A Crying Child

A Crying Child
5. Dunia Yang Terbengkalai (5)


__ADS_3

Setelah pertempuran sengit ku melawan Kazura, bangunan-bangunan di kota hancur, aku khawatir dengan keadaan yang lainnya.


Kemudian aku langsung bergegas pergi dan mencari yang lainnya berada.


 -----


Sementara yang lainnya.


"Para Homunculus ini tidak ada habisnya! Lebih baik kita kabur saja!" Ucap salah satu dari pasukan Immortal Hunter yang saat ini pasukan tersebut hanya tersisa 200 orang.


Dan, Ezekiel serta rekan-rekan Evan juga kini kewalahan menghadapi para Homunculus yang jumlahnya tidak terbatas itu


Sambil menunggu Evan datang, Zulkarnain menggunakan kekuatannya dan mengurung para Homunculus yang datang, dibantu dengan pasukan Immortal Hunter yang tersisa, mereka membantu Zulkarnain dengan cara membunuh para Homunculus yang mencoba keluar.


"Ezekiel, kau bisa menggunakan kemampuan Eien mu kan? Kalau begitu coba hubungi Evan." Ucap Zulkarnain sambil menahan para Homunculus.


"Baiklah, akan kucoba." Ezekiel menuruti perkataan Zulkarnain, lalu ia menggunakan Eien dan menghubungi Evan lewat pikiran atau bisa disebut telepati.


Percobaan pertamanya langsung berhasil dan terhubung dengan Evan secara langsung.


"Berhasil!" Ezekiel


"Ada apa? Apakah keadaan disana baik-baik saja? Aku akan segera kesana, tenang saja." Evan.


"Baiklah, jangan terlalu la–" Saat Ezekiel ingin mengucapkan kata-kata terakhirnya, ia diserang dan membuat komunikasi terputus secara tiba-tiba.


 ***


Ezekiel menghubungi ku lewat telepati, dan aku berbicara secara singkat kepadanya.


"Ada apa? Apakah keadaan disana baik-baik saja? Aku akan segera kesana, tenang saja" Ucapku secara singkat kemudian aku langsung menggunakan kemampuan mata ku untuk mencari informasi dan tempat Ezekiel serta yang lainnya berada.


"Baiklah, jangan terlalu la–" Ezekiel membalas pesanku, namun nampaknya pesan dia lebih singkat dariku, dan ucapannya terpotong, itu membuatku khawatir, lalu saat aku sudah mendapat informasi tentang tempat yang lainnya berada, aku langsung melesat dengan kecepatan yang melebihi Cahaya, dan melampauinya.


Tak perlu waktu lama bagiku untuk sampai kesana, walaupun jaraknya sekitar 800 meter, aku langsung sampai disana dalam waktu 4 detik saja.

__ADS_1


Saat sampai disana, aku melihat Zulkarnain yang sedang kewalahan menahan para Homunculus dan juga Ezekiel yang tertimpa batu besar seukuran badannya.


Kemudian aku langsung menyematkan Ezekiel yang tertimpa batu dengan menyingkirkan batu tersebut.


Setelah menyingkirkan batu yang menimpa Ezekiel, aku langsung membantu Zulkarnain yang saat ini sedang kesusahan menahan para Homunculus yang berdatangan.


"Zulkarnain, lepaskan saja, biar aku yang membantai mereka." Ucapku sambil memegang Pedang Judgement dan bersiap menyerang.


"Baiklah, Kalian minggir, tugas kita sudah selesai, biar Evan yang mengurusnya." Zulkarnain menyuruh para Immortal Hunter yang lainnya untuk minggir.


Setelah itu, barulah aku beraksi, aku langsung menggunakan kemampuan mata ku untuk mengetahui sumber para Homunculus itu, dan menghancurkannya yang membuat para Homunculus tidak bertambah


Kemudian, aku menebas mereka semua dengan mudah tanpa menghabiskan waktu yang lama.


"Dimana Pak Riel?" Tanya ku terhadap Zulkarnain.


"Dia... Dia sedang melawan para Anggota Sycthe sendirian." Zulkarnain


"Oh iya, pulihkan stamina kalian dengan cepat, mungkin saja akan ada musuh lagi yang akan menyerang." Ucapku kepada Zulkarnain serta yang lainnya.


"Ah, ya, tenang saja walaupun kalian belum bisa beregenerasi dengan sepenuhnya, aku akan melindungi kalian." Ucapku lalu aku duduk dan mengawasi sekitar sambil melindungi yang lainnya, niatnya aku ingin menyusul Riel, namun disisi lain yang lainnya disini tak berdaya, jadi aku memprioritasikan yang disini, mungkin Riel baik-baik saja disana.


"Steven, Evarost, Gabriel, mereka dimana?" Tanya ku kepada Zulkarnain.


"Mereka tadi berpisah karena para Homunculus yang datang secara bergerombolan yang membuat mereka terpaksa berpisah." Zulkarnain.


"Oh.. Semoga mereka baik-baik saja." Aku berharap mereka ber 3 baik-baik saja dan kembali dengan selamat.


 ------


"Tidak mungkin..." Ucap salah satu prajurit Sycthe


"Dia masih bisa bertarung walaupun tubuhnya terbelah?! Manusia macam apa itu?!" Ucap Prajurit Sycthe yang saat ini sedang berhadapan dengan Riel, jumlah mereka totalnya ada 3, dan mereka sangat kuat-kuat.


"Hehe, jangan remehkan aku, bocah sialan." Ucap Riel, kemudian dia menggunakan Eien, dan menyerang mereka bertiga secara bersamaan.

__ADS_1


Mereka bertiga yang saat itu lengah, terpental jauh hingga menyebabkan bangunan-bangunan setinggi 6 meter hancur.


"Mustahil?! Aku tidak bisa melihat kecepatannya!" Ucap salah satu Anggota Scythe yang berbaju putih.


Dalam sekejap, Riel berhasil membuat mereka sekarat, walaupun tubuhnya terbelah sebelumnya karena saat itu dia berhadapan dengan salah satu jendral.


"Merepotkan sekali." Ucap Riel, dan setelah itu tubuhnya langsung beregenerasi kembali.


"Mati." Riel mengucapkan kata Mati sambil mengangkat tongkatnya, lalu membunuh para anggota Sycthe tersebut dengan mudah.


 


Sedangkan Steven, Evarost, Gabriel...


"Mau sampai kapan kita disini? Lebih baik kita menyusuri jalan sekitar sini, aku mendapat firasat bahwa tempat yang lainnya berada tak jauh dari sini." Gabriel.


"Hmm, gini ya, kau ini jangan terlalu percaya dengan firasat mu, mungkin saja firasat mu itu akan membawa kita terhadap bahaya.." Evarost


"Ya, ada benarnya juga Evarost, namun tadi aku juga sempat mendengar suara yang lainnya dari sini, dan sepertinya Evan sudah datang." Steven


"Ya sudahlah.. aku akan mengikuti kalian saja, toh daripada kita disini lebih baik kita melanjutkan perjalanan" Evarost


Mereka tersesat dan terpisah dari golongan Riel, lalu mereka mencari golongan tersebut, namun mereka beristirahat sejenak sampai pada akhirnya mereka memutuskan melanjutkan perjalanan kembali.


1 Jam kemudian mereka menemukan pangkalan milik Riel, lalu mereka datang sambil berlari, disana juga ada Evan yang sedang menjaga para Immortal Hunter yang terluka.


Riel juga sudah balik ke pangkalannya, lalu ia kini sedang beristirahat di tenda nya.


"Apakah kalian baik-baik saja?" Ucap Evarost.


"Sepertinya matamu harus di kasih obat anti rabun, sudah jelas-jelas disini banyak yang terluka kau masih menanyakan hal itu." Evan


"Ah, ya maaf, aku tidak lihat." Evarost


'Bajingan... Andai saja kalau kamu bukan cewek pasti akan ku perk*sa sampai mati.' Pikir salah satu pasien yang sedang dirawat.

__ADS_1


*******


__ADS_2