365 Hari Brightwin

365 Hari Brightwin
Harus check up


__ADS_3

Drrrttt drrttt


Hp bright bergetar saat dia sedang melamun sambil nonton tv, sedangkan win sedang tiduran dipaha bright sambil nyemil.


"Kak? Kak bian??"


"Hmmm?? Kenapa??"


"Kenapa kenapa, itu ada yang telpon." Ucap win karna terganggu soalnya lagi asik2 nntn.


Nonton drama ya mana bright mau, bosen!! bikin dia cuma melamun dan hampir tertidur tapi win suka nyubit dia kalau dia sampai tertidur.


"Ya udah minggir kakak mau angkat tlpnnya dulu!!" Bright pelan2 memindahkan kepala win soalnya gak mau gerak sama sekali tuh bocah.


Disana tertera nama tay, ngapain juga dia nlpn.


"Kenapa??" Tanya bright sambil berjalan kearah dapur.


"LU BILANG KENAPA?? CHEK UP GOBLOK!! DOKTER LO NANYAIN." Teriaknya bikin telinga bright mau pecah aja rasanya.


"Sekarang tanggal berapa??"


"15 september, 2x lu gak chek up tolol, mau mati??" Ucap tay tapi bright malah melet2in lidahnya sambil memutar bola matanya malas.


Bawel bener temennya yang satu ini, tapi dipikir2 tay itu bener, udah 2x gak ke dokter itu artinya 2 bulan bright melewatkan obatnya.


Bright males chek up karna gak ada temannya yang kaya tadi selalu bawel, kalo sekarang?? Bright cuma bisa tersenyum polos, apa dia akan mengorbankan semuanya untuk win dan kakaknya??


Satu tahun itu lama, dan bright gak bisa sembarangan chek up di Thailand, dia udah punya doketer pribadi diamerika, but now??


"Lo kuat bright!!" Gumamnya sambil minum, yang bisa dia lakukan memperbanyak minum air putih bukan alkohol.


"KAAAAAAKKKK?????" Teriak win bikin bright keselek air.


"KENAPA???" Bright lari dari dapur terus liat win masih baringan disofa.


"Ambilin air minum hehe." Senyumnya tanpa dosa.


Dah mau jantungan bright dikagetin teriakan win, tapi anak kelinci itu cuma minta air??


"Ambil aja sendiri!! Kirain ada apa," bright cembrut terus duduk dilantai sambil nyender ke sofa yang ditidurin sama win.


"Ih ko cemberut?? Ngambek ya??" Win menusuk2 pipi bright dengan jari telunjuknya.


Bright tetap diam gak mau ngomong, kesel banget gitu, mau marah tapi ko dia gak bisa.


"Dih marah beneran, kak biaaannn." Goda win sambil memeluk leher bright dan wajah mereka sangat dekat.


"Kak jangan marah dong!! Aku minta maaf, janji gak akan teriak2 lagi." Bright gak mau denger dan tetap diam.


"Kak biaa____"


Bright mencium win dengan cepat, sedangkan win melotot tapi masih anteng meluk leher bright dengan win masih posisi tidur disofa dan bright duduk dilantai.

__ADS_1


Bright menggerakan bibirnya sambil memeluk win untuk membenarkan posisi kepalanya disofa.


Win diam, merasakan bright yang sedang memainkan lidahnya untuk menerobos kedalam, win sedikit membuka mulutnya supaya bright bisa bermain dengan mudah.


Bright belum pernah berciuman dengan laki2 seperti ini, win lebih nikmat dari semua cewek yang pernah dia cium, bibir tebal dan manis ini mungkin akan jadi candunya, win diam?? Nggak, dia ikutan bermain, mengeratkan pelukannya menginginkan permainan bright semakin dalam.


Win memukul2 lengan bright tanda kehabisan napas, bright melepaskan ciumannya melihat win tereungah2 dengan bibir terbuka dan wajah yang semakin cantik.


"beautiful." Ucap bright sambil mengecup bibir win dengan lembut.


•°•


Win rasanya gak mau bangun setelah kejadian semalam, nggak semalam gak terjadi apa2, cuma masih terbayang ciuman bright yang disofa habis itu bright ngajak tidur karna udah malam.


Mau teriak tapi takut bright bangun, bright masih anteng tidur dengan selimut hangatnya, karna hari ini hari minggu jadi libur nggak sekolah.


Win diam, menatap setiap inci wajah kekasihnya itu tapi ada yang aneh, sejak kapan bian punya bekas luka dibagian pinggir alis?? Perasaan setelah ketemu bian dia gak pernah liat bekas luka itu.


Ahhhh mungkin dia dulu gak seteliti ini melihat bian makannya baru sadar, bian kan dulu sering nutupin jidatnya makannya dia gak sadar.


"Kak??? Kak biaaann." Cicit win sambil memainkan lengannya diwajah bright yang indah.


"Hmmm?? Kenapa udah bangun??" Bright terbangun terus natap win yang lagi natap dia.


"Nggak papa, kakak tidur lagi aja aku mau bikin sarapan."


"Sarapannya nanti aja, sini!!!" Bright menarik win kedalam pelukannya dan menenggelamkan kelincinya didada bidangnya.


Bright gak pake baju, bRIGHT GAK PAKE BAJU, WIN MAU LONCAT AJA TAPI GAK MAU, dia bisa mencium aroma tubuh bright.


Bright mencium pucuk kepala win." Mau makan apa??" Tanya bright.


Win mendongak menatap bright yang lagi mainin rambutnya, gak ngerti lagi kenapa win bisa secantik ini walaupun bangun tidur.


"Apa aja deh," ucapnya


Chuuuu~~~


Kali ini bibir win yang dia cium, gemes gemes dan gemes, bright pengen terus kaya gini aja meluk win tapi ini udah mulai siang.


Sesudah sarapan dan mandi, keduanya lagi diam diatas ranjang sambil scroll tempat2 bagus buat weekend.


"Kesini aja, danaunya indah." Ucap win.


"Ini juga, deketan ko kak, restorannya juga bagus2."


"Ini, kesini aja," win dari tadi ngoceh terus sampai bright gemes banget.


"Iya iya terserah kamu." Bright mengelus surai hitam milik win.


•°•


Indah dan sejuk, gak terlalu banyak orang, cuma ada beberapa orang yang lagi jalan2 santai sambil ngobrol, danaunya juga indah banget.

__ADS_1


Win juga asik banget kayaknya lihat pemandangan sejuk seperti ini, dia sambil ngemil es cream, nunjuk2 sana sini, mau kesana sini.


"Win??" Panggil bright


"Hmmm??"


"Kakak kesana sebentar ya ada yang tlpn." Ucap bright terus win ngangguk.


Bright lari terus win nunggu dijembatan kecil sambil makan es cream, bright dengan keringatnya berlari kearah dimana tidak ada siapapun disana.


Dia memegang dadanya sakit, kenapa harus sekarang?? Dan sakitnya lebih sakit dari yang sebelum2nya.


"Arggghhhhh." Bright membungkuk sakit, dan disini memang tidak ada orang.


Hp nya bergetar tlpn dari mamahnya, bright gak bisa jawab karna dia gak bisa bicara sepatah katapun.


Tlpn yang kedua kali dari tay, bright langsung mengangkatnya.


"Hallo?? Hallo?? BRIGHT????" Namun bright masih kesakitan belum bisa bicara.


"Bright lu baik2 aja kan??" Tanya tay lagi karna temannya biasanya langsung mengoceh soalnya tay sering bawel, tapi bright hanya diam.


"Gue____ gue nggak baik." Tay bisa mendengar hembusan napas yang terbata2 itu.


"Bright lu tenang!! Tarik napas, pelan2!! Anjir gimana dong??" Tapi tay malah panik.


"Bright??? Briii??? Bri jawab gue!!!" Tay makin panik soalnya bright gak ngomong lagi.


"Gue udah gak papa, kayaknya gue harus chek up ke amrik lagi," ucap bright.


"Ya udah, gue bakalan jemput lo." Setelah itu bright mematikan sambungannya.


Dia terduduk sambil menyandar dibawah pohon, bibirnya sudah pucat dan berkeringat banyak, tangannya bergetar gak bisa megang hp.


•°•


Sedangakn disana win udah nunggu lama, es cream udah habis dari tadi, win berjalan mencoba nyari bright.


"Biaannn?? Bian kamu dimana sih???"


"kak bian???" teriak win.


"Bian ko lama ya??" Gumamnya mencari keberadaan bright.


"Bian___" ada yang menarik lengannya membuat win refleks membalikan tubuhnya.


"Drake??"________


^^^TBC➡^^^



bian itu jauh dari kata jutek sama cool, dia cowok manis yang murah senyum dan baik hati

__ADS_1



bright itu bisa di bilang cowok cool banget tapi bisa senyum manis kalau di hadapan win, kelihatannya dingin tapi sebenarnya perhatian👍🏻 tatapannya manis kalau natap win


__ADS_2