
Di malam hari yang dingin. Angin sepoi sepoi meniup ke sekujur tubuh. di gelap nya jalan dan di dalam got terdapat ikan ikan nakal yang siap mengigit daging menghancurkan daging dan memakan daging manusia.
JAM 9 MALAM.
"achooooo.. Achoooo... Erghh.. Dingin" ucap jas.
"erggh.. Erghh.. Dinginnya malam ini.. Kenapa pula kau tak beritahu aku .. Kita bawa sarung atau jaket tebal. " ucap say.
"Ergghh.. Ergh.. Ergh.. Dingin.... aku gak tahu kalo bakal dingin kek gini" ucap jas.
"aduh.. Erghh... Dingin.. malam.. malam.. Ini.. terlalu.. dingin... Dingin..banget " ucap jas.
"apa kita.... Erghh.. Pulang.. Saja.. jas" ucap say.
"jangan .. Ergh.. Dingin.. Malu.. Udah.. Terlanjur" ucap jas.
Malam yang dingin tidyak mematahkan semangat mereka. 2 sahabat itu terus menelusuri jalan yang gelap menuju supermarket terdekat. Yang dengan menggunakan senter untuk menerangi jalan mereka.
Di tengah perjalanan mereka melihat motor menyala namun tidak ada pemilik nya. Di kegelapan itu dan hanya mengandalkan senter dan sendal. Mereka memberanikan diri.
"iytu.. Ada.. Motor.. Menyala.. Apa.. Ada.. Orang? " ucap say.
"mungkin ada orang mau maling yang sedang kencing di pinggir jalan" ucap jas.
"aduh Gimana Nih Pulang. aja. Yuk" ucap say.
"kita gak bisa pulang. orang tua kita menelpon menyuruh bertahan di warnet saja jangan pulang kerumah. " ucap jas.
"mereka juga pasti sudah di pengungsian yang jauh. nanti juga mereka berhasil meminta bantuan untuk menjemput kita. "ucap jas.
" tapi kita gak punya senjata"ucap say.
"emang di rumah kamu ada senjata" ucap jas.
"aku ke rumah cuman mau tidur" ucap say.
"??? " ucap jas.
"kita emang bakal bertahan selama apa" ucap say.
"aku juga tidak tahu Tapi lebih baik kita isi warnet dengan persediaan makanan terlebih dahulu. " ucap jas.
"okeh .. dah.. Kamu yang didepan kalo ada apa apa kamu jadi tumbal. " ucap say.
" :) owkeh... Tapi.. Tetap.. Hati hati ya dibelakang jangan ketinggalan."ucap jas.
Mereka berdua perlahan mendekat ternyata di dekat sana Ternyata .ternyata..Itu Ada potongan tubuh Orang yang sedang berak jejak celana yang masih ada tai. Nya.
__ADS_1
"ueeekkkekkkk... ada Bangkai Tai.. " ucap jas.
"hmm.. Bauu Busuk Jas." ucap say.
"ayo Pergi. " ucap jas.
"motor nya gak dibawa" ucap say.
"yasudah kita bawa motor nya tapi didorong saja takut tuh ikan bangun. " ucap jas.
kemudian mereka mematikan mesin motor metic tersebut. Mereka berdua mendorong motor yang lumayan bagus sampai ke supermarket.
Di dalam perjalanan mereka. semua rumah warga yang di lewati jas dan say rata rata hancur karena keganasan ikan ikan itu. Dan menjadi sarang tidur para ikan yang ganas berserta potongan sisa tubuh manusia.
JAM 10 MALAM.
Akhirnya 2 anak penyabar ini sampai di depan supermarket. Itu membutuhkan waktu 1 jam dari warnet.
Mengapa sangat lama karena ada beban yang bertambah dan selalu salah jalur yang di arah kan oleh mbak arah yang sedikit membagongkan sekali.
Sampai di tipu ke warung penjual bakso sama mbak gogglee. Astaga naga fitur yang sangat membantu.
"adeh Kita dari tadi Nyasar Mulu" ucap jas.
"hehe salahkan petunjuk arah nya jangan ke aku :3 " ucap say.
"ada tulisan dilarang mengucapkan kata kata yang terlarang. " ucap jas.
"apa kata terlarang nya ? " ucap say.
"saya pencinta sesama jenis!!! " ucap jas.
"dooooorrrrnn! Nnnnnnnn!! Brekkkk.."suara senjata.
terdengar suara tembakan yang keras berasal dari dalam supermarket. Di dalam sana ada beberapa orang yang menunggu.
Mereka seperti Yang sedang siaga untuk menembak.Tapi seperti nya jas tertembak saat setelah mengucapkan kalimat terlarang tersebut.
Samar samar penglihatan jas mulai pudar dan jas terjatuh ke lantai. Say yang kaget tersebut memilih angkat tangan dan segera duduk bawah.
"jas bangun kamu gak mati kan?(dengan suara takut)." ucap say.
"bodoh kalian .. Sudah di bilang di tulisan di depan jangan sembarangan mengatakan itu." ucap paman berjenggot.
"paman kita bawa saja mereka masuk. tadi kita sudah tembak nih bocah. Suara nya pasti akan membangunkan ikan ikan tongkol itu." ucap pemuda tamvan.
"owkeh.. Ayo kita bawa masuk" ucap paman berjenggot.
__ADS_1
Mereka berdua di bawa masuk ke supermarket. Dan say nampak nya sedih melihat teman nya tewas :(
"heh bocah teman mu itu masih hidup. saya cuman menggunakan peluru bius tidur kecil." ucap paman berjenggot.
"paman berbulu kamu kagak bercanda kan." ucap say.
"iya lah kagak canda kok" ucap paman berjenggot.
Say memeriksa nafas jas. ternyata masih berdetak jantung nya dan bernafas.kemudian memeriksa luka tempat tertembaknya. Ternyata bentuk nya seperti infus yang kecil dan tak terlalu dalam.
Say sempat mengira jas akan segera mati karena sesuatu hal kejadian konyol tersebut berasal dari kebodohan mereka berdua.
paman berjanggut menjelaskan kenapa mereka mengumpul di supermarket ini. dan menjadikan tempat ini menjadi pertahanan mereka semua.
"awal ku kira ikan ikan itu hanya ikan biasa. Ehh.. Ternyata ikan itu menelan istri dan anak saya." ucap paman berjanggut.
"astaga sedih kali nasib mu paman berbulu" ucap say.
"hey bocah peridavan kenapa kamu keluyuran di tengah malam berbahaya seperti ini.?? " ucap pemuda tamvan.
"saya dan jas sedang mencari bahan kebutuhan hidup untuk beberapa hari saja. " ucap say.
"kalian juga bukan nya lari ke tempat evakuasi. malah menetap disini." ucap jas.
"erghhhh" ucap semua orang yang kaget bersamaan melihat anak abnormal ini bangun seketika setelah dibius.
"anak muda pengangguran kok bisa bangun secepat ini padahal kamu sudah dibius lohh" ucap paman berjanggut.
"hmm.. Masalah bangun setelah di bius itu biasa." ucap jas.
"tapi sakit nya di kaki yang kena tembak ini. sakit nya luar biasa Anjimmm..Bang*at." ucap jas.
"Siapa yang asal nembak Yang kena Gua Anjim...(dengan nada penuh kesal)." ucap jas.
"haha haha anak penuh dengan semangat ya" ucap paman berjenggot.
"apa ada kata kata terakhir mu setan" ucap pemuda tamvan.
Pemuda tamvan menodongkan senjata nya ke kepala jas. Sambil seperti mengancam akan menebak lagi.
"erghh.. Hiks.. Hikss...sakit nih ..kaki saya... (menangis) " ucap jas.
"untung saja di tembak bius bukan peluru beneran" ucap say.
Kemudian mereka bercerita sampai lupa waktu. Sudah 2 jam say dan jas berada di supermarket pada jam 9 malam.
Bersambung.. Tut.. Tut.. Tut..
__ADS_1