A Crying Child

A Crying Child
1. Dunia Yang Terbengkalai (1)


__ADS_3

Tahun 2017


Tahun 2017 adalah Tahun Kekacauan, yang dimana banyak kejadian dan kerusuhan dimana-mana.


Seperti, munculnya Monster Dari Dunia Lain yang membuat kekacauan diseluruh dunia, Amerika sempat melawan para Monster itu, namun langsung di sudut kan oleh para Monster, Amerika sudah melawan para Monster itu menggunakan senjata itu kepada para Monster itu, namun tak berpengaruh, Monster itu tak bisa dibunuh oleh peluru biasa, sehingga membuat dunia bingung cara untuk mengalahkan mereka, awalnya mereka mengidekan untuk menyerang para Monster itu menggunakan Bom Nuklir, namun ide itu ditolak mentah-mentah oleh para petinggi di Amerika karena mereka mengkhawatirkan para penduduk disana.


Dalam beberapa Minggu saja para Monster itu sudah hampir menguasai setengah dari benua Eropa, dan setelah itu para Monster itu menyebar ke seluruh Dunia untuk menguasai Dunia..


Hingga suatu hari muncul para Immortal Hunter, orang-orang yang memiliki kekuatan di atas manusia, mereka membasmi para monster tersebut, kemunculan para Immortal Hunter masih menjadi misterius, karena mereka secara tiba-tiba muncul.


Ada yang beranggapan bahwa Mereka muncul secara bersamaan dengan para Monster, namun ada juga yang beranggapan bahwa mereka sudah muncul sejak peradaban Manusia dimulai dan bersembunyi di bayang-bayang sejarah.


Ayah dan Ibu ku adalah Immortal Hunter, mereka meninggal dalam peperangan melawan para Monster, dan aku saat itu masih berumur 5 tahun, aku di titipkan kepada nenek ku saat orang tua ku pergi bertarung.


Nenek ku adalah orang yang baik, ia merawatku dengan kasih sayang dan penuh perhatian kepadaku, namun setelah Orang Tua ku meninggal Nenek ku juga ikut meninggal akibat usianya yang sudah tua.


lalu aku tinggal sendiri, kakek ku juga sudah meninggal jauh sebelum kekacauan ini terjadi.


Berbekal pisau serta kekuatanku, aku memburu para Monster itu, dan itu semua ku lakukan selama 12 tahun lamanya, aku memakan daging-daging monster yang habis ku bunuh.


Pakaian aku ambil dari berbagai toko yang terbengkalai dan sudah tak digunakan.


Aku sendiri tak pernah tidur selama hidupku, karena staminaku hampir tak terbatas dan regenerasi tubuhku sangat lah cepat, yang membuatku tak merasa kelelahan.


Aku selalu memburu para Monster dimalam hari, begitu juga dengan jadwal makan ku, aku hanya bisa makan di malam hari.

__ADS_1


Aku sengaja memburu para Monster dimalam hari agar tak dilihat oleh para Warga.


Biasanya aku bermain dengan para anak-anak dulu sambil menunggu malam tiba.


Untuk penampilanku sendiri tidak mencolok, dan terlihat seperti orang-orang biasanya, rambut berwarna hitam, dan tinggiku sendiri 167 cm, berat badanku 60kg, dan keterampilan ku adalah berpedang, namun aku jarang menggunakan pedang untuk memburu ataupun bertarung.


Dan kebetulan saat ini aku sedang berlatih berpedang, aku berlatih bersama Guru ku di sebuah Desa Kecil.


Desa ini adalah tempat yang aman karena penduduk serta tempat tinggal mereka berada di hutan, dan juga hampir semua orang yang ada di desa ini adalah seorang Immortal Hunter, sama sepertiku, mereka mempunyai kemampuan yang hebat-hebat, aku sering melihat mereka sedang memburu para Monster, bahkan aku pernah diajak oleh mereka untuk memburu para Monster secara bersamaan.


Aku kagum terhadap kemampuan mereka, karena sangat kuat, itu karena mereka semua adalah seorang Immortal Hunter profesional, dan berpengalaman, yang membuatku semakin kagum.


Rasa Kagum ku kepada mereka semua tak akan pernah pudar, karena walaupun aku lebih kuat dari mereka, namun aku hanyalah bocah 17 tahun yang masih dibilang pemula dan belum berpengalaman dalam hal bertarung.


Kalian pasti bertanya, kok remaja sepertiku dapat bertarung dan memiliki tinggi seperti orang dewasa.


Dan aku menjadi Immortal Hunter sejak kecil, yang membuat perkembangan ku bertambah pesat.


"Hei, kenapa kau bengong? Sedang memikirkan sesuatu? Bukankah saat ini adalah waktunya kau berlatih dengan gurumu?" Seseorang datang dan berbicara kepadaku.


Orang itu adalah Teman Dekatku, yaitu Ezekiel.


Ia adalah partner berburu ku, setiap aku berburu aku ditemani dengannya, tinggi serta berat badannya hampir sama sepertiku yaitu 165cm dan berat badannya adalah 62kg, dia lebih berat daripada aku.


"Tidak, aku sudah berlatih tadi, dan saat ini adalah waktu beristirahat ku."

__ADS_1


Aku menjawab pertanyaan Ezekiel dengan santai, dan kemudian aku memakan daging-daging monster yang tersisa sebagai cemilan.


"Oh, maaf, aku mengganggu waktu luang mu." Ucap Ezekiel sambil merasa bersalah, aku sendiri tidak mempermasalahkan tentang itu.


"Ah, ya tidak apa-apa, lagian sebentar lagi kita akan berburu, dan tanggal hari ini tepat sekali dengan hari dimana kemunculan pertama para Monster-Monster, jadi, mungkin hari ini kita akan mendapatkan banyak mangsa." Ucapku sambil mengingat hari pertama para Monster muncul.


"Sudah 11 tahun lamanya kita hidup seperti ini, semoga para Monster ini cepat-cepat musnah dari dunia ini." Ezekiel


"Dari dulu kau terus-menerus berdoa seperti itu.. padahal semua harapanmu itu sia-sia, para Monster-Monster itu sudah berkembang biak dibumi, mustahil bagi manusia untuk mengalahkan mereka semua." Ucapku


"Tapi bukankah kamu sanggup melawan mereka semua?" Ezekiel bertanya, jujur saja, padahal aku hanya bisa membunuh 4-5 dari gerombolan mereka, dan aku langsung kabur karena takut jika ada yang mengintai pergerakan ku.


"Sejak kapan aku bilang begitu? Aku saja hanya bisa mengalahkan 4-5 itupun jika mereka datang tidak berkelompok dan datang satu persatu." Ucapku


"Ehh?? Bukannya kamu mempunyai kekuatan misterius dan mempunyai kekuatan seperti karakter-karakter dalam kartun serta manga dijepang? seperti Banki atau Buah Setan?!" Ezekiel


"Uh, sepertinya kamu benar-benar harus stop berimajinasi seperti itu, aku tidak memiliki kekuatan seperti itu, terlebih lagi aku bukanlah character fiksi didalam manga ataupun kartun animasi!" Ucap ku menyuruh Ezekiel berhenti berimajinasi.


"Ah... Ya, kau seharusnya tahu bahwa hobiku adalah menonton kartun serta membaca komik.. wajar saja aku suka berimajinasi seperti itu." Ezekiel


"Oke, baiklah Chuunibyou, saat ini adalah waktunya berburu, ayo pergi." Ucapku sambil berjalan kebelakang halaman, dan mengambil pedangku.


"Oi! Asal kau tahu aku ini bukan seorang Chuunibyou! Aku hanyalah seorang penggemar komik dan aku menghargai karya mereka!" Ezekiel


"Ya, terserah kamu, mau itu penggemar komik, ataupun yang lainnya, aku tetap akan memanggilmu Chuunibyou." Aku tetap kekeh memanggilnya sebagai Chuunibyou.

__ADS_1


"Cepatlah bersiap, Chuunibyou., kita akan berburu."


*******


__ADS_2