
JAM 8 MALAM.
Dimalam yang gelap membuat ikan ikan tertidur pulas. Pada waktu nya ketiga manusia sesat akhirnya bergerak kembali. Kali ini mereka membawa semua persediaan pokok mereka. Segera mereka kembali ke warnet di mana tempat persembunyian mbak cantik berada.
Karena janji akan kembali ke warnet dan membawa kebutuhan makan dan lain lainnya. Jas merasa kalo warnet itu akan menjadi tempat awal nya untuk mulai membasmi ikan sedikit demi sedikit.
Say. Jas. Dan gina memulai kembali petualangan yang agak jauh dikit. Dengan begitu Jas kembali mendorong motor pinjaman nya. Dan rekan say sekarang harus memegang tangan Bocil kematian.
"hmm.gina jangan sampai nangis atau teriak lagi. Ya" ucap say.
" siap..(β‘^β^β‘)!!"ucap gina.
"bagus.kakek sugiono pasti bangga punya cucu. Penurut kek kamuπ" ucap jas.
"jangan teriak teriak kamu diam aja. " ucap say.
"ayo.kita jalan. " ucap jas.
Dalam perjalanan yang sangat singkat itu. Malah menjadi membosankan. Karena itu tiba tiba di dalam kegelapan bersamaan dengan ikan ikan yang sudah mati di tangan seseorang. datang lah seseorang yang selalu bisa diandalkan dan selalu muncul secara tak terduga.
"servis tv!! Servis kipas angin!! Servis remot tv!!! Servis servis!! " ucap kang servis.
"aduh ada kang servis lagi. " ucap say.
"dek mau servis itu motornya!! Kakak bisa servis motor juga loh hehe" ucap kang servis.
"maaf kak. Motornya cuman habis bensin saja kok. " ucap jas.
"cih.. Pelit(λβΈλ)" ucap kang servis.
lalu mereka bertiga meninggalkan kang servis yang semakin kesal karena gak ada sama sekali orang yang membutuhkan jasa servis nya.
"servis motor!! servis tv!! Servis pesawat!! Servis servis :v " ucap kang servis.
tak lama setelah kang servis pergi ke arah berlawanan dari jas bersama say. tidak terdengar suara kang servis lagi.??
" bruk.. bruk ting..ting.. "suara perlengkapan alat alat.
Jas. Say. Gina mendengar suara itu berasal dari belakang mereka. arah jalan nya kang servis itu.
__ADS_1
segera mereka lari dengan perlahan.
" jas jas itu ikan. "ucap say.
" shuttt... Diam jangan bicara(berbisik). "ucap jas.
Sepertinya usaha mereka untuk segera pergi gagal. ada ikan yang besar juga ke empat kaki mereka sepertinya kuat.
Jas mulai panik melihat ada ikan yang mengarah ke mereka. Say mulai mempersiapkan senjata nya dan senjata yang digunakan jas tidak digunakan oleh jas untuk sekarang jas fokus pada motor.
Jas segera memberikan ide. Jas berencana mereka kabur menggunakan motor saja karena ini sudah darurat. say juga setuju dan mulai bersiap menembak ikan.
Jas segera menghidupkan motor metic nya. Namun motor itu tidak kunjung hidup. Ikan besar itu melihat mereka bertiga dari kejauhan sontak segera berjalan mendekat dan membuka mulut lebar lebar.
Say menembak ikan besar itu. menggunakan senjata handgun yang sudah ia isi pelurunya.
"dor.. Dor.. Dor... Dooorrr" suara senjata.
peluru senjata itu menembus daging ikan besar. akan tetapi ikan besar masih saja hidup dan terus bergerak maju. karena serangan tembakan itu membuat ikan besar berjalan lumayan santai.
say kembali menembak ikan besar itu. Sedangkan jas sudah berusaha menyalakan motor.
"dor!! " suara mulut bocil.
Akhirnya motor nya bisa dinyalakan. Segera jas mengangkat gina naik motor dan menyuruh say segera naik.
"say.naik ke ban motor!! Sekarang!! " ucap jas.
Say naik belakang jas. Langsung jas mengendarai motor dengan cepat. Ikan besar itu kembali diam di tempat dan berputar kembali. Karena suara bising dari motor tersebut. Ikan ikan yang lain akan segera bangun dari tidur nya.
itu membuat jas khawatir. Takut ikan ikan yang berada di depan juga terbangun. benar saja ikan di depan mereka semua mulai bergerak.
Jas dengan cepat menaikan kecepatan motor dan terus melewati ikan ikan yang akan segera bangun. mulut yang penuh dengan gigi. Ikan ikan mulai membukakan mulut nya satu persatu.
Ada beberapa ikan yang terkejut saat bangun melihat mereka bertiga melewatinya. Ikan ganas itu langsung mengejar mereka bertiga.
Motor jas semakin lama semakin kencang. Hingga akhirnya bisa terlepas dari kejaran ikan ikan yang berusaha menangkap mereka.
Jas beserta yang lainya berhasil lolos dari kejaran ikan ikan ganas. Tidak ada yang tahu didepan mereka ada rintangan apa lagi.
__ADS_1
Namun ternyata tidak ada tanda tanda ikan lagi di depan mereka. Mereka melewati jalan yang tidak terdapat selokan air atau genangan air yang terdapat dijalan.
Tiba tiba ada halangan lagi yang menghentikan perjalanan mereka. Ada seorang pria tua dengan otot besar didepan mereka. Pria itu langsung melotot dan mengencangkan celana pendek nya.
Kami semakin mendekat ke pria bertubuh besar itu. Dan menanyakan apa dia orang berhasil selamat dari kejadian mengerikan ini.
Pria itu tidak menjawab dan hanya terus melotot ke arah mereka berdua. Gina yang semakin ketakutan mulai sembunyi di belakang say.
Pria itu mengulurkan tangannya dan meng- genggam telapak tangan dengan sekuat tenaga.
Sepertinya ia sedang menantang jas. Dan say.
Dengan sepenuh hati jas mengiyakan tantangan itu. Jas memakirkan motor metic lalu berjalan santai ke hadapan pria tua besar itu.
Tangan pria itu mengangkat ke atas dan bersiap akan sesuatu. Jas juga melakukan hal yang sama.
Mereka berdua bersiap akan sesuatu kejadian yang akan menentukan nasib mereka berdua.
Say yang sangat khawatir. terus bersiap juga waspada dia memegang tangan gina dengan erat. gina sangat takut untuk melihat jadi dia menutup mata.
Jas dan pria tua itupun berteriak mengatakan sesuatu.
"matilah kamu!!! " ucap jas.
"enyah lah kamu bocah!!! " ucap pria tua.
Akhirnya tangan mereka turun dengan bersamaan dan menunjukan sesuatu.
pria tua itu menunjukan uang 100ribu rupiah. Sedangkan jas menunjukan voucher paket lama yang gak tahu apa guna nya dia bawa.
Pria tua itu takjub dan menangis melihat voucher paket itu. Dia jatuh dan berlutut pada jas. Pria itu pun mengatakan sesuatu.
"kamu.. Sudah.. Membuktikan seberapa greget nya. Silahkan pergi jangan sampai ada yang berani menghalangi perjalanan berharga kalian" ucap pria tua.
Jas segera membawa motor nya dan pergi dari sana dengan berjalan penuh gaya. percaya diri. Say dan gina tidak mengerti.
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai di depan toko warnet.
Bersambung π
__ADS_1