365 Hari Brightwin

365 Hari Brightwin
bian meninggal


__ADS_3

"Drake???" Win kaget dan pergelangan tangannya masih dipegang erat.


"Kesini sendirian??" Tanyanya.


Tap


Tap


Tap


Suara langkah kaki cepat, bright datang dan menjauhkan drake dari win, win liat penampilannya kusut banget, wajahnya juga pucat.


"Jangan pernah sentuh dia sedikitpun!!" Tunjuk bright sambil menyembunyikan win dibelakangnya.


"Lo udah melanggar janji bian, dan lo malam itu gak datang." Ucap drake.


"Janji?? Gue gak pernah janji sama siapapun, gue gak takut sama lo." Win cuma bisa diam, dia bisa merasakan keringat dingin ditangan bright.


"Elo sendiri yang bikin perjanjian, kalau lu sampai balik ke area balapan, itu artinya lu nyerahin win sama gue." Ucap drake bikin win melotot.


"Jangan pernah bermimpi mau milikin win, selama gue hidup win gak akan pernah jatuh ketangan siapapun, win milik gue!!" Setelah itu bright menarik win menjauh dari sana.


Win menghempaskan tangannya kasar setelah dirasa tidak ada seorangpun disana, masih diarea danau tapi lebih sepi, tangannya sedikit memerah tapi win langsung menyembunyikannya.


"Win?? Ayo pulang!!" Ucap bright dia udah susah banget buat ngomong.


"Kenapa balik ke area balapan?? HAH???" Teriak win sedangkan bright mengusap kasar wajahnya karna prustasi.


"Kakak tau kan drake itu bukan orang baik2, terus kenapa malah kesana lagi??" Sekarang win gak mau natap bright, dia nunduk sambil nahan tangis.


"Win kamu lupa kakak sakit apa?? Kamu pikir mudah buat mengingat segalanya?? Kalau kamu merasa repot jagain kakak, fine!! Kakak gak akan pernah membebani hidup kamu." Ucap bright langsung membuat win berani menatapnya.


"Kak hiks...."


"Win, sumpah kakak gak maksud buat marahin kamu." Bright panik liat air mata jatuh dari kedua manik indah milik win.


Win berjalan perlahan terus memeluknya dengan erat, pelukan ini hangat dan begitu tulus.


"Maafin aku karna udah egois hiks..."


"Nggak!! Kamu gak usah minta maaf, kakak yang salah udah ninggalin kamu."


"Win, jangan pernah pergi tanpa kakak!! Ingat itu." Bright menekup kedua pipi win dan anak itu ngangguk2 terus meluk bright lagi.


Drake udah berani nyentuh win, dia harus bisa menahan sakitnya dulu sebelum tay datang buat menjemputnya, dia juga belum menelpn mamahnya.


•°•


Besoknya bright dan win sedang ada diruangan musik buat latihan on stage karna bright mau tampil.

__ADS_1


"Win sebenarnya kakak gak bisa main gitar sekarang." Ucap bright menatap win yang siap memainkan gitarnya menuruti irama bright.


"Kenapa?? Sakit lagi?? Mau ke dokter??" Tanya win panik.


"Nggak, mending kita kebelakang, disini sumpek, bawa gitarnya juga." Ucap bright terus win ngangguk ngekorin bright.


Mereka duduk dikursi panjang, win memegang gitarnya sedangkan bright cuma diam menatap win.


"Kamu tau kunci gitar scrubb your smile??" Tanya bright.


"Nggak, hehe!!" Bright menghela napasnya panjang dan melenturkan jari2nya.


"Kak mau ngapain??" Ucap win panik.


"Main sebentar, gak akan kenapa2 ko." Ucap bright menahan tangannya untuk tidak bergetar.


Your smile dinyanyikan oleh bright dengan tangan sedikit bergetar dan suaranya juga sama2 sedikit bergetar tapi bisa mengontrolnya supaya win nyyaman.


Part yang paling menyindir buat bright.



Iya, dia melupakan hal2 yang terjadi pada dirinya, rasa sakit, prustasi tapi win melengkapi semuanya, hampir semuanya, apalagi senyuman win membuat hidupnya berubah.


Bright terus menatap wajah win tanpa berhenti, suatu hari nanti dia akan merindukan sosok yang selalu menemani dirinya, kehangatannya dan ketulusannya, senyuman itu akan bright jaga sampai kapan pun.


Lagu selesai dia mainkan


"Hmmmm??"


"I fall in love with you." Ucap bright.


"Kumat lagi." Ucap win gerogi karna pipinya dah panas banget cuma dikasih kata2 seperti itu.


Bright tersenyum terus mengusak surai hitam itu membuat win kesal.


•°•


Setelah berada dirumah bright cuma diam disofa sambil nungguin win masak mie buat mereka berdua.


"WIN LIAT HP KAKAK GAK??" teriak bright.


"KAN LAGI DI CAS DIKAMAR." teriak win dari dapur.


"AMBILIN!!!" kalau gak sakit udah win slepet, jadi dia uring2an naik ke atas untungnya mie cuma dibuka doang dan airnya belum dimasak.


Win berjalan kekamar mencari hp bright, win melihat dompet disamping hp milik bright dan penasaran siapa tau bian menyimpan foto orang lain.


Win membuka dompetnya dan melihat foto laki2 berumur 5 tahun, dia melihatnya tapi foto itu seperti dilipat membuat win membukannya.

__ADS_1


"Ko wajahnya sama??" Gumam win.


Dia melihat kartu siswa dengan nama Bright Vachirawit dengan nama sekolah Horace Mann School New york


Win langsung memeriksa semua kontak yang ada di hp milik bright, gak ada satupun no temannya, yang dia kenal cuma no mamahnya, dia dan bian??


"Bian punya kembaran??"


"Bian?? Gak mungkin!!"


"Win kenapa lama??" Bright nyusul memasuki kamar.


Win langsung menyembunyikan semuanya dibelakang punggung, bright mendekat dan merasa aneh.


"Ini maksudnya apa??" Win memperlihatkan dompet milik bright.


Bright melotot terus merebut semua yang ada ditangan win.


"Ini salah paham, biar kakak jelasin."


"Kakak?? LO ITU SEBENARNYA SIAPA?? BIAN MANA??" Teriak win air matanya udah tumpah.


"Aku bian win, ini kakak!!"


"BOHONG, Pantas aja semuanya terasa asing, kamu bukan bian, BIAN MANA?? JAWAB!!!" win memukul2 bright.


"Jawab gue hiks... bian mana???" Win merosot sambil memegang baju bright dan menangis.


Bright jongkok terus memegang kedua bahu win.


"Bian udah meninggal." Ucapnya membuat win seketika berhenti menangis.


"BOHONG!! KAMU PEMBOHONG!! BALIKIN BIAN SAMA GUE!! balikin bian sama gue hiks..." win menangis dengan keras.


Bagaimana dia bisa dibohongi dengan mudah??


"Bian udah gak ada," ucap bright.


"Jangan pernah sebut bian udah gak ada, gue tau lo bohong, gak mungkin bian udah meninggal, bian kuat hiks... bian gak akan pernah ninggalin gue." Win bangun tapi ditahan sama bright dan dipeluk dengan erat.


"Lepas!!! GUE MAU KETEMU BIAAAAN, gue mau ketemu biaaannn hiks...." win menangis dengan keras dipelukan bright.


Sampai akhirnya win pingsan dan bright membaringkannya diranjang, bright menyelimutinya terus mengelus dan menghapus air mata yang dari tadi membasahi pipi win.


"Sorry bian, tapi ini yang terbaik." Ucap bright mengecup kening win dengan lembut.


^^^TBC➡^^^


...untuk pembaca di mohon kuatkan mentalnya karna kita masuk ke konflik☺️...

__ADS_1



__ADS_2