3 Saudara Terkutuk : Enter Another World

3 Saudara Terkutuk : Enter Another World
Bab 5: Perpisahan


__ADS_3

Rey kaget karena tiba-tiba Nia memeluknya, semua orang tercengang karena Rey murid paling bodoh di peluk oleh Nia murid dari sekolah elite.


"Hehh....apakah Rey sudah punya pasangan?" Banyak orang membicarakan nya.


"Apakah perempuan itu tidak punya selera bagus?" Ucap seorang murid laki-laki.


Rey melihat sekitar nya, semua murid melihat dirinya dengan mata yang sangat sinis. karena perasaan Rey tidak enak jadi dirinya melepaskan pelukan Nia, setelah pelukan Nia di lepas Rey berjalan pergi meninggalkan Nia sendiri dengan di kelilingi murid-murid yang ada disana.


Nia mencoba mengejar Rey, setelah apa yang di lihat Nia. Rey menghilang di ujung lorong sekolahan, dirinya mencoba mencari dan mencari namun nihil.


Disisi lain Rey berhasil sembunyi dari Nia, dirinya bersembunyi di gudang peralatan. sedikit panas di gudang itu, bahkan untuk bernafas sedikit susah karena bau peralatan yang habis dipakai ataupun tidak pernah di bersihkan setelah memakainya.


"Hah.... perempuan itu gila" Gumam Rey.


(Handphone berbunyi)


Rey melihat handphonenya dan melihat jika Ai sedang menelepon dirinya, Rey dengan cepat mengangkat telepon dari Ai.


"Halo....Ai?" Mengangkat telepon.


"Kakak dimana?" Ai bertanya.


"Emang kenapa Ai...?"


"Kakak bisa ke tempat ini" Ai memberikan lokasi.

__ADS_1


(Ada apa)


Rey segera menuju lokasi yang Ai berikan, dengan jalan kaki dan tempat yang cukup dekat. Ai sudah menunggu Rey di tempat itu, sedang kan Rey masih dalam perjalanan.


Setelah mereka saling bertemu, Ai mengatakan semuanya ke Rey.


"Kak..." Ai ingin menjelaskan.


"Iya, kenapa?" Rey sedia untuk mendengarkan.


"Sebenarnya....."


"Sebenarnya apa Ai....?" Rey bingung.


(Apakah ini akhirnya)


Rey sedikit tidak rela jika Ai pergi meninggalkan nya sendiri.


"Apakah kamu di suruh oleh Ibu dan Ayah?" Rey sedikit menekan.


"Bukan begitu, ada hal lain yang harus aku lakukan kak" Ai sedikit sedih karena harus meninggalkan Rey.


"Apa maksud mu Ai....?!"


"Masuk ke sekolah elite adalah impian ku, aku tak bisa menjaga mu terus kak. kakak harus mandiri, aku juga sebenarnya sudah tidak ada waktu lagi untuk menjagamu kak...." Ai berterus-terang.

__ADS_1


"Jadi...., selam-" Rey berhenti berbicara.


Rey menatap Ai dengan senyuman, walaupun itu terpaksa. Dirinya mengelus rambut Ai dengan pelan dan berkata.


"Gak apa-apa kok, kakak bisa sendiri. kamu jaga baik-baik ya disana, kalau ada apa-apa cepet-cepet hubungi kak Aka"


Ai yang tak kuat menahan rasa sedih nya langsung memeluk erat tubuh Rey, Ai menangis sejadi-jadinya.


Tiba-tiba Aka datang dengan mobil mewah, Ai yang sudah lega menjelaskan semuanya pergi meninggalkan Rey di sana.


Rey menatap kosong mobil itu, sembari melambaikan tangannya kepada Ai. entah apa yang dipikirkan Rey sekarang, seketika rasa semangat nya hilang.


(Hari itu akan tiba, dimana yang datang akan pergi)


Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 dimana jam istirahat sudah habis, Rey kembali ke kelas dengan rasa sedih nya.


Disaat pelajaran dirinya hanya melamun, sampai guru menegurnya beberapa kali. Nia juga merasa heran dengan sikap Rey.


Setelah jam pelajaran selesai dan waktunya untuk pulang, Rey melamun sembari menenteng tas nya. sesampainya dirumah Rey melihat semuanya bersiap-siap untuk berangkat ke Jepang.


Rey bersembunyi di semak-semak, dirinya tidak mau Ai melihatnya. disaat semua nya sudah berangkat dan rumah menjadi sepi, Rey bergegas masuk dan membersihkan diri.


Di pikiran nya perkataan Ai masih terbayang-bayang, Sampai tidur pun tidak bisa.


5 Tahun Kemudian.......

__ADS_1


__ADS_2