
Setelah berbicara dengan bright, win pulang pagi itu, dia masih tidak melihat bian setelah pulang.
Win juga sudah tidak mau peduli tentang urusan mereka, dia mulai sekolah lagi, ntah nanti yang datang bright atau bian, atau mungkin dua2nya tidak datang ke sekolah lagi.
Bright yang ingin kuliah di Swiss hanya bisa Nerima tawaran mamah dan kakaknya bian, dan bian yang selalu ingin menjaga dirinya, dia rela berbohong dan menggantikan dirinya dengan sang adik.
Dia yang tidak bisa apa2 dan hanya merepotkan anak kembar itu, apa win pulang saja kerumah meskipun ayahnya akan terus memukulinya??? Tidak, tidak, bian tidak akan menginjinkannya apalagi bright yang selalu mengawasinya dengan ketat.
Win pergi ke sekolah tidak di antar siapapun, rumah sepi dan kosong, mamah bian kerja di luar kota, bian ngilang, dan win tidak terlalu tau bright dimana.
•°•
pagi itu di gerbang sekolah
"Win Lo sendirian?? Bian mana??" Tanya Mike dan gun.
"Bian katanya gak enak badan." Ucap win.
"Lo sabar aja ya, bian pasti sembuh ko." Ucap gun.
Win baru sadar, bian yang sakit-sakitan sering banget nempel sama dia, bright juga nempel banget sama dia, tapi setelah bian pulang dan sembuh, rasanya bian melupakan dirinya, bright juga sudah mengungkapkan rasanya tapi rasanya hubungan mereka semakin merenggang.
"Kenapa??" Tanya gun.
"Gak papa ko." Senyumnya.
Sampai jam sekolah selesai juga bian atau bright tidak masuk sekolah, win hanya jalan gontai, gun dan Mike sudah pulang duluan, win berjalan kearah gerbang sekolah dan melihat orang-orang yang seragamnya mirip dengan seragam Drake.
"Masuk!!!" Win di tarik masuk kedalam mobil, didalam tidak ada Drake, mata dia di tutup langsung dengan kain, tangannya di pegang oleh orang-orang yang lebih kuat dari dirinya.
"Kalian mau bawa gue kemana??" Tanya win.
Tapi semua orang pada diam, win tiba-tiba ingat orang yang pernah nyerang dia sama bian, bukan bian tapi bright, waktu itu mereka menendang keras dada bright sampai koma.
Win tidak bisa meminta bantuan kepada mereka lagi, bian yang baru selesai di operasi dan lukanya masih basah, bright juga masih dalam masa pemulihan karna jantungnya, sekali tendang aja langsung bisa membuat bright koma.
Harusnya dia selalu bisa menjaga dirinya karna dia tidak harus meminta bantuan kepada mereka, rasa bersalah win semakin mendalam.
Win di tarik keluar dari mobil, dia di seret masuk ke dalam villa dan di dorong sampai jatuh, tangannya sudah di ikat dan seseorang mendekatinya, win di bangunkan dan di suruh duduk.
Dia perlahan membuka penutup matanya, mata win masih buram tapi dia bisa mengenali orang yang di hadapannya.
"Drake??" Ucap win.
__ADS_1
"Kenapa?? Kangen?? Sampai ekspresi mu seperti itu??" Ucap Drake sambil mengelus pipi win.
"Sebenarnya mau kamu apa??" Tanya win dengan mata sayu nya.
Kenapa dia tidak bisa bahagia sedikitpun?? Kenapa mereka selalu mengganggunya, sebenarnya apa salah dirinya.
"Lepaskan ikatannya." Ucap win
"Hmmmm, nggak, nggak!! Harusnya tetap seperti ini biar Lo jadi patuh." Drake menjambak rambut win.
Mereka yang berdiri memberikan Drake segelas wine, Drake membuka kancing baju putih sekolah win dan menuangkan anggur merahnya, leher terekspos jelas, tulang selangka yang membuat Drake tergoda dan menjilat tetesan anggur merahnya.
"Semua keluar!!!" Ucap Drake dan mereka keluar menyisakan win di ruang tengah, dia di seret ke atas sofa dan di baringkan.
"Gue mohon jangan lakuin ini." Ucap win yang sudah menangis.
"Ahhhh, tangisan Lo semakin membuat gue tergoda, apa tangisan itu juga yang bikin kedua anak kembar itu tergoda??" Ucap Drake.
Win terdiam, apa dia salah dengar, apa Drake menyebut dua anak kembar?? Tapi bagaimana dia bisa tahu, bian tidak ada di rumah dan dia juga baru pulang.
"Ekspresi Lo bilang, kenapa gue bisa tau mereka berdua?? Gitu kan??" Drake tertawa di atasnya.
"Win, Lo bisa dapat dua anak kembar, tapi kenapa gue tidak pernah bisa menyentuh Lo sedikitpun?? Hah?? Gue juga berhak mencicipi tubuh murahan Lo." Kata2 itu membuat win kesal dan meludahinya.
"Terus gimana sama yang satunya lagi?? Lo tau kan nama dia siapa?? Ayo kasih tau gue siapa nama dia." Drake mencengkram kedua pipi win dengan kasar.
"Gue gak tau apa yang Lo omongin." Win memberanikan dirinya untuk melawan.
"Jadi Lo mau pura-pura tidak tau ya?? Pantesan aja waktu itu bian balik lagi ke balapan, ternyata dia bukan hilang ingatan, tapi dia memang bukan bian yang asli." Drake tertawa sendirian.
"Atau dia merelakan kembarannya nyicipin pacarnya juga?? Wahhhhh, win Lo udah di permainkan oleh mereka." Senyum jahatnya.
"DIAAAMMMM, GUE BILANG DIAM, BIAN SAMA BRIGHT GAK PERNAH MEMPERMAINKAN GUE." Teriak win.
"Ohhhh, jadi namanya bright ya?? Bright Vachirawit, gue bakal Nerima Lo apa adanya, gue gak akan gangguin Lo ataupun dua anak kembar sialan itu, dan gue bakalan bahagian Lo dari pada mereka win, asal lo jadi pacar gue dan tinggalin mereka, demi kebaikan mereka." Ucap Drake.
Win diam, mungkin memang ada baiknya karna win juga tidak bisa meminta bantuan mereka seterusnya.
BUGHHHHHH
Tendangan itu membuat Drake menabrak kepala sofa dan di tarik sampai terjungkal.
"Bian??" Ucap Drake
__ADS_1
"Win kamu gak papa kan?? Maaf telat." Ucapnya sambil mencium kening win dan melepas jaket hitamnya untuk menutupi tubuhnya yang terekspos.
"Kak bright." Win menangis dengan keras di dada bright, sedangkan bright melepas ikatan yang mengikat lengan win dan anak itu langsung memeluknya sambil menangis dengan keras.
Bright memeluk win dan mengelus punggungnya dengan lembut, bagaimana bisa dia sangat ceroboh dan melupakan persoalan Drake?? Bright hanya sibuk mencari keberadaan ayah win dan mengawasinya supaya dia tidak bisa menemukan win.
"Maaf, maafin kakak win."
"Haahhh, jadi Lo yang namanya bright?? Kembarannya bian?? Orang yang sudah ngerebut win dari bian, pacar kembarannya sendiri??" Senyum smirk Drake.
Bright yang sudah terbiasa di pojokan tidak mempan dengan perkataan Drake, dia gak peduli apa yang Drake bicarakan, win tetap miliknya bukan milik siapapun.
Bright membantu win berdiri, win yang masih menangis di pelukan bright hanya bisa diam.
"Gimana rasanya nyicipin pacar kembaran Lo??"
"Jadi siapa yang adik, dan siapa yang kakak?? Apa kalian tidak jijik saling mencicipi??"
Kata2 itu membuat bright kehilangan kesabaran, dia langsung menyambar Drake lagi dan melayangkan pukulan dengan keras sampai tersungkruk, bright meskipun sakit2an tapi tenaganya melebihi mereka yang masih anak2.
Dia terus melayangkan pukulannya ke wajah drake, darah segar mulai membasahi tangan bright yang mengepal keras.
Win lari untuk menahan bright, mereka hanya harus pergi dari sini dan membiarkan Drake, tapi bright seperti hilang kendali dan memukul Drake sampai pingsan.
"Kak udah kak, KAK BRIGHT???" Teriak win memegang tangan bright.
"Udah, please...." Ucap win
Drake terbaring dengan darah segar, wajahnya sudah habis di pukul bright sampai pingsan.
Bright dan win pergi dari villa itu ke apartemen Tay, sedangkan Drake mungkin di bantu oleh teman2nya yang juga sebelum masuk mereka di pukul dulu oleh bright.
Win diam sambil membersihkan darah di lengan bright, air matanya menetes lagi karna rasa sakit di dadanya.
"Maaf selalu merepotkan kakak." Ucap win.
"Tidak perlu minta maaf win, ini sudah menjadi kewajiban kakak untuk menjaga kamu." Bright memeluknya dengan erat.
^^^TBC➡️^^^
......Selamat menikmati......
__ADS_1