
(Melihat orang tersebut)
"Ak-aku Rey" Memperkenalkan diri.
"owh....kamu kelas berapa?" Bertanya.
Belum selesai menjawab, tiba-tiba orang ber jas hitam datang dengan gagah, Rey melihat mereka. dirinya berfikir jika orang yang menolong nya adalah orang penting.
Tak selang lama orang itu pergi dengan di kawal orang ber jas hitam. Rey hanya diam saja, sebenernya dirinya ingin berterima kasih kepada orang tersebut.
(Tatapan kosong)
"Anu....ehh, bagaimana dengan ku?" Bertanya sedikit gugup.
"maksudnya?" Bingung.
"Soal ini...." Sedikit mengode.
"owh... santai aja, semuanya sudah aku tangani" Memberitahu.
Rey merasa lega setelah mendengar nya, ia sangat khawatir jika orang tua nya tahu jika dirinya sedang di rumah sakit. Rey menelepon Ai, dirinya masih belum bisa pulang ke rumah atau sebaliknya.
(Tidak mau pulang)
Di brankas itu Rey menatap kosong langit-langit rumah sakit, dirinya mengingat masa lalu yang menyakitkan. Ai tiba-tiba menelepon Rey, namun Rey tidak mengangkat telepon Ai.
Setelah beberapa saat kemudian Rey tersadar dari lamunannya dan segera membuka handphone nya, dirinya sedikit khawatir dengan Ai yang tiba-tiba menelepon.
__ADS_1
(Kenapa)
"Ayo Ai.....angkat telepon nya!!" Gumam Rey.
(Kenapa ini terjadi...)
"Aku mohon Ai...."
(Telepon di buka)
"Halo kaka-...." Suara yang sedikit terputus.
"Ai...ada apa?" Rey khawatir dengan Ai.
(Kenapa lagi ini)
Rey beranjak dari brankas nya dan segera berlari menuju rumah, sesampainya di rumah dirinya kaget setelah melihat rumah nya dibakar.
Rey bertanya kepada orang tersebut tentang organisasi dalam, namun orang tersebut hanya diam. Rey mencoba menenangkan diri dan mencoba berfikir, tiba-tiba orang tersebut mengatakan jika keluarga Rey sedang di bawa ke sesuatu tempat.
"Seperti nya keluarga mu sedang di bawa ke sesuatu tempat, aku melihat jika mereka menuju dermaga"
(Dermaga...)
Rey berlari kencang menuju dermaga, di lokasi Ai di paksa untuk menggunakan sihir penghalang agar tidak ada orang yang bisa masuk.
Sedangkan Aka di interogasi oleh orang-orang yang tidak diketahui itu, Ayah dan Ibu di sekap dan di masukkan kedalam kontainer.
__ADS_1
Mereka ingin membawa Ayah dan Ibu pergi ke luar kota, berpindah ke Ai yang selalu menolak perintah orang-orang tersebut. balasan nya Ai di siksa menggunakan alat-alat listrik moderen, Aka mencoba menyelamatkan Ai namun dengan keadaan nya yang tidak mendukung dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
(Sampai...)
Ai menuruti apa yang di perintahkan orang-orang tersebut, terpal di buat dengan cepat. Ai tiba-tiba tak sadarkan diri karena kehabisan stamina, orang-orang yang mengetahui Ai pingsan hanya diam saja dan meninggalkan Ai di tempat tersebut.
"Tunggu aku Ai..." Gumam Rey dengan keadaan tergesa-gesa.
(Tak akan kubiar kan...)
Rey melihat jika seluruh dermaga sudah di kelilingi sihir penghalang yang kuat, dirinya tidak bisa melewati bahkan menghancurkan penghalang itu.
(Suara itu datang lagi)
"Apa kau butuh kekuatan..?" Suara misterius.
"Aku bisa meminjamkan sedikit kekuatan ku kepada mu.." Suara itu bertambah jelas.
"Namun ada syarat nya....!"
(Syarat...)
"Syarat apa itu" Rey berani bertanya.
"Akan ku turuti syarat itu, asalkan kau membantuku" Lanjut Rey
(Tiba-tiba...)
__ADS_1
Setengah rambut Rey berubah warna menjadi putih ke abu-abuan, dan Rey seketika bisa melewati penghalang itu. dirinya bergegas mencari Ai dan yang lainnya.
(Kenapa ini terjadi....)