4 Anak Laki Laki

4 Anak Laki Laki
PERLOMBAAN YANG ADIL


__ADS_3

JAM 8 PAGI.


Jas sampai di toko buku. Say yang sedang menunggu sambil rebahan membaca buku ketawa ketawa sendiri.


Gina yang sudah tertidur melihat jas kembali gina tidur lagi. say membuka pintu depan dan agak menyambut jas yang berhasil kembali. πŸ—Ώ


"heh.jas berhasil kembali kek kurang asik aja dari perjalan pasar gak ada noda darah gitu." ucap say.


"aku tadi melihat ikan besar kek ikan megalodon" ucap jas.


"megalodon udah punah bertahun tahun lalu. " ucap say.


"kita makan aja. Aku udah bawa makanan dari kaleng siap makan" ucap jas.


"owkeh bruh" ucap say.


"gina bangun!! .Kita makan dulu.sarapan pagi itu penting." ucap jas.


Gina bangun dan bergerak ke meja yang ada diruang dipinggir toko buku. jas membuka makanan kaleng ikan tuna siap saji dengan sosis di berikan kepada si anak gadis.


"makanan kaleng ikan tuna itu. Emang bisa langsung dimakan" ucap say.


"bisa.itu udah dimasak dulu di sana sebelum di jual" ucap jas.


Mereka bertiga makan di meja belajar di toko buku. sambil menunggu hari kembali gelap. Jas juga menceritakan perjalanan gak asik itu ke say dan gina.


Ketiga orang sawah itu bercerita panjang lebar. gak menghawatirkan kalo masih ada ikan ikan besar yang berkeliaran di sekitar jalan besar.


"huh kenapa masih ada orang. Buka nya evakuasi malah mau melawan ikan tongkol. " ucap say.


"ntah lah. mungkin jiwa brutal mereka bangkit" ucap jas.


Akhir pembicaraan yang membosankan itu. Say bersama gina mencoba pakaian baru mereka yang berhasil dipinjam oleh jas dari banyak toko pakaian di pasar :)


"wuoh pakaian aku kek lagi shuting film kriminal mafia. " ucap say.


"hehe mahal itu setelan nya " ucap jas.


"kita gak bakal mampu beli. satu celana itu saja. " ucap jas.


"bagus baju nya kakak" ucap gina.


"senang nya. sekarang kalo muat dan bagus di pakai tinggal kamu bayar ke kakak" ucap jas.


"πŸ™ˆ pake duit kakak aja" ucap gina.


"πŸ‘πŸ»aku catat di daftar hutang ya" ucap jas.


"hehe boleh kok" ucap gina.


"(λˆˆβ€Έλˆˆ)" muka raut wajah say sekarang.


JAM 11 SIANG.


Setelah mencoba pakaian. Say melihat lihat senjata nya. Ingin sekali dia coba tes namun takut terdengar oleh ikan ikan ganas.


Senjata sejenis handgun tersebut lumayan berat tapi tidak seberat senjata api standar buatan dari luar.


say dan jas masing2 punya senjata handgun dan stok peluru yang banyak.


Mereka berdua juga mengenakan armor standar yang sering di gunakan polisi untuk menangkap penjahat.

__ADS_1


Say kemudian melanjutkan membaca di dekat pintu depan toko. Sedangkan jas mengurus gina yang sering merasa bosan.


"gina bisa tidak membaca buku? " ucap jas.


"hehe" ucap gina.


"tidyak tahu menahu. " ucap gina.


"oke.kalo begitu gina sekarang mau di ajarkan membaca nggak? " ucap jas.


"gak mau" ucap gina.


"kenapa gak mau" ucap jas.


"kakak.aku melihat muka kamu aja terlalu meragukan sekali. " ucap gina.


"πŸ—Ώ" ucap jas.


Pada akhirnya jas menggunakan jurus jitu untuk mendukung tahap pembelajaran gina. Jas mula mula mengeluarkan sebatang coklat yang diambil di toko dekat pasar.


"hehe.. Ada yang mau gak coklat sebatang ini" ucap jas.


setelah melihat coklat itu sontak gina mengucapkan "aku mau coklat nya!!" namun sepertinya say pun juga mengucapkan kalimat yang sama.


"heh" ucap jas.


"bagi dikit dong coklat nya" ucap say.


"πŸ—Ώ" ucap jas.


"kakak say. Gak usah di kasih. Buat aku aja semua nya. " ucap gina.


"what are you say?? " ucap gina.


"no.no.no.no" ucap say.


"heh ini buat bocah Gina. bukan buat kamu say. " ucap jas.


"gimana kalo kita adakan lomba saja. Siapa yang menang coklat nya buat yang kalah. " ucap say.


" :v "ucap jas.


" owkeh.siapa gak takut. "ucap gina


" hmm. Saya yang takut. "ucap say.


" jadi gimana lombanya?. "ucap jas.


" cara nya mudah. Siapa saja yang berhasil membaca buku sampai bab 1 selesai. Dia yang menang. "ucap say.


" okeh. "ucap gina.


lalu setelah itu say bersiap dan menyiapkan buku yang akan dibaca oleh mereka. Buku itu ternyata adalah buku belajar ppkn.


" πŸ—Ώ "ucap jas.


" itu buku apa kakak :v "ucap gina.


" ini buku sejarah dan hukum negara. "ucap say.


" boleh. Aku baca buku dongeng ini gak. "ucap gina.

__ADS_1


" tidyak boleh nak. :) "ucap say.


" omg. Gimana cara nih anak baca. Baca buku aja gak bisa πŸ—Ώ"ucap jas.


pertandingan yang tidyak ada keadilan pun segera di mulai dengan jas yang sebagai wasit sekaligus panitia acara kurban.


"siap ya kalian berdua. " ucap jas.


"siap.jas :3 " ucap say.


"siap kakak. " ucap gina.


"okeh.pertandingan dimulai. " ucap jas.


Say dengan cepat mulai membaca tulisan dengan sangat ahli sambil mulutnya keluar air liur. Sedangkan gina membaca buku dengan menggunakan mata batin nya. hanya sekali lihat gina langsung membuka halaman berikut nya.


"waduh gina cepat sekali baca nya. " ucap say.


"hehe :) " ucap gina.


mulut say hanya beberapa menit saja mulai kering dan penuh air liur yang keluar.


"hosh... Hosh.. pegel mulut ku." ucap say.


gina saat ini memimpin pertandingan uang sangat sengit ini. Tidyak ada apa apa nya bagi gina. Gina hanya perlu melihat gambar dan tulisan sebentar lalu langsung ke halaman berikut nya.


Hanya dengan beberapa menit saja gina sudah menyelesaikan pertandingan yang sangat epic ini. (bagi gina dan say. Tidak bagi jas).


"hore aku menang" ucap gina.


Gina langsung merebut coklat dari tangan jas. Sambil joget tiktok. πŸ—Ώ


"aduh aku kalah. " ucap say.


"gina. Keren banget loh πŸ—ΏπŸ‘πŸ»" ucap jas.


"yasudah habiskan coklat nya lalu buang di kantung plastik ini. Jangan di buang ke luar. " ucap say.


"siap kakak" ucap gina.


Dengan berat hati say kembali ke meja depan dekat pintu. Lalu melanjutkan membaca nya.


Gina sekarang mulai tertarik dengan buku. Dia sudah mulai melihat lihat buku bergambar warna. Sedangkan tadi minat nya sangat kurang. Gina terlihat senang melihat gambar di dalam Buku BDSM BL.


"wah senang sekali melihat bocil membaca buku" ucap jas.


"anak kecil gadis sekarang sudah mulai belajar :3 " ucap say.


"ya.moga aja kita bisa ketemukan dia dengan keluarga nya."ucap jas.


JAM 12 SIANG.


waktu terus berjalan manusia yang berada di dekat kota mulai menjauh dari jangkauan serang monster. Sedangkan tentara sudah berusaha memukul mundur sekumpulan ikan besar yang tahan air.


Perjuangan tentara terus berlanjut sedangkan bawahan mereka ada beberapa yang hanya memakan gajih tapi tidak mau terjun langsung ke medan perang.


Pertempuran terus memakan jiwa. Ikan ikan yang tadi nya di air sekarang menyerang dan ikan ganas membantai manusia bersenjata.


Tidak ada yang berhasil memukul mundur ikan monster tersebut. Walaupun temtara sampai menggunakan tank. Pesawat tempur. Dan senjata dari kapal laut.


TO BE CONTINUE KAKAKπŸ’•

__ADS_1


__ADS_2