A Crying Child

A Crying Child
3. Dunia Yang Terbengkalai (3)


__ADS_3

Setelah mandi, aku langsung kembali ke rumah Riel atau kepala desa.


"Bagaimana pak? apakah ada informasi tentang markas pusat organisasi itu?" Ucapku


"Ada, namun tempat itu tidak ada didalam peta" Jawab Riel, jujur aku tidak mengerti apa yang dikatakannya


"Apa maksudnya? Mungkinkah mereka bersembunyi dibawah tanah?" Ucapku penasaran


"Tidak, lokasi markas mereka benar-benar tidak ada didalam peta, dan nama tempat tersebut adalah Distancia, didalam peta dunia tak ada nama negara tersebut, Terlebih lagi, coba kau lihat ini." Ucap Riel sambil menunjukan foto-foto kota di negara tersebut.


"Apa itu? Kok... Kenapa disitu banyak sekali gedung-gedung pencakar langit?! Terlebih lagi disana sudah ada mobil terbang?!" Aku terkejut saat melihat foto itu dengan jelas.


"Ya kan? itu jelas-jelas beda sekali dengan bumi saat ini, yang dimana teknologi disini terancam hancur, sedangkan disana berkembang." Riel


"Apa ada cara untuk kesana? Aku akan mengobrak-abrik negara itu sampai hancur seperti keadaan bumi saat ini." Ucapku


"Kau bisa kesana lewat portal, nampaknya negara itu adalah dunia yang berbeda dari dimensi lain, dan orang-orang yang menyerangmu itu berasal darisana, mungkin ini petunjuk dari kejadian 12 tahun yang lalu, saat monster muncul." Riel


"Bisa jadi, namun sepertinya tidak begitu, lihat saja disana seperti sudah tidak ada lagi hutan, dipenuhi ddengan gedung pencakar langit." Ucapku


"Ya, mungkin menurutmu begitu, apa kau tidak berpikir wilayah lain selain negara itu? Seharusnya ada hutan-hutan yang di isi oleh monster di wilayah lain, dan mereka nyasar kesini." Riel


"Tugas kita disini adalah menjaga ketentraman penduduk sekitar, dan memulihkan bumi menjadi ke semula, serta menghentikan semua kekacauan ini. Jika ada yang berani membuat kerusuhan di Bumi maka mereka akan mati tak lama." Ucap Riel dengan Tegas.


"Apakah kita akan melawan mereka?" Ucap salah satu seniorku.


"Ya, kita kali ini akan menghadapi lawan yang kuat, jadi bersiaplah dan berlatih segigih mungkin, jaga kesehatan kalian juga, walaupun kalian abadi, namun yang namanya Immortal Hunter pasti membutuhkan stamina yang besar, jadi jangan membuang-buang stamina kalian secara percuma-cuma." Riel


Lalu aku bubar, begitu juga dengan para Senior, kami langsung berlatih dengan giat dan meningkatkan kekuatan, banyak sekali jenis-jenis latihan disini, seperti melatih ketangkasan, melatih kekuatan tubuh, dan yang lain-lainnya.


Aku sendiri melatih ketangkasan tubuhku agar aku tidak terkena overheat saat sedang bertarung.


(NOTE : Seorang Immortal Hunter harus mempunyai Ketangkasan serta Daya Tahan yang kuat agar tidak terkena Overheat saat menggunakan kekuatannya)

__ADS_1


5 HARI KEMUDIAN-


Aku dan para Senior berkumpul di lapangan, dan mendengarkan perkataan Riel tentang strategi yang akan diterapkan dalam penyerangan kali ini.


"Dengarkan ini! Kalian semua akan langsung dikirimkan ke sana, lalu kalian harus bergegas masuk ke markas mereka dan mengalahkan mereka." Riel


"Jika ada yang ingin bertanya, maka silahkan acungkan tangan kalian." Riel


"Aku pak!" Seseorang mengacungkan tangan


"Jadi, apa yang ingin kau tanyakan?" Riel


"Apakah anda akan ikut dalam pertempuran ini?" Tanya orang itu.


"Ya, aku akan ikut bersama kalian, karena aku ingin meregangkan tubuhku." Riel


Seketika suasana disana menjadi seram karena ucapan dari Riel.


"Apakah dia akan mengeluarkan kekuatan sebenarnya?"


"Sepertinya pak Riel sudah mulai serius"


Banyak sekali orang-orang yang terkejut saat mendengar perkataan Riel, namun aku dan Ezekiel hanya berekspresi seperti biasa saja, begitu juga dengan para senior.


Setelah persiapan, kami memasuki portal, total Immortal Hunter yang ikut dalam operasi ini adalah 500, diantaranya adalah aku, Ezekiel, Zulkarnain, Steven, Evarost, Gabriel.


Mereka adalah Senior dan teman-temanku.


Saat sudah sampai di depan Distancia, kami langsung menyebar ke berbagai tempat, Aku ditugaskan untuk menyerang mereka saat mereka lengah, jadi aku tidak perlu tim karena itu nanti akan membuat bebanku semakin banyak dan pertarungan ku akan terganggu.


"Hati-hatilah, Evan, jangan sampai statusmu kau setelah operasi ini Almarhum."Ezekiel


"Tenang saja, aku sudah pernah menghadapi mereka semua, jadi tak usah khawatir, pasti aku akan kembali hidup-hidup." Ucapku, lalu aku pergi meninggalkan mereka, aku berlari ke atas gedung untuk melihat pandangan kota ini secara leluasa.

__ADS_1


"Ternyata disini sangat berbeda dengan Bumi Asli, teknologi serta bangunan-bangunan disini terlihat seperti dimasa depan." Ucapku sambil melihat pemandangan disekitar.


"Hahaha, mungkin kedatangan para Immortal Hunter ke dunia ini adalah takdir... Ups, lebih baik aku segera membuat para penduduk disini merasakan penderita an seperti yang dialami oleh penduduk Bumi." Aku turun sambil memegang gagang pedangku, lalu aku mengeluarkan pedangku dari sarung dan menghancurkan bangunan-bangunan pencakar langit, dan meruntuhkannya.


Tidak lupa, aku juga membuat kerusuhan dengan memanggil para SCYTHE dengan sebutan "BAJ*NGAN!" dan menyuruh mereka keluar dari markas mereka.


Dan tak disangka-sangka, mereka langsung menanggapi suaraku.


"Hmm, kok kalian di panggil "Bajing*n" mau ya? Apa benar kalian ini memang seorang Bajing*n? Hahaha! Kali ini aku cukup bersemangat untuk bertarung dengan kalian, jadi jangan mengecewakanku!" Aku langsung menyerang kroco-kroco mereka dahulu.


Jumlah mereka sekitar 2000 an, ya wajar saja karena mereka bodoh, mereka membawa prajurit lemah berjumlah 2000, bahkan aku tak perlu membuang secuil tenaga ku untuk mengalahkan mereka.


Saat aku sudah mengalahkan mereka semua, aku tiba-tiba dikepung oleh para Sycthe lagi, namun kali ini sepertinya mereka mengerahkan prajurit andalan mereka.


Aku tidak merasa kasihan terhadap mereka karena mereka semua hanyalah homunculus, sedangkan manusia yang asli kini sedang mengawasi pertarunganku.


Aku mengetahuinya karena aku mempunyai kemampuan untuk mendeteksi hawa keberadaan seseorang, bahkan jika orang itu menggunakan kekuatan Invisible akan tetap terdeteksi oleh mata ku.


"Berhenti bersembunyi, jika kau seperti itu terus kamu akan dicap sebagai orang pengecut, jangan menyuruh para homunculus ini untuk menghadapi ku, aku tau kau kuat, jadi kesinilah dan jangan terus bersembunyi." Aku menyuruhnya keluar dari tempat persembunyiannya.


Aku juga fokus sambil mengalahkan para cecunguk homunculus itu, jumlah mereka hanya 1500, lebih sedikit daripada yang tadi.


Aku langsung menggunakan pedangku dan memenggal kepala mereka semua dalam sekejap.


Setelah itu, datanglah pemimpinnya, tidak, lebih tepatnya dia adalah jendral, dia adalah seorang manusia yang baru saja ku panggil untuk kesini dan melawanku.


Namun, kelakuan jendral tersebut nampaknya sangat agresif, bahkan aku sempat kewalahan akibat ulahnya, tingkahnya tidak seperti Manusia, apa mungkin ia Homunculus juga? Namun kenapa Homunculus bisa menjadi jendral?


Aku mundur 5 meter darinya agar aku bisa menganalisa data dari dirinya, dan aku menemukan informasi tentang ras nya, yaitu rasnya adalah Manusia, namun anehnya tingkah kau orang tersebut tidak seperti manusia... Mungkinkah, dia dikendalikan?


Dan benar saja, ia benar-benar dikendalikan oleh seseorang.


Walaupun aku tak mengetahui lokasi orang tersebut, namun aku dapat membunuhnya dari jarak jauh dengan memutus benang transparan yang menyambung ke si pengendali dan orang ini, lalu aku dapat mengetahui lokasinya.

__ADS_1


Mataku tidak bisa mendeteksi orang itu karena ia diluar batas skala kemampuan ku.


Lalu aku menggunakan pedangku untuk menebas benang transparan itu, aku lalu mengikuti sumber benang tersebut berasal.


__ADS_2