
Bright terbaring lemah dirumah sakit, win hanya bisa mondar mandir nunggu dokter memanggilnya, dia mau tau hasil tesnya.
"anda keluarganya?? Mamahnya mana??" Tanya dokter masuk kedalam ruangan.
"Mamahnya diluar negri dok, jadi saya gantinya." ucap win sambil meremas tangannya sendiri karna gugup.
"Lebih baik kamu tlpn keluarganya suruh mereka pulang!! ini sangat serius." Ucap dokter mengelus pundak win.
Dokter mau pergi tapi ditahan sama win, dia harus tahu hasil tes itu, kalau itu bian berarti bakal mengidap penyakit kangker stadium 2, tapi kalau bukan berarti dia memang bright kembarannya bian.
"Saya mohon dok, ini penting juga bagi saya." Ucap win.
Dokter menghela napas dan akhirnya nyuruh win ikut bersamanya keruangan, jantungnya deg degan banget karna dia gak akan bisa menerima semuanya.
Tentang bian, tentang lelaki itu juga, dipikiran win sekarang semoga itu memang benar2 bian.
"Silahkan duduk!!" Ucap dokter mempersilahkan.
"Win kan?? Nah lihat ini!! Ini hasil tesnya, untung saja pasien langsung dibawa kerumah sakit, kalau tidak dia bisa serangan jantung dengan cepat."
"Katup jantungnya sudah menyempit, jantungnya juga sudah membengkak parah, apa dia tidak menjalani pengobatan?? Gagal jantung, setelah itu pembuluh darahnya semakin sempit, kalau sampai jantungnya bocor dia bisa kehilangan nyawanya." Ucap dokternya membuat win terdiam membeku.
Ini bukan kaya menjelaskan penyakit, selebihnya kematian bright yang membuat win lemas.
"Sekarang panggil mamahnya kesini, kita harus segera mencari donor jantung untuk pasien." Ucap dokter.
•°•
Setelah selesai berbicara win gak mau bertanya apa2 lagi, ini beneran bukan bian kekasihnya melainkan orang lain.
Terus bian dimana?? Bian beneran udah meninggal?? Tapi kapan?? Mamahnya juga tidak memberitahu dirinya.
Win duduk dikursi dekat ranjang, menatap wajah bright yang penuh memar, selang dimana2 membuat dia teringat bian yang kritis berbulan2.
"Kak Bright hiks... aku gak tau harus berbuat apa hiks.. aku gak tau siapa sekarang yang harus aku tangisi hiks... aku benci diriku sendiri yang gak pernah bisa menjaga kalian." Win menangis keras, menundukan kepalanya sambil memegang tangan bright.
"kenapa kalian semua meninggalkan ku."
"Bright please bangun!! Kamu kuat hiks... kamu kuat kaya bian, aku gak tau harus bersandar sama siapa lagi hiks.." win terus2an menangis dan menangis.
•°•
Satu bulan berlalu bright belum sadar dari kritisnya, pembengkakan jantung membuat dia hampir kehilangan nyawa, rumah sakit juga belum menemukan donor jantung yang cocok buat bright.
__ADS_1
Win hampir gak mau sekolah tapi dia tetap bolak balik kerumah sakit, dia menlpn mamahnya juga gak diangkat2 selama sebulan ini, win gak ngerti dengan semua ini, kenapa begitu kacau??
"Kak bright kapan sadarnya?? Kaki aku pegel gak ada yang mijitin, gak ada yang maksa aku buat makan sayuran lagi, dinyanyiin lagu juga." Ucap win sambil membersihkan badan bright dengan handuk basah.
Sebagian selang juga sudah mulai dihilangkan, hanya inpusan dan masker oksigen yg terpasang.
"Inget gak sih waktu kamu bilang i fall in love with you?? Bian tuh nggak pernah ngomong kaya gitu dan kamu seberani itu bicara sama aku kak." Win tertawa kosong dengan kebodohan bright.
"Terus aku bodoh banget bisa percaya kamu bian, karna sama2 gak bisa makan pake sumpit, perbedaan nya kalau tangan kakak bergetar kalau tangan bian lemas, sama2 gak bisa megang snar juga, makannya aku percaya aja, tapi aku gak percaya kalian sama2 punya penyakit separah ini." Win malah nangis lagi.
"Cepat sembuh kak bright aku kesepian." Ucap win tersenyum paksa.
"Win??" Win kaget terus natap bright yang sudah membuka matanya.
"DOK___"
"Stttt, gak papa." Bright nahan win dan menyuruhnya duduk kembali.
Bright melepas masker oksigen yang menghalanginya, dia menatap win yang sedang diam tapi air matanya terus jatuh.
"Bantu kakak bersandar." Ucap bright terus win bantu bright bersandar dikepala ranjang sambil memegang dadanya.
Wajahnya pucat makannya win gak bisa nahan air matanya.
"Aku gak nangis," ucapnya sambil membenarkan selimut.
Bright natap sekeliling, melihat kalender karna seperti itulah dia, terus dia natap win sambil mengelus2 rambutnya.
"Lain kali jangan tungguin kakak bangun, lebih tepatnya jangan pernah menjenguk." Ucap bright.
"Kenapa??"
"Kakak takut kamu menunggu lama, berjalan setiap harinya kerumah sakit yang bau obat, tapi tak pernah bangun, lain kali berhenti menunggu dan jalani hari2 kamu seperti biasa." Ucap bright, bian juga sering koma dan tidur cukup lama, tapi mereka berbeda di setiap bangun, bian selalu memeluk win dan menanyakan kesehariannya tanpa dirinya, kalau bright melarang win menunggunya bangun dan berhenti menjenguk karna bright gak mau membuat win kesesahan.
"Iya iya, tapi janji gak akan tidur selama itu lagi, kaki aku udah pegel." Ucap win merengek.
"Nanti kakak pijitin." senyumnya
•°•
Setelah satu minggu bright akhirnya bisa pulang, win gak pernah membahas apapun tentang penyakitnya atau yang lain, sekarang dia harus menjaga bright yang udah tulus juga menjaga dirinya.
Mengikuti alur kehidupan dimana mereka pura2 tidak tahu mengenai satu sama lain, win tahu segalanya tapi tetap diam, bright yang tidak mau membahas mengikuti apa yang win lakukan, semuanya seakan membohongi Didi mereka masing2 karna tidak mau menyakiti satu sama lain, ntah cara ini benar atau salah.
__ADS_1
"Bisa pelan2 nggak jalannya??" Ucap bright yang lagi dipapah sama win.
"soalnya kakak jalannya lelet banget, aku gereget." cubitnya
"Ya namanya orang sakit masa udah lari, kamu pikir nyawa kakak seribu??"
"Tapi kalau gini kapan sampai keruangan tamunya, ihhhhh." Win kesal.
Jalannya tuh satu langkan kayanya butuh satu menit, disengaja banget.
Sumpah win kesel banget sama kelakuan bright, mentang2 sakit nyurus ini itu, disuruh masak juga padahal dia gak bisa masak.
"Awas jangan kebanyakan garam nanti keasinan."
"yes yes, your highness." Ucap win dengan senyuman jengkel.
Dan lagi win pagi2 udah disuruh belanja ke market yang gak jauh dari rumahnya, mana harus bangun pagi lagi buat nyiapin sarapan.
"Win jangan keluyuran, langsung pulang ya." Gitu pesannya tiap pagi, padahal kayaknya bright udah sembuh terus knpa win malah dibabuin.
Setelah belanja ke market win pulang dengan santai karna masih pagi banget, dia cuma belanja roti dan susu karna stoknya habis.
Dukkkk
"Awwww." Win tersandung dan jatuh, gak jauh dari rumahnya.
"Kamu gak papa??" Ucap seseorang menarik telapak tangannya dan terlihat goresan.
"Gak papa saya____ loh kak kenapa keluar rumah?? Kan masih sakit." Ucap win panik.
"Sakit?? Siapa yang sakit.?" Tanyanya.
Win menatap setiap inci wajah itu, bengong sebentar dengan otak yang terus bekerja.
"Kak bian??" Ucap win.
"Iya win ini kakak." Senyumnya.
^^^TBC➡^^^
...Kesel gak sih liat TBC aseeekkk...
__ADS_1
...jangan lupa supportnya yaaaaaaaa❤️❤️❤️...