beberapa hari dirawat, akhir nya Rey bisa pulang ke rumah. di rumah Rey langsung bergegas mandi, dirinya sedikit memikirkan tentang kejadian yang dialaminya waktu lalu.
Sedikit pusing tapi karena sudah terjadi ya sudah, selesai mandi Rey bergegas menuju kamar dan tidur. tidur yang sangat nyenyak, di tengah malam Rey bermimpi tentang masa lalu nya.
(Suara itu, jeritan itu, semuanya meninggalkan ku, semuanya membenciku, mereka semua menghindariku, memaksaku, apakah aku harus ma-)
Rey tiba-tiba terbangun dari tempat tidurnya, jam berdering sangat kencang, dirinya bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke toko roti.
Dengan menaiki sepeda butut nya dan merasakan kesegaran di pagi hari membuat Rey menjadi semangat, tiba di toko roti Rey melihat betapa ramainya pengunjung. membuat semangatnya bertambah, dengan rasa semangat itu Rey mendapatkan upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nya.
"Huhh...aku lapar, apakah kita tidak bisa makan dulu"
"Tidak, kita harus melanjutkan patroli"
"Kenapa sih...."
__ADS_1
"Ini juga hukuman buat kamu, karena gagal dalam pengambilan batu itu"
"ayolah....."
"Hehh.... baik-baik kita makan dulu"
"Lihat disana ada toko roti, ayo kita kesana"
Rey sedang membersihkan meja, roti terjual habis dan tidak ada yang tersisa, tiba-tiba lonceng pintu berbunyi, menandakan ada pembeli lagi.
"Maaf roti sudah habis, kalau mau besok kesini lagi" Ucap Rey sembari membersihkan meja.
"Jangan bercanda.....!!" Menggertak sambil memukul meja.
Rey kaget karena tiba-tiba ada seseorang marah sambil memukul meja.
"Udah Town...."
"Dia bilang kembali besok....!!" Town marah.
"Ya gak apa-apa, lagi pula roti nya juga udah habis semua"
"Tapi ini semua membuang-buang waktu" Town menarik baju Rey.
"Jika perempuan ini tidak mendapatkan roti, akan ku hancurkan toko ini....!!" Town mengancam.
Rey dilemparkan saja oleh Town, dengan kesabaran Rey, dirinya akan membuat kan roti untuk Town dan perempuan itu.
Rey membuatkan roti untuk mereka berdua, dengan tubuh yang sakit membuat Rey sedikit lama membuat roti. sampai roti buatan nya selesai dan siap untuk di berikan.
(Dasar manusia bodoh)
"Maaf..., ini roti nya" Rey memberikan rotinya.
"Lama banget....!!" Town masih marah.
(Sudah dibuat kan masih aja ngelunjak)
"Maaf y-....,kamu Rey kan?" Perempuan itu sepertinya mengenali Rey.
__ADS_1
Siapa dia.......