
Jas sekarang berada di koridor 2 sebelah gedung say. Yoga. Dan gina. Gedung ini dekat dengan jalan raya. Itulah mengapa jas harus extra hati hati. Berharap menemukan sesuatu ternyata ada senter battrai yang masih baru. terlihat senter itu masih bagus dan saat digunakan senter bisa menyala terang. di dalam meja kantor ada kaca mata hitam.
Jas mencari dengan seksama ke tiap laci meja kantor. Ada gunting. Pensil. sudah dirasa jas tidak ada apa apa lagi dikantor ini. Jas pergi ke ruang kantor sebelahnya.
Terdengar suara langkah kaki diluar dekat jendela kantor. Jas dengan pelan pelan bersembunyi di bawah meja. Ada monster ikan yang kebetulan lewat. Sepertinya monster itu tidak menyadari keberadaan jas. Monster ikan hanya melewatinya saja.
Jas perlahan mengintip. Dikira sudah aman jas kembali mencari barang tapi kali ini dengan hati hati dan selalu menengok ke jendela. jas takut monster itu mendengar suara dia karena keberadaan nya tidak jauh dari jalan. Di luar jalan banyak sekali monster ikan yang sedang mencari makanan.
Jas membuka semua lemari dan meja kantor hanya terdapat buku. Komputer. Dan pensil. jas melihat gambar rute rel kereta api. ia melihat rute yang mengarah ke kota sebelah. Sepertinya rute ini aman karena selalu melewati pinggiran kota juga tidak mencolok.
"ini rute yang sempurna kita bisa keluar dari kota tanpa bertemu dengan monster lagi."ucap jas.
Jas segera mengambil hp di kantung celana nya. Dan segera memfoto rute itu.
Ditempat lain yaitu gedung sebelah. Say mencoba menghibur gina yang selalu ketakutan akan suasana menakutkan di stasiun kereta ini karena sangat sepi juga luas.
Yoga tidak tahu mengapa anak beban bisa ikut dengan mereka berdua. padahal dulu mereka biasanya tidak peduli hal yang merepotkan seperti ini.
"say mengapa kamu membawa nih anak?. " ucap yoga.
"tadinya sih mau ditinggalin. tapi karena situasi sekarang kita terpaksa membawa dia ikut. " ucap say.
"jadi rencana kami mau titip dia ke orang lain soalnya ada mbak cantik yang bersembunyi di warnetnya. " ucap say.
"seharusnya kita titip anak ini disana tapi mbak itu sepertinya mentalnya terganggu. " ucap say.
"gina juga tidak mau tinggal di sana malah bersikeras sekali mau ikut kita." ucap say.
"ohh jadi begitu.. Bahaya juga kalau dititip tapi lebih berbahaya lagi dibawa kesini bambank. " ucap yoga.
"hehe mau gimana lagi. kami gak boleh masuk malah disuruh bawa persediaan makanan. " ucap say.
"kamu ketemu gina dimana!?. " ucap yoga.
__ADS_1
"sebenernya kita yang menemukan mereka. kita ketemu dijalan yang macet karena mobil. Disalah satu mobil ada gina sama ayah nya." ucap say.
"yoga jika kami gak ke sana. tidak tahu gimana nasib gina. Disana saja walaupun sebentar kami selalu bertemu monster ikan yang siap. Dan selalu berbusa mulutnya. " ucap say.
"gina bisa selamat gimn caranya. " ucap yoga.
"mungkin karena didalam mobil dan gina orang nya tenang dan tidak berisik. " ucap say.
"ayah nya tidak memberitahu ada anggota keluarga dia yang lain?. " ucap yoga.
"tidak dia bilang gina gak punya anggota keluarga lain hanya ada ayahnya. " ucap say.
"kasihan gina yatim piatu sekarang. Mungkin kita bisa jadikan dia tumbal karena gak ada anggota keluarga yang lain mencarinya." ucap yoga.
"kakak aku dengar loh. " ucap gina.
"gina belum tidur?. " ucap say.
"hey manis kamu usia berapa?sekarang?" ucap yoga.
"usiaku 24 tahun. " ucap gina.
"mhmm... Aku mengerti dia ingin cepat tumbuh rupanya. " ucap yoga.
"aku tidak mengerti. kamu pedopil apa?" ucap say.
"hey!!! Jangan asal tuduh ya. Kamu punya buktyi apa? saya dianggap pedopil. " ucap yoga.
"tangan kamu terus memegang kaki gina :l " ucap say.
"itu supaya kaki gina tetap hangat loh. Aku usap terus. " ucap yoga.
"hangat ..dia sudah pakai kaos kaki. Celana panjang tidak ada ac disini. " ucap say.
__ADS_1
muka saka menunjukan tanda tanda akan jijik kepada yoga.
"okeh fine aku gak sentuh kaki dia. " ucap yoga.
"huh ..tak kira aku harus menampol muka kamu. " ucap say.
"tapi bohong" ucap yoga.
"( ͡°_ʖ ͡°)" muka say
"👍🏻💕bagus gina gak kedinginan lagi. " ucap yoga.
"Kita pergi yuk gina ada pedopil disini. "ucap say.
" (ㆁᴗㆁ✿)???"muka gina.
Jas tidak terasa sudah berada di ruangan terakhir. Dia hanya membawa senter. Tas kecil yang dia temukan di dalam meja kecil.
Jas berhati hati dan mengintip ke sekitar luar ruangan kantor.
kemudian kembali ke gedung sebelahnya dengan menyebrangi rel kereta. Sekalian melihat ke sekeliling sekali lagi.
Dia tidak sengaja melihat ada tangan seseorang di lantai tempat dia lewati tadi.
"kenapa ada tangan terpotong disini. tumpahan darah nya masih ada." ucap jas.
Kerumunan lalat menghampiri dengan perlahan banyak yang menghampiri tangan itu lama kelamaan.
"kasihan tangannya ditinggal sendiri. " ucap jas.
Jas segera menuju ketempat yoga dan say berada.
Bersambung⚔️
__ADS_1