
"Kamu mau kemana???" Tanya bian saat bright melangkah keluar dari rumah.
"Oyyy bian?? Sejak kapan Lo jadi talk aktif??? Gue muak denger ocehan omong kosong Lo." Ucap bright.
Bright pergi keluar dari rumah sedangkan bian berdiam sambil menelpon seseorang, ntah apa yang bian rencanakan, dia yang datang tiba-tiba dan selalu menghilang tiba-tiba.
Bright menelpon win yang hp nya tidak di angkat sama sekali, dia harus bisa ngendaliin emosinya, apapun yang bian katakan semuanya omong kosong, bian hanya ingin memprovokasi nya supaya dia ninggalin win dan win akan kembali dengan kakaknya.
Tapi apa benar win menganggap dia bright?? Maksudnya apa dia tidak menganggap dirinya bian seperti waktu dia berpura-pura dan kenapa waktu itu win nurut aja kalau dirinya bian.
Apa dia sudah hilang akal saat dia memberitahunya kalau bian sudah meninggal, atau dia diam dan nurut karna dia mengira kalau bian lagi bercanda??
Bright harus menanyakannya kepada win langsung bagaimana perasaan dia terhadapnya, dia mau win lebih jujur kepadanya, dan apa pandangan win terhadapnya, dia memang bisa di bilang lelaki berengsek.
Notif masuk, pesan dari gun kalau win ada di rumahnya
Bright langsung pergi menggunakan motornya Tay, karna Tay disini hanya bermain dan bersenang-senang jadi dia jarang di apartemen nya.
Bright sampai di rumah gun, dia lari dan mengetuk pintu, pintu di buka dengan nafas ngos-ngosan, tapi disana bright melihat bian yang sedang duduk diantara kedua kakinya yang di lipat seperti anak kecil yang sedang di hukum.
Gun dan Mike yang sedang minum menyemburkan airnya dan mengenai bian, tapi anak itu hanya diam tidak berbicara apapun sedangkan win raut wajah marah tapi tetap lucu di matanya.
"Kenapa berdiri disana?? Apa tidak pegal??" Tanya win dengan nada dingin.
"Maaf." Ucap bright dan dia duduk di samping bian.
Posisinya win duduk di sofa dan di sebelah kiri kanannya ada gun dan Mike, sedangkan kedua anak kembar itu sedang duduk di atas lantai seperti seseorang yang akan menerima hukuman.
"Wawww, bian beneran punya kembaran, tapi bian yang mana ya??" Tanya mike berbisik sama gun ke belakang punggung win.
"Siapa di antara kalian yang sudah menyiksa Drake kedua kalinya??" Tanya win dan bright mengernyit bingung.
"Drake di larikan kerumah sakit karna keadaan dia semakin parah setelah aku di culik oleh dia, jadi siapa yang mau ngaku??" Dari sana sebenarnya win sudah tau siapa pelakunya.
Karna saat kembali bright masih bersamanya, setelah itu juga walaupun pulang malam tapi bright tetap menjaganya di sampingnya, yang tersisa hanyalah bian yang tiba-tiba ada di rumah dengan baju yang sedikit berantakan, win tahu kalau seberantakan apapun bian akan terlihat rapih, tapi malam itu dia seperti kehilangan kesabarannya dan melampiaskannya kepada bright.
"Bian?? Apa Lo jadi gila setelah oprasi??" Tanya bright melihat bian yang hanya duduk diam tidak berbicara, dia seperti patung yang bernafas.
__ADS_1
"Gue nyuruh Gulf dan pacarnya nyiksa Drake, gue mau bikin dia pelajaran karna selalu mengganggu win, gue bulan Lo yang hanya diam aja, gue bukan pengecut."
Bughhhhh
Gun kaget melihat kedua anak kembar itu menonjok salah satu kembarannya, iya, bright memukul bian dengan keras saking sudah kesal sama sikap dia.
"Dari dulu yang pengecut itu elo bukan gue sialan." Bright mengeratkan kepalan lengannya.
"Setelah Lo memprovokasi gue, Lo ngehajar anak bangsat itu dan setelah dia masuk rumah sakit Lo mau apa?? Apa dia bakalan tobat?? Apa dia gak akan nyakitin win?? Lo salah bian, perlakuan Lo malah bikin win semakin parah." Ucap Bright.
"Tau apa Lo tentang mereka, Lo selama ini cuma berduaan sama win, Lo gak akan tau apa-apa tentang mereka."
"BIAN SIALAN." Bright hampir memukulnya lagi namun kepalanya mendadak pusing dan pandangannya mulai kabur.
Bright terjatuh dan membungkuk membuat win panik apalagi yang lainnya.
"Kak bright??" Win turun dan menghampirinya.
Sedangkan bian masih berbaring karna pertengkaran barusan, dia melihat bright yang membungkuk sambil memegang dadanya.
"Uhuukkkk, uhuukkkk.... Arghhhh." Darah segar keluar dari mulut bright sangat banyak.
Bian yang sakit-sakitan juga membuat mereka bingung karna mereka gak tau kalau bian sudah di oprasi.
"Kak?? Kak bright?? Kita harus bawa di kerumah sakit." Ucap win.
Bian bangun perlahan melihat adiknya yng batuk dan muntah darah, tangan bian bergetar dan gun menyaksikan itu, sesuatu yang aneh di antara si kembar, gun melihat win yang panik dan terus memanggil lelaki itu bright, berarti orang yang di pukul memang beneran bian.
"Sodara gue dokter, gue panggil dia kesini sambil bawa oksigen." Gun lari keluar dari rumahnya menuju rumah sebelah.
"Kak bian?? KAK BIAAANNN??" Teriak win histeris, tangan bergetar yang sedang memegang mulut bright yang penuh dengan darah, dia juga sambil menopang badan bright dengan tangan yang bergetar sedangkan bian hanya melamun melihatnya.
"Bantu angkat kak bright, please....." Tangis win karna dia gak mau kehilangan siapapun.
Bian tersadar dan membantu win mengangkat bright keatas sofa.
Dokter datang, mereka membawa oksigen dan membantu bright setelah darahnya sedikit di bersihkan, dokter itu mengecek keadaan bright yang sepertinya sudah semakin parah.
__ADS_1
"Dia harus di rawat di rumah sakit."
"Tidak usah dok, saya di rawat di apartemen aja, soal biaya saya bisa bayar." Ucap bright terbata-bata dengan mata yang sepertiny mulai mengantuk.
"Saya sedang berobat jalan, jadi masalah kaya gini mungkin karna saya kecapean." Ucap bright.
Bright memegang tangan win dengan erat karna tangannya terus bergetar hebat sedangkan bian hanya berdiri sambil menatapnya kosong.
"Kalau gitu kita pakai mobil saya aja," ucap dokternya.
Namun saat mereka mau masuk mobil, bian malah pergi berjalan kearah mobilnya dengan urat yang mengencang di lehernya.
"Bian Lo mau kemana??" Tanya gun.
"Awasi win, gue mau ngelakuin sesuatu." Ucap bian.
"Gue gak tau permasalahan kalian, tapi Lo harus jelasin keadaan kalian sama kita bian." Ucap gun.
"Bright sakit, dan gue udah tau kalau dia sakit, gue gak peduli kalau dia suka sama win, tapi dengan begonya gue nyuruh dia jagain win buat gantiin gue, tapi gue gak tau kalau dia sakit." Ucap bian.
"Dia sakit apa??" Tanya gun lagi.
"Jantung, kata temannya bin harus segera punya donor jantung, dan gak ada yang cocok sama dia, gue juga nyari pendonor selama ini, gue gak bisa bikin dia menderita."
"Tapi Lo gak akan nekat sampai Lo donorin jantung Lo sendiri kan?? Soalnya gue tau rumor kalau anak kembar itu bisa saling mendonorkan." Ucap gun
Tapi bian hanya diam dan gun juga terdiam sambil dia gak bisa berkata-kata lagi untuk temannya, dia hanya membiarkan bian pergi dan gun kembali masuk kedalam mobil.
Setelah di apartemen milik temannya yang ntah dia ada dimana soalnya Tay kerjaannya main terus dan sering banget nginep di hotel.
"Gun?? Bian mana??" Tanya win sambil membersihkan badan bright yang masih ada darahnya.
"Nggak tau, katanya dia punya urusan." Ucap gun.
Win gak percaya bian ninggalin bright yang sedang sakit, dia juga seperti gak peduli bright sakit apa, sebenarnya apa yang sedang bian sembunyikan dari dirinya???
^^^TBC➡️^^^
__ADS_1